Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak
Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.
Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen
Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN
Proyek Penerbitan Cerpen Anak
Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.
Karyatunggalkan Puisimu!
Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal
Terbitkan 5 Puisi
Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 500 Puisi Akrostik
Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru
Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru
Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan
Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN
Tampilkan postingan dengan label kisah pendek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah pendek. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Oktober 2022
Menjelajahi Tiga Bumi, Kumpulan Catatan Perjalanan
Spesifikasi:
Kode: 0210004
Judul: Menjelajahi Tiga Bumi, Kumpulan Catatan Perjalanan
Penulis: Mariani, Firdausi Nuzula, Noka Nafillatul Izza, Ni Kadek Setiawati, Nurhayati, Ukhti Badriatus Sania, Aprilina Azzahra, Ni Wayan Mika Diartini
QRCBN: 62-1304-2836-255
Terbit: 01-Nov-22
Tebal: 92 (xiv+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50.000
Masa remaja adalah masa transisi menuju tahap kedewasaan. Di masa ini remaja mulai belajar membuat keputusan-keputusan dan pilihan-pilihan. Keputusan dan pilihan itu banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan, dalam hal ini teman sebaya dan kegiatan-kegiatan yang diikuti. Teman dan kegiatan ini sangat menentukan ke arah mana remaja menuju, apakah menjadi pribadi yang matang dan dewasa ataukah sebaliknya malah terjerumus ke dalam lingkungan dan pilihan-pilihan yang merugikan kehidupannya kelak. Ada tantangan yang harus mereka hadapi dengan tepat dan bijak. Tidak sedikit pilihan yang akan menjerumuskan mereka ke arah yang merugikan tetapi tidak kalah banyak kesempatan yang akan melejitkan perkembangan mereka.
Sepuluh tulisan karya delapan remaja, anak-anak SMP Negeri Poto Tano, merupakan catatan mengenai pengalaman mereka bersama teman-teman dan kegiatan yang mereka ikuti. Ini sebuah catatan mengenai pilihan positif yang mereka ambil yang akan semakin memperkembangkan kepribadian, keterampilan, dan wawasan mereka. Mereka belajar mengenai hal-hal baru dari kegiatan-kegiatan tersebut, belajar berorganisasi, komunikasi, negosiasi, persuasi, keterampilan teknis dan keterampilan hidup, mencintai lingkungan, menerima perbedaan, toleransi, disiplin, dan banyak yang lain. Luar biasanya, mereka mau menuliskan pengalaman tersebut yang tentunya menjadi pengalaman tersendiri karena mereka sekaligus belajar menulis dan ini akan semakin memperkaya hasil belajar mereka.
Mariani membagikan pengalamannya mengikuti program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) sebuah program pertukaran pelajar antardaerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan. Firdausi Nuzula, Noka Nafillatul Izza, dan Nurhayati bercerita mengenai asyiknya mengikuti kegiatan kepramukaan. Firdausi Nuzula juga menuliskan pengalamannya terkait tantangan kehidupan remaja. Ukhti Badriatus Sania berkisah mengenai pengalamannya untuk belajar hidup mandiri di pesantren. Ni Kadek Setiawati bercerita mengenai tantangan menjadi siswa di sekolah baru dalam kondisi pandemi. Aprilina Azzahra berbagi mengenai asyiknya mengisi liburan bersama komunitas pelajar dan mahasiswa. Ni Wayan Mika Diartini menceritakan asyiknya belajar menjadi fotografer dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah.
Daftar tulisan:
Pengalamanku Bersama SabangMerauke ~ Mariani
Remaja Sehat Itu Pilihan ~ Firdausi Nuzula
Super Camp Poto Tano 2019 ~ Firdausi Nuzula
Terbang Bersama Pramuka Garuda ~ Noka Nafillatul Izza
Bersahabat Dengan Covid-19 ~ Ni Kadek Setiawati
Menjelajahi Tiga Bumi ~ Nurhayati
Pengalaman Masuk Pesantren ~ Ukhti Badriatus Sania
Aku Ingin Tinggal Di Atas Awan ~ Aprilina Azzahra
Fotografer Dadakan ~ Ni Wayan Mika Diartini
Jamnas Xl 2022 ~ Noka Nafillatul Izza
Senin, 11 November 2019
Juara di Hatiku
Berikut ini contoh naskah 3 ALINEA ANAK yang dikehendaki oleh proyek Kisah 3 Alinea ANAK. Benar-benar ada kisah di dalamnya. Benar-benar ada adegan di dalamnya. Bukan hanya penggambaran tentang seorang anak saja, melainkan sebuah "shoot" pendek dari episode kehidupan seorang anak.
Kisahnya menarik dan pesan yang disampaikan sangat menarik.
Informasi lengkap mengenai proyek Kisah 3 Alinea ANAK bisa dilihat di sini.
Bismillahirrohmaanirrohiim, kuucap dalam hati saat kulihat Reva, gadis kecilku yang cantik menggoreskan krayonnya di atas kertas putih berukuran A3. Kupandangi dari jauh, dia ada di antara ratusan peserta lomba menggambar yang diselenggarakan di Wonderland waterpark. Dia sudah bukan kelas empat lagi tapi kelas lima. Tapi entahlah, masih seperti dulu kah dia? Cengeng dan mudah menyerah. Menangis ketika tak berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. Bahkan ketika dia kalah dalam sebuah permainan dengan saudara atau teman-temannya, dia akan menangis dan tidak akan melanjutkan permainan itu lagi. Aku tidak tahu apa di usianya yang sekarang dia akan lebih kuat dalam menerima kenyataan? Ikhlas dan lapang dada dalam menerima kekalahan? Meski jauh di dasar hatiku, aku pun tak ingin dia kalah. Aku ingin dia juara. Karena di hatiku, sejak dia terlahir dengan selamat itu artinya dia juara! "Waktunya sudah habis." terdengar suara panitia dari sound system. "Sekarang saatnya istirahat dan silakan menikmati fasilitas dan wahana yang ada." Artinya peserta lomba bebas bermain sepuasnya di waterpark itu. Kulihat Reva mengumpulkan hasil kerjanya. Setelah itu dia berlari ke arahku yang sedang duduk di tepi kolam. Aku tersenyum menyambutnya. "Selesai kan gambarnya?" "Ya," angguknya puas. "Kira-kira dapat juara nggak, yah?" tanyaku. Dia mengangkat bahunya. "Nggak nangis kan kalau nggak dapat juara?" "Tapi Reva ingin ke Jepang." Hadiah pemenang ke satu dalam lomba menggambar kali ini memang berangkat ke Jepang. Aku meraih lengannya. "Shalat dulu, yuk! Berdoa biar menang." Dia mengangguk. Tapi dalam salatku aku tidak meminta dia menang. Aku berdoa dia tidak sombong jika menang dan kuat jika harus kalah karena bagiku juara yang sebenarnya adalah ketika kita kuat dan ikhlas menerima kekalahan.
Kami melompat ke kolam renang dengan gembira. Kemudian Reva bermain seluncuran. Hampir copot rasanya jantungku mendengar teriakannya yang keras ketika tubuhnya meluncur lalu terlempar ke air. Dan aku bernafas lega ketika dia sudah berada di hadapanku lagi dengan tawa lepasnya yang ceria. "Kita ke sana, Bunda!" Reva menunjuk wahana splash fun, yaitu ember raksasa yang akan tumpah jika sudah penuh terisi air. Kami berlari ke sana karena sepertinya ember sudah hampir penuh. Dan ... “Byur ...!” Benar saja, isi ember mengguyur semua yang ada di bawahnya termasuk aku dan Reva. Dan semua berteriak gembira. Tidak lupa juga kami selfie atau bergantian mengambil foto. Sayang, Ayah, Khayra, dan Dilan tidak bisa ikut karena ini bukan hari libur.
Setelah menikmati kolam arus dan wahana lainnya, suara panitia terdengar lagi. Memberi tahu kalau peserta harus berkumpul dan pengumuman pun dimulai. Kami semua tegang. Semua peserta berharap namanya disebut. Siapa yang tidak ingin menang? Hadiah utamanya tidak tanggung-tanggung, tiket wisata ke Jepang! "Juara harapan tiga!" Dimulai dari harapan tiga, harapan dua, harapan satu, juara tiga, juara dua, dan juara satu. Dan sampai panitia selesai memanggil para juara, nama Reva tidak terpanggil. Kupandang wajah cantik gadis kecilku, dan dia membalas pandanganku dengan tersenyum. "Nggak kecewa kan, Sayang?" tanyaku lembut. "Nggak." Aku memeluk tubuh mungilnya. "Reva menang, Sayang." "Reva?" tanyanya bingung. Dia menggeleng. "Nggak, Bunda." "Reva nggak menang dalam menggambar tapi Reva menang karena Reva bisa mengalahkan rasa kecewa Reva. Dan di hati Bunda Reva adalah juara." Entahlah, dia paham atau tidak dengan ucapanku, tapi suatu saat dia pasti mengerti, bahwa kemenangan adalah ketika kita bisa melawan hawa nafsu dan ambisi kita. "Tapi kita nggak jadi ke Jepang, dong, Bunda." "Jangan menyerah! Teruslah berusaha untuk mewujudkan mimpimu!"
Kisahnya menarik dan pesan yang disampaikan sangat menarik.
Informasi lengkap mengenai proyek Kisah 3 Alinea ANAK bisa dilihat di sini.
Juara di Hatiku
oleh Alawiyah
Bismillahirrohmaanirrohiim, kuucap dalam hati saat kulihat Reva, gadis kecilku yang cantik menggoreskan krayonnya di atas kertas putih berukuran A3. Kupandangi dari jauh, dia ada di antara ratusan peserta lomba menggambar yang diselenggarakan di Wonderland waterpark. Dia sudah bukan kelas empat lagi tapi kelas lima. Tapi entahlah, masih seperti dulu kah dia? Cengeng dan mudah menyerah. Menangis ketika tak berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan. Bahkan ketika dia kalah dalam sebuah permainan dengan saudara atau teman-temannya, dia akan menangis dan tidak akan melanjutkan permainan itu lagi. Aku tidak tahu apa di usianya yang sekarang dia akan lebih kuat dalam menerima kenyataan? Ikhlas dan lapang dada dalam menerima kekalahan? Meski jauh di dasar hatiku, aku pun tak ingin dia kalah. Aku ingin dia juara. Karena di hatiku, sejak dia terlahir dengan selamat itu artinya dia juara! "Waktunya sudah habis." terdengar suara panitia dari sound system. "Sekarang saatnya istirahat dan silakan menikmati fasilitas dan wahana yang ada." Artinya peserta lomba bebas bermain sepuasnya di waterpark itu. Kulihat Reva mengumpulkan hasil kerjanya. Setelah itu dia berlari ke arahku yang sedang duduk di tepi kolam. Aku tersenyum menyambutnya. "Selesai kan gambarnya?" "Ya," angguknya puas. "Kira-kira dapat juara nggak, yah?" tanyaku. Dia mengangkat bahunya. "Nggak nangis kan kalau nggak dapat juara?" "Tapi Reva ingin ke Jepang." Hadiah pemenang ke satu dalam lomba menggambar kali ini memang berangkat ke Jepang. Aku meraih lengannya. "Shalat dulu, yuk! Berdoa biar menang." Dia mengangguk. Tapi dalam salatku aku tidak meminta dia menang. Aku berdoa dia tidak sombong jika menang dan kuat jika harus kalah karena bagiku juara yang sebenarnya adalah ketika kita kuat dan ikhlas menerima kekalahan.
Kami melompat ke kolam renang dengan gembira. Kemudian Reva bermain seluncuran. Hampir copot rasanya jantungku mendengar teriakannya yang keras ketika tubuhnya meluncur lalu terlempar ke air. Dan aku bernafas lega ketika dia sudah berada di hadapanku lagi dengan tawa lepasnya yang ceria. "Kita ke sana, Bunda!" Reva menunjuk wahana splash fun, yaitu ember raksasa yang akan tumpah jika sudah penuh terisi air. Kami berlari ke sana karena sepertinya ember sudah hampir penuh. Dan ... “Byur ...!” Benar saja, isi ember mengguyur semua yang ada di bawahnya termasuk aku dan Reva. Dan semua berteriak gembira. Tidak lupa juga kami selfie atau bergantian mengambil foto. Sayang, Ayah, Khayra, dan Dilan tidak bisa ikut karena ini bukan hari libur.
Setelah menikmati kolam arus dan wahana lainnya, suara panitia terdengar lagi. Memberi tahu kalau peserta harus berkumpul dan pengumuman pun dimulai. Kami semua tegang. Semua peserta berharap namanya disebut. Siapa yang tidak ingin menang? Hadiah utamanya tidak tanggung-tanggung, tiket wisata ke Jepang! "Juara harapan tiga!" Dimulai dari harapan tiga, harapan dua, harapan satu, juara tiga, juara dua, dan juara satu. Dan sampai panitia selesai memanggil para juara, nama Reva tidak terpanggil. Kupandang wajah cantik gadis kecilku, dan dia membalas pandanganku dengan tersenyum. "Nggak kecewa kan, Sayang?" tanyaku lembut. "Nggak." Aku memeluk tubuh mungilnya. "Reva menang, Sayang." "Reva?" tanyanya bingung. Dia menggeleng. "Nggak, Bunda." "Reva nggak menang dalam menggambar tapi Reva menang karena Reva bisa mengalahkan rasa kecewa Reva. Dan di hati Bunda Reva adalah juara." Entahlah, dia paham atau tidak dengan ucapanku, tapi suatu saat dia pasti mengerti, bahwa kemenangan adalah ketika kita bisa melawan hawa nafsu dan ambisi kita. "Tapi kita nggak jadi ke Jepang, dong, Bunda." "Jangan menyerah! Teruslah berusaha untuk mewujudkan mimpimu!"
Proyek Penerbitan Kisah 3 Alinea tentang Anak
Ingin melihat contoh naskah yang dikehendaki? Cek di sini!
3 alinea tentang anak
Wah yang ini gak usah pakai teori-teori ya. Silakan langsung tulis saja. Pokoknya ada paragraf 1 (mungkin bisa dibilang pembuka, gitu ya?). Ada paragraf 2 (bisa semacam konflik atau eskalasi ketegangan). Lalu paragraf 3, resolusi atau kesimpulan.
Agar naskah tetap menarik untuk dibaca publik, sajikan dalam bentuk kisah atau adegan. Tiga alinea ini merupakan penggambaran suatu potongan peristiwa penting dalam relasi penulis dengan buah hati. Tentu banyak peristiwa penting tetapi harus dipilih satu peristiwa atau bisa tiga peristiwa (setiap alinea menggambarkan satu peristiwa) yang memang dipilih untuk dituliskan menjadi kisah 3 alinea ini.
Dengan demikian, ini bukan tulisan deskripsi tentang buah hati atau anak, bukan penggambaran umum mengenai sifat-sifat seorang anak. Bukan! Ini harus tentang kisah yang dialami oleh anak atau kisah yang terjadi antara orang tua dengan anaknya. Harus ada peristiwa atau adegan di dalamnya.
Tulisan harus benar-benar 3 (tiga) alinea, bukan hanya setumpukkan tulisan yang dipaksakan menjadi 3 alinea. Dari naskah yang masuk bisa kami sampaikan bahwa ada kecenderungan untuk menjejalkan terlalu banyak gagasan dalam masing-masing alinea. Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk seperti itu tetapi tulisan ini harus benar-benar 3 (tiga) alinea saja dengan setiap alinea hanya memuat 1 (satu) gagasan utama.
Bisa juga Anda bercerita mengenai beberapa anak Anda sekaligus. Mungkin 1 alinea untuk anak kesatu, 1 alinea untuk anak kedua, 1 alinea untuk anak ketiga.
Ingin melihat contoh naskah yang dikehendaki? Cek di sini!
Kirim
ke terbitkanbuku@gmail.com
Panjang
3 (tiga) paragraf. Maksimal 560 kata. Diketik normal. Gak usah pakai font yang aneh-aneh.
Diterbitkan jadi buku
Jika sudah terkumpul minimal 50 naskah yang layak terbit
Penting:
- Naskah Anda akan melewati proses penerbitan standar dan akan diterbitkan oleh Penerbit Anggota IKAPI. Naskah Anda akan benar-benar diedit (dari segi isi dan bahasa) oleh seorang editor.
- Mohon tidak mengirimkan naskah jika Anda tidak menyepakati dengan segala ketentuan yang tertulis mengenai proyek ini.
Syarat?
Sanggup membiayai paket penerbitan, dibayar di muka setelah naskah dinyatakan layak terbit, sebesar Rp155.000 (ditambah ongkos kirim). Anda akan memperoleh 2 eks contoh terbit dan seertifikat. Biaya ini bukanlah biaya pembelian buku melainkan biaya proses penerbitan yang mencakup: editing, layout, desain cover, administrasi penerbitan, dan pencetakan contoh terbit.
Ingin melihat contoh naskah yang dikehendaki? Cek di sini!
Deadline?
Kalau sudah terkumpul 50 naskah layak terbit, akan dibuka lagi untuk proyek penerbitan buku kedua, dst.
Kelengkapan
- Foto KTP
- foto bersama anak (atau foto anak saja kalau tidak punya foto bersama anak, atau bahkan foto penulis jika memang tidak punya foto anak sama sekali)
- Biodata narasi maksimal 40 kata.
- Melengjkapi DATA PENULIS (akan dikirimkan sebagai balasan email ketika Ibu dan Bapak mengirimkan naskah)
Ingin melihat contoh naskah yang dikehendaki? Cek di sini!
Jumat, 08 November 2019
Proyek Penerbitan Kisah Cinta 3 Paragraf
Semua orang tentu pernah mengalami jatuh cinta. Anda sebagai guru, apalagi yang sekarang ini sudah berkeluarga, tentu pernah mengalami proses ini.
Nah, kenapa peristiwa penting ini tidak diabadikan dalam bentuk buku?
Yuk, tuliskan kisah cinta Ibu dan Bapak, namun dalam bentuk tulisan pendek: hanya 3 paragraf.
Wah yang ini gak usah pakai teori-teori ya. Silakan langsung tulis saja. Pokoknya ada paragraf 1 (mungkin bisa dibilang pembuka, gitu ya?). Ada paragraf 2 (bisa semacam konflik atau eskalasi ketegangan). Lalu paragraf 3, resolusi atau kesimpulan.
Nah, tapi ini kisah cinta yang "baik" ya. Bukan tentang perselingkuhan. Kisah cinta yang konstruktif, yang semakin membesarkan cinta.
Kirim
ke terbitkanbuku@gmail.com
Panjang
3 (tiga) paragraf. Maksimal 560 kata. Diketik normal. Gak usah pakai font yang aneh-aneh.
Diterbitkan jadi buku
Jika sudah terkumpul minimal 50 naskah yang layak terbit
Penting:
- Naskah Anda akan melewati proses penerbitan standar dan akan diterbitkan oleh Penerbit Anggota IKAPI. Naskah Anda akan benar-benar diedit (dari segi isi dan bahasa) oleh seorang editor.
- Mohon tidak mengirimkan naskah jika Anda tidak menyepakati dengan segala ketentuan yang tertulis mengenai proyek ini.
Syarat?
Sanggup membiayai penerbitan, dibayar di muka setelah naskah dinyatakan layak terbit, sebesar Rp155.000 (ditambah ongkos kirim). Biaya ini bukanlah biaya pembelian buku melainkan biaya proses penerbitan yang mencakup: editing, layout, desain cover, administrasi penerbitan, dan pencetakan contoh terbit. Anda akan mendapatkan 2 eks buku contoh terbit dan sertifikat.
Deadline?
Kalau sudah terkumpul 50 naskah layak terbit, akan dibuka lagi untuk proyek penerbitan buku kedua, dst.
Kelengkapan
- Foto KTP
- foto diri (bagi yang masih tetap [men]jomblo) atau foto bersama pasangan (kalau kisah ini akhirnya mempertemukan Ibu/Bapak dengan pasangan yang sekarang ada)
- Biodata narasi maksimal 40 kata.
- Moto cinta maksimal 10 kata.
- Melengjkapi DATA PENULIS (akan dikirimkan sebagai balasan email ketika Ibu dan Bapak mengirimkan naskah)
Jumat, 25 Oktober 2019
3 Alinea Cinta
![]() |
| 3 Alinea Cinta |
![]() |
| 3 Alinea Cinta |
Judul: 3 alinea cinta
Penerbit: CV Lingkarantarnusa
Pengarang: Alpha Mariani ... [et al.]
Tahun: 2018
Tebal: xii + 152 halaman
Ukuran: 13x19 cm
ISBN: 978-602-6688-53-8
Harga: Rp65.000
Deskripsi:
Mencintai adalah tugas yang paling penting yang disematkan oleh Pencipta kepada setiap insan ciptaan-Nya. Manusia dicipta karena cinta. Lewat cinta itu pulalah kehidupan ini diteruskan dan dilanggengkan. Cinta menjadi komponen paling penting dari kehidupan. Setiap insan yang ingin menunaikan tugas kehidupan harus mencintai. Insan ditakdirkan untuk mencintai Pencipta dan sesamanya. Lewat cinta itu pulalah Yang Kuasa menggenapi kehendak-Nya.
Begitu pentingnya cinta ini sehingga Tuhan menyematkan unsur cinta ini di dalam setiap hati dan kisah perjalanan hidup manusia. Setiap orang dewasa usia pasti pernah melewati fase jatuh cinta. Tepat kalau disebut jatuh cinta karena seolah-olah manusia tidak kuasa untuk menahan atau menolaknya. Ia tiba-tiba jatuh begitu saja, jatuh untuk mencintai seseorang. Itulah kehendak Ilahi yang disematkan dalam setiap hati manusia supaya dengannya manusia belajar untuk mengalami cinta, merasakan dan menikmati cinta, lalu mengendalikan dan mengatur irama cinta, dan kemudian mencintai dengan kehendak yang bebas sebagai orang dewasa.
Buku ini memuat kisah cinta laki-laki dan perempuan yang sekaligus guru. Ternyata ibu dan bapak guru pun pernah jatuh cinta. Dan mereka berbagi pengalaman mereka di sini. Tugas guru itu sendiri menuntut kemampuan mencintai tersendiri. Kemampuan ini pasti salah satunya diasah dalam proses mereka saling mencintai calon pasangannya. Menuliskan kisah ini mestinya membawa mereka kepada refleksi bagaimana mereka telah belajar mencintai sebelum sekarang ini mereka ditugasi oleh Pencipta untuk mencintai murid-muridnya.
Daftar Penulis dan Tulisannya:
1. Alpha Mariani ~ Menua Bersama
2. Ana Diana Farah Dini ~ Sebatas Imaji
3. Ana Monica Rufisa ~ Estafet Adam-Hawa
4. Andi Fatmadewi ~ Foto Pembawa Jodoh
5. Ani Sumiani ~ Aku Dipinang Muridku
6. Deassy Erlina Lainata ~ Jodoh Tak ke Mana
7. Denis Guritno Sri Sasongko ~ Seujung Kuku Cinta Istri Saya
8. Deviary Bayuningratri ~ Lelakiku, Rumahku untuk Kembali Pulang
9. Didi Pianda ~ Manajer Makcomblang
10. Dina Hanif Mufidah ~ Telepon Cinta
11. Dwi Arianti ~ Kisah Permen Cinta
12. Era Madani Idil ~ Jodoh Terindah
13. Evaristus Cahya Triastarka ~ Semua Karena Tuhan
14. G. Eko Kriswanto ~ Rumah Cinta
15. Hariani Indra Yuliati ~ Lelaki Masa Depanku
16. Heriani Haris ~ Dari Teman Curhat ke Jodoh
17. Hesti Dwi Rachmawati ~ Sepotong Harapan
18. Hidayati ~ Riak Ombak Penuh Cinta
19. Hj. Suriani ~ Cintaku Hanya Miliknya
20. Ipah Latipah ~ Karena Dia Aku Mencintainya
21. Irma Lismayani ~ Pemuda Cool Terbaik Untukku
22. Lila Kodarriya ~ Cinta Lintas Budaya
23. Lina Herlina ~ Lukisan Kisah
24. Lusia Ping ~ Takdir
25. Maria Prabaningrum ~ Kata Hati yang Terbukti
26. Melyani Dwi Astuti ~ Jodohku Tetangga RT
27. Miftakhul Jannah ~ Memendam Rasa
28. Mulyani ~ Benci Itu Mengikatku
29. Nanik Dwirahayu ~ Ini Rumah Kita, Cinta
30. Onten Surtini ~ Benci Jadi Rindu
31. Rahayu Widayanti ~ Pemimpin Lima Wanita
32. Reni Elvina ~ Indah Pada Waktunya
33. Rina Candrayanti ~ Cinta Pertama dan Terakhir
34. Rizky Lia Anggraeny ~ Sinergi Dua Hati
35. Rozi Riza Julianti ~ Penantian Cinta
36. Siti Marlina Sukmawati ~ Cinta dan Kedewasaan
37. Siti Rusmiyatun ~ Cinta Sekantor
38. Sri Indriyana ~ Kampus Biru
39. Sudono Badu ~ Bermula dari Status Medsos
40. Sugiyatmi ~ Tetaplah Bernyanyi, Bidadari!
41. Sumarsih ~ Laki-laki Pengendara Motor LG
42. Sutrisno ~ Bidadari Rumah
43. Swesti Amelia ~ Berawal dari SK
44. Tobias Tobi Ruron ~ Buku PR Duta Cinta
45. Tri Elliawati ~ Kisah Cinta Ketua dan Sekretaris
46. Uswatun Hasanah ~ Rindu Sebatas WA
47. Wakidi Kirjo Karsinadi ~ Kata Hatiku Sore Itu
48. Wildan Rusli ~ Tunas Kelapa Berbuah Cinta
49. Yenny Nilia ~ Tak Ada Teknologi Sehangat Pelukan
50. Zulkaidah ~ Kutemukan Puisi Romantis di Hatinya
3 Alinea Ibu
![]() |
| 3 Alinea Ibu |
![]() |
| 3 Alinea Ibu |
Spesifikasi:
Judul: 3 alinea ibu: kisah pengalamanPenerbit: CV Lingkarantarnusa
Pengarang: Aan Dahliani...[et al.]; penyunting, Wakidi Kirjo Karsinadi
Tahun: 2018
Ukuran: 13x19 cm
Tebal: xii + 154 halaman
ISBN: 978-602-6688-54-5
Harga: Rp65.000
Deskripsi:
Buku ini berisi kisah-kisah pengalaman dari para guru mengenai orang tua mereka, khususnya ibu. Semua kisah yang ada dalam buku ini mengungkapkan rasa terima kasih dan syukur kepada orang yang sudah sangat berperan penting bagi kehidupan penulisnya. Beberapa penulis mampu mengungkapkan rasa syukur tersebut tanpa mengesampingkan kelemahan yang selalu ada dalam sosok seorang ibu. Namun, kelemahan itu justru semakin kuat memberikan gambaran betapa besar dan berat perjuangan dan pengorbanan seorang ibu karena di samping kelemahan tersebut seorang ibu akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak dan keluarganya.
Daftar Penulis dan Tulisannya
Aan Dahliani ~ Ekonom Rumah Tangga
Afifah Purnamasari ~ Satu Impian Ibu
Agus Adnan Salwa ~ Kisah Nasi Timbel
Alpha Mariani ~ Panutan Spiritual
Ani Sumiani ~ Sang Pembohong Handal
Denis Guritno Sri Sasongko ~ Oseng Kacang Panjang Ibu
Desrianti ~ Kekuatan di Balik Kelemahan
Diah Arumsasi ~ Wanita Kuat
Dian Nofitasari ~ Mamahku Musuh Sejatiku
Dina Hanif Mufidah ~ Warisan Terbaik Ibu
Dwi Endah Aryani ~ Obat Kecewa untuk Ibu
Erma ~ Setulus Cinta Ibu
Fitria Yunita ~ Samudra Cinta Mamah
G. Eko Kriswanto ~ Kandil Gemerlap Keluarga
Hariani Indra Yuliati ~ Ibuku Luar Biasa
Heriani Haris ~ Penyemangat dan Panutanku
Herlina Elisabet ~ Surga yang Jarang Kutengok
Ika Ifrianti ~ Semua Demi Keluarga
Kartiyem ~ Mamak Guruku Terhebat
Lina Herlina ~ Mutiara Hidupku
Lodevika Endang Sulastri ~ Ne’e
Lorentina ~ Teman Diskusi
Markus Maluku ~ Wanita Penyembuh
Melyani Dwi Astuti ~ Ibu Cahaya Hidupku
Mulyani ~ Emakku Super
Mulyati ~ Sayang Sepanjang Masa
Muna Warman ~ Sedih Jauh Darimu
Nanik Dwirahayu ~ Kebahagiaan Tak Bersyarat
Nining Komalasari ~ Surga untuk Ibu
Onten Surtini ~ Tidak Cukup 3M
Popon Nuraeni ~ Air Mata Senjata Doa
Reni Elvina ~ Sumber Kekuatan
Roida Nurisfajaryati Martiane ~ IBU (Ikatan Batin Untaian) Hidup
Rozi Riza Julianti ~ Telapak Tangan Perjuangan
Satriana ~ Cita dan Cinta Ibu Aminah
Shanti Agustiani ~ Penyanyi dan Pendongeng Terbaik
Siti Rusmiyatun ~ Permintaan Terakhir
Sovi Navisah ~ Hati Seorang Ibu
Suci Yulianty ~ Kasih Sepanjang Masa
Sumiarsih ~ Emak yang Tangguh
Swesti Amelia ~ Kasihmu Sepanjang Jalanku
Titiek Setyani ~ Ibu Teladanku
Tri Sulastin Almadani ~ Guru Cinta Lingkungan
Wakidi Kirjo Karsinadi ~ Menuju Tujuan
Wildan Rusli ~ Cinta Biyung
Yanti Nofita ~ Dada Selapang Samudra
Yenni Putri ~ Zikir Untuk Mama
Zelny Indrayani ~ Pelangi Sesudah Hujan
Zulkaidah ~ Petani dengan 13 Anak
3 Alinea Ayah: Kisah Pengalaman
![]() |
| 3 Alinea Ayah: Kisah Pengalaman |
![]() |
| 3 Alinea Ayah: Kisah Pengalaman |
Kode: 0210002
Judul: 3 Alinea Ayah: Kisah Pengalaman
Penulis: Ani Sumiani [et al.]
ISBN: 978-623-7421-04-7
Terbit: 20 Okt 2019
Tebal: 154 (xii+142) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp65.000
Judul: 3 Alinea Ayah: Kisah Pengalaman
Penulis: Ani Sumiani [et al.]
ISBN: 978-623-7421-04-7
Terbit: 20 Okt 2019
Tebal: 154 (xii+142) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp65.000
Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)
Spesifikasi
Kode: 0210002
Judul: 3 Alinea Ayah: Kisah Pengalaman
Penulis: Ani Sumiani, Apeironia Monika Novassa, Deassy Erlina Lainata, Desrianti, Dewi Nurmalasari, Diah Arumsasi, Dodi Aidil Candra, Dwi Yunita Sari, Ening Yuni Soleh Astuti, Euis Ratnawati, Hendriyani Oktavia Kartawiria, Herlina Suryati, Hj. Zaenab, I Kadek Sutra Riadi, Imam Mashud, Ira Ismatul Hamidah, Jazamah Fitriyani, Julia Daniel Kotan, Jumhariati Nst, Leli Amelia, Lestari Nuriah, Lina Herlina, Lodevika Endang Sulastri, Lorentina, M.J. Retno Priyani, Markus Maluku, Mesrayani Sinaga, Miftah Indy Nugroho, Nani Asriana, Nanik Dwirahayu, Neneng Tuti Yuniarti, Nur Ismurtiningsih, Nurul Hidayah, Onten Surtini, Popon Nuraeni, Sayu Putu Yastuti, Septi Indrawati, Siti Maftukah, Siti Marlina Sukmawati, Sri Widawati, Sriatun, Suci Yulianty, Sudarwati, Sultan, Susan Fransiska Waruwu, Titiek Setyani, Widayanti, Yasser A. Amiruddin, Yenny Nilia, Zakarias Surat
ISBN: 978-623-7421-04-7
Terbit: 20 Okt 2019
Tebal: 154 (xii+142) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp65.000
Deskripsi:
Ayah yang terlibat–khususnya ayah biologis–memberikan dampak positif kepada anak-anak yang tidak bisa diberikan oleh orang lain. Ayah memberikan perlindungan dan dukungan finansial serta menjadi panutan. Ayah memiliki gaya pengasuhan yang sangat berbeda dengan ibu dan perbedaan itu sangat penting dalam pertumbuhan anak yang sehat. Lima puluh guru dan 50 kisah yang berbeda dalam buku ini semuanya membenarkan kesimpulan laporan hasil studi ini. Banyak kisah bangga dan bahagia, ada beberapa kisah kecewa, dan ada pula ungkapan kepiluan, semuanya mengungkapkan peran penting ayah bagi kehidupan penulis.
Daftar Tulisan:
Ani Sumiani ~ Ayah Cinta Pertamaku
Apeironia Monika Novassa ~ Ia Pergi Saat Aku Tak di Sisinya
Deassy Erlina Lainata ~ Pemberi Nasihat
Desrianti ~ Petani Kotor, Sejadah Kusam, dan Bulan Ramadhan
Dewi Nurmalasari ~ Pejuang Negara dan Keluarga
Diah Arumsasi ~ Papa My Precious Father
Dodi Aidil Candra ~ Kalau Bisa Sekarang, Mengapa Menunggu Besok?
Dwi Yunita Sari ~ Ayah Keras Kepala Sedunia
Ening Yuni Soleh Astuti ~ Keagungan Cinta
Euis Ratnawati ~ Suatu Senja Bersama Bapak
Hendriyani Oktavia Kartawiria ~ Gugur dalam Tugas
Herlina Suryati ~ Peristiwa Penting Bersama Ayah
Hj. Zaenab ~ Nasihat-Nasihat Papa
I Kadek Sutra Riadi ~ Ayahku Guru Pertamaku
Imam Mashud ~ Makan Malam Bersama Ayah
Ira Ismatul Hamidah ~ Menunggu Bapak
Jazamah Fitriyani ~ Garam Ayah
Julia Daniel Kotan ~ Bersaing dengan Stroke
Jumhariati Nst ~ Sesingkat Hidupnya Sekaya Hatinya
Leli Amelia ~ Pertemuan Terakhir
Lestari Nuriah ~ Ayah Serojaku
Lina Herlina ~ Tentang Rindu yang Tak Bertepi
Lodevika Endang Sulastri ~ Warisan Keteladanan Hidup
Lorentina ~ Penerjang Ombak Penembus Badai
M.J. Retno Priyani ~ Bapak Guru Kehidupanku
Markus Maluku ~ Koper Ayah
Mesrayani Sinaga ~ Ayah yang Tak Pernah Berhenti Bertanya
Miftah Indy Nugroho ~ Pertemuan Terakhir dengan Ayah
Nani Asriana ~ Bapakku Sepanjang Zaman
Nanik Dwirahayu ~ Engkaulah Kamus Hidupku
Neneng Tuti Yuniarti ~ Ayah Mengerti Isi Hatiku
Nur Ismurtiningsih ~ Semangat Ayah Berbuah Manis
Nurul Hidayah ~ Mukena yang Diikat
Onten Surtini ~ Pekerjaan Tidak Berjenis Kelamin
Popon Nuraeni ~ Kukenang Ayah Terbijak
Sayu Putu Yastuti ~ Matiin Tivinya
Septi Indrawati ~ Tali Batin Sang Pejuang
Siti Maftukah ~ Keajaiban Syukur
Siti Marlina Sukmawati ~ Pohon Kehidupan
Sri Widawati ~ Maafkan Ayah!
Sriatun ~ Momen-Momen Terindah
Suci Yulianty ~ Lelaki Kuat Berhati Lembut
Sudarwati ~ Cita-Cita Bapak
Sultan ~ Sang Motivator
Susan Fransiska Waruwu ~ Tuangan Cinta
Titiek Setyani ~ Tegasnya Kasih Bapak
Widayanti ~ Cinta dalam Diam
Yasser A. Amiruddin ~ Kecupan Terakhir Buat Ayah
Yenny Nilia ~ Mencintai Lewat Caranya Mencintaimu
Zakarias Surat ~ Terima Kasih Ayah
Selasa, 23 Juli 2019
3 Alinea Ulang Tahun
Ulang tahun bagi beberapa orang mungkin tidak ada bedanya dengan hari lain. Tetapi bagi beberapa orang lain sangat bermakna. Kadang berlangsung gitu-gitu saja, namun ada saatnya sangat istimewa dan penuh makna.
Kalau Anda memiliki pengalaman yang istimewa terkait dengan peristiwa ulang tahun, kenapa tidak coba diabadikan dalam bentuk tulisan. Dalam kisah pendek, 3 alinea saja. Ingat, ya, 3 alinea saja.
Mungkin peristiwanya begitu sederhana, namun sangat mendalam dan menyentuh. Mungkin ada kejutan yang benar-benar tak terduga dan mendatangkan pemahaman baru dalam pola relasi Anda. Apa pun itu, coba diungkap hanya dengan 3 alinea saja.
3 alinea tentang ulang tahun
Wah yang ini gak usah pakai teori-teori ya. Silakan langsung tulis saja. Pokoknya ada paragraf 1 (mungkin bisa dibilang pembuka, gitu ya?). Ada paragraf 2 (bisa semacam konflik atau eskalasi ketegangan). Lalu paragraf 3, resolusi atau kesimpulan.
Kirim
ke komunitas.guru.menulis@gmail.com
Panjang
3 (tiga) paragraf. Maksimal 560 kata. Diketik normal. Gak usah pakai font yang aneh-aneh.
Diterbitkan jadi buku ISBN
Jika sudah terkumpul minimal 50 naskah yang layak terbit
Syarat?
Sanggup membiayai penerbitan, dibayar di muka setelah naskah dinyatakan layak terbit, sebesar Rp155.000 (ditambah ongkos kirim). Anda akan mendapatkan 2 eks buku contoh terbit dan sertifikat.
Deadline?
Kalau sudah terkumpul 50 naskah layak terbit, akan dibuka lagi untuk proyek penerbitan buku kedua, dst.
Kelengkapan
- Foto KTP
- foto ulang tahun
- Biodata narasi maksimal 25 kata.
- Melengjkapi DATA PENULIS (akan dikirimkan sebagai balasan email ketika Ibu dan Bapak mengirimkan naskah)
Selasa, 23 April 2019
Dari Rumah Jam Berapa? Proyek Penulisan Artikel mengenai "Siswa Terlambat"
Sebagai guru, tentunya kita pernah mengalami kejadian anak datang terlambat. Ketika melihat anak datang terlambat, banyak guru yang mengajukan pertanyaan, "Kenapa terlambat?" Menurut Ibu Itje Chodidjah, ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah dijawab anak karena anak tidak memiliki "folder" di otaknya untuk bisa segera menjawabnya.
Berbeda dengan pertanyaan, misalnya, "Berangkat dari rumah jam berapa?" atau "Tadi berangkat sekolah naik apa?" atau "Siapa yang mengantar?" Pertanyaan ini akan segera bisa dijawab anak karena ia memiliki "folder" di dalam otaknya untuk bisa segera menjawab pertanyaan ini.
Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Bu Itje Chodidjah ini, Komunitas Guru Menulis mencoba mencari tahu bagaimana guru menanggapi kejadian keterlambatan siswa dengan memposting pertanyaan berikut ini
"Pertanyaan apa yang Anda ajukan kepada siswa yang datang terlambat ke sekolah?"
Ternyata jawabannya beragam. Dari jawaban-jawaban yang ada, kelihatan bahwa sebenarnya banyak hal menarik yang bisa digali untuk dijadikan tulisan dan diterbitkan menjadi sebuah buku (ber-ISBN). Kejadian keterlambatan siswa jika ditangani dengan serius ternyata ada yang bisa membawa guru kepada pengenalan akan permasalahan siswa yang sebelumnya di luar bayangannya.
Tampaknya akan sangat menarik kalau kita bisa memiliki sebuah buku kumpulan tulisan dengan tema "siswa terlambat" ini karena darinya setiap kita akan bida belajar untuk semakin memperkaya cara-cara kita di dalam menangani masalah ini.
Untuk itu, kami mengundang Ibu dan Bapak guru untuk menuliskan pengalamannya di dalam menangani masalah "siswa terlambat" ini menjadi sebuah artikel.
- bisa berupa pengalaman pribadi dalam menangani keterlambatan anak didik
- bisa pula pengalaman bersama karena sudah ada kebijakan sekolah yang jelas sehingga semuanya tinggal menjalankannya
- bisa berupa pengalaman keberhasilan
- bisa juga pengalaman kegagalan
- bisa mengenai kasus seorang siswa saja
- bisa berupa rekap data penanganan untuk satu kelas, atau satu level, atau satu sekolah
- bisa berupa deskripsi kebijakan sekolah dan langkah-langkah penanganannya serta contoh kasusnya
- tidak perlu menyertakan teori atau definisi terkait pendidikan dan lebih merupakan sharing atau narasi atas pengalaman nyata yang terjadi
Berbeda dengan pertanyaan, misalnya, "Berangkat dari rumah jam berapa?" atau "Tadi berangkat sekolah naik apa?" atau "Siapa yang mengantar?" Pertanyaan ini akan segera bisa dijawab anak karena ia memiliki "folder" di dalam otaknya untuk bisa segera menjawab pertanyaan ini.
Berdasarkan apa yang disampaikan oleh Bu Itje Chodidjah ini, Komunitas Guru Menulis mencoba mencari tahu bagaimana guru menanggapi kejadian keterlambatan siswa dengan memposting pertanyaan berikut ini
"Pertanyaan apa yang Anda ajukan kepada siswa yang datang terlambat ke sekolah?"
Ternyata jawabannya beragam. Dari jawaban-jawaban yang ada, kelihatan bahwa sebenarnya banyak hal menarik yang bisa digali untuk dijadikan tulisan dan diterbitkan menjadi sebuah buku (ber-ISBN). Kejadian keterlambatan siswa jika ditangani dengan serius ternyata ada yang bisa membawa guru kepada pengenalan akan permasalahan siswa yang sebelumnya di luar bayangannya.
Tampaknya akan sangat menarik kalau kita bisa memiliki sebuah buku kumpulan tulisan dengan tema "siswa terlambat" ini karena darinya setiap kita akan bida belajar untuk semakin memperkaya cara-cara kita di dalam menangani masalah ini.
Untuk itu, kami mengundang Ibu dan Bapak guru untuk menuliskan pengalamannya di dalam menangani masalah "siswa terlambat" ini menjadi sebuah artikel.
- bisa berupa pengalaman pribadi dalam menangani keterlambatan anak didik
- bisa pula pengalaman bersama karena sudah ada kebijakan sekolah yang jelas sehingga semuanya tinggal menjalankannya
- bisa berupa pengalaman keberhasilan
- bisa juga pengalaman kegagalan
- bisa mengenai kasus seorang siswa saja
- bisa berupa rekap data penanganan untuk satu kelas, atau satu level, atau satu sekolah
- bisa berupa deskripsi kebijakan sekolah dan langkah-langkah penanganannya serta contoh kasusnya
- tidak perlu menyertakan teori atau definisi terkait pendidikan dan lebih merupakan sharing atau narasi atas pengalaman nyata yang terjadi
Format Pengetikan
Ketik pada Word dengan ukuran kertas A4 margin SEDANG dan spasi tunggal (1). Gunakan Font Type Times New Romans atau Calibri. Atau dengan kata lain, tidak usah diatur-atur.
Ketik pada Word dengan ukuran kertas A4 margin SEDANG dan spasi tunggal (1). Gunakan Font Type Times New Romans atau Calibri. Atau dengan kata lain, tidak usah diatur-atur.
Panjang tulisan MAKSIMAL 2.500 kata.
Pengiriman naskah
Diemail ke komunitas.guru.menulis@gmail.com sebagai lampiran (tidak diketik di badan email). Nama file: TERLAMBAT-Nama Penulis - Judul Naskah. Contoh nama file: TERLAMBAT-Wakidi Kirjo Karsinadi - Kisah Penjual Arem-Arem.
Deadline dan Penerbitan Naskah
Setelah ada minimal 30 naskah yang layak terbit, naskah akan segera dibukukan dan diterbitkan.
Ketentuan Penerbitan
Sanggup membiayai biaya penerbitan sebesar Rp175.000 (untuk peserta dari Pulau Jawa) atau Rp220.000 (untuk peserta dari luar Pulau Jawa) bagi yang naskahnya layak untuk diterbitkan. Biaya dibayarkan sesudah mendapatkan konfirmasi kelayakan dari panitia.
Peserta akan mendapatkan 2 eks contoh terbit dan sertifikat. Biaya sudah termasuk [sebagian] ongkos kirim. Jika ongkos kirim ternyata lebih mahal, kontributor diminta kerelaannya untuk menambah sesuai kekurangannya yang akan disampaikan kemudian.
Peserta akan mendapatkan 2 eks contoh terbit dan sertifikat. Biaya sudah termasuk [sebagian] ongkos kirim. Jika ongkos kirim ternyata lebih mahal, kontributor diminta kerelaannya untuk menambah sesuai kekurangannya yang akan disampaikan kemudian.
Kelengkapan:
1. Foto KTP
2. Foto Diri. Sertakan foto diri yang menarik dalam file terpisah dalam format JPG (tidak boleh ditempel di Word karena akan merepotkan kerja kami), dinamai Nama Lengkap Penulis.
3. Biodata Penulis pendek (maksimal 75 kata). Hindari untuk memamerkan diri dalam biodata ini tetapi cukup cantumkan informasi paling penting. Kalau sudah punya banyak sekali pengalaman mengajar, pilih yang paling ingin ditonjolkan dan ditambah keterangan, misalnya, "pernah mengajar di 25 sekolah lain". Kalau sudah menerbitkan ratusan buku, sSebut saja yang paling membanggakan dan ditambah, misalnya, "ratusan buku lain".
1. Foto KTP
2. Foto Diri. Sertakan foto diri yang menarik dalam file terpisah dalam format JPG (tidak boleh ditempel di Word karena akan merepotkan kerja kami), dinamai Nama Lengkap Penulis.
3. Biodata Penulis pendek (maksimal 75 kata). Hindari untuk memamerkan diri dalam biodata ini tetapi cukup cantumkan informasi paling penting. Kalau sudah punya banyak sekali pengalaman mengajar, pilih yang paling ingin ditonjolkan dan ditambah keterangan, misalnya, "pernah mengajar di 25 sekolah lain". Kalau sudah menerbitkan ratusan buku, sSebut saja yang paling membanggakan dan ditambah, misalnya, "ratusan buku lain".
4. Data Penulis: Mengisi dan Mengirimkan kembali DATA PENULIS dalam format Excel yang akan dikirimkan bersamaan dengan email balasan.
Pertanyaan apa yang Anda ajukan kepada siswa yang datang terlambat ke sekolah?
Langganan:
Postingan (Atom)

































