Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Agus Supriyanto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agus Supriyanto. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Januari 2022

Malam Kelam: Kumpulan Puisi #38






Kode: 0120056
Judul: Malam Kelam: Kumpulan Puisi #38
Penulis: Agus Supriyanto, Rastika Palupi
ISBN: 978-623-7421-52-8
Terbit: 12-Jan-22
Tebal: 80 (vi+74) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskripsi

Ini merupakan buku kumpulan puisi ke-38 semenjak komunitas ini menerbitkan antologi puisi dari banyak penulis. Buku ini menampilkan 48 puisi karya 2 penulis. 


Penulis dan Daftar Puisinya
Di Sudut Kampung Itu
Yang Maya dan Yang Nyata
Matahari Tetap Sama
Menemukan Ke-diri-an
Panggilan, Pilihan, atau Jalan Hidup
Cepat
Air Hidup
Antara Lokal dan Global
Sang Pembuka Jalan
Keseharian dan Kesederhanaan Hidup 
Malam Kelam
Inspirasi Kesederhanaan
Apa yang Kaucari?
Anugerah 
Manusia Terpilih 
Kontradiksi - Paradoks 
Dua Sisi
Tenanglah, Ini Aku Jangan Takut
Kacamata Kuda
Tubuh Ini
Cukup
Lepas
Cemas dan Takut 
Taat
Apa Dosamu?
Liat–Lentur 
Hanya Debulah Aku
Anonim
Egoku 
Wajah
Kurungan 
Satu Fakta Seribu Rupa
Sungai Kata-Kata 
Kedasih
Dentuman Bodem 
Pelangi Nusantara
Kamulyan Jati
Refleksi Diri: Who Am I 
Kepentingan Abadi
Teriakan dalam Diam
Dari Ritual Menuju ke Yang Sakral

Bahagiamu Mereka Indah
Stasiun Harapan
Letih Berdengus
Menjeda Rindu
Netra
Sepeda Ringkih
Masa Tua 

 

Jumat, 17 September 2021

Batu-Batu: Kumpulan Puisi oleh Agus Supriyanto

 





Spesifikasi:
Kode: 0120055
Judul: Batu-Batu: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-623-7421-46-7
Terbit: 31-Agu-21
Tebal: 78 (viii+70) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskripsi
Menyanyi saya tidak bisa. Hanya mendengarkan musik dan nyanyian saya suka. Menari aku tidak punya kemampuan dan bakat, dan menonton pentas tari saya suka. Melukis pun sama saja. Intinya saya sebagai penikmat karya seni. 
Salah satu upaya untuk menjaga kewarasan di masa pandemi yang belum tahu kapan akan berakhir adalah dengan menulis. Dengan menulis saya bisa mengungkapkan pikiran, keprihatinan, kegelisahan, dan apa pun yang ada di kepala saya, tanpa dibatasi oleh sekat-sekat, kecuali oleh keterbatasan diri saya untuk mengungkapkannya. 
Menulis sebenarnya merupakan hobi dan kegiatan yang sudah lama saya jalani, meskipun sebatas tulisan untuk diri sendiri. Dan tulisan-tulisan di buku ini merupakan upaya untuk menjalani dan memelihara kebiasaan ini agar tidak hilang. 
Semoga dengan tulisan-tulisan yang ada dalam buku ini pembaca bisa menemukan bahan bacaan yang layak baca dan mendapatkan manfaat atau makna positif di tengah situasi yang semakin membuat manusia teralienasi dari lingkungan, dari sesama bahkan dari hidupnya sendiri. 

Daftar Puisi:
Batu-Batu
Jadwal
Keanekaragaman Vs Keseragaman
Dialog
Tinja
Pengampunan dan Menjadi Berintegritas 
Dari Ritual Menuju Sakral 
Energi Keheningan dalam Kegelapan
Balada Petani
Penyangkalan Saksi
Ke-Saling-an 
Bersahabat dengan Alam 
Pranata Mangsa 
Perjumpaan 
Wajah Itu
Janji Setia
Kau
Ku Hadir Untuk Dilupakan
Figur
Mengapa? Sebuah Gugatan 
Edukasi di Masa Kinanthi 
Homo Faber 
Kebebasan
Orang Dalam dan Orang Luar
Selamat Jalan 
Rendah Hati
Lugas 
Keramahanmu, Magnetmu 
Hadir
Perubahan
Orang-Orang Terbuang 
Pongah
Bias Dunia Maya
Tumbuh Bersama
Abai 
Dalam Bayang Ketidakpastian 

Selasa, 18 Mei 2021

Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37




 

Spesifikasi:
Kode: 0120053
Judul: Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37
Penulis: Agus Supriyanto, Emi Wahyuni, Iskarina, Riska Ulfia Khoirotunnisa, Wakidi Kirjo Karsinadi, Yanti Rosa
ISBN: 978-623-7421-43-6
Terbit: 21-Mei-21
Tebal: 84 (viii+76) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskripsi:
Buku kumpulan puisi ke-37 ini adalah hasil dari proyek penulisan dan penerbitan puisi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis sejak tahun 2016. Buku ini diberi judul Kota Matahari, mengambil salah satu judul puisi yang ada dalam buku ini. Kali ini ada 6 penulis dengan total 51 puisi.
 
Penulis dan puisinya:
Agus Supriyanto
  • Membedakan
  • Cermin Wajah
  • Hidup Berpengharapan
  • Kehilangan
  • Nilai
  • Kesendirian dalam Kebersamaan yang Sunyi
  • Memahami Kontradiksi
  • Menjadi Sesama

Yanti Rosa
  • Kecewa
  • Komitmen
  • Lara Sendiri
  • Jalan Tak Berujung
  • Membatu Rasaku
  • Dalam Diamku …Nakhoda yang Limbung
  • Tak Seperti Mauku
  • Jangan Rampas Bayangmu
  • Cinta Biru
  • Luka Berdarah

Iskarina
  • Ruang Rasa
  • Takdir
  • Ruang Kosong
  • Menghamba
  • Kasih-Mu
  • Candu
  • Berharap
  • Siluet
  • Belajar
  • Kebodohanku
  • Hati
  • Kopi Pahit
  • Ujian
  • Kamu
  • Jangan Lupa Bahagia
  • Pergilah
  • Usai

Riska Ulfia Khoirotunnisa
  • Jemu
  • Bungkam
  • Senjang
  • Bentang Asa
  • Kota-Matahari

Emi Wahyuni
  • Antara Aku dan Kamu
  • Cinta Terlarang
  • Pak Menteri
  • Jatuh Cinta
  • Goodbye
  • Renunganku
  • Anak Muda

Wakidi Kirjo Karsinadi
  • jalan pulang
  • pertama 
  • mudik

Senin, 29 Maret 2021

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

 

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

Spesifikasi
Kode: 0610005
Judul: Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan Komunitas Guru Menulis
Penulis: Agus Supriyanto, Ani Sumiani, Arsenius Sele, Bernadus Bin Frans Resi, Eha Rohayati, Fabianus Riannie Muda, Ferdinand Nicholas Boonde, Gito, Hironimus Bao Wolo, Izatul Laela, Maya Sari, Misdianto, Mulyadi, Nicolas Widi Wahyono, Roberta Uron Hurit, Rukmini, Sunarto
ISBN: 978-623-7421-40-5
Terbit: 15-Mar-21
Tebal: 160 (xii+148) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000

Deskripsi
Memuat artikel-artikel pendidikan yang dibagi ke dalam lima tema, yakni pendidikan karakter, literasi, guru dan kompetensinya, peran orang tua, dan pendidikan di masa corona. Seluruhnya ada 26 artikel dari 17 penulis.

Daftar tulisan:
  • Wakidi Kirjo Karsinadi: Pengantar: Melihat ke Depan

Pendidikan Karakter

Membangun Literasi dan Sikap Kritis

Guru dan Kompetensi

Peran Orang Tua

Pendidikan di Masa Corona

Sabtu, 27 Maret 2021

Lingsir Wengi: Kumpulan Puisi #36


Lingsir Wengi: Kumpulan Puisi #36

Lingsir Wengi: Kumpulan Puisi #36

Lingsir Wengi: Kumpulan Puisi #36

 



Spesifikasi
Kode: 0120052
Judul: Lingsir Wengi: Kumpulan Puisi #36
Penulis: Agus Supriyanto, Ayub Sigit Sapto Budoyo, GusnawatiHasmiaty Muh. Amir, Lusia Yuli Hastiti, Sri Edy Hernani
ISBN: 978-623-7421-42-9
Terbit: 29-Mar-21
Tebal: 84 (viii+76)
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskripsi:
Memuat 54 puisi karya 6 penulis: Agus Supriyanto, Ayub Sigit Sapto Budoyo, Gusnawati, Hasmiaty Muh. Amir, Lusia Yuli Hastiti, Sri Edy Hernani. Merupakan buku ke-36 yang diterbitkan sebagai karya keroyokan oleh para anggota Komunitas Guru Menulis.

Penulis dan puisinya
Sri Edy Hernani
Kamu
Doa
Rasa
Walau Hanya Mimpi
Turbulensi Hidup
Akhir Sebuah Perjuangan
Seuntai Kata Untuk Ibu
Sakit
Cintailah Cinta
Luruh

Agus Supriyanto
Tamu Agung
Anjing Buduk
Kepala Anjing
Ugahari
Sederhana
Membaca
Mari Membaca
Ingatan Tragedi
Bulan Maria
Bahasa Persatuan
Bahasa

Ayub Sigit Sapto Budoyo
Menghentikan Malam
Ada Tuhan
Ngudarasa
Lingsir Wengi
Mendaur Cinta
Bukan Ilusi
Instrumentalia
Jaket Almamater
Cinta
Bunga dan Kupu
Anak Panah II

Lusia Yuli Hastiti
Itu Kan juga Takdir
Seandainya Cuma Mimpi
Bacalah Ma(n)t(r)aku Untuk yang Terakhir Kalinya
Sayangnya, Aku Bukan Sindhunata
Catatan Hari
Buah Pikiran
Bulan
Cita-Cita
Kesempatan Terakhir
Lupa Bersajak
Nelangsa
Peyeumpuan
Renungan Tiga Puluh Satu
Tetap Puisi

Gusnawati
Andai
Jalan Itu
Tulus
Masih Menunggumu
Kenangan

Hasmiaty Muh. Amir
Pelangi di Ujung Senja
Menghapus Bayangmu
Jingga di Langit Senja

Jumat, 22 Januari 2021

Sang Kala: Puisi #35


 


Kode: 0120047
Judul: Sang Kala: Puisi #35
Penulis: Agus Supriyanto [et al.]
ISBN: 978-623-7421-35-1
Terbit: 21-Jan-21
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40,000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Spesifikasi:
Kode: 0120047
Judul: Sang Kala: Puisi #35
ISBN: 978-623-7421-35-1
Terbit: 21-Jan-21
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40,000

Kata kunci:

Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi ke-35 yang lahir dari rahim daya kreasi para penulis yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 53 puisi karya 7 penulis. 

Daftar Penulis dan Puisinya:
Hembusan Sang Bayu
Ada Apa Dengan Aku?
Selamat Tidur Kekasih
Meniti Hari
Menyerah
Malaikat Kecilku
Bisikan Cerita
Tak Perlu Malu
Pribadi yang Hebat
Rindu Bersamamu

Harapan Bersemi di Bulan Juli
Kesejatian?
Jangkar
Perjalanan pulang
Sang Kala 
Agustusan
Tahun Baru 
Kerahimanmu 
Merdeka 
(Tanpa) Makna
Malam Itu
Jalan Naik Atau Jalan Turun?
Tolle Lege
“Booming” Sepedaan
Dengkul
Bebal
Keindonesiaan

Muhassabah Diri

Hatiku Sekuncup Kembang
Apa Yang Kaupahami Tentang Matahari
Kata Bapak
Kunamai Gerimis Itu dengan Namamu
Merunduk Tafakur

Untuk Sebuah Lembaga
Pemilukada
Minggu Pagi
Tuhanku
Satu September

Kekuasaan Membutakanmu
Perjuangan yang Tak Ternilai
Mimpi yang Tak Sempurna
Kecewaku
Rasakan yang Kami Rasakan

Sepi 
Pagi
Ini
Different
Dinda II
Rindu Telah Pergi
Ada Cinta
Semburat
Menggugah Rindu
Mencari Rindu


Jumat, 31 Juli 2020

Agus Supriyanto




Agus Supriyanto. Nama saya Agus Supriyanto. Saya terlahir dari keluarga besar dengan 10 bersaudara tahun 1972. Saya sekarang adalah pendidik di Sekolah Kusuma Bangsa, Palembang sejak 2002 sampai saat ini. Di sekolah ini saya mengajar Sosiologi untuk SMA dan Pendidikan Agama Katolik untuk SMP. Pendidikan terakhir saya S1 lulus 1998 dari STF Driyarkara Jakarta. Saya adalah suami dari 1 istri dan ayah dari 2 anak.



Karya Bersama Komunitas Guru Menulis



Malam Kelam: Kumpulan Puisi #38
Judul Puisi:
Di Sudut Kampung Itu
Yang Maya dan Yang Nyata
Matahari Tetap Sama
Menemukan Ke-diri-an
Panggilan, Pilihan, atau Jalan Hidup
Cepat
Air Hidup
Antara Lokal dan Global
Sang Pembuka Jalan
Keseharian dan Kesederhanaan Hidup 
Malam Kelam
Inspirasi Kesederhanaan
Apa yang Kaucari?
Anugerah 
Manusia Terpilih 
Kontradiksi - Paradoks 
Dua Sisi
Tenanglah, Ini Aku Jangan Takut
Kacamata Kuda
Tubuh Ini
Cukup
Lepas
Cemas dan Takut 
Taat
Apa Dosamu?
Liat–Lentur 
Hanya Debulah Aku
Anonim
Egoku 
Wajah
Kurungan 
Satu Fakta Seribu Rupa
Sungai Kata-Kata 
Kedasih
Dentuman Bodem 
Pelangi Nusantara
Kamulyan Jati
Refleksi Diri: Who Am I 
Kepentingan Abadi
Teriakan dalam Diam
Dari Ritual Menuju ke Yang Sakral



Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37
Judul Puisi:
Membedakan
Cermin Wajah
Hidup Berpengharapan
Kehilangan
Nilai
Kesendirian dalam Kebersamaan yang Sunyi
Memahami Kontradiksi
Menjadi Sesama



Daftar Puisi:
Batu-Batu
Jadwal
Keanekaragaman Vs Keseragaman
Dialog
Tinja
Pengampunan dan Menjadi Berintegritas 
Dari Ritual Menuju Sakral 
Energi Keheningan dalam Kegelapan
Balada Petani
Penyangkalan Saksi
Ke-Saling-an 
Bersahabat dengan Alam 
Pranata Mangsa 
Perjumpaan 
Wajah Itu
Janji Setia
Kau
Ku Hadir Untuk Dilupakan
Figur
Mengapa? Sebuah Gugatan 
Edukasi di Masa Kinanthi 
Homo Faber 
Kebebasan
Orang Dalam dan Orang Luar
Selamat Jalan 
Rendah Hati
Lugas 
Keramahanmu, Magnetmu 
Hadir
Perubahan
Orang-Orang Terbuang 
Pongah
Bias Dunia Maya
Tumbuh Bersama
Abai 
Dalam Bayang Ketidakpastian 

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan
Judul tulisan:
Pendidikan Multikultural
Spirit Pemimpin 
Pendidikan Karakter: Cerdas Berintegritas 
Mencari Teladan Manusia Berintegritas
Kisah: Media Character Building 
Interaksi Dialogis Upaya Mengembangkan Pemikiran Kritis
Membangun Budaya Baca dan Tantangannya: Sebuah Pengalaman Pribadi
Belajar Menjadi dengan Menjadi Guru



Judul puisi:
Tamu Agung
Anjing Buduk
Kepala Anjing
Ugahari
Sederhana
Membaca
Mari Membaca
Ingatan Tragedi
Bulan Maria
Bahasa Persatuan
Bahasa
Judul Puisi:
Harapan Bersemi di Bulan Juli
Kesejatian?
Jangkar
Perjalanan pulang
Sang Kala
Agustusan
Tahun Baru
Kerahimanmu
Merdeka
(Tanpa) Makna
Malam Itu
Jalan Naik Atau Jalan Turun?
Tolle Lege
“Booming” Sepedaan
Dengkul
Bebal
Keindonesiaan








Rabu, 29 Juli 2020

Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2


Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2

Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2


Kode: 0120041
Judul: Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
Penulis: Agus Supriyanto [et al.]
ISBN: 978-623-7421-25-2
Terbit: 30-Jul-2020
Tebal: 122 (viii+114) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000,00

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)


Spesifikasi:
Kode: 0120041
Judul: Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
Penulis: Agus Supriyanto, Ani Purwati, Catur Riyanti, Desrianti, Eti Suhayati, Evy ChrisnaGusnawati Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, LorentinaLukas Onek Narek, Marfidah, Maria Bura, Muhamad Nursyahid, Neti Soelistyani, Pujarsono, R.N.D. Krisnawati, Retty AnggrianySiti Fadilah, Sumi Arsih, Susanti Wilujeng, Tobias Nggaruaka, Tri Handayani, Yanti Aries Putri, Yanti Rosa, Yerem B. Warat
ISBN: 978-623-7421-25-2
Terbit: 30-Jul-20
Tebal: 122 (viii+114) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000,00

Kata kunci: puisi, kumpulan puisi, antologi puisi, puisi corona, puisi pandemi, Covid-19, Agus Supriyanto, Ani Purwati, Catur Riyanti, Desrianti, Eti Suhayati, Evy ChrisnaGusnawati, Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, LorentinaLukas Onek Narek, MarfidahMaria Bura, Muhamad Nursyahid, Neti Soelistyani, Pujarsono, R.N.D. Krisnawati, Retty AnggrianySiti Fadilah, Sumi Arsih, Susanti Wilujeng, Tobias Nggaruaka, Tri Handayani, Yanti Aries Putri, Yanti Rosa, Yerem B. Warat

Deskripsi
Ini adalah buku kumpulan puisi hasil Proyek Penulisan Refleksi Corona tahap kedua. Buku ini diberi judul Kala yang Tak Kusangka sebagai sebuah gambaran bahwa ternyata kita masih harus menunggu lagi. Sebelumnya kita berharap bahwa pandemi corona ini akan cepat berlalu. Kenyataannya tidak demikian. Kita bahkan tidak tahu sama sekali sampai kapan pandemi masih akan menemani keseharian kita.  
Namun, apa pun yang terjadi dan akan terjadi, tugas kita adalah memaknai setiap hidup dan peristiwa di dalamnya. Refleksi adalah salah satu caranya. Menulis puisi menjadikan refleksi itu tetap terpatri, suatu saat kita bisa membacanya kembali untuk melihat jejak-jejak langkah kehidupan kita. "

Daftar Penyair dan puisinya:
R.N.D. Krisnawati
Pahlawan Pandemi
Saat Bertapa
Bersemi
Damai dalam Keabadian
Tuhan Menjaga
Ada Asa
Suatu Senja di Pinggiran Kota

Di Rumah Saja
Sahabat Kecil
Perlombaan di Tengah Badai
Tambang Tulang

Secangkir Kopi Sabar di dalam Pagar
Embun Kerinduan dan Bandara yang Sesak
Gaji Buta
Surau, Kitab, dan Kotak Infak
Belajar di Rumah
PSBB katanya

Apa kabarmu sekalian? 

Tunas Rindu
Rindu Pagi
Pantun Refleksi Corona

Corona
Corona Wuhan Jadi Corona Dunia
Lawatan Bidadari Covid-19
Corona Datang
Badai Pasti Berlalu

Covid-19
New Normal
Ter-lockdown Cinta
Konspirasi 
Azab atau Nikmat

Harap Dalam Senyap
Tetes Berkah
Ramadan Ini
Melawan Rindu
Sebiji Sawi

Riuh Sunyi

Ramadan Kareem
Eid Mubarak
Jangan Lupakan Aku
Harapan
Tangis Kerinduan

Masa-Masa Sulit 
Rindu Sekolah 
Jas Hujan yang Mendunia

Narasi Tentang Covid
Covid dan Rupa-Rupa Warna Hidup
Corona dan Pemulung 
Covid dan Kecanduan
Dunia Berduka

Rindu Membara Saat Corona
Tak Ada Pandemi di Kampung Puisi
Pengakuan Corona
Imaji Tanpa Tepi
Corona di Mata Orang Awam

Yanti Aries Putri
Covid -19

Susanti Wilujeng
Merindu Bangku-Bangku Kosong
Ratapan Merapuh

Sumi Arsih
Kapan Pergi Corona?
Memahamimu
Oh! Corona
Lebaran dalam Corona

Catur Riyanti
Rindu Kalian
Menanti
Kosong
Hampa
Lorong Waktu

Mikdar
Siti 74
Tata74
Oby74

Neti Soelistyani
Belajar Terus Meski Ada Virus
Corona Teguran Sang Pencipta
Belajar dari Corona
Sebuah Renungan

Yang Lembut Dalam Badai
Corona, Kau Datang Di Awal Tahun
Corona Beraksi
Kepergianmu di Tengah Badai

Kala Rindu
Belajar dalam Jaringan 
Pandemi Korona

Eti Suhayati
C o r o n a
Tabir Hikmah 

Virusmu Sebagai Refleksi Diri
Dirimu Amat Kecil
Menunggu Sang Malam dalam Sinarannya

Hujan
Engkau Pulang Tanpa Kesan
Pada-Mu Diriku Fana

Ani Purwati
Corona

Selamat Jalan Corona

Tri Handayani
Pergilah Corona