Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Wildan Rusli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wildan Rusli. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Mei 2020

Angkruk

Angkruk, Puisi Wildan Rusli
Photo by Steve Johnson from Pexels



Buihnya hidup sering terlupa tak teringat
Walau disinggung rayu nan memikat
Bayang-bayang rerintikan sesak kian meningkat
Wayah kemarau dan penghujan menjadi pelekat

Ini larut bukan terikat
Sekalipun aduk bergaya ningrat
Ini soalan bukan pemanjat
Semestinya harap penuh pikat

Timbangan raga sering kuat
Sekalipun jiwa turun bertingkat
Seloroh mimpi sering melesat
Tak ayal kadang putus pengikat

Rerimbunan cerahan kala mendekat
Justru kabutnya semakin pekat
Merdunya kilir hidup berhajat
Nian bobot dirasa memberat

Pasrahan jadi pilihan singkat
Namun tak bermakna tak berbakat
Arah ini keliru juga dihujat
Biarpun impian sesekali berjingkat

Sandaran bambu jadi penghangat
Sungguhpun terkadang menghasrat
Padukan baju kopiah menyeruat
Serasi pula meski bukan kodrat



diambil dari buku Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019 halaman 62

Pembacaan puisi ini bisa dinikmati di video berikut:

Jumat, 10 April 2020

Ujung Langit, Dua Ribu Enam Belas


Puisi Akrostik oleh Wildan Rusli


Ujung Langit
Untuk setiap saat berdetak
Jantung ini menjadi pusat
Untuk kesekian kali seakan berhenti
Namun kumandangnya membangunkan
Gegas tubuh ini menjemput panggil Ilahi

Laaillaha illallah ...
Allah sang maha tak tergantikan
Naman-Nya teragung tak terbendung
Ghoib-Nya utuh takkan runtuh
Ialah segala bagi segalanya
Tuhan esa, di ujung langit yang terujung



Dua Ribu Enam Belas
Di sini sekarang ini
Untuk hadirkan rupa diri yang sejati
Atau pula mendewasakan jati diri

Rupamu dulu yang suka
Iri hati pada teman sejati
Benci yang menutup cahaya ilahi
Usaha hidup sekadar mencari materi

Entah lupa atau khilafkah dulu
Namun itu telah dilewati
Apakah sengaja atau pura-pura
Mestinya itu, sekarang tidak ada lagi

Bagaimanapun jua mesti harus beda
Efek dulu harus dikubur jauh ke dalam
Liang lahat yang penuh perbuatan jahat
Akan tiba saat gelap berganti cerahnya
Seperti cahaya subuh ciptaan-Nya





Wildan Rusli, M.Pd.I. Lahir di Banjarnegara, 8 Januari 1982. Guru di MTs Cokroaminoto Tribuana, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sekjen PC Pemuda Muslim Kabupaten Banjarnegara.



Puisi ini diambil dari buku Puisi Akrostik #1: Kumpulan Puisi Akrostik Komunitas Guru Menulis halaman 101-102

Selasa, 17 Maret 2020

Wildan Rusli, Anggota Komunitas Guru Menulis dari Banjarnegara, Jawa Tengah



Wildan Rusli, M.Pd.I lahir di Banjarnegara, 8 Januari 1982. Kepala MTs Cokroaminoto Tribuana, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sekjen PC Pemuda Muslim Kabupaten Banjarnegara. Bendahara FKGC Kabupaten Banjarnegara. Moto: Satu Raga Seribu Cinta.

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis


Senthong 
Di Gubug Saja
Gedebug




Hujan dan Sepotong Kenangan: Kumpulan Puisi Juli 2019
Memori Dalam Genggaman 1
Memori Dalam Genggaman 2
Memori Dalam Genggaman 3
Syair Refleksi 89th
Kutitipkan Dia Pada-Mu
Pemuja Kisah Lalu
Kidung Rona Lentera
Petuah Para Penitah
Mencari Ujung
Rerasa



Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019
Angkruk
Lirik Nada Cinta
Maafkan
Romansa 090402
Sayang Bukan Hukuman



Puisi Akrostik #1: Kumpulan Puisi Akrostik Komunitas Guru Menulis
Ujung Langit
Dua Ribu Enam Belas



3 Alinea Cinta
Tunas Kelapa Berbuah Cinta



3 Alinea Ibu
Cinta Biyung

Sabtu, 31 Agustus 2019

Hujan dan Sepotong Kenangan: Kumpulan Puisi Juli 2019



Kode: 0120022
Judul: Hujan dan Sepotong Kenangan: Kumpulan Puisi Juli 2019 
Penulis: Gusnawati [et al.]
ISBN: 978-623-90477-9-5
Terbit: 20-Jul-19
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)


Detail produk:
Kode: 0120022
Judul: Hujan dan Sepotong Kenangan: Kumpulan Puisi Juli 2019
Penulis: Gusnawati, Lina Herlina, Luda Sofiah, Lusia Yuli Hastiti, Nunik Wahyuni, Wildan Rusli
ISBN: 978-623-90477-9-5
Terbit: 20-Jul-19
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

DeskripsiIni adalah buku kumpulan puisi kesebelas di tahun 2019 dan sekaligus buku kedua puluh enam yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 65 puisi karya 6 guru.

Daftar penulis dan puisinya:
Wildan Rusli
Memori Dalam Genggaman 1
Memori Dalam Genggaman 2
Memori Dalam Genggaman 3
Syair Refleksi 89th
Kutitipkan Dia Pada-Mu
Pemuja Kisah Lalu
Kidung Rona Lentera
Petuah Para Penitah
Mencari Ujung
Rerasa

Lina Herlina
Hujan Menyimpan Cerita
Hati yang Hilang dan Pergi
Menerjemahkan Hujan
Mengabadikanmu
Hujan Selalu Kutunggu
Ketika Hujan Memberi
Senandung Sendu Sang Hujan
Bercerita Kepada Hujan
Biarkan Bersinar
Gerimis
Hujan dan Air Mata
Hujan dan Sepotong Kenangan
Catatan Tentang Kemarin
Jejak
Sang Rindu

Luda Sofiah
Sesal
Mencinta
Gulana
Peraduan
Syahdu

Lusia Yuli Hastiti
Awal Mula Sajak
Gerhana Matahari
Hilang
Diam
Pola Khayal
Teman
Rindu (Hujan)
Sepotong Kenangan
Menunggu
Sesudah Dua Puluh Sembilan 
Di Balik Angka Dua Puluh Tiga
Jangan Pudar
Cermin
Waktu Yang Berlari
Batas Akhir

Nunik Wahyuni
Tentang Hujan
Selepas Hujan (Apa Kabar Hati?)
Mengapa
Bukanlah Tentang Sunyi
Luruh Bersama Hujan
Di Depan Halamanmu
Hanya Gerimis Yang Setia
Suatu Pagi dalam Hidupmu
Akhir Sebuah Elegi
Kisah Temaram

Gusnawati
Tentangmu
Maafkan
Antara Aku dan Dia
Aku Seorang Guru
Pilihanku
Kampung Halamanku
Si Mungil
Cinta Suci
Anakku Sayang
Kebunku

Selasa, 11 Juni 2019

Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019

Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019

Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019

Kode: 0120019
Judul: Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019
Penulis: Elisabet Sri Hartati [et al.]
ISBN: 978-623-90477-6-4
Terbit: 10-Jun-19
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)


Detail Produk:
Kode: 0120019
Judul: Balada Ban Luar: Kumpulan Puisi Mei 2019
ISBN: 978-623-90477-6-4
Terbit: 10-Jun-19
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi kedelapan di tahun 2019 dan sekaligus buku kedua puluh tiga yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 53 puisi karya 8 guru. 

Daftar Isi
Tri Purwanto  ~ 1
Balada Ban Luar  ~ 2
Jimpit Uang ~ 3
Sayur Asam ~ 4
Hujan ~ 5
Bapakku Penjagaku ~ 6
Jiwa Muda ~ 7
Komunikasi ~ 9
Dingin ~ 10
Lembur Editor ~ 11
Mampir ~ 12
Anggrek ~ 13
Indah ~ 14
Jamur ~ 15
Jeruk ~ 16
Ide ~ 17
Dingin Dunia ~ 18
Pemudakah Pewarisnya? ~ 19
Wah Wayang ~ 20

Mufarihah Iha ~ 21
Beku ~ 22
Pilih Kasih ~ 23
Fatamorgana Jejak Sang Pemimpin ~ 24
Rasa Itu Tak Jua Sirna ~ 26
Menyulam Perbedaan ~ 27
Pupus ~ 28
Eforia Sinergitas ~ 29
Kembalilah Wahai Sang Jati Diri ~ 30
Seutas Rindu yang Tertinggal ~ 31

Rifkiyati Hafifah ~ 32
Menggapai Hasrat yang Terpendam ~ 33
Berselimut Padang Pasir  ~ 34
Menatap Wajah yang Sembab  ~ 35

Miekedimiaty ~ 36
Jabat Tak Bersambut ~ 37
Buku Usang ~ 38
Maaf Untuk Rindu ~ 39
Di Pokok Sawit Kugantung Mimpiku ~ 40
Pecundang Ini Mencintaimu ~ 41

Elisabet Sri Hartati  ~ 42
Menjaring Angin ~ 43
Menahan Tanya Menuai Jawab ~ 44
Aku Berkata Maka Aku [Ti]Ada ~ 46

Rabiyatul Adawiyah  ~ 49
Cinta  ~ 50
Cerita Kita ~ 51
Aku Mencintaimu ~ 52
Resahku pergilah kau ~ 53
Ketika Sabar ~ 54

Tung Widut  ~ 55
Kunanti Cahayamu ~ 56
Malam ~ 57
Kelabu ~ 58
Sebelum Hujan Reda ~ 59
Secangkir Kopi ~ 60

Wildan Rusli  ~ 61
Angkruk ~ 62
Lirik Nada Cinta ~ 63
Maafkan ~ 64
Romansa 090402 ~ 65
Sayang Bukan Hukuman ~ 70