Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label FX Suparta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FX Suparta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2020

Dua Keping Kue dan Secangkir Teh

Kisah Inspiratif Guru oleh FX. Suparta
Photo by Ummy Ummy from Pexels

Wanita beruban bangun dari tidurnya. Pukul 22.30, wanita yang akrab dipanggil emak oleh anaknya, menyodorkan dua keping kue dan secangkir teh. “Minumlah, mumpung masih hangat!”
Lelaki muda, anak kedua tersenyum menatap ibunya, sejenak kemudian ia menatap lagi huruf demi huruf referensi tugas akhir kesarjanaannya. Tiga langkah dari mereka, wanita hemat bicara, yang tidak mengenyam bangku sekolah, setia menemaninya. Hari menunjukkan pukul 23.00, batang leher si Emak, tidak kuasa lagi menahan kepalanya. Rasa lelah kerja fisik seharian telah menderanya. Si Emak menyerah dalam dekapan malam.
Yang diberikan emak adalah kue kering yang biasa dimakan anak-anaknya setiap hari, yang dibeli dari warung sebelah. Namun, yang dilakukan emak malam itu, memperpanjang jam belajar anaknya. Bukan alasan pertama, nikmatnya kue dan sedapnya teh yang memotivasinya. Hati keibuan yang lebih kuat dari kelelahan raga si Emak, telah membangun kesadarannya. “Aku tidak boleh menyerah dan tugas mesti harus diselesaikan!” bisik anaknya dalam hati.
Kue dan teh hangat, bagi lelaki muda adalah peristiwa kecil yang menunjukkan cinta ibu kepada anaknya. Keberadaan ibu sebagai single parent yang membanting tulang tanpa menghitung waktu adalah cinta yang tidak dapat ditebus dengan apa pun. Wanita perkasa telah membesarkan ketiga anak sepeninggal suaminya dan bertahan dalam kesendiriannya hingga anak-anaknya meraih mimpi.
“Nak, kalian harus banyak belajar, berhemat, dan membantu ibu.” Itulah cara sederhana mendidik ketiga anak-anaknya ketika masih ingusan. Perjalanan tidak mudah, dan dalam keadaan tidak pasti, si Emak dibantu anaknya mencari dan menemukan cahaya rezeki-Nya.
“Nak, kamu harus mandiri,” katanya kepada anak kedua. Dalam perjalanannya, si Emak menanggung beban yang nyaris tidak tertanggungkan. Menantikan anaknya diwisuda semakin menambah panjang waktu yang berputar di benaknya. Dua petak sawah peninggalan suami, tidaklah cukup untuk biaya sekolah anaknya. Ketika semua itu harus digadai, sang Emak harus menutup lubang-lubang menganga untuk kebutuhan hidupnya.
Lelaki muda menemukan nasibnya. Menjadi guru, sarjana, dan kepala sekolah adalah berkat doa dan perjuangan emaknya. Sebagai rasa terima kasih dan penghormatannya, ia membawa kisah kue dan teh pada pleno tahunan yang dihadiri ratusan wali murid yang sebagian besar kaum ibu. Wajah mereka bersinar dan tatapan mereka lurus ke depan.
Di antara mereka bertanya, “Apakah bapak juga membuatkan minum putra bapak ketika sedang belajar?” Jawabnya, “ Saudara, yang dilakukan ibu, bukan sekadar urusan kue dan teh. Ibu telah mengalahkan diri agar kami memenangkan masa depan. Sebagai anak, saya meneladani sikapnya dan menerapkannya dalam keluarga, meskipun dengan cara berbeda. Ibu telah bersikap tepat di malam itu. Meneladani itu, saya mencoba memberi sesuatu yang dibutuhkan anak agar mereka berkembang sesuai usianya.”
Sang pemberi kue telah berpulang. Wanita yang telah bertambah ubannya itu, meninggalkan putra dan para cucunya. Mereka berharap ia menikmati kue kehidupan yang abadi. Demikian doa ketiga putranya yang sarjana dan hidup mandiri, sesuai harapan Emak di kala hidupnya.
***


Hidup dan berbagi itu indah.


FX. Suparta, adalah guru SMP Negeri 3 Kroya, Kabupaten Cilacap, pecinta buku kepemimpinan dan motivasi. Penghargaan yang diperolehnya antara lain Tanda Kehormatan Satya Lancana Karya Satya, 20 Tahun, dari Presiden RI, 2008. Email: fxsuparta@gmail.com.


Selasa, 17 Maret 2020

FX Suparta, guru SMP, anggota Komunitas Guru Menulis dari Cilacap



FX Suparta, lahir di Klaten 57 tahun yang lalu, adalah guru SMP Negeri 3 Kroya, Kabupaten Cilacap. Mengampu Pendidikan Agama Katolik di SMA Negeri 1 Kroya. Meraih Magister Manajemen Pendidikan dari Unsoed Purwokerto, dan menyelesaikan program S1 dari IKIP Sanata Dharma Yogyakarta. Karier PNS dimulai 1986. Tahun 1997 s.d. 2010 diberi tugas tambahan sebagai kepala SMP Negeri di Kabupaten Cilacap. Menulis di beberapa majalah, di antaranya Utusan Yogyakarta, dan Corunum Purwokerto. Memenangkan lomba menulis Kisah Inspiratif Guru yang diselenggarakan Penerbit Lingkarantarnusa, Yogyakarta tahun 2016, Penghargaan yang pernah diterima antara lain dari Dewan Kesenian Jakarta untuk bidang Seni Rupa, tahun 1978, dan Satya Lancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI tahun 2008. Sekarang bersama keluarga tinggal di Puri Mujur No 05 Kroya.

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis


Puncak Kenikmatan: Kumpulan Puisi Juni 2019
Adakah Guru di Sekolah?
Bekerja dalam Kehidupan.
Bahtera Keluarga Mengarungi Zaman
Belajar dari Kehidupan
Bincang-Bincang Prestasi Siswa
Bolehkah Murid Berpacaran
Bukan Sebuah Mangkuk
Cinta Pertama
Dalam Cinta-Mu, Semua Baik Adanya
Dengarlah Suara Anakmu!
Doa Seorang Guru
Hidup yang Menghidupi Waktu
Memaknai Hidupku
Menggali Etos Kerja
Murid Adalah Seorang Pribadi
Murid Belajar dari Gurunya
Sekolah sebagai Taman Belajar
Siapa Merasa Lebih Baik?
Terima Kasihku
Tidak untuk Dibandingkan
Toleransi dalam Kelas
Warisan untuk Anakku




Kapur & Papan: Mendidik dengan Hati 1
Setitik Embun Kelembutan
Belas Kasih yang Tak Bertepi




Kapur & Papan: Mendidik dengan Hati 2
Dengan Hitungan Lima Jari




KAPUR & PAPAN Kisah Inspiratif Guru 2
Menjadi Guru Bahagia dan Berkembang




KAPUR & PAPAN Kisah Inspiratif Guru 1
Dua Keping Kue dan Secangkir Teh




KAPUR & PAPAN Kisah Guru-Guru Pembelajar 2
Guru Pembelajar Pelayan Kehidupan




Kapur & Papan Kumpulan Kisah Pengalaman Guru yang Jujur dan Menggugah
Ketekunan dan Hati Putih Bu Guru
Ketekunan dan Hati Putih Bu Guru




KAPUR & PAPAN Kisah Menjadi Guru 1
Sekeping Hati untuk Roi




KAPUR & PAPAN Kisah Pengelolaan Kelas 1
Memetik Buah-buah Cinta di Kelas



Kamis, 20 Juni 2019

Puncak Kenikmatan: Kumpulan Puisi Juni 2019

Puncak Kenikmatan: Kumpulan Puisi Juni 2019

Puncak Kenikmatan: Kumpulan Puisi Juni 2019

Kode: 0120020
Judul: Puncak Kenikmatan: Kumpulan Puisi Juni 2019
Penulis: Catharina Yenny Indratno [et al.]
ISBN: 978-623-90477-7-1
Terbit: 20-Jun-19
Tebal: 82 (viii+74) halaman
Ukuran: 14.5x21
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Detail Produk:
Kode: 0120020
Judul: Puncak Kenikmatan: Kumpulan Puisi Juni 2019
Penulis: Catharina Yenny Indratno, Elisabet Sri Hartati, FX Suparta, Lusia Yuli Hastiti
ISBN: 978-623-90477-7-1
Terbit: 20-Jun-19
Tebal: 82 (viii+74) halaman
Ukuran: 14.5x21
Harga: Rp40.000

Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi kesembilan di tahun 2019 dan sekaligus buku kedua puluh empat yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 46 puisi karya 4 guru.

Daftar isi
FX Suparta:
Adakah Guru di Sekolah?
Bekerja dalam Kehidupan.
Bahtera Keluarga Mengarungi Zaman
Belajar dari Kehidupan
Bincang-Bincang Prestasi Siswa
Bolehkah Murid Berpacaran
Bukan Sebuah Mangkuk
Cinta Pertama
Dalam Cinta-Mu, Semua Baik Adanya
Dengarlah Suara Anakmu!
Doa Seorang Guru
Hidup yang Menghidupi Waktu
Memaknai Hidupku
Menggali Etos Kerja
Murid Adalah Seorang Pribadi
Murid Belajar dari Gurunya
Sekolah sebagai Taman Belajar
Siapa Merasa Lebih Baik?
Terima Kasihku
Tidak untuk Dibandingkan
Toleransi dalam Kelas
Warisan untuk Anakku

Lusia Yuli Hastiti:
(J)Angan Puisi
Hanya Manusia
Bercermin Dulu
Tuan Pujangga
Dikejar Bayang-Bayang
Pertemuan
Puncak Kenikmatan
Kembali
Aku dan Sepasang Mata
Jejak Kisah
Bayang Dosa
Angkuh
Buah Lara
Jiwa Muda
Sajak Untuk Erina

Catharina Yenny Indratno:
Rindu
Rindu
Pantai

Elisabet Sri Hartati:
Warna
Siapa yang Kauundang?
Mawar Hitam
Ranting
Berapakah Harga Nyawa Manusia?
Bibir Manis


Jumat, 20 Maret 2015

LOKAKARYA SEHARI untuk GURU: Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN

LOKAKARYA SEHARI untuk GURU:
Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN

Baca laporan lokakarya di sini!

Galeri foto kegiatan LOKAKARYA SEHARI untuk GURU:
Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN bisa dilihat di sini

Sabtu, 28 Maret 2015, pukul 10.00 - 16.00
Socius Resto & Cafe
Ruko Rafflesia II Blok O Babarsari Depok
Sleman Yogyakarta

Acara:
1. “Proses Kreatif Menuliskan Pengalaman Menjadi Guru Pembelajar” oleh 10 guru penulis buku Kapur & Papan Kisah Guru-Guru Pembelajar:
(1) Ria Santati
(2) Ibu Udayati
(3) Eka Nur Apiyah
(4) Yeti Islamawati
(5) Fiqih Nindya Palupi
(6) Noorvyta Wati
(7) Fxsuparta
(8) Sanie Ramadhan
(9) Chairil Anwar Zm
(10) Dwitya Sobat Ady Dharma

2. “Tips Menuliskan Pengalaman Menjadi Bacaan Ringan yang Mengena” oleh St Kartono

3. Praktik Menulis Investasi MINIMAL: Rp 85.000

Fasilitas: tea/coffee, makan siang, seminar kit, sertifikat (dengan tanda tangan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta), pendampingan online proses penulisan naskah menjadi layak terbit.

Tempat terbatas Segera daftarkan diri Anda dengan menghubungi
1. Vita 0878 3892 7046
2. Wakidi (08882882749 - WA)
3. email: komunitas.guru.m enulis@gmail.com

Pendaftaran dan pembayaran paling lambat 20 Maret 2015 ke:
Bank Mandiri
900-00-0701047-4
a.n: STEPANUS WAKIDI S.PD.

Ketentuan peserta:
- guru atau dosen aktif
- menyiapkan minimal 1 naskah 3-5 halaman A4 diketik normal dengan tema: mendidik dengan hati, mengajar dengan kreatif, mengasihi siswa sulit, atau mengambil tema bebas
- naskah harus dibawa saat lokakarya
- membayar biaya investasi paling lambat seminggu sebelum lokakarya

LOKAKARYA INI DISELENGGARAKAN OLEH: Komunitas Guru Menulis
didukung oleh:Penerbit LingkarAntarnusa




Baca laporan lokakarya di sini!

Galeri foto kegiatan LOKAKARYA SEHARI untuk GURU:
Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN bisa dilihat di sini