Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah inspiratif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juni 2026

Menanam untuk Masa Depan, Kisah-Kisah Para Jesuit Senior

Spesifikasi

Kode:510009
Judul:Menanam untuk Masa Depan, Kisah-Kisah Para Jesuit Senior
Penulis:J. B. Heru Prakosa, Y. Andi Purwono, Bagus Aris Rudiyanto, Windar Santoso, Fristian Yulianto, Agustinus Suharyadi, Didik Chahyono, Dominico S. Octariano, Bambang Irawan, Elias Embirat Duhkito, Lukas Bagus Dwiko, Bei Witono, Yohanes Rumanto, Y. Eko Sulistyo, Windar Santoso, Managamtua Simbolon, Herwanto, A. Budi Nugroho, Rudi Chandra Wijaya, Bayu Marstyawan, Cahyo Christanto, Julius Darmaatmadja
Tahun Terbit:2026
ISBN:978-623-7421-89-4
eISBN:978-623-7421-90-0
ISBN PDF:-
Tebal:223 (xx+203) halaman
Harga:Rp110.000


Deskripsi

Menanam untuk Masa Depan, Kisah-Kisah Para Jesuit Senior

Menanam untuk Masa Depan – Menelusuri Jejak Kesetiaan para Penabur Benih Iman

Buku "Menanam untuk Masa Depan" merupakan sebuah narasi inspiratif yang menghimpun kepingan kisah hidup para Jesuit senior di Indonesia. Disunting oleh Dr. J. B. Heru Prakosa SJ, buku setebal 223 halaman ini bukan sekadar biografi kolektif, melainkan sebuah dokumen spiritual yang merekam totalitas pelayanan para anggota Serikat Jesus (SJ) yang telah mendahului kita dalam menggarap ladang Tuhan. Melalui tulisan dari para Jesuit yang lebih muda mengenai para senior mereka, buku ini menciptakan dialog antar-generasi yang hangat, jujur, dan penuh rasa syukur.

Judul "Menanam untuk Masa Depan" membawa pesan yang sangat kuat: bahwa apa yang dinikmati oleh Gereja dan masyarakat saat ini adalah buah dari "benih" yang ditanam dengan cucuran keringat, doa, dan air mata oleh para senior puluhan tahun silam. Mereka adalah wajah nyata dari ketaatan dan keberanian yang melampaui zaman.

Eksplorasi Sosok dan Spiritualitas Kerasulan:

Pribadi-Pribadi di Balik Layar:
Buku ini memberikan tempat terhormat bagi para Bruder Jesuit, seperti Bruder Johanes Hardjaatmadja dan Bruder Philippus Mulyoharjono, yang sering kali berkarya di balik layar. Kisah mereka sebagai "tentara Kristus" yang mengurus kesehatan, bertani, hingga berburu, menunjukkan bahwa misi Tuhan tidak hanya dijalankan di atas mimbar, tetapi juga di kebun dan dapur melalui etos kerja Ora et Labora.

Misi Lintas Batas dan Intelektualitas:
Pembaca akan diajak mengenal sosok intelektual seperti Romo Adolf Heuken yang menjadikan kegiatan menulis sebagai "medan perjuangan" literasi sejarah, atau Romo Franz von Magnis-Suseno yang dikenal sebagai guru bangsa. Ada pula Romo Karl Edmund Prier yang mencintai Indonesia melalui inkulturasi musik gereja. Kisah-kisah ini menunjukkan bagaimana spiritualitas Jesuit mampu beradaptasi dan meresap ke dalam kebudayaan lokal dengan tetap menjaga identitas iman yang kokoh.

Ketangguhan dalam Kesederhanaan:
Melalui kisah Romo Albertus S. Brotodarsono dengan ungkapan ikoniknya "Mati Modar, Garapen Dhewe!", kita diajak melihat sisi manusiawi para Jesuit yang dididik untuk survive dan mandiri. Spiritualitas mereka adalah spiritualitas yang membumi—siap ditempatkan di paroki terpencil hingga kota metropolitan, siap produktif meski dalam keterbatasan fisik, sebagaimana kisah Romo Thomas Jacobs yang tetap berkarya meski bermata satu.

Kesimpulan: Mewarisi Api, Bukan Sekadar Memuja Abu
Puncak dari buku ini adalah penemuan misi hidup sebagai wujud spiritualitas yang dijalani dengan konsistensi hingga hari tua. Para Jesuit senior ini membuktikan bahwa menjadi saksi kasih Allah tidak mengenal batas usia pensiun. Mereka tetap menjadi "pembimbing rohani" dan "pejuang Ekaristi" bahkan ketika raga mereka mulai rapuh. Spiritualitas yang mereka tawarkan adalah spiritualitas yang sportif dalam menerima kehendak Tuhan, baik dalam keberhasilan karya maupun dalam kesunyian masa tua.

Buku ini mengingatkan kita bahwa misi pendidikan dan pelayanan bagi bangsa adalah sebuah estafet. Kita dipanggil untuk tidak hanya memuja jasa masa lalu, tetapi "mewarisi api" semangat mereka untuk terus menanam bagi masa depan. Keteladanan mereka dalam kejujuran, kerendahan hati, dan kecintaan pada Indonesia menjadi kompas bagi generasi muda untuk menemukan jati diri mereka sebagai pelayan sesama.

"Menanam untuk Masa Depan" adalah bacaan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami arti kesetiaan yang teruji waktu. Sebuah karya yang sangat jujur, mengharukan, dan memberikan harapan bahwa setiap benih kebaikan yang kita tanam hari ini, pasti akan menuai makna di masa depan. Sebuah penghormatan yang tulus bagi para penabur yang telah mewarnai sejarah iman di tanah air.


Daftar Isi

  • Terima Kasih atas Karya Para Jesuit Senior: Penghormatan kepada Para Penabur ~ Dr. J. B. Heru Prakosa, SJ .... v
  • Pelayan bagi Sesama .... vi
  • Tinggal dalam Pokok Anggur .... viii
  • Pribadi Ekaristis .... x
  • Kata Pengantar untuk Terbitan 2013 ~ A. Bagus Laksana, SJ .... xii
  • Daftar Isi .... xv
  • Menanam Untuk Masa Depan, Kisah Bruder Johanes Hardjaatmadja, SJ ~ Y. Andi Purwono, SJ .... 1
  • Di Tengah Keluarga Besar (Aku Anak Polisi) .... 2
  • Berjumpa dengan Jesuit .... 3
  • Bergumul di Novisiat Girisonta .... 4
  • Tugas Mengurus Kesehatan .... 5
  • Sang Petani Bertangan Dingin .... 6
  • Jadi Guru: Mimpi yang Terwujud .... 8
  • Timor Leste dalam Kenangan .... 8
  • Devosi kepada Maria sebagai Peneguh .... 10
  • Mengabdi sebagai Tentara Kristus, Kisah Bruder Philippus Mulyoharjono, SJ ~ Y. Andi Purwono, SJ .... 11
  • Sepenggal kisah di masa kecil .... 11
  • Aku Seorang Tentara .... 11
  • Men-Jesuit dari Pengalaman .... 13
  • Menggeluti Hobi Berburu .... 21
  • Kata-Kata Mutiara yang Menginspirasi Hidupnya .... 22
  • Ora Et Labora: Seorang "Pembantu" dalam Perutusan, Kisah Bruder Antonius Prawirasudarma, SJ ~ Bagus Aris Rudiyanto, SJ dan Windar Santoso, SJ .... 23
  • Pengabdian Merangkai Para Utusan .... 23
  • Menjadi "Pembantu" di Seminari Tinggi .... 27
  • Dari Bertani dan Beternak Menjadi Misionaris, Kisah Bruder Gebhard Sutter, SJ ~ Fristian Yulianto, SJ .... 30
  • Tanah Warisan Tak Memikat Hatinya .... 30
  • Menjadi Bruder Jesuit di Negara Sendiri .... 32
  • Akhirnya Menjadi Misionaris Juga .... 34
  • Bekerja bagi Kaum Muda .... 36
  • Mewartakan Kabar Gembira dengan Riang Gembira .... 37
  • Mati Modar, Garapen Dhewe! Kisah Romo Albertus S. Brotodarsono, SJ ~ Agustinus Suharyadi, SJ .... 39
  • Pengalaman "Brantas": Dididik untuk Bisa Survive .... 40
  • Masa Seminari: Situasi Tak Menentu, Tergantung pada Improvisasi .... 42
  • Masuk ke Sanggar Prathivi .... 42
  • Eranya Sudah Lewat .... 44
  • God Of Surprises, Kisah Romo Henricus van Voorst tot Voorst, SJ ~ Didik Chahyono, SJ .... 46
  • Menulis sebagai Medan Perjuangan, Kisah Romo Adolf Heuken, SJ ~ Dominico S. Octariano, SJ .... 56
  • Berawal dari Kongregasi Maria .... 56
  • Menulis sebagai Medan Perjuangan .... 58
  • Harapan terhadap Provindo .... 60
  • Berkarya Di Medan Seluas Indonesia, Kisah Romo Ferdinand P. Heselaars, SJ ~ Bambang Irawan, SJ .... 62
  • Beri Anak-anak Muda itu Perhatian, Kisah Romo Gerardus Koelman, SJ ~ Elias Embirat Duhkito, SJ .... 67
  • Masa dalam Keluarga .... 69
  • Masa Awal di Indonesia .... 70
  • Pendidikan dan Anak Muda .... 71
  • Perutusan yang Tak Disangka-sangka .... 74
  • Penutup .... 76
  • Perjumpaanku dengan Sang Guru Bangsa, Kisah Romo Franz von Magnis Suseno, SJ ~ Lukas Bagus Dwiko, SJ .... 78
  • Menikmati Hidup dan Jesuit Sehat, Kisah Romo Nicolaus Dumais, SJ ~ Bei Witono, SJ .... 86
  • Sejarah Panggilan .... 86
  • Menikmati Hidup dan Jesuit Sehat .... 87
  • Jesuit dan Penampilan .... 88
  • Harapan Romo Nico Dumais pada Anggota Serikat Jesus .... 89
  • Mencintai Indonesia, Kisah Romo Karl Edmund Prier, SJ ~ Yohanes Rumanto, SJ .... 90
  • Kebetulan yang Bukan Kebetulan .... 92
  • Beriman dalam Identitas Diri .... 94
  • Mistik Hidup Sehari-hari .... 97
  • "Aku berkata kepada Tuhan: Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" Kisah Romo Albertus Rutten Rudito, SJ ~ Bagus Aris Rudiyanto, SJ .... 100
  • Tertambat di Gymnasium .... 102
  • Berangkat Menjadi Misionaris .... 103
  • "Tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!" .... 107
  • Kuncinya: Jujur Saja! Kisah Romo Julius Setyakarjana, SJ ~ Y. Eko Sulistyo, SJ .... 109
  • Uang dan Karya .... 110
  • Kateketik, Karya Kelas Dua, dan Frontier .... 112
  • "Bernyanyilah untuk Gereja, Bukan Bernyanyilah untuk Duit", Kisah Romo Antonius Soetanta, SJ ~ Windar Santoso, SJ .... 115
  • Ascensio .... 116
  • Musik Gereja .... 119
  • Menjadi Jesuit .... 120
  • Resep Umur Panjang dari Seorang Jesuit Awet Muda, Kisah Romo Henricus Suasso de Lima de Prado, SJ ~ Managamtua Simbolon, SJ .... 123
  • Proyek Tuhan vs Proyek Pribadi .... 123
  • Maria – Paulus – Ignatius .... 128
  • Resep Awet Tua .... 130
  • Sang Pembesar: Memimpin dengan Discernment, Kisah Romo Paulus Suradibrata, SJ ~ Y. Eko Sulistyo, SJ .... 132
  • Konflik, Ketaatan, dan Discretio Caritatis .... 134
  • Pemimpin dari Gesikan .... 137
  • Jesuit sebagai Identitas .... 139
  • Referensi .... 140
  • Si Tan Yang Edan, Kisah Romo Fransciscus Xaverius Tandean, SJ ~ Dominico S. Octariano, SJ .... 141
  • Sang Olahragawan .... 142
  • Begawan Para Minister .... 143
  • Pejuang Ekaristi .... 145
  • Si Tan yang Edan .... 146
  • Begawan Teologi yang Pandai Berkhotbah, Kisah Romo Thomas Jacobs Maria, SJ ~ Herwanto .... 147
  • Dikobarkan Oleh Semangat Van Lith .... 147
  • Tetap Produktif meski Bermata Satu .... 150
  • Hidup sebagai Jesuit Sejati .... 151
  • Teolog yang Membumi .... 154
  • Jesuit yang Mencintai Kota-Kota Besar, Metropol-Metropol Kisah Romo Yohanes Vossen Waskita, SJ ~ A. Budi Nugroho, SJ .... 156
  • Panggilan sebagai Jesuit .... 156
  • Menjadi Misionaris .... 157
  • Jesuit dan Kerasulan Paroki .... 158
  • Pengalaman yang Menantang di Paroki .... 159
  • Jesuit di Paroki .... 160
  • CLC, Kerasulan Doa, dan Utusan .... 161
  • Jesuit dan Kerasulan Doa .... 162
  • Tugas Membahagiakan di Hari Tua: Pembimbing Rohani .... 163
  • Semangat untuk Menulis .... 164
  • Semangat Kejesuitan yang Menonjol .... 165
  • Jesuit yang Mobile hingga Hari Tua .... 167
  • Bersyukur atas Rahmat Allah, Berbagi Kegembiraan Hidup dengan Sesama, Kisah Romo Tarcisius Widyana, SJ ~ Rudi Chandra Wijaya, SJ .... 169
  • Pastor Paroki yang Istimewa, Kisah Romo Franciscus Xaverius Wirjapranata, SJ ~ Bayu Marstyawan, SJ dan Cahyo Christanto, SJ .... 179
  • Keluarga dan Masa Kecil .... 179
  • Panggilan Menjadi Jesuit .... 181
  • Spesialis Karya Paroki .... 181
  • Suatu Pengalaman Mengesankan dan Mengagumkan ~ Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ .... 185
  • Pengantar .... 185
  • Suatu Pengalaman yang Mengesankan dan Mengagumkan .... 187
  • Glosarium .... 196

Jumat, 05 Juni 2026

Projek Penerbitan Artikel 2026: Terbitkan 5 Kisah/Artikel-mu Jadi Karya Tunggal Bersama Penerbit Yedija Nusantara

Terbitkan 5 Kisah/Artikel-mu Jadi Karya Tunggal Bersama Penerbit Yedija Nusantara

Yuk terbitkan buku kumpulan kisah atau artikelmu jadi
KARYA TUNGGAL.


Kirimkan [minimal] 5 kisah atau artikel-mu ke terbitkanbuku@gmail.com. Kirimkan sebagai lampiran dalam 1 file Word yang memuat 5 artikel.


Penting: 
  • Naskah Anda akan melewati proses penerbitan standar dan akan diterbitkan oleh Penerbit Yedija Nusantara (https://yedijanusantara.web.id/). Naskah Anda akan benar-benar diedit (dari segi isi dan bahasa) oleh seorang editor.
  • Mohon tidak mengirimkan naskah jika Anda tidak menyepakati segala ketentuan yang tertulis mengenai proyek ini.

Ketentuan:
1.     Sanggup membiayai penerbitan sebesar Rp580.000 (ditambah ongkos kirim), dibayarkan di muka sesudah naskah dinyatakan layak. Penulis akan mendapatkan 4 eksemplar contoh terbit dan sertifikat. Biaya ini bukanlah biaya pembelian buku melainkan biaya proses penerbitan yang mencakup: editing, layout, desain cover, administrasi penerbitan, dan pencetakan contoh terbit.
2.     Menyertakan foto KTP
3.     Menyertakan foto diri
4.     Menyertakan narasi biodata maksimal 100 kata.
5.     Mengisi DATA PENULIS yang akan dikirimkan dalam email balasan.
6.   Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Keaslian Karya di atas meterai dan mengirimkannya ke Penerbit.

Catatan
Ketebalan hasil layout akhir adalah 49 halaman (sudah termasuk halaman profil penulis).
  • Jika ternyata hasil layout melebihi 49 halaman (sampai maksimal 59 halaman), maka biaya kontribusi menjadi Rp695.000 (ditambah ongkos kirim) dan penulis akan mendapatkan 4 eks buku contoh terbit.
  • Jika hasil layout melebihi 59 halaman (sampai maksimal 69 halaman), maka biaya kontribusi menjadi Rp815.000 (ditambah ongkos kirim) dan penulis akan mendapatkan 4 eks buku contoh terbit.
  • Jika hasil layout melebihi 69 halaman (sampai maksimal 79 halaman), maka biaya kontribusi menjadi Rp955.000 (ditambah ongkos kirim) dan penulis akan mendapatkan 4 eks buku contoh terbit.
  • Jika hasil layout melebihi 79 halaman, perhitungan menggunakan untuk maksimal 79 halaman, yakni Rp955.000 dan setiap kelebihan halamannya dikenai biaya tambahan Rp13.000,00 per halaman.

Informasi mengenai biaya bisa dilihat di tabel berikut:

Jumlah
Kontributor

Jumlah
Kisah/Artikel*

Maksimal
Halaman
Per
Kontributor

Maksimal
Halaman
Total
Buku

Biaya
per
Kontributor

Jumlah
Contoh
Terbit

1 kontributor
(karya solo)

5 kisah/artikel

49 hal.

56 hal.

Rp 580,000

4 eks.

kisah/artikel

59 hal.

66 hal.

Rp 695,000

4 eks.

kisah/artikel

69 hal.

76 hal.

Rp 815,000

4 eks.

kisah/artikel

79 hal.

86 hal.

Rp 955,000

4 eks.

*Jumlah kisah/artikel tidak mengikat, bebas (yang penting minimal 5 kisah/artikel)


Contoh jika ketebalan buku 100 halaman. Biaya penerbitannya adalah Rp955.000 + 21 halaman x Rp13.000 = Rp1.228.000.

Jumat, 29 Mei 2026

Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi




Spesifikasi

Kode : 210006
Judul : Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi
Penulis : Zakaria Tulung
Tahun Terbit : 2026
ISBN : 978-623-7421-87-0
eISBN : 978-623-7421-88-7
ISBN PDF : -
Tebal : 376 (xviii+358) halaman
Harga : Rp170.000



Deskripsi


Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi
Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi: Kisah Guru dari Toraja yang Menjadi Doktor di SD Perbatasan Kaltara, Sebuah Autobiografi

Buku "Terhenti Kuliah, Tak Terhenti Mengabdi" adalah sebuah autobiografi yang luar biasa kuat, merangkum perjalanan hidup Dr. Zakaria Tulung, M.AP., seorang anak pelosok Tana Toraja yang bertransformasi menjadi sosok inspiratif di garis depan pendidikan Indonesia. Dengan ketebalan 376 halaman, buku ini bukan sekadar catatan riwayat hidup, melainkan sebuah dokumen perjuangan yang membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi dan akses bukanlah penghalang untuk meraih mimpi setinggi langit.

Kisah ini bermula dari kepahitan masa kecil di Toraja, di mana kesulitan ekonomi memaksa Zakaria untuk menghentikan kuliahnya di STKIP Makale. Namun, "kegagalan" tersebut justru menjadi pintu gerbang menuju pengabdian yang lebih besar. Ia memutuskan merantau ke Kalimantan, sebuah langkah nekat yang akhirnya membawanya menjadi guru di wilayah perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara. Di tanah rantau inilah, Zakaria menemukan panggilan jiwanya yang sesungguhnya.

Eksplorasi Perjalanan dan Inovasi:
Bertahan di Tengah Keterbatasan:
Bagian awal pengabdiannya di SDN 004 Libang (yang kemudian menjadi SDN 002 Lumbis) digambarkan dengan sangat menyentuh. Penulis menceritakan realitas pahit tinggal di bangunan bekas WC dan pondok sederhana karena ketiadaan rumah dinas. Di desa tanpa listrik dan akses yang terisolasi, ia tidak menyerah. Sebaliknya, ia membaur dengan masyarakat, mengajak mereka bahu-membahu membangun sekolah yang layak bagi anak-anak pedalaman.

Transformasi Menjadi Kepala Sekolah:
Setelah 23 tahun mengabdi sebagai guru, Zakaria diangkat menjadi Kepala Sekolah di SDN 005 Lumbis (Kalampising). Bab-bab dalam buku ini membedah secara detail langkah-langkah manajerial dan inovatifnya, mulai dari renovasi fisik gedung sekolah melalui berbagai tahap pembangunan, hingga menjadikan sekolah tersebut sebagai Sekolah Penggerak. Ia juga mempelopori 10 strategi pengembangan literasi, mulai dari pojok baca, diskusi buku, hingga debat literasi.

Haus Akan Ilmu dan Prestasi:
Salah satu aspek paling mengagumkan adalah keteguhan penulis dalam menempuh pendidikan. Meski mengajar di pedalaman, ia berhasil menyelesaikan S-1, S-2, hingga meraih gelar Doktor (S-3)—sebuah pencapaian yang sangat langka bagi seorang guru SD di wilayah perbatasan. Gelar ini ia gunakan bukan untuk meninggalkan pedalaman, melainkan untuk memperkuat kualitas pengabdiannya.

Peran Multidimensi:
Buku ini juga mencatat peran tambahan penulis di luar sekolah, seperti menjadi Ketua PGRI Cabang Lumbis, Tutor Universitas Terbuka, hingga dosen pascasarjana. Ia membuktikan bahwa kehadiran seorang guru di pedalaman adalah bentuk nyata pemerataan pendidikan dan kedaulatan bangsa.

Makna Pengabdian: Pertemuan Profesionalitas dan Spiritualitas
Pada akhirnya, buku ini bermuara pada sebuah pemaknaan yang melampaui sekadar karier seorang pegawai negeri. Bagi Dr. Zakaria Tulung, mengabdi di garis depan perbatasan bukan lagi tentang menjalankan tugas administratif, melainkan sebuah misi hidup yang dipeluk dengan kesadaran spiritual penuh. Ia menemukan bahwa pendidikan di wilayah terpencil adalah bentuk nyata dari "ibadah yang bergerak"—sebuah perjalanan spiritual yang melatih keikhlasan di tengah keterbatasan dan kesabaran di tengah isolasi.

Zakaria menghayati bahwa kehadiran seorang guru di pedalaman adalah wujud kehadiran negara sekaligus bukti bahwa pendidikan adalah hak asasi yang sakral bagi setiap anak bangsa. Keberhasilannya meraih gelar Doktor di tengah keterbatasan akses listrik dan infrastruktur bukanlah bentuk arogansi intelektual, melainkan sebuah pernyataan spiritual: bahwa kemuliaan ilmu harus digunakan untuk mengangkat harkat mereka yang terlupakan.

Ia memandang pengabdian di Kalampising dan Libang sebagai sebuah laboratorium jiwa. Secara profesional, ia tertempa menjadi pemimpin yang kompeten dan tangguh; namun secara spiritual, ia menemukan kepuasan batin saat melihat anak-anak perbatasan mampu bermimpi setinggi dirinya. Inilah kekayaan terbesar yang ia peroleh—sebuah kesadaran bahwa mengabdi kepada bangsa melalui pendidikan adalah cara terbaik untuk mencintai Tuhan. Buku ini menjadi saksi bahwa ketika seseorang berhenti mengejar kenyamanan pribadi dan mulai memeluk misi kemanusiaan, di situlah ia menemukan makna hidup yang utuh dan sejati.

Daftar Isi

  • Pengantar Penerbit .... v
  • Pengantar Penulis .... viii
  • Daftar Isi .... xv
  • Masa Kecil sampai Remaja .... 1
  • Tapak Awal .... 2
  • Masa Kecil di Tana Toraja .... 7
  • Mimpi yang Mulai Bertumbuh .... 13
  • Merantau ke Kalimantan .... 18
  • Keputusan untuk Merantau .... 19
  • Awal Mula di Tanah Rantau .... 21
  • Mendaftar sebagai Guru Daerah Terpencil .... 29
  • Langkah Pertama Menuju Tanjung Selor .... 30
  • Tapak Awal di Tanjung Selor .... 33
  • Perjalanan Menuju Samarinda .... 41
  • Kegiatan di Samarinda .... 44
  • Perjalanan Pulang ke Tanjung Selor .... 51
  • Pengabdian di SDN 004 Libang .... 55
  • Perjalanan Menuju Tempat Tugas Awal .... 56
  • Awal Pengabdian di Libang .... 59
  • Latar Belakang Penempatan .... 59
  • Langkah Awal di Libang .... 60
  • Pertemuan dengan Murid-Murid .... 64
  • Pertemuan dengan Guru Senior .... 65
  • Pertemuan dengan Masyarakat .... 67
  • Kondisi Sekolah SD Negeri 004 Libang .... 69
  • Keterbatasan Fasilitas dan Sarana .... 69
  • Rumah Dinas .... 72
  • Latar Belakang Siswa yang Beragam .... 72
  • Dinamika Kehidupan Sekolah yang Unik .... 73
  • Kehidupan Sehari-hari dan Tempat Tinggal .... 75
  • Rumah Kepala Desa .... 75
  • Masyarakat Bahu-Membahu Untuk Memenuhi Kebutuhan .... 77
  • Rumah di Pinggir Sungai .... 78
  • Bangunan Bekas WC .... 79
  • Pondok Kecil Sederhana .... 80
  • Tinggal di Rumah Dinas .... 82
  • Dari SDN 004 Libang Menjadi SDN 002 Lumbis .... 84
  • Pergantian Kepemimpinan Sekolah .... 87
  • Kepemimpinan Bapak Benyamin F. Tui .... 89
  • Kepemimpinan Bapak Marthen Ringgit .... 90
  • Kepemipinan Ibu Agustina Murang .... 95
  • Kepemimpinan Bapak Darwin .... 97
  • Pelajaran dari Pergantian Kepemimpinan .... 101
  • Mempertahankan Semangat di Tengah Himpitan Kesulitan .... 105
  • Semua Serbaterbatas .... 105
  • Mencari Solusi Kreatif .... 107
  • Memaknai Panggilan Guru di Tengah Masyarakat .... 109
  • Menghidupi Keluarga Ketika Kondisi Semakin Berat .... 110
  • Dukungan Masyarakat .... 115
  • Perkembangan SD Negeri 004 Libang .... 119
  • Penambahan Personel Guru .... 123
  • Perkembangan dan Kemajuan Lainnya .... 127
  • Perkembangan dan Prestasi Siswa .... 127
  • Alumni SD 004 Libang yang Membanggakan .... 128
  • Kisah Marno .... 129
  • Kisah Ati? dan Dorti .... 130
  • Menyelesaikan Pendidikan S-1 .... 132
  • Menempuh Pendidikan S-2 .... 136
  • Perpisahan dengan SD Negeri 002 Lumbis .... 142
  • 23 Tahun Mengajar .... 142
  • Ditugaskan sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 005 Lumbis .... 143
  • Acara Perpisahan .... 146
  • Mengabdi di SD Negeri 005 Lumbis (Kalampising) .... 153
  • Dasar Penempatan .... 154
  • Perasaan dan Harapan Awal .... 158
  • Kondisi Awal Sekolah .... 162
  • Kegiatan Pertama sebagai Kepala Sekolah .... 168
  • Musyawarah Bersama .... 168
  • Pembersihan Lingkungan Sekolah .... 170
  • Pembenahan Administrasi .... 171
  • Proposal Perbaikan Gedung Sekolah .... 172
  • Tantangan sebagai Kepala Sekolah .... 173
  • Tantangan yang Disadari .... 173
  • Langkah-Langkah ke Depan .... 176
  • Perbaikan Gedung dan Fisik Sekolah .... 179
  • Pembangunan Tahap I: 3 RKB .... 179
  • Kerja Bakti Penyiapan Lahan .... 183
  • Pembangunan Tahap II: Kantor SD Negeri 005 Lumbis dan WC .... 190
  • Perbaikan Tahap III: DAK untuk 3 RKB .... 193
  • Perbaikan Tahap IV: 6 RKB dan 4 Bilik WC dari Kementerian PUPR .... 202
  • Penataan Halaman Sekolah .... 211
  • Kerja Sama dengan Masyarakat .... 221
  • Membangun Budaya Sekolah .... 225
  • Salam dan Sapa .... 225
  • Upacara Bendera .... 225
  • Kegiatan Ektrakurikuler .... 226
  • Program Adiwiyata .... 227
  • Gotong Royong .... 228
  • Pendampingan dan Peningkatan Kualitas Guru .... 230
  • Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa .... 236
  • Pengembangan Literasi Siswa .... 240
  • Pojok Baca .... 241
  • Membaca Berkelompok .... 241
  • Diskusi Buku .... 241
  • Menulis Cerpen .... 242
  • Membuat Resensi Buku .... 242
  • Membaca Puisi .... 243
  • Membaca Bersama antara Guru dan Siswa .... 243
  • Membuat Buku Cerita Sederhana .... 244
  • Program Mendongeng .... 244
  • Debat Literasi .... 245
  • Pentingnya Budaya Literasi .... 246
  • Upaya Pengembangan Siswa .... 247
  • Upaya Meraih Akreditasi A .... 252
  • Mengembangkan Kerja Sama dengan Pihak Luar .... 257
  • Kerja Sama dengan Masyarakat Sekitar .... 257
  • Kerja Sama Antarsekolah .... 259
  • Kerja Sama dengan Puskesmas .... 261
  • Kerja Sama dengan Babinsa .... 262
  • Kerja Sama dengan Kepolisian .... 263
  • Menjadikan SD 005 Lumbis sebagai Sekolah Penggerak .... 265
  • Personel Guru dan Tenaga Kependidikan .... 270
  • Perkembangan Statistik Sekolah .... 276
  • Kisah-Kisah Unik Siswa .... 282
  • Pengembangan Diri sebagai Kepala Sekolah .... 291
  • Menempuh Pendidikan Doktoral .... 301
  • Prestasi Sekolah .... 307
  • Pencapaian sebagai Kepala Sekolah .... 311
  • Yang Layak Disyukuri .... 311
  • Yang Masih Harus Diperjuangkan .... 313
  • Menjalankan Peran Tambahan .... 315
  • Peran-Peran Tambahan .... 316
  • Badan Perwakilan Desa (BPD) Pa?lemumut .... 316
  • Tutor Universitas Terbuka (UT) Program Studi PGSD .... 317
  • Ketua Kelompok Kerja Guru (KKG) .... 320
  • Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah .... 321
  • Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPM) .... 322
  • Dosen Pascasarjana di BILD IKN .... 325
  • Ketua PGRI Cabang Lumbis .... 327
  • Keluarga di Rantau .... 330
  • Menikah dan Membangun Keluarga .... 331
  • Pulang Kampung .... 337
  • Mereka yang Kukasihi .... 345
  • Mereka Berangkat Duluan .... 345
  • Kami yang Masih Berjuang .... 348
  • Penutup .... 353
  • Makna Pengabdian .... 354
  • Daftar Pustaka .... 362
  • Profil Penulis .... 364


Selasa, 30 Agustus 2022

Coretan Mantan




Kode: 0510004
Judul: Coretan Mantan
ISBN: 978-623-7421-58-0
Terbit: 11 Aug 2022
Tebal: 66 (viii+58) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Selama satu tahun menjadi awam magang, tentu ada aneka macam pengalaman yang harapannya menarik untuk dikisahkan. Banyak pembelajaran yang tentunya didapatkan dan banyak refleksi yang tertuliskan. Hal ini perlu saya akui bahwa semuanya serba-random dan serbacoret-coretan. Inilah mengapa buku ini saya beri judul “Coretan Mantan”. Semua tulisan dalam buku ini adalah coret-coretan saya, di kala saya melamun, di kala saya galau, di kala saya mendapatkan insight sesuatu dan aneka macam momen ketika saya mencorat-coret buku harian saya. Memang, buku ini berisi coretan, tetapi harapannya, buku ini juga dapat menjadi insight baik pula bagi pembaca dalam memperjuangkan hidup, terutama ketika menghadapi situasi yang sama sekali baru.

Daftar Tulisan:
Beranjak Dewasa
Melanjutkan Angka 8
Takut Kembali ke Gereja
Pelajaran Kehidupan
Mencari Kerja
Sibuk Bekerja demi Masa Depan

Tuhan Suka Bercanda
Skripsi Tanpa Ayang
Uncertain Situation Situasi yang Tidak Pasti
Tuhan Suka Bercanda

Gusti Nate Sare
Doaku Cuman Centang Biru
Tinggal(kan)lah Tuhan
Meninggalkan Tuhan?
Kabar Dukacita Maria
Kabar Dukacita Maria
Gusti Nate Sare

Tulisan dari Teman-Teman
Resign
Necep Sabda, Neges Karsa, lan Ngemban Dhawuh

Misi ‘tuk Jatuh Cinta
Misi ‘tuk Jatuh Cinta
Misi ‘tuk Jatuh Cinta

Profil Penulis

 

Kamis, 05 November 2020

Melangkah Maju Menebar Kasih, Perjuangan Sahabat Sehat dalam Jejak Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Hewokloang



 

Kode: 0210003
Judul: Melangkah Maju Menebar Kasih, Perjuangan Sahabat Sehat dalam Jejak Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Hewokloang
ISBN: 978-623-7421-31-3
Terbit: 05-Nov-20
Tebal: 98 (xiv+84) halaman
Ukuran: 13x19  cm
Harga: Rp45.000 


Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Deskripsi:
Sebuah kisah suka dan duka hidup sebagai seorang tenaga kesehatan dalam melaksanakan tugas mulia dengan hati nan ikhlas tanpa mengeluh, tanpa ini dan itu, tanpa henti memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat, khususnya di Kecamatan Hewokloang tercinta, yang berjuang bersama melayani masyarakat serta mendengar dengan cermat keluhan mereka. Sahabat Sehat adalah suatu awal pembelajaran tentang kehidupan menuju masyarakat sehat. Semua itu dilakukan oleh semua tenaga kesehatan Puskesmas Hewokloang agar bisa melangkah menggapai kebahagiaan masyarakat yang terbentang jauh di ujung harapan.

Daftar isi:
Persembahan
Syukur dan Terima Kasih
Kata Pengantar 
Daftar Isi
Kesuksesan dalam Sebuah Proses Terbentuknya Sahabat Sehat Puskesmas Hewokloang
Perintis Sahabat Sehat
Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Hewokloang
Pendukung-pendukung Terbentuknya Sahabat Sehat Lintas Sektor Kecamatan Hewokloang
Bangga dan Bersyukur Menjadi Perawat Kesehatan
Perwakilan Para Perawat Puskesmas Hewokloang
Perjuangan Tenaga Kesehatan Puskesmas Hewokloang.
Sahabat Sehat dalam Pelayanan Pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Wilayah Desa Heopuat
Aku Harus Kuat
Bersatu Hati Mencari Solusi
Sahabat Sehat dalam Pelayanan Kunjungan Rumah
Sahabat Sehat dalam Pelayanan Kerja Sama dengan Desa
Sahabat Sehat Puskesmas Hewokloang Desa Baomekot dalam Pelayanan Kerja Sama dengan Desa
Koordinator Wilayah Sahabat Sehat Wolomapa 
Sahabat Sehat Desa Rubit
Sahabat Sehat Puskesmas Hewokloang di Desa Hewokloang dalam Pelayanan Kerja Sama dengan Desa
Tenaga Kesehatan sebagai Sahabat Sehat Hadir Saat Sahabat Binaannya Mengalami Kedukaan
Tenaga Kesehatan Puskesmas Hewokloang Selalu Bekerja Profesional dalam Tugas dan Selalu Melayani dengan Hati untuk Masyarakat Hewokloang Sehat
Menghadapi Virus Corona Nakes Puskesmas Hewokloang Gencar Edukasi Agar Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat
Kebersamaan dalam Suka dan Duka
Kepala Puskesmas Selaku Penanggung Jawab Nomor Satu
Sahabat Sehat Puskesmas Ikut Berpartisipasi dalam HUT Kenegaraan
Sahabat Sehat Tampil Berbusana Adat
Koordinator Wilayah Sahabat Sehat (Korwil) untuk Ketujuh Desa di Wilayah Kecamatan Hewokloang
Doa Berkat dan Roh Perpecahan dalam Bekerja
Riwayat Penulis