Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Rai Sujaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rai Sujaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

Mencintai yang Tak Mencintai oleh Rai Sujaya


Mencintai yang Tak Mencintai oleh Rai Sujaya

Mencintai yang Tak Mencintai oleh Rai Sujaya

Detil produk:
No Buku : 0057
Judul : Mencintai Yang Tak Mencintai
Penulis : Gusti Ngurah Rai Sujaya (penulis buku Mencintai Sampai Terluka)
Terbit : Feb-16
Tebal : 414 halaman
Ukuran : 145x210 mm
ISBN : ISBN: 978-602-1630-53-2
Harga : Rp 85,000


Banyak orang begitu fasihnya berbicara cinta, sefasih mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip cinta itu sendiri. Bayangkan? Mereka dengan mudahnya menabur kebencian dan berbalas dendam. Mereka baru mau mencintai orang yang dapat menyenangkan hatinya. Ah, inikah yang kemudian disebutnya sebagai cinta?

Mencintai adalah memberi dengan ikhlas, tanpa alasan, tanpa pamrih. Memberi semata-mata untuk memberi, bukan karena sebab ini dan sebab itu.
Dalam mencintai yang tak mencintai, cinta menjadi abadi. Cinta yang dimiliki tak tergantung pada hal-hal di luar dirinya. Entah apa yang terjadi di luar sana, cintanya tidak akan berubah. Tak peduli yang dicintai itu mencintai atau tidak. Sama seperti orang yang berbuat baik tidak perlu mencari alasan untuk dirinya agar bisa berbuat baik. Sebab ketika berbuat baik itu mengharuskan ada alasan, maka sesungguhnya itu tak dapat lagi disebut sebagai berbuat baik. Pamrih dalam melakukan sesuatu menyebabkan apa yang kita lakukan itu tidak lagi ikhlas dan tulus. Dalam mencintai atau memberi, nilai tertingginya ada pada keikhlasan dan ketulusan itu.

Mencintai dengan ikhlas menghindarkan diri kita dari penderitaan. Karena dengan ikhlas-tulus itu, kita tak pernah berhitung akan untung atau rugi yang bakal kita peroleh. Dalam pada itu, sebab-sebab untuk membuat kita menderita pun lenyap. Kita selalu berbahagia ketika dapat mencintai atau memberi, bukan berbahagia karena diberi atau dicintai, atau karena apa yang kita berikan dibalaskan.





Jika ingin menerbitkan tulisan Anda menjadi buku ber-ISBN, silakan baca keterangan selengkapnya di: Proyek Penerbitan Buku

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016

MENCINTAI SAMPAI TERLUKA Sebuah Kompilasi Pengetahuan dan Pengalaman oleh Rai Sujaya


MENCINTAI SAMPAI TERLUKA Sebuah Kompilasi Pengetahuan dan Pengalaman oleh Rai Sujaya

Detil Produk
Detil Produk
Penerbit: Lingkarantarnusa
Penulis: Gst. Ngr. Rai Sujaya
Terbit: November  2014
Tebal: 258 halaman
Ukuran: 145x215 mm
ISBN 978-602-1630-17-4
Harga: Rp55.000

Buku ini berisi kompilasi pemikiran, pengalaman dan renungan, yang dituangkan dalam bentuk kisah, cerita dan anekdot, yang penulis pungut, kumpulkan, adaptasi dari banyak perjumpaan dan pertemuan dengan banyak pihak, sahabat, saudara di sepanjang perjalanan yang penulis sempat lalui.

Buku ini penulis beri judul “Mencintai sampai Terluka.” Judul ini, sama sekali bukan karena ada maksud untuk membangun sentimentality atau romantisme untuk mengharu biru perasaan pembaca. Tidak! Judul itu semata-mata untuk memberikan respons terhadap kenyataan yang ada, bahwa sampai detik ini – mungkin sudah dari dulu, dan juga untuk masa mendatang – banyak orang yang fasih berkata-kata tentang cinta, namun sesungguhnya mereka tak mampu untuk mencintai, bahkan arti mencintai yang sesungguhnya pun banyak di antaranya tidak tahu. Kebanyakan orang ketika mengatakan mencintai mereka hanya ada di dua ranah; ranah pertama, karena mereka mendapatkan sesuatu, lalu mereka mengatakan mencintai, ranah kedua, karena mereka setelah memberi mendapatkan (barter); lalu mereka mengatakan mencintai. Hanya sedikit saja, yang punya kemampuan mencintai hanya untuk mencintai, dan lebih sedikit lagi, yang mampu mencintai sampai terluka.


Jika ingin menerbitkan tulisan Anda menjadi buku ber-ISBN, silakan baca keterangan selengkapnya di: Proyek Penerbitan Buku

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016

Sabtu, 04 Februari 2017

Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru

Judul: Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya GuruPenulis: Agita Yuri [et al.] dkk.
Penerbit: Penerbit Lingkarantarnusa
Terbit: Oct 2015
Tebal: 152 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-1630-38-9
Harga: Rp45.000

Pemesanan, silakan menghubungi:

08882882749



Buku Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru memuatdua puluh cerita pendek anak karya guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis.

Ini adalah buku keempat yang memuat cerpen-cerpen pilihan hasil dari Kontes Nulis Cerpen untuk Guru yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa. Kontes ini berlangsung mulai 12 September 2014 hingga 28 Februari 2015. Lomba ini menghasilkan 3 pemenang sebagai berikut: cerpen berjudul “Lelaki yang Ingin Menikah dengan Dewi” karya Dwitya Sobat Ady Dharma sebagai pemenang pertama, cerpen “Kisah Anjing Berkerumunan di Kepalaku” karya Rai Sujaya sebagai pemenang kedua, dan cerpen “Mak Sadem dan Tikus Wirok” karya L. Bening Parwita Sukci sebagai pemenang ketiga.

Dari 103 naskah cerpen yang masuk ke panitia, dipilih cerpen-cerpen yang dianggap layak terbit oleh panitia. Bersamaan dengan buku ini, terbit empat buku kumpulan cerpen lainnya sebagai berikut: (1) 8 Piring Menari di Mata Sari dan 17 Cerpen Guru Lainnya, (2) Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru, (3) Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya 15 Cerpen Guru Bertema Cinta, (4) Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu dan 14 Cerpen Guru Lainnya.

Selain dari naskah hasil lomba, kelima buku kumpulan cerpen ini juga memuat naskah-naskah dari kegiatan Lokakarya Sehari untuk Guru: Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN yang juga diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa pada tanggal 28 Maret 2015. Ternyata sebagian guru juga mengirimkan naskah cerita pendek dan bukan karya nonfiksi.

Selain itu sebagian naskah yang diterima oleh panitia berupa naskah cerpen untuk anak yang cukup bagus. Karena jumlahnya masih terlalu sedikit untuk menjadi sebuah buku kumpulan cerpen tersendiri, Komunitas Guru Menulis berupaya melengkapinya dengan menyelenggarakan proyek penulisan cerpen anak. Maka jadilah buku kumpulan cerpen Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru.

Kelima buku kumpulan cerpen ini dipersembahkan oleh Komunitas Guru Menulis kepada pecinta bacaan fiksi pada umumnya namun khususnya untuk semua guru di Indonesia sebagai pemacu bagi munculnya karya-karya selanjutnya.

Komunitas Guru Menulis adalah sebuah wadah bagi para guru dan dosen di seluruh Indonesia untuk membagikan pengalaman dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan-tulisan kreatif dan inspiratif yang akan semakin mendukung karya guru dan pemajuan dunia pendidikan. Komunitas Guru Menulis berharap bisa menjadi virus yang menjangkiti semakin banyak guru untuk mulai dan terus menghasilkan tulisan-tulisan yang terpublikasikan.

Daftar cerpen:
1. Agita Yuri ~ Bunga untuk Bunda
2. Agita Yuri ~ Lalita Si Rambut Brindil
3. Agita Yuri ~ Zito, Semut yang Rakus
4. Ari Vidianto, S.Pd.SD. ~ Tabrakan
5. Chairil ZM ~ Kado Istimewa buat Abil
6. Dionisius Agus Puguh Santosa, SE ~ Andai Aku Jadi Anak Kota
7. Dionisius Agus Puguh Santosa, SE ~ Bertamasya Bersama Matahari
8. Dwi Kurnianingsih, S.Pd. ~ Tersandung
9. Eka Nur Apiyah ~ Ransel Berwarna Hitam
10. Fiqih Nindya Palupi, S.Pd. ~ Hadiah Buat Simbok
11. Fiqih Nindya Palupi, S.Pd. ~ Terbang Melayang Terbawa Layang-Layang
12. Gito, S.Pd. ~ Gara-Gara Hobi Mancing
13. Hakmin Laode Ngkowe ~ Tina Gadis Pendiam
14. Maria Fenny ~ Cinta Mama
15. Maria Theressa ~ Kelompok Negeri Jendela
16. Marinah ~ Bukan Titik Akhir
17. Nanik Dwirahayu ~ Tenda Persahabatan
18. Rai Sujaya ~ “Save” Angeline
19. Retno Sumirat ~ Ibu Tiri Enggak Jahat Kok
20. Sri Endah Sulistyaningtyas ~ Menolong Sampah
21. Y. Wahyu B. ~ Tugas Ita


Jika ingin terlibat dalam proyek ini, silakan baca keterangan selengkapnya di: Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016

Sabtu, 31 Oktober 2015

Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu dan 14 Cerpen Guru Lainnya


Judul: Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu dan 14 Cerpen Guru Lainnya
Penulis: Andreas Aris Eko Mulyono, dkk.
Penerbit: Penerbit Lingkarantarnusa
Tebal: 158 halaman
ISBN: 978-602-1630-35-8
Harga: Rp45.000

Pemesanan, silakan menghubungi:

08882882749

0274-8006655 


Buku Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu dan 14 Cerpen Guru Lainnya memuat lima belas (15) cerita pendek karya guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis.

Ini adalah buku pertama yang memuat cerpen-cerpen pilihan hasil dari Kontes Nulis Cerpen untuk Guru yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa. Kontes ini berlangsung mulai 12 September 2014 hingga 28 Februari 2015. Lomba ini menghasilkan 3 pemenang sebagai berikut: cerpen berjudul “Lelaki yang Ingin Menikah dengan Dewi” karya Dwitya Sobat Ady Dharma sebagai pemenang pertama, cerpen “Kisah Anjing Berkerumunan di Kepalaku” karya Rai Sujaya sebagai pemenang kedua, dan cerpen “Mak Sadem dan Tikus Wirok” karya L. Bening Parwita Sukci sebagai pemenang ketiga.

Dari 103 naskah cerpen yang masuk ke panitia, dipilih cerpen-cerpen yang dianggap layak terbit oleh panitia. Bersamaan dengan buku ini, terbit empat buku kumpulan cerpen lainnya sebagai berikut: (1) Ibu, Aku Pulang dan 14 Cerpen Guru Lainnya, (2) Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru, (3) Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya 15 Cerpen Guru Bertema Cinta, (4) 8 Piring Menari di Mata Sari dan 17 Cerpen Guru Lainnya.

Selain dari naskah hasil lomba, kelima buku kumpulan cerpen ini juga memuat naskah-naskah dari kegiatan Lokakarya Sehari untuk Guru: Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN yang juga diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa pada tanggal 28 Maret 2015. Ternyata sebagian guru juga mengirimkan naskah cerita pendek dan bukan karya nonfiksi.

Selain itu sebagian naskah yang diterima oleh panitia berupa naskah cerpen untuk anak yang cukup bagus. Karena jumlahnya masih terlalu sedikit untuk menjadi sebuah buku kumpulan cerpen tersendiri, Komunitas Guru Menulis berupaya melengkapinya dengan menyelenggarakan proyek penulisan cerpen anak. Maka jadilah buku kumpulan cerpen Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru.

Kelima buku kumpulan cerpen ini dipersembahkan oleh Komunitas Guru Menulis kepada pecinta bacaan fiksi pada umumnya namun khususnya untuk semua guru di Indonesia sebagai pemacu bagi munculnya karya-karya selanjutnya.

Komunitas Guru Menulis adalah sebuah wadah bagi para guru dan dosen di seluruh Indonesia untuk membagikan pengalaman dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan-tulisan kreatif dan inspiratif yang akan semakin mendukung karya guru dan pemajuan dunia pendidikan. Komunitas Guru Menulis berharap bisa menjadi virus yang menjangkiti semakin banyak guru untuk mulai dan terus menghasilkan tulisan-tulisan yang terpublikasikan.

Daftar cerpen:
2. Dwitya Sobat Ady Dharma ~ Lelaki yang Ingin Menikah dengan Dewi
3. Hastira Soekardi ~ Buku Untuk Neng Amel
4. L. Bening Parwita Sukci ~ TinkMendulang Embun
5. Lilis Ummi Faiezah ~ Mat Anakku
6. Lovie Gunansyah ~ Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu
7. Mbah Mo ~ Ironi di Sebuah Negeri
8. Pine Finahari ~ Mama Selalu Ada
9. Rai Sujaya ~ Kisah Anjing Berkerumunan di Kepalaku
10. Ratih Mayasari ~ Pena di Ujung Negeri
11. Redo Aprillindo Rizaldi ~ Ronaldo dari Lamgugob
12. Rian Harahap ~ Musim Batu
13. Sumarsih, S.Pd. ~ Semut-Semut Andromeda
15. Y. Wahyu B. ~ Syair Kiriman Barjo