Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Widayanti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Widayanti. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2020

Jangan Lihat Bajuku

Kisah Inspiratif Guru oleh Widayanti, S.Pd.
Photo by Kakarot from Pexels

Namanya Fitri Zahra Alifia. Gadis cantik ini selalu tampil ceria. Kesehariannya ia adalah anak yang aktif dan selalu tampil rapi. Dengan rambut yang selalu dikepang dua di kanan dan kirinya menambah gemes siapa pun yang melihatnya. Melihat penampilannya, kalau boleh aku menerka, dia mungkin termasuk anak dari keluarga menengah ke atas. Hal ini terlihat dari pakaiannya yang selalu rapi disetrika serta alat sekolahnya yang lengkap. Untuk pastinya, aku belum tahu, aku belum pernah berkunjung ke rumahnya. Jadwal kunjungan rumah aku prioritaskan pada anak yang ada masalah dalam belajarnya. Karena Fitri termasuk anak yang low problem, maka jadwal kunjungan masih di urutan ke 18 dari 22 siswaku. Dari home visit inilah, aku banyak tahu keadaan siswa yang sebenarnya.
Suatu hari saat beberapa orang siswaku dibawa ke bank untuk mendapatkan BSM (Bantuan Siswa Miskin), Fitri meminta dibacakan siapa saja nama anak yang mendapatkan bantuan. Setelah kubacakan, terlihat raut muka Fitri sedikit muram. Tidak ada namanya di daftar dan sekilas ia tampak kecewa. Setelah itu, ia kembali ceria dan berbaur bersama temannya yang lain.
“Nanti siang main ke rumah, ya, Bu!” Fitri mengajakku berkunjung ke rumahnya. Aku pun mengiakan saja karena kebetulan hari ini tidak ada jadwal kunjungan. Pukul 10.50 WIB, sepulangnya siswa kelas 2, aku bersama Fitri menuju rumahnya setelah sebelumnya minta izin kepada Kepala Sekolah.
Dalam bayanganku, Fitri akan membawaku ke sebuah rumah besar dan ayah serta ibunya akan menyambutku dengan terbuka untuk membahas apapun untuk kemajuan putrinya. Orang tuanya tentu adalah orang yang mengerti pendidikan, terlihat dari Fitri yang selalu aktif di kelas. “Tentu nurun dari mereka,” begitu pikirku.
“Di situ, balik kanan, Bu. Nah, itu rumahku,” Fitri menunjuk ke sebuah rumah di pinggir jalan.
“Yang itu?” tanyaku tak percaya. Ia menjawab dengan senyuman. Rasanya aku tidak percaya pada apa yang aku lihat. Fitri membawaku masuk ke sebuah rumah sederhana, bahkan sangat sederhana jika dibandingkan dengan teman-temannya yang lain yang pernah aku kunjungi. Di dalamnya disambut oleh ibunya yang hanya tinggal sendirian, sementara ayahnya merantau ke luar kota dengan profesi kuli bangunan.
“Beginilah keadaan kami, Bu. Penghasilan ayah Pipit hanya cukup untuk makan sehari,” demikian cerita mengalir dari ibu Fitri.
“Fitri anak yang rajin dan selalu rapi, Bu. Prestasinya juga bagus,” ujarku yang dijawab dengan senyuman.
“Alhamdulillah, Bu, untuk urusan sekolahnya Fitri adalah nomer satu bagi kami. Kami rela berpuasa asalkan keperluan sekolah Fitri lengkap. Uang sakunya ada, itu sudah cukup membahagiakan kami, walaupun harus putar sana-sini. Tahun lalu kami menjual cincin satu-satunya untuk membeli setrika agar Fitri terlihat sama dengan teman-temannya,” aku tak kuasa lagi menahan butiran air mataku mendengar kisah ibunya Fitri.
Masya Allah, ternyata anak ceria yang kukira anak orang kaya ini adalah anak dari orang tua miskin yang hebat. Ternyata benar, jangan hanya menilai anak dari penampilan luarnya saja. Terbukti kali ini aku salah menilai tentang muridku.
“Ini, Bu, sekadar hasil panen kami,” ibu Fitri menyerahkan plastik hitam berisi kacang tanah saat aku pamit untuk kembali ke sekolah. Subhanallah, dia masih mau berbagi? Padahal seharusnya merekalah yang berhak menerima. Sesak dadaku atas kenyataan ini. Aku ingin segera kembali ke sekolah. Sejuta perasaan antara haru, kagum, sekaligus rasa bersalah berkecamuk di dadaku. Aku bertekad akan menceritakan semua ini pada kepala sekolah agar dipertimbangkan untuk mendapatkan BSM berikutnya.
***

Menulislah, maka kau akan dibaca.




Widayanti, S.Pd. Lahir di desa Kaduara Timur Pragaan Sumenep, 22 September 1986. Saat ini mengajar di SDN Kapedi 1 Bluto Sumenep.


Tulisan ini diambil dari buku KAPUR & PAPAN Kisah Inspiratif Guru 1 halaman 74-75, Pemenang Kedua dalam Lomba Nulis Kisah Inspiratif 1 Halaman

Minggu, 05 Februari 2017

Diary Sang Guru: Catatan Pendidikan Seorang Guru SD

Diary Sang Guru: Catatan Pendidikan Seorang Guru SD

Diary Sang Guru: Catatan Pendidikan Seorang Guru SD

Detil Produk
Kode: 0085
Judul: Diary Sang Guru: Catatan Pendidikan Seorang Guru SD
Penulis: Widayanti, S.Pd.
Terbit: Dec-16
Tebal: 110 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-1630-86-0
Harga: Rp 35,000 

Sebuah catatan perjuangan seorang guru SD di sekolah pesolok yang serba terbatas, dengan fasilitas dan akses jalan yang masih sangat memprihatinkan. Namun dari semua keterbatasan yang ada, Sang Guru berhasil menempa dirinya, lewat keterbukaan untuk selalu mau belajar, dari apa pun: orang lain, peristiwa, bacaan. Perjuangan tanpa kenal lelah, sebuah pengabdian penuh, tak lepas dari pengorbanan, mengantar ibu ini menjadi seorang guru yang memang layak menyangdang predikat sebagai seorang guru, bukan saja bari para muridnya, namun bagi guru lainnya.


Daftar Isi:Bendera Setengah Miring
Jujur dan Dipukul
Terima Rapor
Romantisme dalam Secawan Madu
Madura, Oh, Madura
Perjalanan Menuju Sekolah
Akulah Muridmu Dulu
Guru Killer dan Piring Cantik
Apa kabarmu, Andre?
Batman Teacher
Bu Guru Nyeker Lompati Pagar
Belajar dan Belajar
Gimana, Gimana?
Jemput Bola Mentor Ceria
Lahap Habis Materi
Andragogi atau Anda Grogi?
Miliki dan Nikmati
Rere dan Jojo
Umeetme vs Mumeetme
Semua Berawal dari Mimpi
Tertangkap Tangan


Jika ingin menerbitkan tulisan Anda menjadi buku ber-ISBN, silakan baca keterangan selengkapnya di: Proyek Penerbitan Buku

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016

Sabtu, 04 Februari 2017

Cinta Kedua dan 18 Cerpen Lainnya

Cinta Kedua dan 18 Cerpen Lainnya

Cinta Kedua dan 18 Cerpen Lainnya


Detil Produk
Kode: 0089
Judul: Cinta Kedua dan 18 Cerpen Lainnya
Penulis: Abdul Hakim [et al.]
Terbit: Dec-16
Tebal: 144 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-1630-85-3
Harga: Rp 40,000 

Deskripsi
Memuat 19 cerpen karya para guru dari pelbagai pelosok Nusantara. Sebagian besar berkisah tentang cinta, ada juga yang mengangkat tema sosial, tema perempuan, tema pendidikan (relasi guru-murid), tema keagamaan. Kumcer ini adalah buku pertama hasil Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa. 

Daftar tulisan:
Abdul Hakim ~ Aku Bukan Katak
Abdul Hakim ~ Kupon
Agita ~ Amoeba di Kampung Imajinasi
Agita ~ Mereka Juga Kartini
Eka Nurbulan ~ Cinta Diana
Eka Nurbulan ~ Cinta Kedua
Eka Nurbulan ~ Ketika Cinta Itu Datang
Erma ~ Sepenggal Kisah Ibu
Erma ~ Sesaat Cinta Bersemi
Melyani Dwi Astuti ~ Cinta di Musim Panen Padi
Melyani Dwi Astuti ~ Cintamu Hanya Setetes Embun
Melyani Dwi Astuti ~ Kabut di Tengah Badai
Niken Purwani ~ Akhirnya Aku Menemukan-Mu
Niken Purwani ~ Janji dalam Sepotong Pempek
Niken Purwani ~ Kulihat Cinta di Matamu
Nurmin ~ Bisikkan Sepotong Kalimat Syahadat di Telingaku
Nurmin Al-Farij ~ Kembali ke Jalan Lurus
Sri Indriyana ~ Huruf “E”
Widayanti ~ Atas Nama Rindu




Jika ingin terlibat dalam proyek ini, silakan baca keterangan selengkapnya di: Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016