Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Ch. Suryanti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ch. Suryanti. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Desember 2021

Membangun Spiritualitas Keluarga Katolik karya Dra. Chatarina Suryanti, M.Hum.




Kore: 0320006
Judul: Membangun Spiritualitas Keluarga Katolik
ISBN: 978-623-7421-50-4 
Terbit: 16-Des-21
Tebal: 86 halaman (viii+78)
Ukuran: 13x19 cm
Harga: Rp45.000

Kata kunci: teologi, ajaran gereja, gender, seks, keadilan gender, ketidakadilan gender, kesetaraan gender, keluarga, budaya cinta kasih, pelayanan gereja, doa mazmur gender,spiritualitas pelayanan gereja, bentuk ketidakadilan gender

Deskripsi:
"Buku ini merupakan hasil penelitian tentang hakikat keluarga menurut ajaran Katolik. Penelitian ini menemukan bahwa jati diri keluarga kristiani adalah Gereja rumah tangga (ecclesia domestica), keluarga merupakan pusat pertumbuhan iman seluruh keluarga. Orang tua dan anak-anak dalam keluarga Katolik mesti  menimba semangat dasar dari hidup dan karya Yesus yang mewartakan Kerajaan Allah. Sebagai Gereja rumah tangga, keluarga mengambil bagian dalam tiga tugas Kristus, yaitu sebagai imam, raja, dan nabi. Kehidupan sehari-hari dalam keluarga menjadi tempat yang kondusif dan efektif  bagi perwujudan tiga tugas tersebut. Keluarga merupakan tempat yang tepat untuk perayaan iman bersama, untuk pewartaan iman, dan mewujudkan persaudaraan dalam kasih. 
Penemuan ini sangat relevan saat ini. Pada masa pandemi Covid-19 ini,  keluarga harus mengambil peran pokok di dalam pembinaan iman anggota-anggotanya, karena pada saat pandemi Covid-19 kegiatan-kegiatan pembinaan iman di luar rumah sangat dibatasi. Pembinaan iman yang semula dapat dilaksanakan oleh pelbagai persekutuan di paroki, pada saat pandemi harus dilaksanakan oleh keluarga."

Daftar Isi
Kata Pengantar v
Daftar Isi vii
Pendahuluan 1
Dinamika Keluarga Dalam Dunia Modern 5
Keluarga Adalah Gereja Domestik 10
Sakramen Perkawinan 40
Spiritualitas Keluarga Katolik 51
Refleksi Dalam Terang Injil 55
Penutup 65
Daftar Pustaka 77


 

Jumat, 22 Januari 2021

Dra. Chatarina Suryanti, M. Hum.


 

Dra. Chatarina Suryanti, M. Hum.

Lahir di Sleman. Lulus Sarjana di Sekolah Tinggi Kateketik Pradnyawidya Yogyakarta (1986) dan Magister Humaniora di Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (2001). Sejak 1989 sampai sekarang menjadi dosen tetap di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan mengampu mata kuliah Pendidikan Agama dan Pendidikan Moral. Tahun 2008-2015 menjadi Kepala Kantor Kemahasiswaan dan Campus Ministry. Menerbitkan buku Urgensi Pendidikan Moral (2010), Penghayatan Iman Intrinsik (2017), dan Perempuan dalam Konflik Keluarga (2019).


Karya Bersama Komunitas Guru Menulis


Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja


Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja

Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja (Chatarina Suryanti & Elisabeth Marsella

Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja (Chatarina Suryanti & Elisabeth Marsella

Kode: 0320005
Judul: Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender dari Perspektif Gereja
ISBN: 978-623-7421-34-4
Terbit: 25-Nov-20
Tebal: 122 (x+112) halaman
Ukuran: 13x19 cm
Harga: Rp45.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)


Kata kunci: 
teologi, ajaran gereja, gender, seks, keadilan gender, ketidakadilan gender, kesetaraan gender, keluarga, budaya cinta kasih, pelayanan gereja, doa mazmur gender,spiritualitas pelayanan gereja, bentuk ketidakadilan gender

Deskripsi:

Manusia laki-laki dan perempuan diciptakan sebagai citra Allah. Mereka memiliki martabat yang sama: sama-sama memiliki kecerdasan dan kebebasan untuk menentukan pilihan hidupnya, dan sama-sama diciptakan sebagai makhluk sosial. Kebebasan dan kecerdasan yang mereka miliki bukan untuk kepentingan sendiri melainkan untuk kesejahteraan bersama. Sebagai citra Allah manusia dipanggil Tuhan untuk menjadi sahabat-Nya, sebab tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, tetapi semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Galatia 3: 28). 

Memang laki-laki dan perempuan berbeda secara seksual. Tetapi perbedaan itu bersifat saling menolong dan melengkapi satu sama lain. Ungkapan perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki dan sebagai penolong laki-laki tidak mengindikasikan subordinasi perempuan atas laki-laki, melainkan lebih menekankan pada kesamaan esensial bahwa keduanya sama-sama sebagai citra Allah.

Yesus sangat menghormati martabat manusia bahkan memperjuangkan martabat perempuan. Karena iman dan kesetiaan seorang perempuan Yesus mengubah air menjadi anggur dan menunjukkan keselamatan yang terlaksana dalam wafat dan kebangkitan-Nya. Dengan tegas Yesus berkata: “Barang siapa melakukan kehendak Allah dialah saudaraku laki-laki dialah saudaraku perempuan, dialah ibuku” (Markus 3: 35). Cinta kasih adalah tawaran yang diberikan Yesus untuk memperjuangkan keadilan dan kesetaraan gender. Tantangannya terletak dalam kesetiaan antara suami-istri karena ada banyak cobaan, kesulitan dan penderitaan yang diakibatkan oleh sistem ekonomi, politik dan budaya yang merendahkan martabat manusia. Maka Yesus menginginkan supaya Gereja-Nya menjadi sebuah rumah tangga dengan pintu selalu terbuka mencintai semua orang: “Lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Wahyu 3: 20).


Daftar Isi:

Kata Pengantar v
Daftar Isi ix
Bab I Gagasan Dasar dan Petunjuk Umum 1
Bab II Pendahuluan 5
Bab III Materi-materi Penuntun 11
A. Pengertian Gender dan Seks 11
B. Bentuk-bentuk Ketidakadilan Gender 17
C. Pandangan Gereja Katolik tentang Gender 24
D. Mewujudkan Keadilan dan Kesetaraan Gender lewat Keluarga 39
E. Spiritualitas Pelayanan Gereja 47
F. Berjuang dengan Budaya Cinta Kasih 64
G. Refleksi dan Tantangannya 80
H. Doa Mazmur Gender 95
Bab IV Penutup 101
Daftar Pustaka 109
Data Penulis 111

Sabtu, 31 Agustus 2019

Perempuan dalam Konflik Keluarga






Kode: 0320002
Judul: Perempuan dalam Konflik Keluarga
Penulis: Dra. Ch. Suryanti, M.Hum.
ISBN: 978-623-90477-1-9
Terbit: 22 Maret 2019
Tebal: 72 (viii+64) halaman
Ukuran: 13x19 cm
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)


Kata kunci: teologi feminis, peran perempuan, moral perkawinan, perkawinan Katolik, konflik keluarga, komunikasi suami istri, Ch. Suryanti

Deskripsi:
Zaman ini ditandai oleh perubahan yang pesat dalam banyak bidang kehidupan masyarakat. Salah satu perubahan yang cukup menggelisahkan adalah masalah keluarga. Masalah keluarga menyangkut kepentingan semua orang. Mereka yang tidak menikah pun pada umumnya hidup dalam keluarga. Karena menyangkut dua orang pribadi atau lebih dan memiliki latar belakang berbeda, hidup dalam keluarga tidak mungkin tanpa konflik. Apalagi di zaman ini tampaknya juga ada pergeseran pandangan dan praktik hidup suami-istri. Emansipasi perempuan juga mengubah pandangan dan praktik hidup suami-istri.

Isi buku ini merupakan hasil penelitian lapangan dan penelitian pustaka dengan responden perempuan-perempuan Katolik dari wilayah St. Markus di paroki Gereja St. Aloysius Gonzaga Mlati Sleman yang sudah menikah dengan usia maksimal 75 tahun. Penelitian ini bertitik tolak dari keprihatinan kami terhadap situasi keluarga yang bersifat konfliktif. Keprihatinan ini mengusik kami untuk mengajak kaum perempuan mengatasi konflik keluarga dengan semangat kristiani yang menekankan kasih, solidaritas, dan persatuan demi mewujudkan Kerajaan Allah. Dasarnya adalah keyakinan bahwa dalam situasi konfliktif Allah tetap mengutus kita menjadi saksi-Nya, menjadi pelaksana firman-Nya.

Konflik dalam keluarga dapat menjadi medan perwujudan iman dan cinta kasih. Konflik bisa menumbuhkan sikap berpengharapan dan ruang untuk menemukan kekuatan baru sehingga relasi antara suami–istri dapat dipertahankan dan berkembang menjadi lebih baik. Bahkan dalam konflik keluarga suami–istri dapat saling menyadari akan kekurangannya dan akan tugas panggilan mereka untuk saling meneguhkan dan menyempurnakan satu sama lain, sehingga cinta kasih mereka tidak berkesudahan

Daftar Isi:
Pendahuluan
Perkawinan Katolik
Teologi Feminis
Moral Perkawinan
Komunikasi Antara Suami dan Istri
Peran Perempuan dalam Menyelesaikan Konflik Keluarga


Minggu, 10 Desember 2017

Penghayatan Iman Intrinsik karya Dra. Ch. Suryanti, M.Hum.

Penghayatan Iman Intrinsik karya Dra. Ch. Suryanti, M.Hum.

Penghayatan Iman Intrinsik karya Dra. Ch. Suryanti, M.Hum.

Detil Produk
0124
Judul: Penghayatan Iman Intrinsik
Penulis: Dra. Ch. Suryanti, M.Hum.
Terbit: Nov 2017
Tebal: 76
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-6688-23-1
Harga: Rp 30,000

Iman merupakan salah satu keutamaan moral yang menjadi dasar dalam kehidupan beragama. Bagaikan pohon, dalam hidup beragama kita perlu berjuang untuk membenamkan akar ke tanah agar pohon punya pegangan kuat, dan kita perlu berjuang untuk tumbuh ke atas agar pohon itu berguna bagi manusia. Demikian pun dalam beragama, kita perlu berpegang pada iman dan perlu mencari cara untuk dapat mewujudkannya dalam perbuatan. Maka iman tidak bisa dilepaskan dari pengharapan dan cinta kasih. Allah menghendaki bahwa iman, harapan, dan cinta kepada sesama, bukan hanya dalam kata-kata kepada Tuhan saja (Mat 7: 21). Tanpa dasar yang kokoh, kehidupan beragama menjadi dangkal dan cenderung bersifat penghiburan. Isi buku ini merupakan hasil penelitian lapangan dan penelitian pustaka dengan responden mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Kata kunci: iman intrinsik, iman ekstrinsik, agama, motivasi beragama, iman dan IPTEK, kemanusiaan, cinta kasih

Daftar isi:
1. Kata Pengantar ~ 5
2. Daftar Isi ~ .7
3. Pendahuluan  ~ 9
4. Motivasi Beragama 13
5. Iman Inti Agama. 21
6. Iman Tanpa Perbuatan Mati ~  ~ . 31
7. Mengedepankan Orientasi Kemanusiaan 39
8. Cinta Kasih sebagai Motivasi Dasar ~  43
9. Iman dan IPTEK. 47
10. Penutup  ~ . 69
11. Daftar Pustaka. 73

Jika ingin menerbitkan tulisan Anda menjadi buku ber-ISBN, silakan baca keterangan selengkapnya di: Proyek Penerbitan Buku

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016