Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Titiek Setyani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Titiek Setyani. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 April 2020

Malaikat Kecilku

Kisah Inspiratif Guru oleh Titiek Setyani
Photo by Philip Boakye from Pexels

Andai aku bisa menghitung berapa kali aku melintasi Luk Pitu ini? Hmmm tinggal mengalikan; sepuluh tahun dikali hari aktif bekerja. Luk Pitu sungguh istilah yang tidak benar. Bagaimana tidak? Ada hampir 14 sampai 17 belokan tanjakan untuk melintasi ketiga bukit itu, kenapa hanya disebut tujuh tikungan? Pertanyaan yang belum pernah ada jawabnya. Tak perlulah menjadi suatu permasalahan untukku. Luk Pitu selalu kurindu dan mengikat kecintaanku erat ke alam dan Penciptanya. Betapa tidak, pohon-pohon jati yang selalu mendendangkan lagu merdu di pagi hari seakan menyambut aku dengan ucapan selamat paginya. Gesekan dedaunan dan batang-batang mengering di siang hari seakan melantunkan musik pengobat lelah dan dahagaku sepulang kerja. Berapa lantunan shalawat yang terucap di bibir dan hatiku ketika melintasinya? Atau berapa banyak lagu yang aku dendangkan di setiap langkahku?
Dua jam perjalanan yang harus aku luangkan tiap pagi agar tidak terlambat menemani malaikat-malaikat kecilku menapaki hidup dan mengejar masa depanya. Hilang segala lelah dan penat setiap aku memasuki gerbang SMPN 2 Kademangan. SMP kecil yang indah di perbukitan dengan hamparan hutan menghijau, dan senyum pun akan mengembang setiap aku akan memarkir sepeda. Laki-laki kecil itu yang selalu menungguku dengan senyuman yang mengembang. Segera dia ambil alih sepedaku, memosisikannya sedemikian rupa sehingga mudah bagiku untuk pulang nanti. Dia lepaskan tali-temali di jok belakangku untuk membebaskan tas kecil hitam yang sarat dengan semua peralatan mengajar, sementara aku disibukkan untuk membuka semua perlengkapan perjalananku. Helm standarku yang sungguh teramat berat: masker penutup hidung dan mulutku, kaos tanganku, jaketku dan terakhir kacamata jalanku. Dia sudah sodorkan tempat kaca mataku yang diambil dari keranjang depan Varioku. Dalam diam kuterima kacamata itu, aku mengganti kacamata jalan dengan kacamata yang sama-sama minus 3.75. Laki-laki kecil itu paham betul semua tentangku. Dalam diam dia membantuku.
Selesai sudah aku dengan kesiapan lahir dan batin menemani mereka. Kami harus berjalan di lorong yang lumayan panjang untuk menuju kantor guru.
“Ibu terlambat, Nak?” Dia menatapku dan menggeleng pelan sambil tersenyum. “Alhamdulillah, masih ada waktu beristirahat sejenak.” lanjutku. Dia lagi-lagi mengangguk dengan senyumnya yang teramat manis.
Lelaki itu menghantarkan aku sampai di depan pintu kantor guru, diserahkannya tas kecilku dan mencium tanganku dengan tulus dan ikhlas. Menatapku dengan pandangan yang bening dan senyumnya yang teramat manis. Sorot mata yang menguatkanku, senyumnya yang meneguhkanku, selalu ada bulir air mata berlinang di pelupuk mataku setiap mengingatnya. Tatapan yang dapat mewakili berjuta rasa betapa dia sungguh menyayangiku, senyuman yang teramat manis seakan hadiah yang tak ternilai untukku. Bagaimana dia begitu erat setiap menggenggam tanganku.
Dan pagi ini aku tercenung membaca pesan di ponselku: “Bunda… sungguh benar dalam diam pun aku mampu berkarya. Mohon doa Bunda, Opick berhasil masuk UGM: Interior Desain. Opick akan buktikan pada dunia bahwa dalam keterdiaman, Opick bisa. Semua karena Bunda. Mohon tunggu pesan Opick berikutnya. Bunda jaga kesehatan.”
Ya, Opick malaikat kecilku. Siswa SMP yang berjuang sekuat tenaga mengatasi kekurangannya. Opick yang berbicara sengau dengan artikulasi yang tidak jelas karena cacat sejak lahir. Semoga Allah selalu menyertaimu, malaikat kecilku. Bunda menunggu pesan dan kesuksesan dunia akhiratmu.
***
Dengan mendengar kita akan belajar sesuatu yang baru.

Titiek Setyani [Merry Moe], berjuang untuk mendapatkan ridho Ilahi. Sebagai seorang pendidik; belajar dari pengalaman diri dan menuangkan dalam karya.


Tulisan ini diambil dari buku KAPUR & PAPAN Kisah Inspiratif Guru 1 halaman 42-43

Sabtu, 31 Maret 2018

Untaian Sedoka untuk Kekasih

Untaian Sedoka untuk Kekasih

Untaian Sedoka untuk Kekasih


Detail Produk:
Judul: Untaian Sedoka untuk Kekasih
Penulis: Abdul HakimAlpha Mariani, Ambarwati DwiAmie RinawatiClara Anita UtamiDeviary Bayuningratri, Eka NurbulanErma BaharErni Dwi Dwi Widowati, Estu Puji HandayaniEtik Elfia Endrawati  Eva Septiana RAEvy Christh, Fipi HayatiHadiyanto SahputraIing MidjaKristiana Widayanti, Lailatul Khurriyah, Lila KodarriyaMelyani Dwi AstutiNining YuzardsifBonaventura ParyadiPujarsono, Puji RahayuRaja Panduwinata, Ratna AgustinaRoida Nurisfajaryati Martiane, Romlah, Shanti AgustianiSri Mahmudah, Sri PujiwatiSulistyoriniSuryanti, Titiek SetyaniTri Elliawati, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Veronika Hartanti, Yati Kurniawati YapYovita HapsariYunita Dwi Lestari
Terbit: Mar-18
Tebal: 216 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-6688-43-9
Harga: Rp55.000


Deskripsi:
Untaian Sedoka untuk Kekasih merupakan kumpulan puisi sedoka hasil karya 39 anggota Komunitas Guru Menulis: Abdul Hakim, Alpha Mariani, Ambarwati Dwi, Amie Rinawati, Anita Utami, Deviary Bayuningratri, Eka Nurbulan, Erma Bahar, Erni Dwi Widowati, Estu Puji Handayani, Etik Elfia Endrawati, Eva Septiana RA, Evy Christh, Fipi Hayati, Hadiyanto Sahputra, Iing Midja, Kristiana Widayanti, Lailatul Khurriyah, Lila Kodarriya, Melyani Dwi Astuti, Nining, Paryadi, Pujarsono, Puji Rahayu, Raja Panduwinata, Ratna Agustina, Roida Nurisfajaryati Martiane, Romlah, Sri Mahmudah, Sri Pujiwati, Sulistyorini, Suryanti, Titiek Setyani, Tri Elliawati, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Veronika Hartanti, Yati Kurniawati, Yovita Hapsari, Yunita Dwi Lestari.


Kamis, 26 Oktober 2017

Haiku Guru #1 karya Komunitas Guru Menulis

Haiku Guru #1 karya Komunitas Guru Menulis

Haiku Guru #1 karya Komunitas Guru Menulis


Detil Produk
Kode: 0107
Judul: Haiku Guru #1
Penulis: Abdul Hakim [et al.]
Terbit: Oct-17
Tebal: 106 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-6688-18-7
Harga: Rp40,000 


Jika ingin terlibat pada penerbitan haiku, silakan kunjungi Proyek Penerbitan Haiku

Untuk pemesanan hubungi:
WA 08882882749
Facebook: https://www.facebook.com/GuruMenulis2016

Selasa, 14 Maret 2017

Guru Berpantun Kumpulan Pantun Komunitas Guru Menulis #2

Guru Berpantun Kumpulan Pantun Komunitas Guru Menulis #2

Guru Berpantun Kumpulan Pantun Komunitas Guru Menulis #2


Detil Produk
Kode: 0095
Judul: Guru Berpantun Kumpulan Pantun Komunitas Guru Menulis #2
Penulis: Abdul Hakim [et al.]
Terbit: 1-Mar 2017
Tebal: 114 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-1630-97-6
Harga: Rp40,000

Kumpulan pantun Komunitas Guru Menulis. Merupakan kumpulan tulisan dari 16 guru yang tergabung ke dalam Komunitas Guru Menulis. Ada bermacam-macam pantun, seperti pantun nasihat, pantun pendidikan, pantun agama, pantun adat, pantun percintaan, pantun teka-teki, pantun kias, pantun peribahasa, pantun budi, pantun jenaka, pantun perpisahan, pantun kepahlawanan, karmina, talibun 6 baris, talibun 8 baris, dan talibun 10 baris.

Daftar kontributor:
Abdul Hakim, S.Pd.
Dra. Erma
Hendrika Era Farida Zai, S.Pd.
Hidayati,S.Pd.
Ika Ifrianti, S.Pd.
Ita Khairani, S.Pd.I.
Sitti Syathariah
Nur Rakhmat, S.Pd.
Pujarsono, S.Pd.
Salama BN.A. Kopong
Nurlia Santy Agustin, S.Pd., M.Pd.
Sultan, S.Pd.
Swesti Amelia, S.Pd.SD
Titiek Setyani, M.Pd.
Zaniza
Zelny Indrayani,S.S., S.Pd.

Jika Ibu Bapak guru ingin kisah pengalamannya diterbitkan menjadi buku ber-ISBN, silakan pelajari informasi selengkapnya di Proyek Penulisan dan Penerbitan Kisah Pengalaman Guru yang Menyentuh dan Menggugah

Buku dapat dipesan dengan menghubungi email komunitas.guru.menulis@gmail.com atau melalui sms ke 0888-2882-749 (WhatsApp)