Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Ambo Asse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ambo Asse. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Mei 2020

Sepucuk Surat untuk Istriku

Puisi Ambo Asse
Sepucuk Surat untuk Istriku, Puisi Ambo Asse
Photo by Danu Hidayatur Rahman from Pexels


Teruntuk belahan jiwa dan teman hidupku ... 
Wahai istriku, saya bersyukur mendapat pendamping seperti dirimu
Yang selalu bersabar akan kondisi dan kekuranganku
Wahai istriku, saat kita ijab kabul berjanji untuk mengarungi bahtera hidup rumah tangga
Kita telah berikrar menempuh satu jalan
Meskipun banyak pilihan jalan yang lain
Yakni menjalani kehidupan bahtera rumah tangga dengan pedoman agama
Sebagaimana yang telah disunahkan oleh Rasulullah Sallallahualaihi wasallam. 
Itulah keyakinan kita, meskipun kita dengan keterbatasan
Tapi usaha dan perjuangan selalu 
Wahai istriku, ketahuilah membangun rumah tangga yang sesuai dengan harapan tidaklah mudah, untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawadah dan warahmah. Olehnya suamimu butuh dukungan dan kesabaran untuk memperjuangkannya. 
Istriku, rumah tangga yang bahagia tidaklah cukup hanya bermodal cinta saja
Akan tetapi rumah tangga dibangun atas hak dan kewajiban di mana cinta dan keromantisan sebagai penghiasnya. 
Wahai istriku, 
Saya sadar akan beratnya tanggung jawab sebagai suami dan kepala rumah tangga
Yang tidak hanya memenuhi kebutuhan hidup keluarga
Tetapi menjaga keluarga dari beratnya siksaan api neraka
Semoga Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayahnya kepada kita

Wahai istriku, ibu dari anak-anakku
Saya tahu dan mengerti beratnya perjuanganmu untuk anak-anak kita
Dengan mengandung, melahirkan, membesarkan, merawat dan mendidik mereka
Namun engkau tetap sabar, tegar bahkan menikmati
Semoga anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan soleha

Wahai istriku, yang selalu memenuhi dan memanjakan diriku
Dirimu begitu tangguh dalam mengurus makananku, tidurku, pakaianku, dan semua keperluanku
Engkau melakukannya dengan sabar dan ketulusan
Dirimu begitu sabar dengan suamimu yang terkadang meminta sesuatu yang punya selera tinggi meskipun kondisi ekonomi lemah
Dirimu selalu menemaniku saat lelah dan letih
Yang selalu menyuntikkan energi dan semangat bagiku

Wahai istriku, maafkan suamimu yang serba kekurangan
Suamimu masih terbatas ilmu sehingga tergopoh-gopoh membimbingmu mengarungi hidup ini dalam mencari rida sang pencipta
Suamimu ini masih terbatas dalam memenuhi kebutuhan hidupmu
karena gaji suamimu hanya pas-pasan
Maafkan suamimu, jika kamu sering merasa kurang diperhatikan
Bahkan cuek, meskipun yang sebenarnya rasa cinta dan sayang suamimu tak mampu diluahkan melalui lisan dan kalimat-kalimat yang indah yang senantiasa engkau nantikan. 
Maafkan suamimu, tidak seromantis yang selalu kamu inginkan
Terima kasih istriku ...
Engkau telah bersedia menjadi pendampingku
Engkau telah melayaniku selama ini
Engkau telah mengandung, melahirkan, merawat, membesarkan dan mendidik suriatku
Engkau telah bersabar dalam lelah letihku dalam perjuangan hidup ini
Istriku, saya tahu ucapan terima kasihku ini tidak cukup dengan pengorbananmu selama ini ... 
Semoga Allah senantiasa meridai kita dan mempertemukan kita kembali di jannahnya





Pembacaan puisi ini bisa dinikmati dalam video berikut:

Jumat, 20 Maret 2020

Ambo Asse, guru SMP, anggota Komunitas Guru Menulis dari Nunukan, Kalimantan Utara

Ambo Asse, guru SMP, anggota Komunitas Guru Menulis dari Nunukan, Kalimantan Utara

Ambo Asse, S.Pd, dilahirkan di Wajo, 7 Desember 1983. Telah menempuh pendidikan tingkat SD dan SMP di daerah Perbatasan Indonesia–Malaysia di SDN 025 Sungai Haji Kuning Sebatik dan SMPN 1 Sebatik. Lulus Pendidikan SMA di SMA Negeri 1 Tellusiattinge Kabupaten Bone dan merupakan Alumni Universitas Tadulako Palu Jurusan Pendidikan MIPA Program Studi Pendidikan Fisika. Saat ini menjadi pengajar di SMP Negeri 1 Sei Menggaris Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara


Karya Bersama Komunitas Guru Menulis



Kosong: Kumpulan Puisi Januari 2019 #2
Kelak Akan Ada Kabar Dariku
Sepucuk Surat untuk Istriku
Sudaraku Menikahlah ...
Sabar dan Ikhlas dengan Indah
Nikmat yang Mana Lagi Kamu Dustakan?



Sabtu, 02 Maret 2019

Kosong: Kumpulan Puisi Januari 2019 #2


Kode: 0120012
Judul: Kosong: Kumpulan Puisi Januari 2019 #2
Penulis: Ambo Asse [et al.]
ISBN: 978-602-53561-3-1
Terbit: 28-Jan-19
Tebal: 84 halaman (viii + 76)
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)



Informasi detil:
Kode: 0120012
Judul: Kosong: Kumpulan Puisi Januari 2019 #2
ISBN: 978-602-53561-3-1
Terbit: 28-Jan-19
Tebal: 84 halaman (viii + 76)
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000


Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi kedua di tahun 2019 dan sekaligus buku ketujuh belas yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 46 puisi karya 10 guru.

Penulis dan puisinya:
Kang Gito  ~ 1
Sebuah Impian ~ 2
Antara Awal dan Akhir ~ 3
Kosong ~ 4
Puisiku ~ 5

Imawanty  ~ 7
Kuatkan dan Teguhkan Hatimu ~ 8
Kita ~ 10
Sahabat ~ 12
Hidup ~ 14
Tebarkan Kebaikan ~ 15

Ambo Asse ~ 17
Kelak Akan Ada Kabar Dariku ~ 18
Sepucuk Surat untuk Istriku ~ 19
Sudaraku Menikahlah ... ~ 22
Sabar dan Ikhlas dengan Indah ~ 24
Nikmat yang Mana Lagi Kamu Dustakan?  ~ 25

Titin Sutinah ~ 26
Bunda ~ 27
Why ...? ~ 29
Jangan ~ 30
Cukupkah Hanya dengan Kata Maaf? ~ 31
Senyum ~ 32
Seandainya ~ 33
Belajar Ikhlas ~ 34

Anita Sindar RM Sinaga ~ 35
Sisa Waktu ~ 36
Kekasih Jiwa ~ 38
Doa untuk NKRI ~ 39
Lelaki ~ 41
Spirit Tahun Baru ~ 43

Dyah Ayu Woro Wirateh  ~ 45
Di Balik Senja ~ 46
Negeriku Nan Indah ~ 47
Arti Sahabat ~ 48
Sajak Malam ~ 49
Ketika Ombak Tak Lagi Indah ~ 50

Karyani Sukaningsih  ~ 51
Mukjizat Tuhan ~ 52
Hari Pahlawan ~ 53
Ibu ~ 54

Muhamad Nursyahid ~ 56
Dawai Kehidupan ~ 57
Malu ~ 58
Sang Permata ~ 59
Syair-syair indah yang terbang bersama sang matahari. ~ 60

Roni Rahmawanto ~ 61
Guru ~ 62
Gadget ~ 63

Nur Faizah ~ 64
Di Antara Mereka ~ 65
Inilah  ~ 66
Kata Itu Bernama ~ 67
Kita Telah Ajari Mereka ~ 68
Maka Bacalah ~ 69
Yang Mana Wajahmu ~ 71