Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label artikel pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel pendidikan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Juni 2026

Projek Penerbitan Artikel 2026: Terbitkan 5 Kisah/Artikel-mu Jadi Karya Tunggal Bersama Penerbit Yedija Nusantara

Terbitkan 5 Kisah/Artikel-mu Jadi Karya Tunggal Bersama Penerbit Yedija Nusantara

Yuk terbitkan buku kumpulan kisah atau artikelmu jadi
KARYA TUNGGAL.


Kirimkan [minimal] 5 kisah atau artikel-mu ke terbitkanbuku@gmail.com. Kirimkan sebagai lampiran dalam 1 file Word yang memuat 5 artikel.


Penting: 
  • Naskah Anda akan melewati proses penerbitan standar dan akan diterbitkan oleh Penerbit Yedija Nusantara (https://yedijanusantara.web.id/). Naskah Anda akan benar-benar diedit (dari segi isi dan bahasa) oleh seorang editor.
  • Mohon tidak mengirimkan naskah jika Anda tidak menyepakati segala ketentuan yang tertulis mengenai proyek ini.

Ketentuan:
1.     Sanggup membiayai penerbitan sebesar Rp580.000 (ditambah ongkos kirim), dibayarkan di muka sesudah naskah dinyatakan layak. Penulis akan mendapatkan 4 eksemplar contoh terbit dan sertifikat. Biaya ini bukanlah biaya pembelian buku melainkan biaya proses penerbitan yang mencakup: editing, layout, desain cover, administrasi penerbitan, dan pencetakan contoh terbit.
2.     Menyertakan foto KTP
3.     Menyertakan foto diri
4.     Menyertakan narasi biodata maksimal 100 kata.
5.     Mengisi DATA PENULIS yang akan dikirimkan dalam email balasan.
6.   Mengisi dan menandatangani Surat Pernyataan Keaslian Karya di atas meterai dan mengirimkannya ke Penerbit.

Catatan
Ketebalan hasil layout akhir adalah 49 halaman (sudah termasuk halaman profil penulis).
  • Jika ternyata hasil layout melebihi 49 halaman (sampai maksimal 59 halaman), maka biaya kontribusi menjadi Rp695.000 (ditambah ongkos kirim) dan penulis akan mendapatkan 4 eks buku contoh terbit.
  • Jika hasil layout melebihi 59 halaman (sampai maksimal 69 halaman), maka biaya kontribusi menjadi Rp815.000 (ditambah ongkos kirim) dan penulis akan mendapatkan 4 eks buku contoh terbit.
  • Jika hasil layout melebihi 69 halaman (sampai maksimal 79 halaman), maka biaya kontribusi menjadi Rp955.000 (ditambah ongkos kirim) dan penulis akan mendapatkan 4 eks buku contoh terbit.
  • Jika hasil layout melebihi 79 halaman, perhitungan menggunakan untuk maksimal 79 halaman, yakni Rp955.000 dan setiap kelebihan halamannya dikenai biaya tambahan Rp13.000,00 per halaman.

Informasi mengenai biaya bisa dilihat di tabel berikut:

Jumlah
Kontributor

Jumlah
Kisah/Artikel*

Maksimal
Halaman
Per
Kontributor

Maksimal
Halaman
Total
Buku

Biaya
per
Kontributor

Jumlah
Contoh
Terbit

1 kontributor
(karya solo)

5 kisah/artikel

49 hal.

56 hal.

Rp 580,000

4 eks.

kisah/artikel

59 hal.

66 hal.

Rp 695,000

4 eks.

kisah/artikel

69 hal.

76 hal.

Rp 815,000

4 eks.

kisah/artikel

79 hal.

86 hal.

Rp 955,000

4 eks.

*Jumlah kisah/artikel tidak mengikat, bebas (yang penting minimal 5 kisah/artikel)


Contoh jika ketebalan buku 100 halaman. Biaya penerbitannya adalah Rp955.000 + 21 halaman x Rp13.000 = Rp1.228.000.

Rabu, 29 September 2021

26 Karya Tulis Guru pada Masa Pandemi (PTS, PTK, dan Best Practice)




Spesifikasi:
Kode: 0610007
Judul: 26 Karya Tulis Guru pada Masa Pandemi (PTS, PTK, dan Best Practice)
Penulis: 
  1. Fadiyah Suryani, M.Pd.Si.
  2. Fadiyah Suryani, M.Pd.Si.
  3. Edy Prajaka, S.Pd.
  4. Arif Jamali, S.Pd., M.Pd.
  5. Bambang Mintaraga, S.Pd.
  6. Dra. Dwi Essy Sumaryanti
  7. Dra. Praptanti Rahayu
  8. Dra. Suti Juneti
  9. Irwan Yusuf, M.Sc.
  10. Dra. M. C. Indri Wahyuningsih
  11. Sapto Nugroho, S.Pd., M.Pd.
  12. Dra. Dyah Puspitarini, M.Pd.
  13. Siti Zaeriya, S.Pd.
  14. Nurdiyah Suryani, S.Pd. Samsiyati, S.Pd.
  15. Rudarti, S.Pd.
  16. Nur Aini Budiastuti, S.Pd.
  17. Sri Wahyuni, S.Pd.
  18. Sri Windartati, S.Pd.
  19. Budi Hayati, S.Pd.
  20. Susanti, S.Pd.
  21. Rr. Neny Dewayani, S.Pd.
  22. Ririn Wahyu Priyanti, M.Pd.
  23. Diah Purwandari, S.Pd.
  24. Dyah Muslihah, S.T.
  25. Bayu Kurniawan, S.Pd.
  26. Rizky Puspitadewi, S.Pd.
ISBN: 978-623-7421-47-4
Terbit: 16-Sep-21
Tebal: 314 (xx+294) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp80.000


Deskripsi:
Aktivitas pembelajaran pada masa pandemi hanya dapat dilakukan secara daring. Namun, bagi jiwa yang inovatif dan kreatif, ini hanya menandakan saatnya manusia menghidupkan daya kreativitasnya. Fadiyah Suryani, M.Pd.Si., Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Yogyakarta, mengajak para guru untuk mengambil langkah kreatif dengan melakukan penelitian tindakan kelas. Ia sendiri juga melakukan penelitian tindakan sekolah untuk mendukung keberhasilan gerakan ini.
Buku ini adalah hasil dokumentasi dari kreativitas para guru tersebut, berisi 26 tulisan yang disarikan dari PTS, PTK, dan best practice yang dilakukan para guru selama pandemi dengan mata pelajaran yang diampu masing-masing: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Jerman, Bahasa Jawa, Matematika, Biologi, Fisika, Kimia, Bimbingan Konseling, Sosiologi, Geografi, Ekonomi, Sejarah, PPKn, Seni Budaya, Olahraga, TIK. Semua tulisan melaporkan adanya dampak positif bagi keberhasilan pembelajaran.

Daftar Penulis dan Tulisan:

  • Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta ~ Didik Wardaya, S.E, M.Pd.
  • Sambutan Kepala Balai Pendidikan Menengah Kota Yogyakarta ~ Dra. Triana Purnamawati, M.M.
  • Sambutan Pengawas Pembina SMA Negeri 5 Yogyakarta ~ Dra. Reni Herawati, M.Pd.B.I.
  • Sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Yogyakarta ~ Fadiyah Suryani, M.Pd.Si.

  1. Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pemantauan Karakter Siswa dengan Metode Mentoring ~ Fadiyah Suryani, M.Pd.Si.
  2. Memantapkan Pengambilan Jurusan di SNMPTN dengan Teknik Cinematherapy ~ Edy Prajaka, S.Pd.
  3. Wagetub Solusi Pembelajaran Daring Matematika ~ Arif Jamali, S.Pd., M.Pd.
  4. Menulis Resensi Menjadi Mudah dengan Barja Pintar ~  Bambang Mintaraga, S.Pd.
  5. Asyiknya Belajar Biologi Melalui Media V-LAB ~ Dra. Dwi Essy Sumaryanti
  6. Praktik Berbicara Teks Eksplanasi Menjadi Mudah Melalui Video ~ Dra. Praptanti Rahayu
  7. Peningkatan Resiliensi Matematis Menggunakan Problem Based Learning dengan Google Classroom ~ Dra. Suti Juneti
  8. Peningkatan Aktivitas dan Hasil Pembelajaran Fisika Materi Gerak Melingkar Melalui Penerapan IBL (Inquiry Based Learning) pada Siswa Kelas X Semester 1 ~ Irwan Yusuf, M.Sc.
  9. Penumbuhkembangan Afeksi Melalui Puisi Bertoga Berbasis Proyek ~ Dra. M. C. Indri Wahyuningsih
  10. Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay-Two Stray (Ts-Ts) pada Program Kemitraan ~ Sapto Nugroho, M.Pd.
  11. Meningkatkan Nilai Karakter Cinta Tanah Air dan Semangat Kebangsaan pada Pembelajaran Era Pandemi ~ Dra. Dyah Puspitarini, M.Pd.
  12. Vlog Tingkatkan Motivasi Belajar Senam Aerobik ~ Siti Zaeriyah, S.Pd.
  13. Mengantarkan Peserta Didik Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Recount Menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Media Gambar ~ Nurdiyah Suryani, S.Pd.
  14. Asyiknya Belajar Sistem Indra dengan Quizizz ~ Samsiyati, S.Pd.Si.
  15. Keefektifan Model Pembelajaran Takasimura Menggunakan Media Kontur Tiga Dimensi Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Peta Topografi ~ Rudarti, S.Pd.
  16. Problem Based Learning Efektif Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik pada Materi APBN dan APBD di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 5 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2020/2021 ~ Nur Aini Budiastuti, S.Pd.
  17. Penerapan Discovery Learning Berbantuan Animasi Audio Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi HIV/AIDS Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 5 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2020/2021 ~ Sri Wahyuni, S.Pd.
  18. Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning Berbantuan “Wavic” Pada Materi Plantae Kelas X MIPA 3 SMA N 5 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2020/2021 ~ Sri Windartati, S.Pd.
  19. Pembelajaran Cycle 7E Untuk Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI MIPA 3 SMA Negeri 5 Yogyakarta ~ Budi Hayati, S.Pd.
  20. Problem Based Learning Menggunakan WhatsApp Sebagai Alternatif Solusi Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik di Kelas X MIPA 3 SMAN 5 Yogyakarta ~ Susanti, S.Pd.
  21. Bilima Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Berbahasa Jerman ~ Rr. Nenny Dewayani, S.Pd.
  22. Pembuatan Poster Materi Konflik dan Upaya Penyelesaiannya Mata Pelajaran Sosiologi ~ Ririn Wahyu Priyanti, S.Sos., M.Pd.
  23. Tiktok Memotivasi Siswa Belajar Tari Kreasi ~ Diah Purwandari, S.Pd.
  24. Penggunaan Media “CoVid“ untuk Membuat Motion Graphic Powerpoint ~ Dyah Muslihah, S.T.
  25. Peningkatan Keterampilan Berbicara Bahasa Jawa Krama pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan Metode Role Playing Berbasis WAGVC pada Kelas X IPS 1  ~Bayu Kurniawan, S.Pd.
  26. Membangun Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Era Pandemi dengan Problem Based Learning Berbantuan Multimedia Interaktif Berbasis Mobile ~ Rizky Puspitadewi, S.Pd.

 

 

Senin, 29 Maret 2021

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

 

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan

Spesifikasi
Kode: 0610005
Judul: Gapah Melantip: Menyambut Masa Depan, Seri Meneroka Sempena #4 Kumpulan Artikel Pendidikan Komunitas Guru Menulis
Penulis: Agus Supriyanto, Ani Sumiani, Arsenius Sele, Bernadus Bin Frans Resi, Eha Rohayati, Fabianus Riannie Muda, Ferdinand Nicholas Boonde, Gito, Hironimus Bao Wolo, Izatul Laela, Maya Sari, Misdianto, Mulyadi, Nicolas Widi Wahyono, Roberta Uron Hurit, Rukmini, Sunarto
ISBN: 978-623-7421-40-5
Terbit: 15-Mar-21
Tebal: 160 (xii+148) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000

Deskripsi
Memuat artikel-artikel pendidikan yang dibagi ke dalam lima tema, yakni pendidikan karakter, literasi, guru dan kompetensinya, peran orang tua, dan pendidikan di masa corona. Seluruhnya ada 26 artikel dari 17 penulis.

Daftar tulisan:
  • Wakidi Kirjo Karsinadi: Pengantar: Melihat ke Depan

Pendidikan Karakter

Membangun Literasi dan Sikap Kritis

Guru dan Kompetensi

Peran Orang Tua

Pendidikan di Masa Corona

Rabu, 29 Juli 2020

Mengantepi Rasa Rambang: Kumpulan Kisah di Tengah Pandemi




Kode: 0610004
Judul: Mengantepi Rasa Rambang: Kumpulan Kisah di Tengah Pandemi
Penulis: Abdul Hakim, S.Pd. [et al.]
ISBN: 978-623-7421-24-5
Terbit: 31-Jul-2020
Tebal: 108 (x+98) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Spesifikasi:
Kode: 0610004
Judul: Mengantepi Rasa Rambang: Kumpulan Kisah di Tengah Pandemi
ISBN: 978-623-7421-24-5
Terbit: 31-Jul-2020
Tebal: 108 (x+98) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50.000

Kata kunci: 
artikel pendidikan, artikel corona, kisah corona, Komunitas Guru Menulis, pandemi Covid-19, virus corona, Abdul Hakim, Ani Irawanti, DesriantiEti Suhayati, Fransiska Jone MareGerardus KumaHironimus DeoHortensia Herima, Mufarihah, Muh. Nurqamarullah, Retty Anggriany, Rina Lestari Sembiring, Siti Fadilah, SumarsihTobias Nggaruaka

Deskripsi:
Buku ini merupakan kumpulan artikel dan kisah terkait pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir 2019. Memuat 19 tulisan dari 17 penulis dan dikelompokkan ke dalam 4 tema: krisis yang mengungkap, masyarakat bergerak, pembelajaran daring, dan berbagai kisah corona. Tulisan-tulisan dalam buku ini dan juga krisis pandemi Covid-19 semakin menekankan pentingnya empat keterampilan yang harus dimiliki oleh manusia abad ke-21 yang terangkum dalam 4C, critical thinking, creativity, communication, dan collaboration. Ketika banyak lapangan pekerjaan hilang akibat digantikan oleh mesin, keempat keterampilan ini mutlak dikuasai manusia abad ke-21 jika ia ingin bertahan dan terus berkembang.


Daftar penulis dan tulisannya:

Krisis Mengungkap
Siti Fadilah, M.Pd. ~ Di Balik Corona Ada Kamu
Rina Sipa ~ Menghadapi Raksasa: Dari Laptop Turun ke Dapur
Ani Irawanti ~ Coretan Hati Guru Saat Corona
Mufarihah Iha ~ Butiran Peluh yang Membahagiakan 

Masyarakat bergerak
Fransiska Jone Mare ~ Merintis Sanggar Budaya “Saso Lure Todo Bawa“ di Tengah Wabah Covid-19
Sumarsih, S.Pd., M.Pd. ~ Bersinergi dalam Pandemi
Muh. Nurqamarullah ~ Sepenggal Kisah di Tengah Pandemi

Pembelajaran Jarak Jauh
Hortensia Herima, S.Pd. ~ Problematik Pembelajaran di Rumah Selama Masa Pandemik Covid-19
Abdul Hakim ~ LFH, LDR yang Sering di-PHP
Hironimus Deo, S.Pd. ~ Gelap Menuju Terang
Desrianti ~ Ternyata Rindu Itu Tetap ada 
Eti Suhayati, S.Pd. ~ Bisa Karena Dipaksa 
Gerardus Kuma, S.Pd,Gr. ~ Pembelajaran Jarak Jauh di Tengah Pandemic Covid-19: Kisah dari SMP Negeri Wulanggitang 

Aneka Cerita Corona
Retty Anggriany, S.Pd. ~ Corona di Tengah Musibah Banjir 
Retty Anggriany, S.Pd. ~ 22.00 WIB
Retty Anggriany, S.Pd. ~ Perpisahan Online
Tobias Nggaruaka, S.Pd., M.Pd. ~ Kehidupan Baru Kami dan Pandemik Covid-19

Senin, 22 Juni 2020

Menyukat Kesemenjanaan Kita: Kumpulan Artikel Refleksi Corona


Menyukat Kesemenjanaan Kita: Kumpulan Artikel Refleksi Corona

Menyukat Kesemenjanaan Kita: Kumpulan Artikel Refleksi Corona



Kode: 0610002
Judul: Menyukat Kesemenjanaan Kita: Kumpulan Artikel Refleksi Corona
Penulis: Agustinus Gereda [et al.]
ISBN: 978-623-7421-15-3
Terbit: 09-Jun-20
Tebal: 164 (x+154) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp73.500

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Spesifikasi:
Kode: 0610002
Judul: Menyukat Kesemenjanaan Kita: Kumpulan Artikel Refleksi Corona
Penulis: Agustinus Gereda, Ani Sumiani, Apeironia Monika NovassaBernadus Bin Frans Resi, Budi Hartono, Casilia Prabandari, Dessi Andriani, Dwi Endah Aryani, Dyah Sinto Rini, Elisabeth Herni Widiastuti, Gusnawati, Hironimus Bao WoloIda Fitriana, Imelda Oliva Wissang, Izatul Laela, Lina Herlina, Lorentina, Maksimus Masan Kian, Maria Korpriati, Michael Dendo Kabatana, MurdaningsihNicolas Widi Wahyono, Putri Dian Pratiwi, Rabiyatul Adawiyah, Reni SetiyowatiGr, Rini Indah Winarni, Rini Winarsih, Setyawati, Silvester Kian Witin, Siti Rahayu, Swesti Amelia, Tobias Nggaruaka, Tung Widut, Yanti, Yasser A. Amiruddin.
ISBN: 978-623-7421-15-3
Terbit: 09-Jun-20
Tebal: 164 (x+154) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp73.500

Kata kunci:
artikel pendidikan, artikel corona, kisah corona, Komunitas Guru Menulis, pandemi Covid-19, virus corona, Agustinus Gereda, Ani Sumiani, Apeironia Monika Novassa, Bernadus Bin Frans Resi, Budi Hartono, Casilia Prabandari, Dessi Andriani, Dwi Endah Aryani, Dyah Sinto Rini, Elisabeth Herni Widiastuti, Gusnawati, Hironimus Bao Wolo, Ida FitrianaImelda Oliva Wissang, Izatul Laela, Lina Herlina, Lorentina, Maksimus Masan Kian, Maria Korpriati, Michael Dendo Kabatana, MurdaningsihNicolas Widi Wahyono, Putri Dian Pratiwi, Rabiyatul Adawiyah, Reni SetiyowatiGr, Rini Indah Winarni, Rini Winarsih, Setyawati, Silvester Kian WitinSiti Rahayu, Swesti Amelia, Tobias Nggaruaka, Tung Widut, Yanti, Yasser A. Amiruddin.

Deskripsi
Buku ini merupakan kumpulan artikel dan kisah terkait pandemi virus corona atau Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir 2019. Memuat 38 tulisan dari 35 penulis dan dikelompokkan ke dalam 7 tema: berppikir positif dan optimis, belajar bersabar dan tetap berpengaharapan, memaknaia relasi dan menumbuhkan solidaritas, waspada dan berpola hidup sehat, melihat peluang dan menumbuhkan kreativitas, waiting for the new normal, dan belajar dan bertobat.



Daftar tulisan dan penulisnya:
Berpikir Positif dan Optimis
  • Covid-19, Hikmah Positif di Tengah Keprihatinan  ~ Lina Herlina, S.Pd.
  • Flora: Si Gadis Centil Itu Lulus SMA di Masa Pandemi Covid-19 ~ Silvester Kian Witin
  • Pembelajaran Pascapandemi Covid-19 dan Tantangannya ~ Tobias Nggaruaka, S.Pd., M.Pd.
  • Asa di Balik Pandemi Covid-19 ~ Gusnawati, S.Pd., M.Pd.
  • Khawatir Membawanya ke Tanah Air, Hingga Memperkenalkannya ke Peserta Didik ~ Yasser A. Amiruddin
Belajar Bersabar dan Tetap Berpengharapan
  • Chloroquine, Hydroxychloroquine, Corona dan Lupusku ~ Dyah Sinto Rini
  • Hubungan Darah di Balik Covid-19 ~ Yanti
  • Banyak Bersabar ~ Dessi Andriani
  • “Mendaur Ulang” Kesabaran di Tengah Pandemi Covid-19 ~ Hironimus Bao Wolo
  • Keganasanmu ~ Rabiyatul Adawiyah, S.Pd.
  • Doa dan Harapan ~ Rabiyatul Adawiyah, S.Pd.
Memaknai Relasi dan Menumbuhkan Solidaritas
Waspada dan Berpola Hidup Sehat
  • Jangan Bersin! ~ Rini Winarsih, M.Pd.
  • Makhluk Kecil Mematikan ~ Dwi Endah Aryani
  • Menerobos Lockdown ~ Tung Widut
  • Menembus Covid dalam Malam ~ Tung Widut
  • Masa Itu Pun Datang ~ Putri Dian Pratiwi
Melihat Peluang dan Menumbuhkan Kreativitas
  • Perjuangan dan Kesetaraan Pendidikan Daerah Terpencil pada Masa Pandemi Corona ~ Reni Setiyowati, S.Pd.Gr.
  • Pembelajaran Jarak Jauh, Tantangan Untuk Semua ~ Lorentina, S.Pd.
  • Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang ~ Agustinus Gereda
  • Satu Hari Baca Satu Buku ~ Maksimus Masan Kian
  • Dengan Adanya Covid-19, 2020 Semakin Menjadi Tahun yang Unik ~ Michael Dendo Kabatana
  • Pendidikan Karakter Anak di Tengah Pandemi Covid-19 Oleh Guru dan Orang Tua ~ Siti Rahayu 
  • Pembelajaran di Tengah Pandemi Corona ~ Swesti Amelia 
  • Aktivitas & Kreativitas ~ Murdaningsih
Waiting for the New Normal
  • Kangen Sekolah ~ Nicolas Widi Wahyono
  • Gelora Rindu di Tengah Garangnya Covid-19 ~ Budi Hartono
  • Rindu Yang Menderu Antara Jarak dan Waktu Covid-19 ~ Maria Korpriati, S.Pd.SD.
  • Kapan Virus Covid-19 Ini Berakhir? ~ Casilia Prabandari, S.Pd.
Belajar dan Bertobat
  • Covid-19, Seruan Untuk Kembali ~ Ani Sumiani, S.S., M.Hum.
  • Mengambil Ibrah dari Virus Corona ~ Izatul Laela, S.Si.
  • Di Balik Musibah Peristiwa Covid-19  ~ Rini Indah Winarni, S.Pd.
  • Amal Makruf Nahi Mungkar pada Masa Pandemi Covid-19 ~ Ida Fitriana
  • Covid-19 Menghajar Harga Diriku ~ Elisabeth Herni Widiastuti


Educating Mind and Heart


Educating Mind and Heart, tulisan Gusti Omkang Hingmane, S.Pd.,Gr
Educating Mind and Heart, tulisan Gusti Omkang Hingmane, S.Pd.,Gr


Kode: 0610003
Judul: Educating Mind and Heart
ISBN: 978-623-7421-14-6
Terbit: 05-Jun-20
Tebal: 122 halaman (xii+110)
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Buku ini adalah kumpulan artikel tulisan Gusti Omkang Hingmane, S.Pd., Gr., seorang praktisi pendidikan yang tidak hanya berhenti dalam perannya sebagai seorang pengajar di depan kelas tetapi juga berusaha benar-benar menceburkan diri dalam segala relung dunia kependidikan kita. Ia menuliskan segala kegelisahannya yang muncul dari semua pengalaman dan pergulatannya di sebuah dunia yang disebut pendidikan dan mencoba melihat pendidikan dari berbagai sisi atau sudut pandang.

Buku ini diberi judul Eduating Mind and Heart, tampaknya merupakan harapan dari penulis bahwa pendidikan seharusnya menyentuh mind dan heart. Buku ini memuat 23 artikel yang pernah dimuat di media cetak maupun online. 

“Yang mau disampaikan Gusti, saya yakin, adalah bahwa mendidik orang jangan setengah-setangah. Harus total. Hati dan pikiran serta otot diperhatikan sekaligus. Pada titik ini, Gusti, tampaknya, sepakat dengan John Dewey yang mengatakan bahwa pendidikan itu adalah proses sosial, pertumbuhan, dan kehidupan itu sendiri; bukan persiapan masa depan anak didik. Oleh karena itu, bagi saya buku ini layak, ‘enak dibaca dan perlu.’ Saya pun akan menempatkannya pada tempat yang sangat terhormat di perpustakaan pribadi saya agar saya bisa membacanya setiap kali saya mau untuk memperoleh inspirasi dalam ikut serta memperjuangkan kebaikan bagi semua, tanpa peduli apa pun latar belakang sosial, suku, agama, ras, dan golongannya.”  (Feliks Tans, Dosen FKIP/Pascasarjana Undana, Ketua Prodi Magister Pendidikan Bahasa Inggris Undana, Editor-in-chief Academic Journal of Educational Sciences (AJES))
 

Daftar tulisan:
Pengantar oleh Feliks Tans v
Guru Menulis Untuk Pengembangan Keprofesian 1
Bersatu Untuk Selamatkan Universitas PGRI 6
Apel Pagi Bukan Apel-Apelan 12
Universitas, Produksi Ijazah atau Kualitas? 15
Degradasi Mutu Pendidikan 23
Educating Mind and Heart 27
If I Were A President 32
May Be Yes, May Be No 37
FKIP vesus KKN 42
Mendiknas dan DPR Tak Bermata 46
Nepotisme atau Objektivisme dalam Penilaian 51
Quo Vadis Masyarakat dalam Pendidikan? 56
Mempertanyakan Ujian Nasional 60
Pendidikan Sekarang dan Masa Depan Peserta Didik 65
Universitas Bukan Pasar 69
KTM dan PTB: No or Yes, Why? 74
Peran Orang Tua dan Pendidikan Anak Sekarang 78
Inkonsistensi Pemuda dalam Berorganisasi 83
PKKBMB: Antara Realitas dan Harapan 88
Lida (H) Hamid dan Keket Berdangdut Pesan 94
Manusia Baru di Tahun Baru 97
Bahasa Daerah dan Degradasi Penuturnya 101
Berani Bercita-cita 105
Biografi Penulis 109

Kamis, 09 April 2020

Ujian Tak Lagi Jadi Beban

Artikel Pendidikan oleh Dian Nofitasari*
Ujian sering kali menjadi momok bagi siswa dan guru. Momok ini diciptakan oleh target nilai yang harus dikejar. Akibatnya, guru akan mati-matian mendorong siswa-siswanya mencapai target dengan berbagai macam cara. Para siswa yang didorong sekuat tenaga itu pun akan merasa lebih baik bila berhenti sekolah saja. Inilah yang saya pikirkan saat pertama kali mengajar di sebuah SD.
Beruntung, SD tempat saya mengajar tidak menjadikan nilai sebagai patokan akhir sebuah evaluasi pembelajaran. SD tempat saya mengajar juga tidak membiasakan siswa-siswanya dengan ulangan-ulangan, PR, dan ujian-ujian. PR mulai diberikan saat mereka di kelas 2 . Itu pun biasanya hanya berupa proyek kegiatan di rumah bersama keluarga, seperti memasak atau menanam.
Kembali tentang ujian, di sekolah saya hanya ada satu ujian yang dikenal para siswa, yaitu ujian akhir semester yang lebih dikenal dengan istilah paper party. Ujian atau ulangan lainnya tetap diberikan, hanya saja siswa-siswa tidak merasa sedang mengerjakannya. Guru juga tidak mengumumkan apakah itu ulangan atau ujian.
Soal paper party dibuat sendiri oleh guru kelas. Karena untuk siswa SD, maka soal-soalnya dibuat penuh warna dan gambar. Saat pertama kali membuat soal, saya merasa bingung. Persoalan muncul karena sebenarnya saya tidak bisa menggambar. Tahu bagaimana cara mewarnai yang tepat saja tidak. Saya ingat, dulu semasa SD nilai pelajaran menggambar saya paling rendah di kelas. Hendak menggunakan software CorelDraw tentu lebih sulit bagi saya. Namun, saya tahu itu bukan alasan tepat bagi saya untuk tidak mencoba membuat soal bergambar.
Dengan berbekal buku cara menggambar berbagai macam benda, saya mencoba membuat soal ujian akhir untuk siswa-siswa saya. Meskipun gambar saya masih kaku dan terkadang aneh, tetapi tidak apa-apa. Tidak ada kata gagal bagi yang sudah mencoba. Paling tidak, saya sudah sukses mencoba. Entah bagaimana hasilnya.
Soal-soal awal yang saya buat tak memiliki tema. Gambarnya pun asal comot saja. Yang penting ada gambar dan warna. Namun, pada tahun lalu akhirnya saya bisa membuat soal yang ceritanya bersambung dari setiap mata pelajaran meski gambarnya masih perlu ditingkatkan. Saya juga masih melihat tutorial menggambar dari sana-sini. Namun, dengan adanya cerita, saya merasa siswa-siswa saya memiliki kedekatan dengan soal yang saya buat. Mereka juga menantikan soal hari berikutnya.
Beberapa siswa merasa penasaran, “Soal besok ceritanya tentang apa ya? Judul ceritanya apa ya? Akhir ceritanya bagaimana ya? Tokoh yang muncul esok siapa saja ya?” Pertanyaan-pertanyaan itu turut meniadakan beban dalam ujian. Mereka seperti tengah membaca buku cerita yang memiliki beberapa aktivitas. Mereka hanya perlu membaca sambil mengerjakan aktivitas yang ada di dalam cerita.
Efek hanya ada satu ujian yang dikenal siswa-siswa saya adalah mereka sangat menantikan saat ujian tiba. Bagi mereka, itu adalah saat merayakan yang telah mereka pelajari. Perayaan tentu diisi dengan hal-hal yang menyenangkan. Soal-soal yang dapat mereka kerjakan adalah salah satu contohnya. Kertas soal akan penuh warna dengan gambar di mana-mana. Soal juga dibuat sebisa mungkin dapat mereka mengerti. Sudah bukan zamannya lagi guru membuat pertanyaan yang menjebak siswanya.
Biasanya, sebelum mengerjakan ujian, akan ada kegiatan bersama semacam ice breaking. Tahun lalu, setiap hari tema ice breaking-nya berbeda. Senin temanya garden party. Sebelum mengerjakan soal, kami menggelar karpet di bawah pohon matoa dan menikmati jajan pasar yang kami bawa. Selasa temanya ball party. Kami bermain bola dulu sebelum mengerjakan soal. Rabu kami bermain air sebelum mengerjakan soal. Itu karena temanya water party. Kamis kami memakai topeng, lalu menceritakan topeng yang dipakai. Ya, tema Kamis adalah mask party. Hari terakhir didahului dengan permainan mencari harta karun, karena temanya adalah treasure party.
Soal kelas 2 semester 1 (2013)
Suasana menyenangkan yang dibangun membawa efek positif berikutnya. Ujian tak lagi menjadi momok atau beban, bahkan saat menemukan soal yang dirasa susah sekalipun. Beberapa siswa malah ada yang meminta hari ujiannya ditambah.
Bagi guru, wajah-wajah ceria siswa tentu saja akan memantikkan semangat. Semangat untuk terus berkreasi menciptakan soal yang seru. Soal yang tak membuat siswa kehilangan gairahnya untuk pergi ke sekolah saat ujian. Semangat untuk meniadakan suasana menegangkan saat ujian. Mengganti kerut kening dengan senyum merekah.
Ujian semestinya dapat dijadikan perayaan yang menggembirakan bagi siswa dan guru. Selayaknya pesta ulang tahun anak-anak, isilah dengan gelak tawa. Sesekali ada yang mungkin takut badut atau balon, tetapi dia mudah kembali tersenyum karena ada kue yang manis atau permen dengan bungkus lucu.
Siswa-siswa mengerjakan ujian dengan bahagia. Sesekali ada soal yang dirasa susah, tetapi tak menghilangkan kegembiraan yang mereka rasakan. Sudah saatnya menemukan tema perayaan yang tepat. Isilah dengan permainan atau cerita yang seru dan menggembirakan. Ingat pula untuk menyiapkan kue atau permen yang dapat segera mengembalikan senyum siswa. Sebab, sungguh sudah saatnya ujian tak lagi jadi beban.

Soal kelas 3 semester 2 (2015)



Dian Nofitasari
Menjadi guru merupakan salah satu cita-cita masa kecil yang sempat dihapusnya semasa dewasa. Namun, jalan hidup membawa Dian Nofitasari kembali pada cita-cita masa kecilnya itu. Sudah hampir 4 tahun ini dia menjalani hari-hari bersama murid-muridnya di SD Jogja Green School. Proses yang dijalani memperkaya pengalamannya. Proses itu pulalah yang membuatnya semakin yakin bahwa menjadi guru adalah pilihan hidupnya. Baginya murid-muridnya adalah guru yang sesungguhnya.