Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Sabtu, 31 Oktober 2026

Gerutu Guruku, artikel refleksi pendidikan karya Felix Kris Alfian

 

Gerutu Guruku

Gerutu Guruku

Spesifikasi

Kode:510005
Judul:Gerutu Guruku
Penulis:Felix Kris Alfian
Editor:Willy Putranta
Kata Pengantar:R. Gunawan Susilowarno
Tahun Terbit:2024
ISBN:978-623-7421-67-2
eISBN:978-623-7421-68-9
Tebal:130 (xiv+116) halaman
Ukuran:14.5x21 cm
Harga:Rp65.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Gerutu Guruku – Sisi Manusiawi di Balik Sosok Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Buku "Gerutu Guruku" adalah sebuah antologi reflektif yang ditulis oleh delapan pendidik yang mencoba membongkar dinding formalitas antara guru dan murid. Melalui buku setebal 130 halaman ini, Felix Kris Alfian bersama rekan-rekan penulis lainnya menyuguhkan narasi yang jujur, rapuh, namun sekaligus menguatkan tentang realitas menjadi seorang guru di era modern. Judul "Gerutu Guruku" dipilih bukan untuk mengecilkan martabat profesi ini, melainkan sebagai bentuk pengakuan bahwa guru adalah manusia biasa yang memiliki hati, rasa, dan tentu saja, keluhan.

Buku ini mengajak pembaca untuk melihat melampaui senyum ceria guru di depan kelas. Ada banyak perasaan yang sulit dirumuskan saat seorang guru harus tetap tampil prima meskipun keadaan pribadinya sedang tidak baik-baik saja. Melalui lembaran-lembaran kisahnya, pembaca akan menemukan bahwa di balik panggilan luhur mencerdaskan bangsa, terdapat pergulatan batin yang menarik untuk disimak.

Eksplorasi Pemikiran dalam Buku:

Refleksi Identitas dan Profesi:
Dalam bagian awal, buku ini membedah hakikat seorang pendidik melalui tulisan seperti "100% Pengajar 100% Pelajar" dan "Kamu Guru?". Penulis menekankan bahwa guru bukan hanya pemberi ilmu, tetapi juga pembelajar abadi yang sering kali harus belajar lebih banyak dari muridnya sendiri. Sosok guru digambarkan sebagai "Gurunya Semua Profesi", sebuah peran sentral yang ironisnya sering kali merasa menjadi "Guru yang Terlupakan".

Dinamika Kelas dan Keluhan yang Jujur:
Bagian ini memotret realitas harian yang menguras emosi. Pembaca akan tersenyum kecut membaca kisah tentang "Murid Telat Deadline", "Murid Tak Antusias", hingga "Ujian Lisan" yang menegangkan. Tulisan "Guruku Rumahnya Jauh" memberikan gambaran fisik tentang perjuangan geografis yang harus ditempuh demi pengabdian, sementara "Gerutu" menjadi ruang bagi para penulis untuk melepaskan beban pikiran yang selama ini terpendam di balik meja guru.

Filosofi dan Spiritualitas Pendidik:
Tulisan seperti "Guru dan Panoptikon" memberikan sentuhan kritis-filosofis tentang bagaimana guru diawasi dan mengawasi, sedangkan "Guru yang Berdoa dan Berharap" serta "Bersikap Adil" menunjukkan dimensi spiritual dalam mendidik. Ada sebuah narasi yang sangat kuat dalam judul "GURU = Orang Biasa yang Menjadikan Orang Luar Biasa", yang merangkum esensi dari setiap lelah yang mereka rasakan.

Kenangan dan Hubungan Personal:
Melalui "Pak Sedjo dan Penghapus Papan Tulis" serta "Terkenang Selalu", buku ini membawa kita pada nostalgia masa sekolah. Penulis ingin pembaca membaca buku ini sembari mengingat nama guru-guru mereka sendiri, menghargai setiap pengorbanan yang mungkin dulu tidak terlihat oleh mata seorang murid.

Kesimpulan:
Gerutu Guruku adalah kado indah bagi dunia pendidikan. Ia mengingatkan kita bahwa menghargai guru berarti juga menghargai kemanusiaan mereka—termasuk kelelahan, kegelisahan, dan gerutu mereka. Buku ini layak dibaca oleh para guru agar merasa memiliki teman seperjuangan, serta oleh masyarakat umum dan para murid agar lebih mengerti betapa luar biasanya pribadi-pribadi yang memilih jalan pengabdian ini. Selamat membaca dan menemukan kembali wajah gurumu dalam setiap baris kalimatnya.


Daftar Isi

  • Teman Di Kala Gelisah ~ R. Gunawan Susilowarno,M.Pd .... v
  • Kata-Kata untuk Mengantar .... viii
  • Mengapa Saya Menulis? .... x
  • Daftar Isi .... xiii
  • Kalau Dariku… .... 1
  • 100 % Pengajar 100% Pelajar .... 2
  • Gurunya Semua Profesi .... 5
  • Kamu Guru? .... 7
  • Guru yang Berdoa dan Berharap .... 13
  • Murid Telat Deadline .... 16
  • Pak Sedjo dan Penghapus Papan Tulis .... 18
  • Guru yang Terlupakan .... 21
  • Guru dan Panoptikon .... 24
  • Harapan Tak Terharap .... 40
  • Murid Tak Antusias .... 44
  • Guruku Rumahnya Jauh .... 46
  • Ujian Lisan .... 48
  • Jika Kamu Tidak Hadir ke Gereja, maka Gereja yang Kuhadirkan Kepadamu .... 50
  • Gerutu Guruku .... 53
  • Dari Teman-Temanku .... 57
  • Guruku di Akuarium ~ Rachel Leona Davita Purwanto .... 58
  • Terkenang Selalu ~ Rachel Leona Davita Purwanto .... 62
  • Guru dan Tepa Salira ~ Dian Nugraheni .... 65
  • Aku Dipanggil Guru ~ Maria Regina Eka Jayanti, .... 80
  • GURU= Orang Biasa yang Menjadikan Orang Luar Biasa ~ Agustinus Purnomo .... 88
  • Gerutu ~ Yustinus Cahyadi Tresnantyo .... 96
  • Bersikap Adil ~ Yohanes Suprihatin .... 102
  • Refleksi Menjadi Guru .... 107
  • Akhir Tapi Bukan Terakhir .... 111
  • Refleksi .... 113
  • Tentang Penulis .... 115

Sabtu, 24 Oktober 2026

Latihan Menyusun Surat Bisnis Bahasa Indonesia dengan Teknik Simulasi karya Maria Estri Wahyuningsih & Rosalia Kurni Setyawati

 

Latihan Menyusun Surat Bisnis

Latihan Menyusun Surat Bisnis Bahasa Indonesia dengan Teknik Simulasi I

Spesifikasi

Kode:620002
Judul:Latihan Menyusun Surat Bisnis Bahasa Indonesia dengan Teknik Simulasi I
Penulis:Maria Estri Wahyuningsih & Rosalia Kurni Setyawati
Editor:Elisabet Sri Hartati
Tahun Terbit:2023
ISBN:978-623-7421-63-4
eISBN:978-623-7421-64-1
Tebal:103 (viii+95) halaman
Ukuran:15.5x23 cm
Harga:Rp50.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Latihan Menyusun Surat Bisnis – Menuju Sekretaris Profesional

Buku "Latihan Menyusun Surat Bisnis Bahasa Indonesia dengan Teknik Simulasi I" karya Maria Estri Wahyuningsih dan Rosalia Kurni Setyawati adalah panduan praktis yang dirancang khusus untuk menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan realitas dunia kerja. Buku setebal 105 halaman ini hadir sebagai instrumen vital bagi para calon sekretaris, staf administrasi, maupun mahasiswa yang ingin menguasai seni korespondensi bisnis secara komprehensif dan taktis.

Berbeda dengan buku teks konvensional yang hanya menyajikan contoh surat, buku ini mengusung Teknik Simulasi. Melalui pendekatan ini, pembaca diposisikan seolah-olah sudah bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan. Mereka ditantang untuk memiliki inisiatif tinggi dalam mencari solusi atas berbagai permasalahan perusahaan yang kemudian dituangkan dalam bentuk komunikasi tertulis.

Keunggulan dan Materi Utama:

Penguasaan Fondasi Surat Bisnis:
Pada bagian awal, penulis membedah secara mendalam mengenai apa dan bagaimana surat bisnis yang efektif. Pembaca dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis surat bisnis, standarisasi bentuk surat, serta etika korespondensi yang berlaku di lingkungan korporasi Indonesia.

Penerapan 10 Simulasi Kasus Nyata:
Inti dari buku ini adalah sepuluh simulasi kasus dari berbagai entitas bisnis, seperti PT Inti Indonesia, PT Samudra Indonesia, hingga simulasi produk spesifik seperti AC Nebula dan Water Heater ARTN. Setiap kasus menuntut kejelian dalam:
Menganalisis permasalahan atau peluang bisnis yang ada.
Memutuskan jenis surat yang paling tepat untuk disiapkan.
Menentukan tata kalimat dan pilihan kata (diction) yang profesional namun persuasif.
Mengatur alur persetujuan, distribusi, hingga sistem kearsipan yang rapi.

Pengembangan Kreativitas dan Inisiatif:
Simulasi dalam buku ini tidak hanya melatih kemampuan mengetik, tetapi memicu kreativitas. Calon sekretaris dilatih untuk menangkap peluang bisnis dan menjadi mitra strategis bagi pimpinan untuk memajukan perusahaan. Kemampuan memutuskan opsi terbaik saat menghadapi krisis komunikasi menjadi fokus utama dalam setiap latihan.

Sistem Penilaian Mandiri:
Buku ini dilengkapi dengan bagian penilaian untuk mengukur sejauh mana kemajuan pembaca dalam menyusun surat. Hal ini membantu pembaca melakukan evaluasi diri terhadap ketepatan struktur, penggunaan bahasa, dan efektivitas pesan yang disampaikan.

Kesimpulan:
Latihan Menyusun Surat Bisnis adalah investasi penting bagi siapa saja yang bercita-cita menjadi sekretaris profesional. Dengan menguasai sepuluh kasus dalam buku ini, calon sekretaris akan memiliki kesiapan mental dan keterampilan teknis yang matang sebelum memasuki dunia kerja sesungguhnya. Buku ini menegaskan bahwa sekretaris bukan sekadar juru ketik, melainkan komunikator andal yang menjadi tulang punggung citra dan kelancaran operasional sebuah perusahaan.


Daftar Isi

  • Kata pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Pendahuluan .... 1
  • Apa dan Bagaimana Surat Bisnis? .... 5
  • Jenis Surat Bisnis .... 9
  • Bentuk Surat Bisnis .... 25
  • Menyusun Surat dengan Simulasi .... 33
  • Simulasi Untuk AC Nbula series .... 35
  • Simulasi Untuk PT Inti Indonesia .... 41
  • Simulasi Untuk PT Eps Indonesia .... 47
  • Simulasi Untuk PT Samudra Indonesia .... 53
  • Simulasi Untuk PT Auto Daya Wijaya .... 59
  • Simulasi Untuk PT TSB Jakarta .... 65
  • Simulasi Untuk PT DEF Indonesia .... 69
  • Simulasi Untuk Water Heater ARTN .... 75
  • Simulasi Untuk PT Infonusa .... 81
  • Simulasi Untuk AC Nasional .... 85
  • Penilaian .... 91
  • Daftar Pustaka .... 93
  • Tentang Penulis .... 95

Sabtu, 17 Oktober 2026

Kesatria Kristus, buku anak Katolik karya Agnes Natalia

 

Kesatria Kristus

Kesatria Kristus

Spesifikasi

Kode:640002
Judul:Kesatria Kristus
Penulis:Agnes Natalia
Tahun Terbit:2026
Tebal:28 (0+28) halaman
Ukuran:14.8x21 cm
Harga:Rp40.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Kesatria Kristus adalah buku cerita anak yang mengajak pembaca usia sekolah dasar memahami bahwa menjadi pengikut Kristus bukan hanya tentang menghafal doa atau rajin pergi ke gereja, tetapi terutama tentang menghadirkan kasih Tuhan melalui tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Santo, seorang anak kelas 4 SD yang mengidolakan Tuhan Yesus. Ketika mendapat tugas sekolah untuk menulis karangan tentang tokoh idola, Santo merasa ragu. Ia khawatir akan ditertawakan teman-temannya yang lebih mengagumi tokoh-tokoh pahlawan atau atlet terkenal. Melalui percakapan hangat bersama Mama dan bimbingan Miss Sisil, guru agamanya, Santo belajar bahwa tidak ada yang perlu disembunyikan ketika memilih Tuhan Yesus sebagai teladan hidup. Justru dari pilihan itulah ia diajak membuktikan imannya melalui perbuatan nyata.

Sejak saat itu, Santo berusaha menjadi seorang Kesatria Kristus. Ia mulai mempraktikkan nilai-nilai Kristiani dalam berbagai kesempatan: menolong teman yang terjatuh, berbagi makanan dengan sahabat yang membutuhkan, menjaga kebersihan lingkungan, membantu adik belajar, serta meringankan pekerjaan di rumah. Semua tindakan itu dilakukan bukan untuk mendapat pujian, melainkan sebagai wujud kasih kepada Tuhan dan sesama.

Dengan alur yang sederhana, dialog yang hangat, dan situasi yang dekat dengan kehidupan anak-anak, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk menjadi pahlawan kebaikan. Kebaikan tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar atau luar biasa, tetapi justru melalui kepedulian, kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan kasih yang diwujudkan setiap hari.

Selain menghibur, Kesatria Kristus juga membantu menanamkan nilai-nilai karakter seperti empati, kepedulian sosial, disiplin, kerja sama, rasa syukur, serta penghormatan kepada orang tua, guru, dan sesama. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui cerita yang mengalir alami sehingga mudah dipahami dan diteladani oleh anak-anak.

Buku ini sangat cocok dibaca secara mandiri oleh anak usia 7–10 tahun maupun didampingi orang tua, guru, guru Sekolah Minggu, atau pendamping iman sebagai bahan refleksi dan diskusi bersama. Ceritanya dapat menjadi sarana untuk mengajak anak mengenali berbagai kesempatan berbuat baik di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitar.

Melalui kisah Santo, pembaca diajak menyadari bahwa setiap tindakan kasih, sekecil apa pun, memiliki arti yang besar di hadapan Tuhan. Menjadi Kesatria Kristus bukanlah tentang menjadi yang paling hebat, melainkan tentang memiliki hati yang berani mengasihi, setia berbuat baik, dan terus berusaha mengikuti teladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari.

Sabtu, 10 Oktober 2026

Batu Karang, Kumpulan Puisi karya Agus Supriyanto

 

Batu Karang

Batu Karang, Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode:120064
Judul:Batu Karang, Kumpulan Puisi
Penulis:Agus Supriyanto
Editor:Elisabet Sri Hartati
Tahun Terbit:2025
ISBN:978-623-7421-83-2
eISBN:978-623-7421-84-9
Tebal:130 (x+120) halaman
Ukuran:14.5x21 cm
Harga:Rp65.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Batu Karang – Keteguhan Rasa dan Gugatan Kritis di Tengah Arus Zaman

Buku "Batu Karang, Kumpulan Puisi" merupakan karya puitis setebal 130 halaman yang menandai kelanjutan ziarah literasi seorang Agus Supriyanto. Jika dalam karya sebelumnya ia mengetuk keheningan, maka dalam antologi kali ini, penulis memosisikan bait-bait puisinya layaknya batu karang: kokoh, teguh, dan berani berdiri di tengah hantaman ombak realitas dunia modern. Melalui untaian kata yang mengalir jujur, pembaca diajak untuk menyelami spektrum emosi manusia yang sangat luas—mulai dari kegelisahan personal, kecemasan sosial, hingga letupan pengharapan yang tidak pernah padam.

Eksplorasi Disrupsi Modern, Paradoks Sosial, dan Kesadaran Diri:

Menggugat Paradoks Zaman dan Realitas Digital:
Agus Supriyanto menunjukkan kepekaan radar sosialnya yang sangat tajam dalam menangkap pergeseran perilaku manusia hari ini. Puisi-puisi seperti "Paradoks Zaman", "Realitas Maya", "Artificial Intelligence", hingga "Alienasi Modernisasi" menjadi bukti kegelisahannya terhadap dunia yang semakin instan dan mekanis. Penulis secara sportif mengajak pembaca bercermin: apakah kemajuan teknologi membuat kita semakin terkoneksi, atau justru membuat kita semakin terasing dari hakikat kemanusiaan kita sendiri?

Kritik Sosial atas Kuasa dan Ego Manusia:
Antologi ini juga sarat akan muatan kritik yang lugas terhadap struktur sosial dan keserakahan. Melalui judul-judul provokatif seperti "Hegemoni, Kooptasi, dan Dominasi", "Bisnis Kemiskinan", serta "Memilih Serakah", Agus menelanjangi kepalsuan dan ambisi manusia modern yang sering kali menghalalkan segala cara demi gelar, pamrih, atau kekuasaan. Sudut pandang ini disajikan bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai upaya edukasi pembebasan agar manusia kembali sadar diri akan batas-batas moralnya.

Spiritualitas yang Membumi dan "Aku Ekologis":
Di tengah tajamnya kritik sosial, buku ini tetap menyediakan ruang yang teduh untuk perenungan batin yang inklusif. Lewat puisi seperti "Aku Ekologis", "Toleransi dan Arogansi", serta "Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan Kita", penulis menawarkan jalan pulang menuju harmoni. Ia mengingatkan pentingnya menjaga hubungan yang seimbang dengan alam ciptaan serta hidup berdampingan dalam semangat "Faith–Fraternity–Compassion" (iman, persaudaraan, dan belas kasih). Hubungan spiritual di sini ditarik ke ranah praktis sehari-hari—menjadi manusia yang tahu cara mengampuni dan merajut kembali relasi yang retak.

Kesimpulan: Menemukan Jangkar di Tengah Badai Kehidupan
Puncak dari antologi "Batu Karang" adalah sebuah ajakan untuk membangun ketahanan mental dan integritas pribadi. Seperti judul utamanya, buku ini menjadi simbol bahwa di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, setiap individu harus memiliki prinsip hidup yang kuat agar tidak mudah terombang-ambing oleh drama kehidupan.

Buku ini menjadi pilihan bacaan yang sangat menyegarkan, padat makna, namun tetap ringan dan mengalir untuk dinikmati di sela-sela kesibukan. Kumpulan puisi ini sangat direkomendasikan bagi para pecinta sastra, pemikir kritis, serta siapa saja yang sedang mencari pegangan batin dan tunas pengharapan baru di tengah riuhnya dunia modern.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... vii
  • Kuasa–Merdeka .... 1
  • Jurang yang Dalam .... 2
  • Bunda .... 3
  • Waktuku .... 4
  • Paradoks Zaman .... 6
  • Siang Bolong .... 7
  • Rehabilitasi .... 8
  • Depan Belakang, Kiri dan Kanan .... 9
  • Ketergantungan .... 10
  • Kopi .... 12
  • Gorden .... 14
  • Malu .... 15
  • Hasrat .... 16
  • Datang dan Pergi .... 17
  • Tempatku .... 18
  • Herodes .... 19
  • Emosi .... 20
  • Perjalanan .... 21
  • Beda .... 22
  • Hai Manusia .... 23
  • Pencuri .... 24
  • Derita .... 25
  • Menghindar .... 26
  • Sirene .... 27
  • Identitas .... 28
  • Garis Batas .... 30
  • Daerah Asing .... 31
  • Tuhanku, Tuhanmu, Tuhan Kita .... 32
  • Tamu .... 34
  • Kepentingan–pamrih .... 35
  • Detak .... 36
  • Kembali tentang Aku .... 38
  • Luminar .... 40
  • Abu – Debu .... 41
  • Puasa dalam Agama .... 42
  • Tanda-Tanda ... .... 43
  • Berjasa .... 44
  • Mata dan Telinga .... 45
  • Toleransi dan Arogansi .... 46
  • Kata .... 47
  • Merangkai dan Merajut .... 48
  • Sang Penabur .... 50
  • Hegemoni, Kooptasi, dan Dominasi .... 51
  • Collecting dan Sharing .... 52
  • To be religious .... 53
  • Zucchetto .... 54
  • Sang Pengampun .... 55
  • Kehadiranmu .... 56
  • Menjadi manusia .... 57
  • Aku Ekologis .... 58
  • Imperative, Liberative .... 59
  • Jalanku Bukan Jalanmu .... 60
  • Anak .... 61
  • Kotak-kotak .... 62
  • Monumen keabadian .... 63
  • Senja Kala .... 64
  • Faith–Fraternity–Compassion .... 65
  • Datanglah .... 66
  • Beban Sukses .... 67
  • Di kedalaman relung .... 68
  • Kakek Tua .... 69
  • Salah .... 70
  • Serigala .... 72
  • Realitas Maya .... 73
  • Who Am I .... 74
  • Make up .... 76
  • Penilaian .... 77
  • Demi Gelar .... 78
  • Artifficial Intellegence .... 79
  • Pendidikan pembebasan .... 80
  • Memilih serakah .... 82
  • Kantuk .... 83
  • Pribadi .... 84
  • Para pendatang .... 85
  • Para Peramu .... 86
  • Waktu Itu .... 88
  • Para Penjaja .... 90
  • Pergi – Berangkat – Pulang .... 91
  • Sadar Diri .... 92
  • Incaran Ketiadaan .... 93
  • Drama Kehidupan .... 94
  • Mati dalam kehinaan .... 96
  • Sang Waktu .... 97
  • Paradoksal .... 98
  • Melepas .... 100
  • Alienasi Modernisasi .... 102
  • Tunas Pengharapan .... 104
  • Kumerindu .... 105
  • Ketidakberdayaan .... 106
  • Bisnis Kemiskinan .... 107
  • Menjadi .... 108
  • Tuan Manusia .... 110
  • Acuh .... 112
  • Janji .... 113
  • Daun .... 114
  • Hutan .... 115
  • Perpindahan .... 116
  • Monolog versus Dialog .... 117
  • Batu Karang .... 118
  • Tentang Penulis .... 119