Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Sabtu, 03 Oktober 2026

Meyesuit Lewat Kolsani

 

Meyesuit Lewat Kolsani

Meyesuit Lewat Kolsani

Spesifikasi

Kode:510008
Judul:Meyesuit Lewat Kolsani
Penulis:J. B. Heru Prakosa SJ, Edu Ratu Dopo SJ, G. Budi Subanar SJ, FX. Hadi Susilo, A. Mardi Santosa SJ, A. Andang Listya Binawan, T. Agus Sriyono SJ, Paul Dass SJ, I. Marsana Windhu, A. Hartana SJ, B. Herman Tjahja SJ, Y.W. Wartaya Winangun SJ, M. Hariyadi, J. Hartono Budi SJ, P. Prasetyohadi SJ, A. Sigit Widisana SJ, A. Sarwanto SJ, Y. Danang Sigit Koesworo
Editor:J. B. Heru Prakosa SJ, Elisabet Sri Hartati
Kata Pengantar:J. B. Heru Prakosa SJ
Tahun Terbit:2025
ISBN:978-623-7421-85-6
eISBN:978-623-7421-86-3
Tebal:173 (xiv+159) halaman
Ukuran:14.5x21 cm
Harga:Rp80.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Meyesuit Lewat Kolsani – Menelusuri Rumah Formasi dan Jantung Intelektual Serikat Jesus

Buku "Meyesuit Lewat Kolsani" merupakan sebuah karya historis dan reflektif yang mengupas tuntas eksistensi Kolese Santo Ignatius (Kolsani) di Yogyakarta. Disunting oleh Dr. J. B. Heru Prakosa SJ, buku setebal 173 halaman ini menjelaskan sebuah konsep unik dalam tradisi Serikat Jesus: bahwa para Jesuit tidak memiliki "biara" yang tertutup, melainkan "rumah" yang terbuka bagi geliat Gereja dan masyarakat. Kolsani bukan sekadar gedung tua yang artistik, melainkan rumah formatio—sebuah laboratorium spiritual dan intelektual tempat para calon imam (frater) menjalani masa-masa akhir pendidikan teologi mereka sebelum diutus ke medan tugas yang lebih luas.

Melalui kontribusi tulisan dari para Jesuit berpengalaman, buku ini memetakan perjalanan panjang Serikat Jesus (SY) di Nusantara, mulai dari jejak Santo Fransiskus Xaverius di Maluku hingga peran krusial Kolsani dalam sejarah kemerdekaan dan perkembangan pemikiran Katolik di Indonesia.

Eksplorasi Sejarah dan Metamorfosis Spiritualitas:

Akar Misi di Nusantara:
Bagian awal buku ini membawa pembaca kembali ke zaman Fransiskus Xaverius. Penulis seperti Edu Ratu Dopo dan G. Budi Subanar membedah dinamika misi di Nusantara Timur, termasuk tantangan berat saat karya misi dihancurkan oleh kepentingan politik kolonial VOC. Ini memberikan konteks bahwa kehadiran Kolsani di Jawa adalah kelanjutan dari semangat militansi yang telah ada sejak abad ke-16.

Warisan Strategi Van Lith:
Buku ini menyoroti sosok legendaris Fransiskus van Lith di Jawa Tengah. Melalui ulasan Paul Dass dan tim, kita diajak memahami "Strategi Van Lith" yang supel, menghargai budaya lokal, dan aktif di dunia politik. Karisma Van Lith inilah yang kemudian mewarnai nafas pendidikan di Kolsani; sebuah pendidikan yang tidak hanya berkutat pada buku teks teologi, tetapi peka terhadap keprihatinan sosial dan identitas bangsa.

Kolsani sebagai Pusat Peradaban Intelektual:
Sejak masa kemerdekaan hingga era modern, Kolsani bertransformasi menjadi pusat kerasulan dan studi teologi yang berpengaruh. J. Hartono Budi dan tim mendokumentasikan bagaimana berbagai terbitan penting dan gerakan intelektual lahir dari koridor-koridor Kolsani. Tempat ini menjadi titik integrasi antara cita-cita Serikat Jesus dengan realitas sosial-politik di Indonesia.

Tantangan Masa Depan dan Reorientasi:
Pada bagian akhir, J.B. Heru Prakosa mengajak pembaca berefleksi secara jujur mengenai tantangan eksternal dan internal yang dihadapi Kolsani dari tahun 1993 hingga 2013. Buku ini tidak hanya memuja masa lalu, tetapi secara sportif mempertanyakan: ke mana Kolsani harus melangkah di tengah perubahan ekonomi, sosial, dan politik yang semakin cepat?

Kesimpulan: Menemukan Jati Diri Jesuit dalam Kedalaman dan Perutusan
Puncak dari buku "Meyesuit Lewat Kolsani" adalah pemahaman bahwa menjadi seorang Jesuit adalah sebuah proses yang terus mengalir (becoming). Kolsani menyediakan ruang bagi para frater untuk menemukan misi hidup sebagai wujud spiritualitas yang cerdas dan membumi. Di rumah inilah, karakter "tentara Kristus" ditempa agar tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan rasa terhadap penderitaan sesama.

Spiritualitas yang ditawarkan dalam buku ini adalah spiritualitas perjumpaan. Kolsani membuktikan bahwa pendidikan karakter yang kuat harus berakar pada sejarah namun tetap berani menatap masa depan. Buku ini menegaskan bahwa misi pendidikan bagi bangsa yang dijalankan oleh Serikat Jesus adalah tentang membentuk manusia yang seutuhnya—pribadi yang jujur, disiplin, dan penuh dedikasi.

"Meyesuit Lewat Kolsani" adalah referensi esensial bagi siapa pun yang ingin memahami bagaimana sebuah institusi pendidikan mampu menjaga api semangatnya selama ratusan tahun. Sebuah buku yang jujur, informatif, dan menginspirasi kita untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih berarti bagi dunia.


Daftar Isi

  • Kata Pengantar ~ Dr. J. B. Heru Prakosa SJ .... v
  • Kata Pengantar untuk Terbitan 2013 .... xii
  • Daftar Isi .... xiii
  • Misi Serikat Yesus di Nusantara Timur pada Zaman Fransiskus Xaverius dan Generasi Penerusnya ~ Edu Ratu Dopo, G. Budi Subanar, FX. Hadi Susilo .... 1
  • Xaverius: Pendiri Misi Maluku .... 1
  • Karya Misi Yesuit di Kepulauan Maluku Sesudah Masa Xaverius .... 9
  • Penghancuran Karya Misi SY Oleh VOC .... 16
  • Penutup .... 19
  • Karisma dan Karya Serikat Yesus di Kepulauan Nusantara ~ A. Mardi Santosa, A. Andang Listya Binawan, T. Agus Sriyono .... 22
  • Latar Belakang Sejarah .... 23
  • Karya Awal SY di Nusantara (1859—1893) .... 25
  • Periode Mulai tahun 1894 .... 27
  • Misi SY Mulai Tahun 1902 .... 34
  • Van Lith dan Misinya di Jawa Tengah ~ Paul Dass, I. Marsana Windhu, A. Hartana .... 41
  • Supel dan Mampu Bergaul dengan Siapa Saja .... 42
  • Semangat Dasar Injil .... 42
  • Strategi Van Lith .... 44
  • Perbedaan Strategi dengan Hoevenaars .... 46
  • Pendidikan dan Pengajaran .... 50
  • Pater Van Lith dan Dunia Politiknya .... 54
  • Keprihatinan mengenai Gereja Katolik .... 60
  • Awal Kolese Santo Ignatius sebagai Rumah Formatio ~ B. Herman Tjahja, Y.W. Wartaya Winangun, M. Hariyadi .... 65
  • Kolsani Sejak Kemerdekaan: Kisah dan Gemanya ~ J. Hartono Budi, P. Prasetyohadi, A. Sigit Widisana .... 76
  • Beberapa Peristiwa .... 78
  • Beberapa Pola Kegiatan sejak Masa Sesudah Kemerdekaan sampai Sekarang .... 80
  • Integrasi Cara Hidup dan Cita-Cita Serikat .... 83
  • Kolsani sebagai Pusat Kerasulan .... 85
  • Kolsani sebagai Pusat Studi Teologi .... 85
  • Terbitan-Terbitan yang Bermula dari Kolsani .... 90
  • Melihat ke Depan Berangkat dari Kenyataan ~ A. Sarwanto, Y. Danang Sigit Koesworo, J.B. Heru Prakosa .... 95
  • Sebuah Harapan untuk Kolsani .... 95
  • Menatap Harapan dan Kenyataan yang Ada .... 98
  • Adakah Jalan untuk ‘’Reorientasi’’ Kolsani? .... 102
  • Kolsani: Dari 1993 hingga 2013 ~ J.B. Heru Prakosa .... 104
  • Latar belakang Ekonomi-Sosial-Politik .... 105
  • Tantangan Eksternal dan Internal .... 109
  • Catatan Akhir .... 119
  • Lampiran: Beberapa Peristiwa di Antara Yesuit Provindo Selama 150 Tahun .... 121
  • Lampiran: Cerita-Cerita Ringan .... 155

Jumat, 25 September 2026

Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman: Refleksi Teologis Pendampingan Tunawisma di Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Populorum Progressio dan Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32

 

Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman

Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman: Refleksi Teologis Pendampingan Tunawisma di Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Populorum Progressio dan Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32

Spesifikasi

Kode:510011
Judul:Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman: Refleksi Teologis Pendampingan Tunawisma di Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Populorum Progressio dan Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32
Penulis:Yohanes Adrianto Dwi Mulyono
Editor:J. B. Heru Prakosa SJ, Elisabet Sri Hartati
Kata Pengantar:J. B. Heru Prakosa SJ
Tahun Terbit:2026
ISBN:978-634-7774-00-2
eISBN:978-634-7774-02-6
ISBN PDF:978-634-7774-01-9
Tebal:237 (xxii+215) halaman
Ukuran:14.5x21 cm
Harga:Rp115.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman – Memulihkan Martabat Kemanusiaan di Pinggiran Zaman

Buku "Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman: Refleksi Teologis Pendampingan Tunawisma di Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Populorum Progressio dan Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32" karya Yohanes Adrianto Dwi Mulyono merupakan sebuah karya teologi praksis yang sangat berbobot, berani, dan kontekstual. Ditulis dengan ketajaman metodologis yang runtut (xxii+215 halaman), buku ini tidak membiarkan teologi mandek sebagai wacana menara gading. Sebaliknya, penulis membawa pembaca turun langsung ke realitas akar rumput—menemui kompleksitas hidup kaum tunawisma di Perkampungan Sosial Pingit (PSP), Yogyakarta—untuk menguji sejauh mana iman kristiani mampu meretas struktur ketidakadilan sosial.

Eksplorasi Teologis, Analisis Struktur Sosial, dan Transformasi Pastoral:

Iman dan Penegakan Keadilan yang Integral:
Dipandu oleh editor Dr. J. B. Heru Prakosa, SJ, buku ini membuka cakrawala historis mengenai bagaimana Gereja dan Serikat Jesus (Jesuit) mentransformasikan karya sosial mereka di era modern. Berpijak kokoh pada visi pembangunan manusia seutuhnya dalam Ensiklik Populorum Progressio karya Paus Paulus VI, serta amanat radikal Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32, penulis menegaskan sebuah kebenaran asasi: bahwa penegakan keadilan bukanlah sekadar "bumbu" atau opsi tambahan dari iman, melainkan syarat mutlak dan bagian integral dari evangelisasi. Menghidupi iman berarti memiliki nyali untuk menginkarnasikan Injil ke dalam sistem sosial yang timpang.

Kejujuran Analisis Sosial di Tengah Badai Globalisasi:
Melalui skema analisis sosial yang disiplin, riset ini membedah bagaimana arus globalisasi turut mendistorsi perilaku manusia dan melanggengkan pemiskinan struktural. Penulis secara sportif dan jujur memaparkan dinamika di lapangan—mulai dari kondisi awal warga dampingan, proses wawancara mendalam, hingga kenyataan pahit yakni hasil pemberdayaan tunawisma sering kali tidak menggembirakan dan penuh keterbatasan. Evaluasi kritis ini justru menjadi ruang kontemplasi berharga bahwa perjuangan menegakkan martabat manusia adalah sebuah proses pencarian yang harus terus-menerus diperbarui, menuntut kesetiaan tanpa batas, serta penyatuan hati dan budi.

Metode Appreciative Inquiry: Membawa Kerajaan Allah Lewat Harapan:
Sebagai jalan keluar pastoral yang visioner, buku ini menawarkan dekonstruksi analitis dari model SWOT konvensional menuju pendekatan SOAR (Strengths, Opportunities, Aspirations, Results) melalui metode Appreciative Inquiry. Alih-alih melulu berfokus pada kekurangan dan masalah kaum marginal, pendekatan ini dengan cerdas menggeser paradigma untuk mengeksplorasi potensi, mensyukuri apa yang sudah ada, dan membangun mimpi bersama. Secara teologis, metode ini merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai Kerajaan Allah yang membebaskan, yang memungkinkan kebebasan individu diselaraskan demi kesejahteraan bersama (bonum commune).

Kesimpulan: Ajaran Sosial yang Membumi dan Mengubah
Puncak dari buku ini adalah seruan bahwa misi hidup sebagai pengikut Kristus sejati selalu diuji dari seberapa jauh kita berani terlibat dan berdialog dengan realitas kemiskinan. Yohanes Adrianto Dwi Mulyono berhasil menghadirkan sebuah potret pastoral yang tidak hanya sarat akan muatan akademis, tetapi juga memiliki kedalaman spiritualitas inkarnatif yang menyentuh hati.

Buku "Perkampungan Sosial Pingit sebagai Ruang Keterlibatan Iman" adalah referensi wajib yang sangat langka dan penting bagi para teolog, aktivis kemanusiaan, pekerja sosial, kaum muda, serta para gembala umat. Buku ini menantang kita semua untuk keluar dari zona nyaman, mengubah rasa iba menjadi tindakan nyata yang terstruktur, dan menjadikan setiap ruang marginal di sekitar kita sebagai altar suci perjumpaan dengan Kristus yang hadir dalam diri kaum miskin.


Daftar Isi

  • Iman dan Keadilan Sosial dalam Perjalanan Historis Karya Sosial Gereja serta Serikat Jesus ~ Dr. J. B. Heru Prakosa, SJ .... v
  • Dalam Gereja Katolik .... vi
  • Awal Kekristenan dan Absennya Ajaran Sosial yang Sistematis .... vii
  • Transformasi Sosial Gereja dalam Era Modern .... ix
  • Populorum Progressio dan Visi Pembangunan Integral .... x
  • Dalam Serikat Jesus .... xiii
  • Signifikasi dan Relevansi .... xv
  • Daftar Isi .... xviii
  • Daftar Tabel .... xxii
  • Daftar Gambar dan Grafik .... xxii
  • Pendahuluan .... 1
  • Latar Belakang .... 1
  • Fokus dan Kerangka Pembahasan .... 6
  • Pendekatan dan Alur Refleksi .... 8
  • Pengalaman Konkret .... 12
  • Analisis Sosial .... 13
  • Proses Wawancara .... 16
  • Refleksi Teologis .... 18
  • Rekomendasi Pastoral .... 22
  • Sistematika Buku .... 22
  • Perkampungan Sosial Pingit: Sejarah dan Proses Pendampingan .... 25
  • Konteks Kampung Pingit .... 25
  • Perkampungan Sosial Pingit .... 27
  • Program Pendampingan Tunawisma .... 31
  • Praksis Pendampingan Tunawisma Saat Ini .... 33
  • Kondisi Awal Warga Dampingan .... 34
  • Pendampingan Pribadi .... 38
  • Pendampingan Kelompok .... 44
  • Hasil Pemberdayaan Tunawisma di PSP .... 48
  • Evaluasi dan Refleksi Pendampingan Warga .... 50
  • Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan .... 50
  • Refleksi Pelaksanaan Pendampingan .... 51
  • Catatan Kritis Penulis terhadap PSP .... 54
  • Masalah Sosial di Perkampungan Sosial Pingit .... 56
  • Pengantar .... 56
  • Definisi dan Proses Analisis Sosial .... 57
  • Definisi Analisis Sosial .... 57
  • Proses Analisis Sosial .... 58
  • Konteks Zaman: Globalisasi Mempengaruhi Perilaku Manusia .... 59
  • Skema Analisis Sosial .... 65
  • Hasil Data Wawancara .... 65
  • Deskripsi Hasil Wawancara .... 68
  • Rangkuman .... 82
  • Refleksi Teologis Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Populorum Progressio .... 86
  • Pengantar .... 86
  • Ajaran Sosial Gereja .... 90
  • Tanggung Jawab Gereja terhadap Dunia .... 95
  • Ensiklik Populorum Progressio .... 96
  • Paus Paulus VI .... 97
  • Sistematika Populorum Progressio .... 99
  • Sejarah Munculnya Populorum Progressio .... 100
  • Konteks Penulisan Populorum Progressio .... 102
  • Originalitas dalam Populorum Progressio .... 104
  • Refleksi Teologis Populorum Progressio .... 109
  • Hal-Hal Penting dalam Populorum Progressio .... 114
  • Peringatan Populorum Progressio .... 117
  • Populorum Progressio dalam Konteks Indonesia .... 119
  • Catatan Kritis Penulis terhadap Populorum Progressio .... 122
  • Refleksi Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Populorum Progressio .... 124
  • Kepedulian terhadap Permasalahan Sosial .... 124
  • Pandangan tentang Manusia .... 129
  • Memperjuangkan Perkembangan yang Autentik .... 133
  • Solidaritas, Keadilan, dan Cinta Kasih .... 140
  • Rangkuman .... 145
  • Refleksi Perkampungan Sosial Pingit dalam Perspektif Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32 .... 151
  • Pengantar .... 151
  • Sosok Pedro Arrupe .... 153
  • Prioritas KJ 32: Merumuskan Identitas Serikat Jesus .... 158
  • Penegakan Keadilan dalam Kerangka Pelayanan Iman .... 162
  • Penegakan Keadilan sebagai Syarat Mutlak Iman .... 162
  • Yang Ilahi dan yang Manusiawi Tidak Dapat Dipisahkan .... 165
  • Keadilan Tidak Dapat Dipisahkan dari Evangelisasi .... 166
  • Sejalan dengan Tradisi Serikat Jesus .... 167
  • Dekret 4 Kongregasi Jenderal Serikat Jesus ke-32 dalam Konteks Indonesia .... 169
  • Catatan Kritis Penulis atas Dekret 4 KJ 32 .... 171
  • Refleksi Pendampingan Tunawisma PSP dalam Perspektif Dekret 4 KJ 32 .... 173
  • Inkarnasi Injil .... 174
  • Menyatukan Hati dan Budi .... 176
  • Proses Pencarian Terus-Menerus .... 179
  • Penegakan Keadilan sebagai Bagian Integral Imamat .... 181
  • Dialog dengan Budaya dan Agama .... 183
  • Rangkuman .... 184
  • Rekomendasi Pastoral: Appreciative Inquiry sebagai Upaya Pengembangan Manusia .... 188
  • Pengantar .... 188
  • Rekomendasi Berdasarkan Analisis Sosial .... 190
  • Rekomendasi: Metode Appreciative Inquiry .... 192
  • Pemahaman Metode Appreciative Inquiry .... 192
  • Dari SWOT menjadi SOAR .... 197
  • Mewujudkan Kerajaan Allah: Refleksi Teologis atas Appreciative Inquiry .... 199
  • Catatan Kritis Penulis atas Appreciative Inquiry .... 201
  • Metode Appreciative Inquiry dalam Kegiatan Pastoral .... 203
  • Menyadari dan Mensyukuri Apa yang Sudah Ada .... 204
  • Membangun Mimpi Bersama .... 205
  • Membuat Perencanaan agar Mimpi Menjadi Kenyataan .... 206
  • Kebebasan Individu demi Kepentingan Bersama .... 207
  • Rangkuman .... 207
  • Daftar Pustaka .... 210
  • Buku .... 210
  • Dokumen Gereja .... 213
  • Dokumen Serikat Jesus .... 214
  • Jurnal dan Artikel .... 214

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Sabtu, 12 September 2026

Tiang Gantungan, Kumpulan Puisi karya Agus Supriyanto

 

Tiang Gantungan

Tiang Gantungan, Kumpulan Puisi

Spesifikasi

Kode:120067
Judul:Tiang Gantungan, Kumpulan Puisi
Penulis:Agus Supriyanto
Editor:Elisabet Sri Hartati
Tahun Terbit:2026
ISBN:978-634-7774-05-7
eISBN:978-634-7774-07-1
ISBN PDF:978-634-7774-06-4
Tebal:108 (x+98) halaman
Ukuran:14.5x21 cm
Harga:Rp55.000

Jika Anda tertarik untuk menerbitkan buku serupa, silakan kunjungi ketentuan Penerbitan Buku!

Deskripsi

Tiang Gantungan adalah kumpulan 69 puisi reflektif yang lahir dari pergulatan panjang dalam memandang manusia, kehidupan, kekuasaan, iman, pendidikan, kematian, dan aneka dinamika sosial yang mengitarinya. Melalui bahasa yang sederhana, lugas, sekaligus sarat permenungan, Agus Supriyanto mengajak pembaca memasuki ruang-ruang sunyi tempat pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang hidup terus bergema.

Puisi-puisi dalam buku ini tidak menawarkan jawaban-jawaban pasti. Sebaliknya, setiap sajak menjadi undangan untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kehidupan, lalu memandang kembali diri sendiri, sesama, dan dunia dengan mata yang lebih jernih. Pertanyaan demi pertanyaan hadir bukan untuk membingungkan, melainkan untuk membangunkan kesadaran bahwa kehidupan tidak selalu dapat dipahami secara hitam putih.

Di dalamnya, pembaca akan menjumpai refleksi mengenai pendidikan, kekuasaan, korupsi, uang, bahasa, kemiskinan, solidaritas, pengabdian, konsistensi, kepercayaan, kemanusiaan, kematian, hingga relasi manusia dengan Tuhan. Semua tema tersebut dirangkai dalam bentuk puisi pendek yang padat, kontemplatif, dan sering kali dibangun melalui paradoks, ironi, permainan makna, serta pertanyaan-pertanyaan filosofis yang menggugah.

Judul Tiang Gantungan sendiri menghadirkan metafora yang kuat. Tiang gantungan bukan semata lambang hukuman atau kematian, melainkan simbol ruang penghakiman, tempat manusia berhadapan dengan dirinya sendiri, dengan pilihan-pilihannya, dengan nuraninya, dan pada akhirnya dengan Yang Mahatinggi. Di hadapan "tiang gantungan" itulah topeng-topeng kehidupan kehilangan daya sembunyinya. Yang tersisa hanyalah manusia dengan segala kejujuran, kelemahan, ambisi, kasih, dan harapannya.

Dalam kumpulan ini, Agus Supriyanto tidak menempatkan dirinya sebagai hakim yang mengadili dunia. Ia lebih memilih menjadi seorang peziarah yang berjalan bersama pembacanya, menyaksikan berbagai ironi zaman: ketika pengabdian berubah menjadi bisnis, kepercayaan berubah menjadi kecurigaan, pendidikan kehilangan arah, uang menjadi tuan, bahasa kehilangan makna, dan manusia perlahan terasing dari dirinya sendiri. Namun, di tengah segala kegelisahan itu, puisi-puisi ini tetap memelihara secercah harapan bahwa kebaikan, kasih, solidaritas, dan kebenaran tidak pernah benar-benar kehilangan jalannya.

Kekuatan buku ini terletak pada kemampuannya menghubungkan refleksi filosofis dengan pengalaman hidup sehari-hari. Pembaca tidak diajak berhadapan dengan konsep-konsep yang rumit, melainkan dengan kenyataan yang akrab: keluarga, pekerjaan, masyarakat, lembaga, agama, politik, bahkan media sosial. Dari pengalaman-pengalaman itulah lahir pertanyaan-pertanyaan yang menuntun pembaca masuk ke dalam perenungan yang lebih dalam mengenai makna menjadi manusia.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, ketika ruang refleksi semakin sempit dan kata-kata semakin mudah kehilangan makna, Tiang Gantungan hadir sebagai ruang jeda. Buku ini mengingatkan bahwa manusia bukan hanya makhluk yang berpikir, bekerja, dan mengejar keberhasilan, tetapi juga makhluk yang perlu berhenti, bertanya, merenung, dan mendengarkan suara hati.

Buku ini layak dibaca oleh siapa saja yang mencintai sastra reflektif, filsafat kehidupan, spiritualitas, pendidikan, maupun kritik sosial. Lebih daripada sekadar kumpulan puisi, Tiang Gantungan adalah undangan untuk bercermin. Sebab, pada akhirnya, setiap puisi mungkin sedang berbicara tentang orang lain, tetapi diam-diam sedang memanggil setiap pembacanya untuk bertanya: di manakah aku berdiri, ketika kehidupan menempatkanku di hadapan tiang gantungan itu sendiri?


Daftar Isi

  • Kata Pengantar .... v
  • Daftar Isi .... viii
  • 1. Tiang Gantungan .... 1
  • 2. Apa itu Kebenaran? .... 2
  • 3. Manipulasi vs. Kekuasaan .... 3
  • 4. Paradoks .... 4
  • 5. Kebodohan .... 6
  • 6. Timpang .... 8
  • 7. Ke Mana Kumenuju .... 10
  • 8. Manusia .... 12
  • 9. Menemukan jalan .... 13
  • 10. Pengalaman .... 14
  • 11. Selamat Jalan .... 16
  • 12. Kambing Hitam .... 17
  • 13. Siapakah engkau? .... 18
  • 14. Tuanku Bernama Uang .... 20
  • 15. Kamuflase Nafsu .... 21
  • 16. Iring-iringan .... 22
  • 17. Pandangan Itu .... 23
  • 18. Tulis .... 24
  • 19. Tikus-Tikus Got .... 25
  • 20. Lalu Apa? .... 26
  • 21. Konsistensi vs. Inkonsistensi .... 27
  • 22. Nyanyian Jiwa yang Merana .... 28
  • 23. Yang Merdeka yang Terpenjara .... 29
  • 24. Bebal dan Tak Dipercaya .... 30
  • 25. Selayang Pandang .... 31
  • 26. Tubuh Ini .... 32
  • 27. Tubuh yang Terbaring Itu .... 33
  • 28. Mata Digital .... 34
  • 29. Menerima .... 35
  • 30. Ambisi .... 36
  • 31. I and Thou .... 37
  • 32. Si Tua Itu .... 38
  • 33. Saat Terbaik, Saat Melepas .... 40
  • 34. Kehendak-Kulah yang Terjadi .... 41
  • 35. Pilihan Final .... 42
  • 36. Para Ningrat .... 44
  • 37. Tamak .... 45
  • 38. Resi-Resian .... 46
  • 39. Bumi Merana .... 47
  • 40. Incaran Ketiadaan .... 48
  • 41. Menuju Lembah .... 49
  • 42. Para Pengabdi Uang .... 50
  • 43. OMDO .... 52
  • 44. Kasih .... 53
  • 45. Solidaritas Pewartaan .... 54
  • 46. Kepercayaan dan Tagihan .... 56
  • 47. Miskin dalam Kelimpahan .... 58
  • 48. Terang dan Gelap .... 60
  • 49. Muslihat .... 61
  • 50. Niat .... 62
  • 51. Para Pembisik .... 63
  • 52. Warung-Warung itu .... 64
  • 53. Hati-Hati .... 66
  • 54. Kekuatan Diri .... 68
  • 55. Pencuri Waktu .... 69
  • 56. Kebaikan .... 70
  • 57. Ambisi Imortal .... 72
  • 58. Tukang Periuk .... 74
  • 59. Para Pemeran .... 76
  • 60. Didikan dan Teguran .... 77
  • 61. Jejak Langkah .... 78
  • 62. Ke Manakah Engkau Pergi .... 80
  • 63. Time Line .... 81
  • 64. Hoegeng Sang Mitos .... 82
  • 65. Cermin .... 84
  • 66. Mengenang Jejak Langkah Kemanusiaan Agung .... 86
  • 67. Hidup Adalah Permainan (Vita Ludus Est) .... 90
  • 68. Darurat .... 92
  • 69. Manusia Bukan Sekadar Guna .... 94
  • Tentang Penulis .... 97