Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Sulistyorini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulistyorini. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2020

Sulistyorini



Sulistyorini, lahir di Salatiga, 28 September 1970. Alumni Grissa Salatiga, Smanssa Salatiga, dan IKIP Karangmalang Yogyakarta. Sampai saat ini masih dipercaya pemerintah untuk mengajar di SMP Negeri 2 Salatiga, salah satu SMP yang menjadi kebanggaan Kota Salatiga. Pengalaman ikut andil di penyusunan puisi rembulan, membuat penulis terus dan ingin terus menulis, mengungkapkan isi hatinya ke dalam bait-bait puisi. Beberapa puisi haiku yang penulis suguhkan semoga bisa menjadi penyemangat utamanya bagi penulis untuk  terus berkarya, mengolah kata dan rasa, demikian juga bagi anak didik.


Karya Bersama Komunitas Guru Menulis



Malam Super Blue Bloood Moon Kumpulan Puisi untuk Bulan Penuh Kedua
Kautinggalkan Aku Sejenak
Kuingin Sepertimu
Keagungan
Kemarin kau tersenyum lebar
Kau, dewiku
Pesonamu
Saat kumemandangmu
Karena Senyummu




Puisi Akrostik #1: Kumpulan Puisi Akrostik Komunitas Guru Menulis
Sulistyorini
Kini Telah Sirna Deritamu
Pesona Rona Merahmu
Kemilau Cahyamu
Mentari Pagi
Cerita Anakku Siang Tadi
Sajadah Panjang
Kulihat Cinta di Matanya
Mendung Tak Berarti Hujan

Kini Telah Sirna Deritamu, Pesona Rona Merahmu

Puisi Akrostik oleh Sulistyorini

Photo by Wesner Rodrigues from Pexels



Kini Telah Sirna Deritamu
Ketika pertama kau mengeluh
Ingin rasanya kuminta separuh lukamu
Namun, tak bisa kulakukan
Itu semua kaurasa sendirian

Tiap detik kaurasa deritamu
Entah apa yang berkecamuk dalam anganmu
Langit pun menjadi saksi bisu
Asa apa yang akan kauwariskan tuk kekasih hatimu
Hingga maut akan datang menjemputmu

Sisa-sisa kekuatanmu
Inginkan kau menggeriyap
Remang kau berharap
Nantikan pelukan tiga buah hatimu
Atau ... justru kaulepas

Dua kali dokter itu membedahmu
Entah apa yang saat itu kaurasa
Rintihan apa yang kala itu kaualunkan
Ingin rasanya kudengar semua
Tapi, Sang Khalik lebih sayang padamu
Apa yang kaurasa sirna
Melayang pergi jauh
Untuk kembali kepada-Nya




Pesona Rona Merahmu
Pertama kumemandangmu
Entah mengapa aku tak suka
Satu demi satu tumbuh daunmu
Obati jenuhku ternyata
Nuansa merahmu
Antarkan semangatku kembali bangkit

Rona wajahmu menawan
Oranye, hijau, dan merah jambumu membuatku terpesona
Nilai indahmu membuatku jatuh cinta
Akankah kau selalu ada untukku
Merahmu menjadi semangatku
Embun pagi yang setia menemanimu
Rangkai elokmu
Akan selalu iringi langkahku
Hiasi lajuku
Menuju impian
Untuk hidup penuh bahagia




Sulistyorini, lahir di Salatiga, 28 September 1970. Alumni Grissa Salatiga, Smanssa Salatiga, dan IKIP Karangmalang Yogyakarta. Mengajar Bahasa Indonesia di SMP Negeri 2 Salatiga.



Puisi ini diambil dari buku Puisi Akrostik #1: Kumpulan Puisi Akrostik Komunitas Guru Menulis halaman 163-164

Sabtu, 31 Maret 2018

Untaian Sedoka untuk Kekasih

Untaian Sedoka untuk Kekasih

Untaian Sedoka untuk Kekasih


Detail Produk:
Judul: Untaian Sedoka untuk Kekasih
Penulis: Abdul HakimAlpha Mariani, Ambarwati DwiAmie RinawatiClara Anita UtamiDeviary Bayuningratri, Eka NurbulanErma BaharErni Dwi Dwi Widowati, Estu Puji HandayaniEtik Elfia Endrawati  Eva Septiana RAEvy Christh, Fipi HayatiHadiyanto SahputraIing MidjaKristiana Widayanti, Lailatul Khurriyah, Lila KodarriyaMelyani Dwi AstutiNining YuzardsifBonaventura ParyadiPujarsono, Puji RahayuRaja Panduwinata, Ratna AgustinaRoida Nurisfajaryati Martiane, Romlah, Shanti AgustianiSri Mahmudah, Sri PujiwatiSulistyoriniSuryanti, Titiek SetyaniTri Elliawati, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Veronika Hartanti, Yati Kurniawati YapYovita HapsariYunita Dwi Lestari
Terbit: Mar-18
Tebal: 216 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-6688-43-9
Harga: Rp55.000


Deskripsi:
Untaian Sedoka untuk Kekasih merupakan kumpulan puisi sedoka hasil karya 39 anggota Komunitas Guru Menulis: Abdul Hakim, Alpha Mariani, Ambarwati Dwi, Amie Rinawati, Anita Utami, Deviary Bayuningratri, Eka Nurbulan, Erma Bahar, Erni Dwi Widowati, Estu Puji Handayani, Etik Elfia Endrawati, Eva Septiana RA, Evy Christh, Fipi Hayati, Hadiyanto Sahputra, Iing Midja, Kristiana Widayanti, Lailatul Khurriyah, Lila Kodarriya, Melyani Dwi Astuti, Nining, Paryadi, Pujarsono, Puji Rahayu, Raja Panduwinata, Ratna Agustina, Roida Nurisfajaryati Martiane, Romlah, Sri Mahmudah, Sri Pujiwati, Sulistyorini, Suryanti, Titiek Setyani, Tri Elliawati, Tyas Rahmani Anggaraningsih, Veronika Hartanti, Yati Kurniawati, Yovita Hapsari, Yunita Dwi Lestari.


Malam Super Blue Bloood Moon Kumpulan Puisi untuk Bulan Penuh Kedua

Malam Super Blue Bloood Moon Kumpulan Puisi untuk Bulan Penuh Kedua

Malam Super Blue Bloood Moon Kumpulan Puisi untuk Bulan Penuh Kedua


Informasi Produk:
Judul: Malam Super Blue Bloood Moon: Kumpulan Puisi untuk Bulan Penuh Kedua
Penulis: Alpha MarianiWayan KertiTutwuri YuliartiTri ElliawatiMarkus Maluku, Lila KodarriyaNining, Yenny Nilia CSumiarsihSumarsih, Fitriana Rahmawatii, Uswatun HasanahPujarsonoSulistyoriniDesrianti SPdAbdul GiasEtik Elfia Endrawati, Hadiyanto SahputraEstu Puji HandayaniPitriani LinglingAmie RinawatiAan Frimadona Roza, Ria Farawita, Erna Maydiawati, Klara Sukma Pujiati, Yustinus Wahyu Bintarto, Mirna ResminiJumaiyah, Iing MidjaSutriono Yoyok Hariadi,
Clara Anita UtamiDwi Yunita SariYati KurniawatiSeptiana Ratna Dewi, Setya Ningsih, Dra. Erma BaharZelny IndrayaniAbdul HakimIrma Lismayani Tasik, Nurlia Santy Agustin, Suryanti, Agus Adnan SalwaMelyani Dwi Astuti, Elisabet Sri HartatiTobias Tobi Ruron
Terbit; Mar-18Tebal; 200 halaman
Ukuran: 145x210 mm
ISBN: 978-602-6688-42-2
Harga: Rp50.000

Deskripsi:
Malam Super Blue Blood Moon adalah kumpulan puisi keenam yang dihasilkan oleh Komunitas Guru Menulis, berisi ungkapan hati terkait kejadian langka di awal tahun 2018, yakni super blue bloood moon. Memuat karya 45 anggota guru dari seluruh pelosok Indonesia: Aan Frimadona Roza, Abdul Gias, Abdul Hakim, Agus Adnan Salwa, Alpha Mariani, Amie Rinawati, Anita Utami, Desrianti, Dwi Yunita Sari, Elisabet Sri Hartati, Erma, Erna Maydiawati, Estu Puji Handayani, Etik Elfia Endrawati, Fitriana Rahmawati, Hadiyanto Sahputra, I Wayan Kerti, Iing Midja, Irma Lismayani, Jumaiyah, Klara Sukma Pujiati, Lila Kodarriya, Markus Maluku, Melyani Dwi Astuti, Mirna Resmini, Nining, Pitriani, Pujarsono, Ria Farawita, Septiana Ratna Dewi, Setya Ningsih, Shanti Agustiani, Sulistyorini, Sumarsih, Sumiarsih, Suryanti, Sutriono Hariadi, Tobias Tobi Ruron, Tri Elliawati, Tutwuri Yuliarti, Uswatun Hasanah, Y.W.B. Sonoseputro, Yati Kurniawati, Yenny Nilia, Zelny Indrayani

Daftar Penulis dan Puisinya
Alpha Mariani
Tiada Asa
Yang Tersembunyi
Tentang Rasa
Gerhana Kita
Mendekap Rembulan
I Wayan Kerti
Super Blue Blood Moon 1
Super Blue Bood Moon 2
Tutwuri Yuliarti
Super Blood Moon
Merindu Rembulan
Tri Elliawati
Asa Rona Darah
H2C
Sabit di Atas Sanglen
Malam di Siung
Markus Maluku
Rembulan Terkoyak
Gelisah Jiwa
Purnama Sunyi
Lila Kodarriya
Rindu Tak Bermuara
Secerah Bulan
Tak Tersampaikan
Di Luar Jendela
Andai Kau Tahu
Nining
Bulan dalam Bingkai Semesta
Senandung Rindu di Wajah Malam
Senyum Rembulan di Balik Luka
Yenny Nilia
Katyaluna: Purnama Kesiangan
Sumiarsih
Mencari Rembulan
Rembulan di Balik Pohon Mangga
Sumarsih
Bidadari Rembulan
Renjana Rembulan
Fitriana Rahmawati
Mitologi Bulan Biru
Pesona Setia Luna
Delusi Bulan
Rembulan dan Sepi
Suratan Gelap
Uswatun Hasanah
Rembulan (1)
Rembulan (2)
Pujarsono
Gerhana Bulan
Cumbu Si Bayang Bumi
Purnama di Pohon Jambu
Sulistyorini
Kautinggalkan Aku Sejenak
Kuingin Sepertimu
Keagungan
Kemarin kau tersenyum lebar
Kau, dewiku
Pesonamu
Saat kumemandangmu
Karena Senyummu
Desrianti
Rembulan Menangis Lagi
Seberkas Sinar dalam Kegelapan
Selamat Malam Rembulan
Rindu dalam Dekapan Rembulan
Indahnya Malamku
Abdul Gias
Rahasia Hati
Etik Elfia Endrawati
Di Bawah Cahaya Bulan
Bulan Semerah Darah
Gadis Bulan
Bulan Kesiangan
Surat Cinta Untuk Gerhana Bulan
Rembulan Dini Hari
Dialog Rembulan
Percakapan di Bawah Gerhana Bulan
Kekasih Bulan
Siluet Bidadari Rembulan
Hadiyanto Sahputra
Rembulan Bersinar
Estu Puji Handayani
Engkau Ada Rembulan
Rembulan Adalah Bukti
Rembulan Untuk Sang Putri
Rembulan Bulan Januari
Rindu Rembulan
Pitriani
Sang Dewi Malam
Di Cakrawala Tomakaka
Rembulan
Pendarkan Cahayamu
Bulan Purnama
Amie Rinawati
Agung Karyamu
Asa mereka
Angan
Menunggu
Sempurna
Aan Frimadona Roza
di beranda
di taman kota
di stasiun
Malam hampir pagi
di pasar pagi
Ria Farawita
Rindu
Purnama
Erna Maydiawati
Bulan dan Kopi
Sang Penjaga Malam
Supermoon
Bulan
Klara Sukma Pujiati
Rembulan Malu-Malu
Gerhana Bulan
Bulan Biru
O ... Bulan O ... Gerhana
Hanya Bulan
Y.W.B. Sonoseputro
Apa yang dapat membuka figur Ayah?
Mata Bulan
Sukasman dan Sinar Bulan
Rindu Rembulan
Bukan Sekerat Rembulan
Kukirim Sebuah Lagu
Terang Bulan di Waktu Datang Bulan
Mirna Resmini
Cahaya Rembulan
Meratap Sang Rembulan
Jumaiyah
Bulan Menghardik
Gerhana Mengetuk
Kerinduan sang Rembulan
Gempita Hati
Lentera Itu
Rembulan Merah Jambu
Iing Midja
Rembulan Rindu 1
Rembulan Rindu 2
Rembulan Rindu 3
Sutriono Hariadi
Kaukus
Lena Sang Rembulan
Anak Rembulan
Cerita malam untuk anakku
Anita Utami
Bulan Semalam
Cuma Bulan yang Mengerti
Kata Bulan Tentang Gelap
Kamu dan Bulan
Kamu Itu Serupa Bulan
Dwi Yunita Sari
Menanti Purnama Kesekian
Kuartal Purnama
Ingin Segera Pulang
Bulan Marah Jambu
Yati Kurniawati
Simpan atau Tinggalkan?
Semua Hilang
Titip Cerita
Bulan Cantik
Menanti Rembulan
Septiana Ratna Dewi
Rembulan Bergincu
Kudapatinya malam ini
Setakar kisahmu.
Bertanya pada Rembulan
Setya Ningsih
Rembulan dalam Duka
Rembulan Inspirasi
Erma
Gerhana Bulan
Di Bawah Sinar Bulan
Menggapai Mimpi
Cahaya Bulan Kian Redup
Pindah ke Lain Hati
Mimpi
Sajadah Panjang
Cinta Kita Selalu Setia
Di Antara Rindu dan Sepi
Rembulan Bersinar Lagi
Zelny Indrayani
Gerhana Bulan
Rembulan Bersolek
Kunang-Kunang
Sepotong Roti
Masihkah Kau Ingat
Abdul Hakim
Kepada Bulan Aku Merindu
Bulan di Atas Daun
Purnama Tak Bercahaya
Bulan yang Tak Diharap
Jangan Ambil Bulanku
Irma Lismayani
Derita Kerinduan
Rembulan Bermasa
Cahaya Budi
Shanti Agustiani
Rembulan Berpayung Merah
Rindu Purnama
Ibunda Rembulan
Bulan Merah Jambu
Kutolak Cinta Bulan
Suryanti
Rembulan
Agus Adnan Salwa
Hakikat Tak Tertuju 1
Hakikat Tak Tertuju 2
Hakikat Tak Tertuju 3
Melyani Dwi Astuti
Kekasih
Cerita Malam
Kemesraan
Doa
Rinduku
Elisabet Sri Hartati
Bulan Madu
Bulan di Atas Pabrik
Tobias Tobi Ruron
Rembulan Jatuh di Lamatou