Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Tampilkan postingan dengan label Wakidi Kirjo Karsinadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wakidi Kirjo Karsinadi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Mei 2021

Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37




 

Spesifikasi:
Kode: 0120053
Judul: Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37
Penulis: Agus Supriyanto, Emi Wahyuni, Iskarina, Riska Ulfia Khoirotunnisa, Wakidi Kirjo Karsinadi, Yanti Rosa
ISBN: 978-623-7421-43-6
Terbit: 21-Mei-21
Tebal: 84 (viii+76) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskripsi:
Buku kumpulan puisi ke-37 ini adalah hasil dari proyek penulisan dan penerbitan puisi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis sejak tahun 2016. Buku ini diberi judul Kota Matahari, mengambil salah satu judul puisi yang ada dalam buku ini. Kali ini ada 6 penulis dengan total 51 puisi.
 
Penulis dan puisinya:
Agus Supriyanto
  • Membedakan
  • Cermin Wajah
  • Hidup Berpengharapan
  • Kehilangan
  • Nilai
  • Kesendirian dalam Kebersamaan yang Sunyi
  • Memahami Kontradiksi
  • Menjadi Sesama

Yanti Rosa
  • Kecewa
  • Komitmen
  • Lara Sendiri
  • Jalan Tak Berujung
  • Membatu Rasaku
  • Dalam Diamku …Nakhoda yang Limbung
  • Tak Seperti Mauku
  • Jangan Rampas Bayangmu
  • Cinta Biru
  • Luka Berdarah

Iskarina
  • Ruang Rasa
  • Takdir
  • Ruang Kosong
  • Menghamba
  • Kasih-Mu
  • Candu
  • Berharap
  • Siluet
  • Belajar
  • Kebodohanku
  • Hati
  • Kopi Pahit
  • Ujian
  • Kamu
  • Jangan Lupa Bahagia
  • Pergilah
  • Usai

Riska Ulfia Khoirotunnisa
  • Jemu
  • Bungkam
  • Senjang
  • Bentang Asa
  • Kota-Matahari

Emi Wahyuni
  • Antara Aku dan Kamu
  • Cinta Terlarang
  • Pak Menteri
  • Jatuh Cinta
  • Goodbye
  • Renunganku
  • Anak Muda

Wakidi Kirjo Karsinadi
  • jalan pulang
  • pertama 
  • mudik

Selasa, 16 Juni 2020

menulis di tanah

Puisi Wakidi Kirjo Karsinadi

menulis di tanah, Puisi Wakidi Kirjo Karsinadi


pagi itu

seorang perempuan kedapatan
sedang berbuat zina
oleh lawan pezina
yang datang dengan motif busuk
menjebak dan mengorbankan sang perempuan
untuk menghilangkan sebuah ancaman

sesudah dinikmatinya perempuan itu
datanglah rombongan konspirator
menangkap basah keduanya

sang perempuan itu dilarak, diseret sepanjang jalan
dan lelaki lawan pezina ikut dalam rombongan
senang karena telah berhasil menjadi bagian dari sebuah rencana cerdik
dan tidak kehilangan bonus kenikmatan gratis pula

dan tibalah mereka di depan sesosok ancaman
yang ingin mereka binasakan

"ia kedapatan berzina
"ia harus dirajam
"bagaimana menurutmu?"
pertanyaan jebakan dilancarkan kepadanya

ia tidak segera menjawab
ia menunduk
ia diam

"apa katamu"
mereka mendesak

"yang merasa tidak bercela
silakan melemparkan batu pertama!"
ia menjawab
tanpa mengangkat kepala
tetap tertunduk
dengan jarinya
ia menulis di tanah

ia manusia langit
yang telah turun menjadi manusia tanah
ia ikut merasakan kegelisahan manusia tanah
perempuan yang sekarang menunggu bagaimana sebentar lagi ia akan kembali menjadi tanah
dirajam oleh para manusia atas angin yang ingin
menggantikan peran pemberi dan pencabut hidup

debu yang tersisih oleh jarinya beterbangan
butir demi butir mengenai hidung gerombolan itu
debu itu telah menjatuhkan mereka dari lesatan angin yang selama ini telah membekap mereka
mereka terjatuh kembali ke tanah
sadar dirinya juga terbuat dari tanah
yang lemah dan tidak bebas salah

satu demi satu, dimulai dari yang paling tua, rombongan itu
pergi meninggalkan perempuan dan lelaki yang menulis di tanah
meninggalkan keduanya di sana, saling berhadapan

sang perempuan tampak semakin gemetar
ia sedang berhadapan dengan sesosok, satu-satunya sosok ...
perginya gerombolan itu satu per satu menyadarkannya bahwa sosok di hadapannya itu adalah satu-satunya
yang memiliki kuasa untuk melemparkan batu pertama

ia gemetar, seluruh dayanya meluruh, menunggu ajal

lelaki itu bangkit
namun, bukannya untuk mengambil batu
melainkan mengulurkan tangannya
mengangkat perempuan itu

'hai manusia tanah
aku tidak akan melemparkan batu kepadamu
sebentar lagi aku akan bersatu dengan tanah
supaya engkau bisa dibebaskan dari hukum tanah"

kaget
tidak percaya
terpana

debu tanah yang menempel di jari itu menyentuh tangannya
tetapi kali ini debu itu ikut meluruhkan seluruh debu yang menempel di tubuhnya
di hatinya
di jiwanya
meninggalkannya menjadi manusia bersih

"jangan berbuat dosa lagi"

perempuan itu menangis bahagia
dalam hatinya ia tahu, mulai hari ini ia tidak perlu berbuat dosa lagi
ia sudah menjadi manusia baru
seluruh sisa hidupnya
telah dibawa ke level yang baru
hidup dalam karunia

karena lelaki itu sebentar lagi menggantikannya
menanggung semua beban dosanya

24 Maret 2018


dari buku berjudul Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28 halaman 62-65

Pembacaan puisi ini bisa dinikmati di video berikut:

Sabtu, 30 November 2019

Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28



Kode: 0120026
Judul: Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28
Penulis: Amri Sahaja [et al.]
ISBN: 978-623-7421-05-4
Terbit: 11-Nov-19
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Spesifikasi:
Kode: 0120026
Judul: Pulang ke Rahim Ibu: Kumpulan Puisi KGM #28
Penulis: Amri Sahaja, Ening Yuni Soleh Astuti, Marfidah, Mariunity Destiny, Pujarsono, Rahayu, Rahmat Ridwan, Wakidi Kirjo Karsinadi, Yanti Rosa
ISBN: 978-623-7421-05-4
Terbit: 11-Nov-19
Tebal: 86 (viii+78) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Deskrips:
Ini adalah buku kumpulan puisi ketiga belas di tahun 2019 dan sekaligus buku kedua puluh delapan yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 51 puisi karya 9 penulis.

Daftar Penulis dan Puisinya

Sorak XXVI
Penggugah Sunyi
Sesal Tanpa Salam
Harap

Rindu Kamu
Cinta Kuncinya
Mawar
Kemandirian
Kenyataan Hidup

Hujan
Tentang Seseorang
Jejak dalam Angkasa
Peluk
Narkoba
Surat untuk Bapak

Rasa Jiwa
Berita
Nada
Pemetik madu

pesan ibu
pulang ke rahim ibu
doa untuk kekhawatiran
tuhan sedang mengintip
anak jiwa

Sketsa Impian
Inginkan Bahagia
Inilah Kehidupan
Hujan di Tengah Hari
Segelas Kebahagiaan

Kembali Sepi
Sebatas Angan
Ku Ingin Kau Tetap di Sini
Selamat Pagi Mentari

Diam
Doa di Atas Pusara
Kuncup Kemuning
Subuh: Hari yang Perawan
Secangkir Kopi Rindu
Kumpulan Puisi Oktober
Sumpah Pemuda

Wakidi Kirjo Karsinadi
Manusia Tanah
3 pertanyaan cinta
sepeda