Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Sabtu, 09 April 2022

Api di Tungku

Foto oleh Naomi Salome dari Pexels




Api
yang di tungku kami
Makan kayu hari-hari

Tapi pun tunduk
Menjunjung panci dengan lidahnya
yang lapar merah itu
Sekalipun hitam pantat panci
Terpasang ke lidahnya

Ia
Tak nyesel ia
Sampai habis kayu di tanganmu pun


Baobolak, 02 Juni 2011

Ayam Dahan

Foto oleh Avinash reddy Kosna dari Pexels




                    Jumat Agung di kampungku

Ia
Memang begitu
Subuh-subuh sudah bangun
Berkokok sendiri berulang-ulang
Sampai 'ku bangun memungut jagung
yang di tebar tuan tadi malam di kintal kami

Sayang sekali ia
Kalau-kalau tak kebagian lagi daku
Karena keduluan terjilat fajar
Seperti yang sudah-sudah

Ia
Memang begitu
Tak mau makan sendiri milik kami
Seujung kuku pun

Ia
Sayang sekali padaku
Sekalipun di dahan saja tidurnya

Baobokak, 02 April 210


Kaki Lima

Wikipedia



Dengan kaki berlebih ini pun

Masih
Tak tersanggah
Lapar anak dan keluh si bini
Mengapa pula kaugusur paksa
dan patah ratakan segenapnya sesukamu

Lolong lapar kanak-kanak
dan keluh linang janda yatim malam-malam
Belum sampai-sampai jugakah
Menggugat tidur kekenyanganmu

Nyanyian-nyanyian ini
Mengiringi tarian lunglai perut-perut kosong
Mengantri roti di mejamu

Roti tiada
Bagi tiada

Tapi masih tersisakah remahnya
Untuk kami yang masih jauh sekali
di belakang sini?

Tuan

Tuan
Tak berlapar
Indahkan pulau lapar kami

Tanjung Uban, 08 Maret 2003

Matahari

Foto oleh Hernan Pauccara dari Pexels




Mari
Depan-depan kita bertarung
Agar kita tak lagi meraba-raba dalam lamun
entah siapa paling gigih di kesetiaan ini

Tapi aku
Biarpun susah sulit melilitku
Sepelilitan kulit pengutuh tubuhku

Aku tetap
Tidak kuberi rupa padamu juga kepada engkau
Kalau engkau pun tidak setia seperti hujan
yang masih tak tentu-tentu turunnya
Ke kampung kami
Sampai kini

Tapi bila kau setia
Seperti terbitmu yang selama ini kutahu
Sekalipun engkau bersikukuh terbit di barat

Aku tetap
Bertimur tegar padamu
Matahariku, satu-satunyaku

Teluk Sasah, 21 Februari 2003

Untuk Tenang Kami

Foto oleh Meruyert Gonullu dari Pexels




Jangan tanya
Mengapa pagi-pagi biniku usil
dan mengaduh-aduh, Tuhan

Orang ramai
Mati tungku

Berapa lama lagi kaupalang langkahku
dan membiarkan kami
Tanpa rizki

Tuhan

Tulang
dan remah-remah itu pun cukup
Untuk tenang kami
dan hidup nanti
Tuhan

Teluk Sasah, 31 Januari 1999

Perang Gila

Foto oleh cottonbro studio dari Pexels




Berperang melawanmu
Merebut dia yang kita cinta
Aku tak mau mundur menepi 
dan tunduk menyerah, Tuhan

Sebab cinta
dan dambaku yang mengalir menggila
Mengejar-ngejar dia sepanjang musim-musimku

Sama
Seperti juga
yang kaupunya itu, Tuhan

Mengapa kauberi kucinta sekuat kuatmu
Sehingga berperang melawanmu ini sekalipun
Aku tambah bara dan tergila-gila

Tuhan

Aku
Tak mau mengalah lagi sebelum kau mengaku
Kepada siapakah kautitipkan dia
yang sekarang ini

Mentigi, 22 Februari 1996


Kamis, 07 April 2022

Anjing Kudisan

Foto oleh Alexas Fotos dari Pexels



Malam

Tak tidur-tidur
Luka nanah dan darah-darah

Siapa tahan
Kalau kau yang tak datang-datang

Tuan
Sakitku sepanjang ini
Kaca medis gagal menanggap apa kuman

Tuan
Beriku tahu menangkap

Tuanku
Kuman kudisku

Malaka, 19 April 2001