Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak
Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.
Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen
Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN
Proyek Penerbitan Cerpen Anak
Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.
Karyatunggalkan Puisimu!
Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal
Terbitkan 5 Puisi
Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 500 Puisi Akrostik
Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru
Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru
Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan
Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN
Minggu, 17 Juli 2016
Kontes Fiksi Mini
Rabu, 08 Juni 2016
Proyek Penerbitan Pantun
Di Nusantara ini kita mengenal beberapa jenis budaya. Tari. Musik. Pertunjukan. Banyak di antaranya yang bersifat "hafalan". Namun satu budaya sangatlah menantang: berbalas pantun.
Budaya yang satu ini menuntut keterampilan dan kemampuan verbal. Bukan mampu karena menghafal, namun mengandaikan luasnya penguasaan kosakata, luasnya wawasan, dan cepatnya seseorang di dalam menyampaikan wawasannya melalui pilihan kata-kata yang indah.
Bukan hanya sekadar kata-kata yang indah, namun isinya juga harus indah. Harus nyambung. Bukan hanya isinya yang menarik, namun juga harus dirangkai dalam pilihan kata yang baik dan tertata dalam untaian suara yang indah.
Sebuah keterampilan yang luhur mulia, menantang dan membiasakan orang berolah pikir dan berolah rasa.
Sebuah budaya yang patut diteruskan dan dilestarikan.
Sebab itu, dalam rangka melestarikan budaya berpantun, Komunitas Guru Menulis mengajak siapa pun yang berminat untuk mengirimkan karya-karya pantunnya untuk diterbitkan menjadi buku ber-ISBN.
Ketentuan Pengiriman Naskah:
Sertakan:
1. Biodata Narasi (tentang penulis) maksimal 100 kata
2. Foto diri close up (maksimal setengah badan) dikirim dalam forma JPG (tidak boleh ditempel di Word)
Sanggup membiayai penerbitan ini secara bersama-sama. Biaya dihitung bersadarkan jumlah pantun yang dikirim dan dibayarkan sesudah konfirmasi penerimaan naskah. Besarnya sebagai berikut:
|
Jumlah |
Jumlah |
Maksimal |
Maksimal |
Biaya per |
Jumlah |
|
Lebih dari |
1-30 |
6 hal. |
72 hal. |
Rp 125,000 |
2 eks. |
|
31-60 |
11 hal. |
72 hal. |
Rp 165,000 |
3 eks. |
|
|
61-90 |
16 hal. |
72 hal. |
Rp 235,000 |
4 eks. |
|
|
91-120 |
21 hal. |
72 hal. |
Rp 305,000 |
5 eks. |
|
|
3 kontributor |
61-90 |
16 hal. |
48 hal. |
Rp 275,000 |
4 eks. |
|
2 kontributor |
91-120 |
21 hal. |
42 hal. |
Rp 355,000 |
4 eks. |
|
121-150 |
26 hal. |
52 hal. |
Rp 415,000 |
5 eks. |
|
|
151-180 |
31 hal. |
62 hal. |
Rp 485,000 |
6 eks. |
|
|
1 kontributor |
181-210 |
36 hal. |
36 hal. |
Rp 580,000 |
6 eks. |
|
211-240 |
44 hal. |
44 hal. |
Rp 695,000 |
7 eks. |
|
|
241-300 |
56 hal. |
56 hal. |
Rp 815,000 |
8 eks. |
|
|
301-419 |
72 hal. |
72 hal. |
Rp 955,000 |
10 eks. |
- Biaya di atas masih ditambah ongkos kirim. Biaya ini bukanlah biaya pembelian buku melainkan biaya proses penerbitan yang mencakup: editing, layout, desain cover, administrasi penerbitan, pengurusan ISBN, dan pencetakan contoh terbit.
- Jika jumlah halaman jadi melebihi batas maksimal maka akan masuk ke perhitungan berikutnya. Misalnya penulis mengirimkan 5 puisi (dengan mengandaikan biaya kontribusi Rp125.000 dan mendapatkan 2 eks buku); namun setelah diedit dan di-layout ternyata jadi 7 halaman (melebihi batas maksimal 6 halaman untuk 5 puisi), maka perhitungannya masuk ke kelompok berikutnya dengan biaya kontribusi Rp165.000 dan akan mendapatkan 3 eks buku.
- Seandainya membutuhkan lebih dari eksemplar yang tertera, Anda dapat memesan buku tambahan dengan diskon 25%.
- Naskah Anda akan melewati proses penerbitan standar dan akan diterbitkan oleh Penerbit Anggota IKAPI. Naskah Anda akan benar-benar diedit (dari segi isi dan bahasa) oleh seorang editor.
- Mohon tidak mengirimkan naskah jika Anda tidak menyepakati dengan segala ketentuan yang tertulis mengenai proyek ini.
Untuk antologi pantun dari beberapa penulis, penentuan struktur bukunya (urutan pantunnya) akan ditentukan oleh editor. Bisa jadi tetap dikelompokkan per penulis, namun juga tidak menutup kemungkinan untuk dikelompokkan per tema yang sama.
Atau Ibu Bapak bisa juga bergabung ke grup Menerbitkan Pantun di: https://www.facebook.com/groups/Menerbitkan.Pantun/
Senin, 29 Februari 2016
Kelas Memasak Cerita untuk Dewasa Angkatan Pertama
![]() |
| Lihat tuh betapa seriusnya mereka menulis cerita! Ada yang suami istri, ada yang menantikan buah hati yang akan datang ke dunia sebulan lagi. Semangaattt!! |
![]() |
| Murid-murid angkatan pertama Kelas Memasak Cerita (Dewasa). Sebelas guru dari Yogyakarta, Wonogiri, Cilacap, Semarang. Semangaaaatttttt!! |
![]() |
| "Aku lebih suka menyendiri ketika menulis." |
![]() |
| Peserta pasangan suami istri. Kok jauh-jauhan nulisnya? |
![]() |
| Mr. Gin Teguh dengan latar belakang kelasnya. |
![]() |
| Mbak Vita (Admin Lomba Nulis) sedang asyik menulis nota. |
Kelas memasak cerita mengajarkan:
Agar bisa menyuguhkan hidangan cerita yang memukau, penulis harus memperlengkapi diri dengan alat-alat yang dibutuhkan, yakni: semua indera kita (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, perasa) dan ditambah dengan indera keenam atau intuisi.
Menulis cerita adalah membuat adegan-adegan, bukan menceritakan.
Hasil Kelas Memasak Cerita ini akan dibukukan ke dalam sebuah buku kumpulan cerpen ber-ISBN oleh penerbit anggota IKAPI.
Salam menulis dan memberdaya.
Siapkan diri Anda untuk ikut Kelas Memasak Cerita (Dewasa) Angkatan 2
Rabu, 24 Februari 2016
Diskusi tentang Pendidikan: Pendidikan Indonesia Masa Depan
Saya merasa perlu mengajak Ibu Bapak untuk membagikan pemikiran Ibu Bapak mengenai hal ini, karena setelah sekian puluh tahun Indonesia merdeka, rasa-rasanya bangsa ini belum bisa dikatakan sudah berhasil melahirkan generasi yang unggul. Tentu pengertian unggul ini bisa berbeda-beda menurut pemahaman masing-masing, tetapi yang jelas kita sekarang ini "sudah bisa menikmati" output pendidikan kita selama ini dengan melihat budaya masyarakat kita sekarang ini:
Manakah pribadi bangsa yang tangguh, yang taqwa, yang cerdas, yang bermartabat dan beradab, yang jujur, yang saleh religius, yang terampil dan berketerampilan hidup, yang berdaya saing, berdaya juang, yang disiplin, yang komit, yang berintegritas pribadi, yang .... unggul itu.
Silakan Ibu Bapak postingkan pemikiran Ibu Bapak di grup komunitas Guru Menulis https://www.facebook.com/groups/gurumenulis/ [tidak bisa langsung tayang memang karena harus dengan persetujuan admin]. Selain itu juga kirimkan ke email komunitas.guru.menulis@gmail.com.
Harapannya, Ibu Bapak lain bisa menanggapi dan bisa menjadi diskusi berkelanjutan. Ibu Bapak pengirim naskah boleh memperbaiki naskahnya untuk nanti bareng-bareng diterbitkan menjadi buku ber-ISBN.
Kalau sudah gayeng, suatu saat kita kompul darat lagi untuk diskusi secara langsung dan Ibu Bapak-lah yang akan menjadi panelisnya.
Mau? Semoga semuanya mau!
Rabu, 10 Februari 2016
Kelas Memasak CERITA Jadi Sajian BUKU Ber-ISBN
Kelas Memasak CERITA Jadi Sajian BUKU Ber-ISBN
=======================================
Bersama GIN TEGUH (Penulis Novel Bulan Merah)
Guru bahasa dan sastra Indonesia mungkin sudah sangat hafal unsur-unsur intrinsik sebuah cerpen dan menggunakannya ketika mengajarkan anak menulis cerpen. Tetapi ketika mengetahui semua hal-ihwal berkaitan dengan cerpen belum tentu seorang guru otomatis bisa menulis cerpennya sendiri. Apa yang salah dengan semua pengetahuan itu?
Sebenarnya tidak ada yang salah, tetapi pengetahuan memang berbeda dengan keterampilan. Sebaliknya, orang yang memiliki keterampilan tidak selalu memiliki ilmu pendukung bagi keterampilannya tersebut. Dengan kata lain, ilmu tidak menjamin seseorang bisa mempraktikkan apa yang diketahuinya. Sebaliknya, keterampilan tidak menjamin orang yang memilikinya juga memiliki ilmu yang seharusnya mendasari keterampilannya tersebut.
Bagaimana jika seorang praktisi atau penulis Cerpen mau berbagi teknik penulisannya? Bukan menggunakan ilmu-ilmu yang teoritis, melainkan melalui serangkaian tips praktis yang telah dikuasainya dan terbukti bisa membantu banyak orang dari berbagai pelosok negeri ini untuk memulai menuliskan cerpen pertamanya dan kemudian berhasil menerbitkan ke dalam sebuah buku, entah karya tunggal maupun antologi.
Gin Teguh akan memandu Anda, peserta lokakarya ini, dengan cara yang sangat down to earth dan mudah untuk melahirkan sebuah cerpen atau cerita, tetapi tidak sekadar cerita, namun cerita yang enak atau bahkan asyik dan nikmat untuk dibaca, cerita yang membawa kenikmatan bagi penulis maupun pembacanya. Tidak hanya itu, Anda, peserta lokakarya ini, nantinya tidak hanya bakal bisa menulis cerpennya sendiri namun bisa menggunakan teknik yang sama yang diajarkan oleh Gin Teguh untuk juga membimbing anak didik melakukan hal sama di dalam menghasilkan karya cerpen.
Agenda:
======
Mengenal Cerita Pendek
Mengungkapkan 6 bumbu rahasia menulis
Belanja bahan cerita
Meracik cerita
Menyajikan cerita
Praktik memasak cerita
Hasil kegiatan ini:
==============
Hasil karya akan dibukukan menjadi kumpulan cerita ber-ISBN oleh Penerbit Anggota IKAPI
Waktu dan Tempat:
===============
Hari: Sabtu
Tanggal; 27 Feb 2016
Pukul 08.00 s.d. 16.00
Socius Resto & Cafe
Ruko Rafflesia II Blok O Babarsari Depok
Sleman Yogyakarta
PER KELAS TERBATAS untuk 50 PESERTA
=================================
Jika peminat berlebih akan diselenggarakan pelatihan yang sama pada hari berikutnya, Minggu 28 Februari 2016.
Kontribusi:
========
Umum Rp250.000
Guru Rp225.000
Mahasiswa Rp175.000
Fasilitas:
=======
Sertifikat
1 eks contoh buku terbit (buku hasil kegiatan ini)
lunch + coffee break,
kit
Bonus: bisa ngajari murid bikin cerpen cara mudah
Yuk segera daftar
kalau peminat berlebih, akan diselenggarakan Kelas Kedua (28 Feb 2016)
PROSEDUR PENDAFTARAN:
======================
1. Hubungi 08882882749 (WA, SMS) atau pin BB 5c99b624 atau 0878-3933-8535
atau akun fb https://www.facebook.com/kirjokarsinadi
atau akun fb https://www.facebook.com/yulia.loekito
2. Mintalah no rekening untuk transfer. Sesudah transfer, simpan bukti transfer dan kirimkan salinannya kepada kami (lewat kontrak di nomor 1)
3. Infokan data diri lengkap: Nama Lengkap beserta gelar (untuk penyiapan sertifikat) dan semua kontak yang tersedia (HP, FB, Twitter, dll)
4. Jangan lupa untuk membawa bukti pendaftaran dan transfer sewaktu datang di acara.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya 15 Cerpen Guru Bertema Cinta
Penulis: Bakti Sukmoko Aji, dkk.
Penerbit: Penerbit Lingkarantarnusa
Tebal: 154 halaman
ISBN: 978-602-1630-37-2
Harga: Rp45.000
Pemesanan, silakan menghubungi:

08882882749

0274-8006655
Buku Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya 15 Cerpen Guru Bertema Cinta memuat lima belas (15) cerita pendek karya guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis.
Ini adalah buku kedua yang memuat cerpen-cerpen pilihan hasil dari Kontes Nulis Cerpen untuk Guru yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa. Kontes ini berlangsung mulai 12 September 2014 hingga 28 Februari 2015. Lomba ini menghasilkan 3 pemenang sebagai berikut: cerpen berjudul “Lelaki yang Ingin Menikah dengan Dewi” karya Dwitya Sobat Ady Dharma sebagai pemenang pertama, cerpen “Kisah Anjing Berkerumunan di Kepalaku” karya Rai Sujaya sebagai pemenang kedua, dan cerpen “Mak Sadem dan Tikus Wirok” karya L. Bening Parwita Sukci sebagai pemenang ketiga.
Dari 103 naskah cerpen yang masuk ke panitia, dipilih cerpen-cerpen yang dianggap layak terbit oleh panitia. Bersamaan dengan buku ini, terbit empat buku kumpulan cerpen lainnya sebagai berikut: (1) Ibu, Aku Pulang dan 14 Cerpen Guru Lainnya, (2) Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru, (3) 8 Piring Menari di Mata Sari dan 17 Cerpen Guru Lainnya, (4) Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu dan 14 Cerpen Guru Lainnya.
Selain dari naskah hasil lomba, kelima buku kumpulan cerpen ini juga memuat naskah-naskah dari kegiatan Lokakarya Sehari untuk Guru: Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN yang juga diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa pada tanggal 28 Maret 2015. Ternyata sebagian guru juga mengirimkan naskah cerita pendek dan bukan karya nonfiksi.
Selain itu sebagian naskah yang diterima oleh panitia berupa naskah cerpen untuk anak yang cukup bagus. Karena jumlahnya masih terlalu sedikit untuk menjadi sebuah buku kumpulan cerpen tersendiri, Komunitas Guru Menulis berupaya melengkapinya dengan menyelenggarakan proyek penulisan cerpen anak. Maka jadilah buku kumpulan cerpen Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru.
Kelima buku kumpulan cerpen ini dipersembahkan oleh Komunitas Guru Menulis kepada pecinta bacaan fiksi pada umumnya namun khususnya untuk semua guru di Indonesia sebagai pemacu bagi munculnya karya-karya selanjutnya.
Komunitas Guru Menulis adalah sebuah wadah bagi para guru dan dosen di seluruh Indonesia untuk membagikan pengalaman dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan-tulisan kreatif dan inspiratif yang akan semakin mendukung karya guru dan pemajuan dunia pendidikan. Komunitas Guru Menulis berharap bisa menjadi virus yang menjangkiti semakin banyak guru untuk mulai dan terus menghasilkan tulisan-tulisan yang terpublikasikan.
Daftar cerpen:
8 Piring Menari di Mata Sari dan 17 Cerpen Guru Lainnya
Penulis: Alpha Mariani, dkk.
Penerbit: Penerbit Lingkarantarnusa
Tebal: 158 halaman
ISBN: 978-602-1630-36-5
Harga: Rp45.000
Pemesanan, silakan menghubungi:

08882882749

0274-8006655
Buku 8 Piring Menari di Mata Sari dan 17 Cerpen Guru Lainnya memuat delapan belas (18) cerita pendek karya guru-guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis.
Ini adalah buku kedua yang memuat cerpen-cerpen pilihan hasil dari Kontes Nulis Cerpen untuk Guru yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa. Kontes ini berlangsung mulai 12 September 2014 hingga 28 Februari 2015. Lomba ini menghasilkan 3 pemenang sebagai berikut: cerpen berjudul “Lelaki yang Ingin Menikah dengan Dewi” karya Dwitya Sobat Ady Dharma sebagai pemenang pertama, cerpen “Kisah Anjing Berkerumunan di Kepalaku” karya Rai Sujaya sebagai pemenang kedua, dan cerpen “Mak Sadem dan Tikus Wirok” karya L. Bening Parwita Sukci sebagai pemenang ketiga.
Dari 103 naskah cerpen yang masuk ke panitia, dipilih cerpen-cerpen yang dianggap layak terbit oleh panitia. Bersamaan dengan buku ini, terbit empat buku kumpulan cerpen lainnya sebagai berikut: (1) Ibu, Aku Pulang dan 14 Cerpen Guru Lainnya, (2) Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru, (3) Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya 15 Cerpen Guru Bertema Cinta, (4) Ilalang di Pekarangan Rumah Ibu dan 14 Cerpen Guru Lainnya.
Selain dari naskah hasil lomba, kelima buku kumpulan cerpen ini juga memuat naskah-naskah dari kegiatan Lokakarya Sehari untuk Guru: Menuliskan Pengalaman (Best Practices) Langsung Jadi Buku Ber-ISBN yang juga diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis bekerja sama dengan Penerbit Lingkarantarnusa pada tanggal 28 Maret 2015. Ternyata sebagian guru juga mengirimkan naskah cerita pendek dan bukan karya nonfiksi.
Selain itu sebagian naskah yang diterima oleh panitia berupa naskah cerpen untuk anak yang cukup bagus. Karena jumlahnya masih terlalu sedikit untuk menjadi sebuah buku kumpulan cerpen tersendiri, Komunitas Guru Menulis berupaya melengkapinya dengan menyelenggarakan proyek penulisan cerpen anak. Maka jadilah buku kumpulan cerpen Ransel Berwarna Hitam 21 Cerpen Anak Karya Guru.
Kelima buku kumpulan cerpen ini dipersembahkan oleh Komunitas Guru Menulis kepada pecinta bacaan fiksi pada umumnya namun khususnya untuk semua guru di Indonesia sebagai pemacu bagi munculnya karya-karya selanjutnya.
Komunitas Guru Menulis adalah sebuah wadah bagi para guru dan dosen di seluruh Indonesia untuk membagikan pengalaman dan kreativitasnya dalam bentuk tulisan-tulisan kreatif dan inspiratif yang akan semakin mendukung karya guru dan pemajuan dunia pendidikan. Komunitas Guru Menulis berharap bisa menjadi virus yang menjangkiti semakin banyak guru untuk mulai dan terus menghasilkan tulisan-tulisan yang terpublikasikan.
Daftar cerpen:

































