Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Minggu, 14 Februari 2021

Terbitkan 10 Cerpen Jadi Buku Oleh Penerbit Anggota IKAPI


Jika Anda memiliki 10 cerpen, Anda bisa menerbitkannya menjadi buku kumpulan cerpen karya tunggal atau karya solo bersama penerbit Anggota IKAPI.

Kirimkan 10 cerpen dalam 1 (satu) file Office Word ke terbitkanbuku@gmail.com.

Sertakan
  1. Foto KTP
  2. Foto diri
  3. Narasi biodata

Starat dan Ketentuan
  1. Mengisi form DATA PENULIS yang akan disampaikan dalam email balasan ketika Anda sudah mengirimkan naskah.
  2. Sanggup membiayai penerbitan ini sebesar Rp955.000. Mohon dipahami ini bukan biaya pembelian buku melainkan biaya penerbitan yang mencakup biaya edit, layout, desain cover, administrasi,  biaya cetak contoh terbit, serta biaya administrasi penerbitan.
  3. Tebal isi buku maksimal 72 halaman. Jika lebih, setiap halaman kelebihannya akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp8.000 per halaman.
  4. Anda akan mendapatkan 10 eksemplar buku sebagai contoh terbit dan selembar sertifikat. Jika membutuhkan lebih dari 10 eksemplar, Anda bisa memesan buku tambahan dengan diskon penulis 25%.

Jumlah Cerpen
Apakah harus 10 cerpen? Jika Anda mau, Anda bisa menerbitkan minimal 7 cerpen untuk menjadi buku karya tunggal. Ketentuannya sebagai berikut:

Jumlah
Cerpen

Maksimal
Halaman
Total
Buku

Biaya
Penerbitan

Jumlah
Contoh
Terbit

7

36 hal.

Rp 580,000

6 eks.

8

44 hal.

Rp 695,000

7 eks.

9

56 hal.

Rp 815,000

8 eks.

10

72 hal.

Rp 955,000

10 eks.


Maksimal 36 halaman, biaya penerbitan Rp590.000, mendapatkan 6 eks contoh terbit.
Maksimal 44 halaman, biaya penerbitan Rp695.000, mendapatkan 7 eks contoh terbit.
Maksimal 56 halaman, biaya penerbitan Rp815.000, mendapatkan 8 eks contoh terbit.
Maksimal 72 halaman, biaya penerbitan Rp955.000, mendapatkan 10 eks contoh terbit.

Catatan:
Jika jumlah halaman jadi melebihi batas maksimal maka akan masuk ke perhitungan berikutnya. Misalnya penulis mengirimkan 7 cerpen (dengan mengandaikan biaya kontribusi Rp580.000 dan mendapatkan 6 eks buku contoh terbit); namun setelah diedit dan di-layout ternyata jadi 40 halaman (melebihi batas maksimal 36 halaman untuk 7 cerpen), maka perhitungannya masuk ke kelompok berikutnya dengan biaya kontribusi Rp695.000 dan akan mendapatkan 7 eks buku contoh terbit. Demikian seterusnya.

Spesifikasi cetak dan finishing buku
Jika ketebalan buku kurang dari 60 halaman, buku akan dijilid kawat. Untuk buku dengan ketebalan 60 halaman ke atas, buku akan dijilid perfect.
Anda bisa memilih kertas isi buku: HVS 70 gram (putih, lebih berat) atau bookpaper 57 gram (agak kuning, ramah lingkungan).


Penting: 
  • Naskah Anda akan melewati proses penerbitan standar dan akan diterbitkan oleh Penerbit Anggota IKAPINaskah Anda akan benar-benar diedit (dari segi isi dan bahasa) oleh seorang editor.
  • Mohon tidak mengirimkan naskah jika Anda tidak menyepakati dengan segala ketentuan yang tertulis mengenai proyek ini.

Selasa, 02 Februari 2021

Taman Rasa: Kumpulan Puisi



 

Kode: 0120050
Judul: Taman Rasa: Kumpulan Puisi
Penulis: Lorentina
ISBN: 978-623-7421-38-2
Terbit: 5-Feb-21
Tebal: 100 (xii+88) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50,000

Kata kunci: 
puisi, kumpulan puisi, Lorentina, tulisan guru, karya guru, karya tunggal, puisi guru, karya solo

Deskripsi:
Puisi adalah gambaran pengalaman batin. Sebuah peristiwa yang direspons akan menimbulkan persepsi, persepsi akan menghadirkan rasa. Rasa yang melibatkan emosi inilah yang mendorong penulis untuk menuangkannya dalam bentuk karya. Ketika rasa itu datang, tak ada yang dapat membendung luapannya, jiwa membutuhkan ruang untuk mengekspresikan. Luapan energi ini tumpah ruah dalam media-media sosial, menjadi konsumsi publik dengan segala komentarnya. Setelah tercipta sebuah karya, jiwa penulis kembali memperoleh keseimbangannya. Merasakan kepuasan batin dalam puncak kenikmatan berkarya. 
Pada awalnya puisi-puisi ini bertebaran di media sosial hingga tiba kesempatan berharga bersama Guru Menulis untuk mengabadikannya dalam sebuah buku karya tunggal. Buku ini memuat 85 buah puisi yang dikelompokkan ke dalam beberapa tema: Indonesia Kaya, Cerita Rasa, Loves Around Me, Sajadah Panjang, Warna-warni, Catatan Hari dan Simfoni Alam. 

Daftar Puisi:
Indonesia Kaya 
Merdeka
Demo
Pengamen Binong
Sore Kami
Tirai Jendela Bu Mira
Ibu Guru Rapat Lagi
Kopi Pahit Perbudakan
Membunuh Idealisme 
Penjilat
Alice In The Wonderland
Mudik
Ibu, Aku Lapar
Memandang Bulan

Cerita Rasa
Terjaga
Breakfast
Hanya Kamu
Kopimu
Cemburu
Gelas Kita
Aphelion
Silent
Bintang Jatuh
Lepaskan 
Rembulan di Sudut Hati
Sebuah Pagi dari Balik Tirai Putih
Jatuhlah di Hatiku
Menunggu
Hadirmu
Kisah Kemarau
Kamu Akan Datang
Tersesat
Literasi

Loves Around Me
Belahan Jiwa
Untuk Rio 
Rindu
Kupinta Doamu
Anak-Anakku

Sajadah Panjang
Serakah
Sa’i
Minal Mahdi Ilal Lahdi
Istigfar
Bekalmu apa?
Sampai Jumpa
Robighfirli
Pengakuan
Usia
Panggilan
An Nuur
Yaa Muqollibal Quluub
Salaamun ‘Alaika
Tirai Kalbu
Perjalanan
Mentari
Al Ashr
Lailatul Qadr
Bening
Pertemuan di Sepertiga Malam

Warna Warni
Nol Kilometer
Bersolek
Braga
Melepasmu (untuk anak didik tercinta)
Pesta Panen
Berita dari Negeri Para Pemberani
Toast
Sore di Antapani
Rintihan Bumi Saat Pandemi
Virus
Wabah

Catatan Hari
Pagiku
Pagi di Jayagiri
Rahasia Senja 
Kehilangan
Pelangi Senja
Terlupakan
Malamku
Purnama
Hadiah Untuk Malam
Rehat
Waktunya Pulang

Simfoni Alam
Rela
Setia
Terperangkap Kisah Purba
Jejak
Wangi Alam
Cinta Palsu

Jumat, 29 Januari 2021

Bisik Daun dan Bunga Waru: Kumpulan Puisi

 

Bisik Daun dan Bunga Waru: Kumpulan Puisi Sari Rahmayani

Bisik Daun dan Bunga Waru: Kumpulan Puisi Sari Rahmayani

Bisik Daun dan Bunga Waru: Kumpulan Puisi Sari Rahmayani

Kode: 0120049
Judul: Bisik Daun dan Bunga Waru: Kumpulan Puisi
Penulis: Sari Rahmayani, S.Pd.
ISBN: 978-623-7421-37-5
Terbit: 31-Jan-21
Tebal: 80 (xii+72) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40,000

Kata Kunci:
puisi, kumpulan puisi, Sari Rahmayani, tulisan guru, karya guru, karya tunggal, puisi guru, karya solo

Deskripsi:
Antologi puisi karya Sari Rahmayani, S.Pd. ini terdiri atas puisi dengan berbagai tema, seperti ketuhanan, budaya, sosial, humaniora, pendidikan, dan cinta. Kepekaan terhadap semua peristiwa baik yang dialami sendiri oleh penulis maupun peristiwa hasil pengamatan penulis adalah inspirasi dalam penulisan puisi-puisi dalam antologi puisi ini. Tak jarang pula hasil perenungan penulis terhadap peristiwa yang sering terjadi di sekitar dan masyarakat menjadi bahan penulis untuk mengangkatnya dalam sebuah puisi.

Daftar puisi:
  1. Menatap Bahagia
  2. Generasi Milenial
  3. Melukis Senja
  4. Kegalauan di Hari Guru Nasional
  5. Entah Berapa Lama
  6. Rindu Hujan
  7. Akulah Papa
  8. Kawat Berduri
  9. Menunggumu di Sini
  10. Hari Penantian di Tengah Pandemi
  11. Kupeluk Kau dalam Doa
  12. Menjalani Takdir
  13. Aku Ingin
  14. Rindu
  15. Lelaki di Balik Bunga
  16. Menapaki Hari Ini
  17. Sudut Waktu
  18. Kubiarkan Angin Kemarau
  19. Malam
  20. Mawar Cinta
  21. Sendiri
  22. Rendezvous
  23. Purnama
  24. Topeng
  25. Menunggu
  26. Lubang Rindu
  27. Menyelami Hatimu
  28. Tak Sekali pun
  29. Pekat
  30. Malu pada Malam
  31. Di Balik Pintu
  32. Tak Perlu Lagi
  33. Pendakian Kehidupan
  34. Kembang Asoka
  35. Bulan Sendu
  36. Kisah Gadis Lampu Merah
  37. Menapaki Malam
  38. Cinta Es Cendol
  39. Butuh Malam
  40. Melalui Hujan
  41. Mawas Diri
  42. Puisi Adalah
  43. Kembali ke Rumah
  44. Tarian Hujan
  45. Mengering
  46. Bagaimana Aku
  47. Terimalah Kerinduanku
  48. Awan Berharap Rayuan
  49. Pelukan Hujan
  50. Juli
  51. Menur di Rambutmu
  52. Kesendirian
  53. Payung Lipat Untukku
  54. Dialog Malam dan Jendela
  55. Gerimis dan Kau
  56. Bisik Daun dan Bunga Waru
  57. Sajadah Cinta
  58. Kerdil dalam Badai
  59. Masihkah Terjaga Rindumu?
  60. Amanah Sujud
  61. Cinta
  62. Bapak
  63. Siluet di Keremangan
  64. Syahdu dalam Doa
  65. Ranah Jejak
  66. Coretan Senja Untukmu


Rabu, 27 Januari 2021

Catatan Hari

Puisi oleh Lusia Yuli Hastiti



tulislah sesuatu malam ini!
misalnya, tentang semilir angin
atau udara yang dingin di luar kamar
tentang senyum tipis bulan sabit
atau suara miniatur kereta
di pertunjukan pasar malam
tentang hujan yang tak kunjung reda
atau banjir yang melanda suatu kota

tulislah sesuatu sebagai catatan peristiwa!
tentang sepotong hati
yang bergulat dengan kerinduannya
atau tentang perempuan yang berbicara
dengan sebuah bayangan di benaknya
tentang berita-berita kenegaraan
yang memusingkan kepala
atau tentang hal-hal yang digemari
masyarakat untuk ditulis oleh media

tulislah sesuatu yang bisa dibaca!
sebelum kata-kata membeku dalam kepala
sebelum penyakit lupa menghapusnya
sebelum sesuatu yang taksempat
terucap menjadi batu yang tak berguna. 


Lampung Timur, 10 Maret 2019






Sayangnya, Aku Bukan Sindhunata

Puisi oleh Lusia Yuli Hastiti

Photo by Pexels



aku baru saja membaca sebuah buku
judulnya air kata-kata
aku ingin menulis bebas
seperti penulis buku itu
yang begitu bebas mengalirkan kata-kata
bak hujan deras yang
mendera kota malam ini
mengungkap segala kepenatan
yang menggulungku setiap hari
aku ingin menuangkan buah pikiran
yang hampir kerdil dipeluk kecemasan
yang hampir musnah digilas ketidakberdayaan

sayangnya, aku bukan Sindhunata
yang dengan bebasnya
mencurahkan segala hal yang ditemuinya
aku masih malu
untuk menulis apa yang perlu kutulis
aku masih terkekang
dengan masalahku sendiri
Sindhunata. Tariklah keluar kotoran-kotoran
dari kepalaku ini!


Bandar Lampung, 27 Desember 2019







Bacalah Ma(n)t(r)aku Untuk Yang Terakhir Kalinya

Puisi oleh Lusia Yuli Hastiti
Photo by Pexels



saat aku menulis ini
aku sedang duduk di ruang tamu
masih merenungi makna hari
yang akan habis pada penghujung tahun ini

saat aku menulis ini
aku mencoba menangkap berbagai hal
yang sudah mengisi hidupku sepanjang tahun ini
perjuangan yang menurutku tidak biasa

tapi ada yang lucu
mengapa ada rasa hambar
yang singgah di sudut hati?
bukankah sudah banyak perjuangan
yang telah dijalani?
mengapa masih ada kepedihan di relung hati?
bukankah sudah banyak hal
yang bisa membahagiakan diri?

saat aku menulis ini
aku masih duduk di ruang tamu
sambil mendengarkan radio
yang memutar lagu dari band legendaris
terhanyut rasa bahkan tanpa tawa
tapi sebelum hari ini berakhir,
bacalah ma(n)t(r)aku untuk yang terakhir kalinya. 


Bandar Lampung, 31 Desember 2019

Senin, 25 Januari 2021

Seandainya Cuma Mimpi

 Puisi Lusia Yuli Hastiti

Photo by Lusia Yuli Hastiti


ah …
seandainya perpisahan ini cuma mimpi
pasti sudah hilang ditelan embun pagi
aku tak biasanya begini
diam di keramaian
bagaikan berada di alam sunyi

ah …
seandainya perpisahan ini cuma mimpi
aku biasanya tak ingat lagi
hitam putih saja yang terangkai
namun faktanya engkau akan pergi
bagaikan burung yang terbang tinggi
siapkan sayap-sayap yang kuat
untuk meraih asa di kehidupan nanti

ah …
seandainya perpisahan ini cuma mimpi
aku tak perlu mengenangmu lewat puisi
aku tak tahan hanya menyimpanmu dalam hati
karena lirik-lirik ini yang memahami
bagaimana kehilanganmu
telah membuatku risau setengah mati.

Lampung Timur, 09 Mei 2018