Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Minggu, 26 April 2020

Lupa Bersajak

oleh Lusia Yuli Hastiti  Photo by Pexels        biasanya mata pena tak pernah berhenti menggoreskan syair-syair untuk mencatatkan sebuah peristiwa nampaknya ia telah lupa bagaimana mengayunkan diri mengeja satu per satu huruf yang berserakan atau menangkap air mata yang kerap tertumpah dari hati yang berduka mungkin juga ia sendiri yang sedang berduka aku tak tahu jika ia pandai menyimpan rahasia sejauh ini, aku...

Selasa, 21 April 2020

Peyeumpuan

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Ihsan Aditya from Pexels menjadi peyeum haruslah kuat meski berada dalam situasi yang selalu membuat jiwa raganya penat makhluk yang bernama peyeum itu tetap hebat di depan matanya segudang pekerjaan diembat tanpa ragu emansipasi itu harus melekat kadang sudah berjuang sejak pagi namun tetap tak terlihat si peyeum masih harus menelan kenyataan pahit itu bulat-bulat kadang turut melakukan...

Puisi bagi Bapa Pendiri (Pater Albino Elegante SCJ)

Puisi Lodevika Endang Sulastri Dokumen Lodevika Endang Sulastri Senyummu yang tulus Selalu membuat aku tergugah Untuk terus mendalami Arti sebuah jati diri Dari sebuah Instituti Engkau mengenalkanku Arti komunitas bagi hidup selibatku kini Yang senantiasa Kauteladankan Membuat aku belajar arti intimitas persaudaraan Yang kami hidupi sekarang Pater Albino Elegante ... Engkau tak kan pernah lekang Dari benak kami kini rintisanmu...

Senin, 20 April 2020

Kartini Abad Dua Puluh Satu

Puisi Lodevika Endang Sulastri Photo by Sippakorn Yamkasikorn from Pexels Suasana rumah di seluruh negri Di tiga bulan ini  Tetaplah emak-emak yang berdiri Melindungi anak-anak dari pandemi Sejak bangun pagi dan mandi Beresi rumah dan dikotori lagi Meja makan terus menanti Untuk diisi hasil kreasi Dinikmati seantero rumah ini Habis makan, mesti beresi dan mencuci Dengan tersenyum bangga  Kauangkati...

Rindu Pempek Lenjer

Puisi Lodevika Endang Sulastri Photo by bishop tamrakar from Pexels Pagi cerah menjelang Sengat matahari nembus kaca jendela Ku terbangun menggeliat, Tidurku terganggu oleh panasnya mentari Lenyap pempek lenjer dalam mimpi Rasa badan enggan berdiri Karena sampai pagi kubegadang lagi Jadwal tidur terus berganti Sesuai aktivitas yang menepi. Tapi perut telah lapar lagi. Mata enggan menutup meski telah larut. Siang...

Minggu, 19 April 2020

Hanya Manusia

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia   sayangnya aku seorang manusia hanya mampu mengulurkan sepenggal harapan suratan itu ada timbangannya antara pahit dan manis ada gilirannya terkadang perlu menahan ombak sengsara di laut tempat perjalanan kita kadang jua seperti kumbang kekenyangan mendapati bunga ranum di tepi jalan mencucup madu tiada henti tanda kesukaan aku ini hanya seorang manusia mengharap tenang dalam gelora mengharap...

Gugur bunga pahlawan bangsa

Puisi Lodevika Endang Sulastri https://pixabay.com/images/id-4966947/ Sirene  ambulans mengaung Meningkah suara kendaraan  Saling menepi memberi jalan Tlah gugur pahlawan bangsa nan setia Di tengah wabah pandemi Covid-19 Telah berpulang satu per satu Para dokter, perawat, bidan, dan paramedis Yang berjuang demi berpuluh nyawa Sambil menunduk kepala Kolega sejawat beri penghormatan Sebelum ambulans mengantar Jasad...

Rindu di Jelang pagi

Puisi Lodevika Endang Sulastri Image by mohamed Hassan from Pixabay  Malam larut, pagi menjelang. Terduduk aku di kursi rotanku Jiwa menghentak ingin berlari Dari pusaran kisah hari-hari ini Sepanjang hari tinggal sendiri, Bangun raga, bersih diri, berdoa,  Rutinitas pagi selalu tak henti Tak lepas dari pagar sebahu Menutup mata bagi semua orang Bahkan bangun pagi tuk bersiap diri Menyambut anak-anak di...

Nasib

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia     aku tidak pernah punya maksud untuk menyamakan nasib kita selalu terjebak dengan nasib ia adalah bentuk lain dari kesunyian kita engkau bilang, engkau adalah orang yang pandai menunggu namun, engkau juga takut bahwa usahamu sia-sia engkau takut aku tak datang meskipun engkau menunggu tapi, ada benarnya juga sebentar kita memang sudah tenggelam dalam sepi yang mendera sebenarnya nasib...

Bawalah Jiwa-jiwa

Puisi Lodevika Endang Sulastri Di luar Kerahiman Ilahi tidak ada sumber harapan untuk manusia itu sendiri. Kerahiman Ilahi Oktaf paska menjelang, Hari yang dinantikan bagi kami Kerahiman Ilahi menyentuh jiwa Pengampunan atas segala dosa Terutama hati menyembah mendoa bagi jiwa-jiwa duka Yang masih dalam penantian Di api penyucian Hari-Mu yang suci, Diawali dalam kasih sayang Akan belas kasihan "dari semua bagi semua" Kami mohon ya Bapa Allah...

Sabtu, 18 April 2020

Secangkir kopi

Puisi Lodevika Endang Sulastri Photo by Bianca Gonçalves from Pexels Pagi senyap, suara jangkrik berbunyi burung gereja hinggap di pagar rumah Secangkir kopi temani diri Aroma wangi menggugah jiwa kelana Sebatas mata memandang, Rindu datang kerabat bertandang Dihadang covid 19 semua jadi ambyar Secangkir kopi teman pagi sunyi Pikiran melayang, hidup kini tak tenang Sepanjang detak jam berlalu Tetap singgah sepenggal tanya, Kapan...

Perpisahan

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia apa yang paling mengharukan selain perpisahan? rasa di mana kesepian akan tumpah di segenap napasmu kita dipertemukan dengan orang lain untuk mengisi ruang kosong dalam buku kehidupan dalam pertemuan itu yang paling berat adalah melepaskan lewat lambaian bukan tentang dia atau mereka yang telah pergi dan tak kembali perpisahan akan mengajarkan kepada kita tentang waktu yang telah...

Terperangah

Puisi Lodevika Endang Sulastri Image by congerdesign from Pixabay  Pagi yang sunyi, Aku melangkahkan kaki Seolah terbang kubawa motor pagi ini Sesampai di kantor, memang masih sepi Kusapa teknisi yang sudah memegang sapu lidi Dan aku masuk ruang yang pengap ini Beberapa saat aku mulai bekerja Terdengar sedikit heboh di sela sibuk diri Kutengadahkan muka lihat satpam dan teknisi Entah apa yang diributkan kini. Aku melambaikan...

Jumat, 17 April 2020

Data Penulis

https://forms.gle/ihGpAqSJ7HbWJTte8 MemuatR...

Kamis, 16 April 2020

Di Balik Jarak

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia harus kukatakan  dengan sungguh apabila aku hendak tidur aku akan mendoakanmu terlebih dahulu supaya malam menjaga mimpimu dan menyanyikan madah-madah syukur bagai nyanyian surgawi harus kutulis dengan sungguh apabila malam dipenuhi gerimis itu tanda percikan ketabahan yang menyelingi kesunyian sebuah jarak harus kubatini dengan sungguh bahwa di balik jarak ada kasihku yang...

Doa seorang hamba

Puisi Lodevika Endang Sulastri Foto Lodevika Endang Sulastri Senja tampak membiru Langit bersih, pertanda Kemacetan telah berlalu Seiring hadirnya Covid-19 Yang mencekam seluruh kota Jalanan sunyi ... Satu dua mobil sekadar lewat Karena bekal telah amblas Banyaknya mulut mendamba Sunyi mencekam kota Tak hendak orang lalu lalang Berasa lebih berharga Kini tinggal dalam keluarga Dari jam ke jam Semakin bertambah terdampak Tak tahu kapan terhenti Satu...

Penerbitan Karya Anak

Jika Bapak Ibu mengelola kegiatan tulis-menulis di sekolah, entah dalam suatu mata pelajaran atau kegiatan ekstrakurikuler, yang mendorong anak-anak untuk menulis dan menghasilkan karya tulisan: tugas menulis (puisi, cerpen, artikel, surat), ekstra jurnalistik, majalah dinding, atau kartun, komik, dll.; Jika Bapak Ibu atau lembaga Bapak Ibu memiliki kegiatan pengembangan yang inspiratif dan mendorong siapa saja yang terlibat di dalamnya untuk...

Rabu, 15 April 2020

Penerbitan Pentigraf

Pentigraf merupakan akronim dari cerpen tiga paragraf. Karya sastra jenis baru ini, kali pertama digagas dan dikembangkan oleh sastrawan dan akademikus dari Unesa, Dr. Tengsoe Tjahjono. Dinamakan pentigraf sebab syarat utamanya adalah terdiri dari tiga paragraf, tidak kurang dan tidak lebih. Namun demikian, pentigraf haruslah memiliki tokoh, alur cerita, dan konflik yang kuat. Untuk itulah, mengapa dalam menuliskan pentigraf harus memperhatikan...

Penerbitan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS)

Ketentuan Umum Jika Ibu Bapak sudah melakukan Penelitian Tindakan Kelas atau bahkan Penelitian Tindakan Sekolah, Bapak Ibu bisa menerbitkannya menjadi buku. Jika cukup panjang, kemungkinan satu penelitian tindakan kelas bisa menjadi satu buku. Jika tidak terlalu panjang, kemungkinan bisa dua atau tiga PTK baru bisa jadi satu buku, bahkan mungkin empat atau lima atau enam untuk jadi satu buku. Jika PTK memuat banyak informasi detil, Bapak Ibu...

Kisah 3 Alinea tentang Kakek atau Nenek

Photo by Tristan Le from Pexels Tak jarang kakek atau nenek memiliki tempat yang istimewa dalam perjalanan hidup kita, cucunya. Kadang mereka memiliki peran yang tidak bisa dijalankan oleh orang tua kita sendiri. Atau barangkali, kita punya rahasia kecil yang hanya untuk kakek dan kita saja.Pasti ada pengalaman yang menarik, yang mengesan, yang membekas mengenai kakek atau nenek. Yuk kita tuliskan pengalaman tersebut, sepenggal...

(J)Angan Puisi

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia suatu hari nanti kau akan berkata kepadaku bahwa sesungguhnya kau tidak menyukai puisi kau tidak menyukainya karena kau akan bergidik sendiri saat kau bertemu dengan puisi, kau akan membaca yang sebenarnya tidak ingin kaubaca; kau akan melihat yang sebenarnya tidak ingin kaulihat; kau akan mendengar yang sebenarnya tidak ingin kaudengar; kau akan mengingat yang sebenarnya tidak ingin...