Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Minggu, 31 Mei 2020

Berpayung pada Ilahi

Puisi MisdiantoPhoto by Parij Borgohain from Pexelstetes demi tetesan air mengalirtiupan angin menerpa tanah bergonjang-ganjingbunga api pun mekar tanpa tanda tetes demi tetes memporakporandakanhembusan angin mencekamgonjang-ganjing tanah menggetarkan jiwabunga api menyiksa menusuk kalbunestapa mayapada kian tenggelamsuara Ilahi sayup-sayup kecil membisikkanjiwa yang fana tiada lagi berpayungmencari kebebasan dari kepunganwahai!...

Perjalanan misi

Puisi Lodevika Endang SulastriEcce Ancilla: Bunda Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel, Foto, dok. Lodevika Endang Sulastri Pagi mulai menghangat,Sinar mentari bergerak lambatJam menunjuk pukul 10.00Suara tet tot tet tot tukang cilok lewatAku menatap nanar pada sepucuk suratHari ini telah usai sudahPerjalanan misi di tengah suasana Covid-19Jiwa menerawang kilas balik.Rupanya di hari inilah ...Perjalanan Roh Kudus bekerja,Mengikat...

Sabtu, 30 Mei 2020

Elegi Kisah Kasihmu

Puisi Nira SuryaPhoto by Hoang Loc from PexelsKisahmu ... kisah kasihKasihmu kisah di sekolahSekolah yang penuh kisah kasihKisah antarkekasihDi sekolah kisah kasih ada dustaDusta pada guru hanya untuk bertemuMalu tak mengapa karena semut saja yang jadi saksinyaAda dusta di sekolahDusta pada guru untuk bertemu kekasihKekasih di sekolah yang menjadi kisahAneh tapi nyata!Malu pada semut tak mengapaNekat berdusta demi Si DiaKisahmu...

Renungan Tiga Puluh Satu

oleh Lusia Yuli HastitiPhoto by Suzana Duljic from Pexels kurenungkan lagi jalan hidupku sejauh ini; betapa agung dan mahatinggi Tuhan Allah di seluruh penjuru bumi. aku yang kecil tak akan mampu menyelami, hati-Mu yang dalam dan mahasuci. ketika aku berada dalam keheningan, aku akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan. jiwaku sungguh memuliakan Tuhan, oleh karena anugerah-Nya yang tercurah dalam setiap...

Aku Ingin (Buat Kamu)

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia aku ingin menjadi api dalam panasmu menghangatkan musim yang setengah dingin aku ingin menjadi awan dalam biru langitmu meneduhkan jiwa yang sejuk diterpa angin aku ingin menjadi riak di sungai sunyimu mengalirkan kenangan manis di setiap tepian yang kujumpai aku ingin menjadi nada dalam lagumu mengisi seluruh kekosongan hatimu dengan segenap rasa yang terangkai. Lampung Timur, 30 Mei 2018 Puisi...

Jumat, 29 Mei 2020

Impian Dalam Ingatan

Puisi Amri SahajaPhoto by eberhard grossgasteiger from PexelsDuluPernah coba kutepiskanLupakan segala asa dan harapanBiar kupendam dalam-dalamNamun Sungguh tak bisa kumungkiriHati nuraniku mengingkariBerontak untuk segera berlariMengejar kembaliMimpi yang sempat terhentiHarapan yang sempat terlewatkanImpian yang sempat terpendamCita cita yang sempat menyalaTetibaTersadar ku seketikaBeredarnya masa seperti tak kurasaTerlena oleh...

Kamis, 28 Mei 2020

Monolog Fajar

Puisi Ening Yuni Soleh AstutiPhoto by Szabolcs Toth from PexelsSemburat merah di ufuk timur Pudar langit senyapHati telah gelisahTerentak seketikaMalapetaka menyeruakBerpulang untuk selamanyaRemuk rasa hati jiwa dan ragaSemula tak percayaNyata terjadiMendekap dadanyaBerbisik padanyaAda tanda saling memaafkanKiniTak lagi canda, marah, tawa, cumbu rayuTiada lagi manjaMendekat di sisi ragaRaga telah terdiam dan bekuDalam derai air...

Pergulatan batin melenggang bangga

Puisi Lodevika Endang Sulastri Cover buku karangan Romo W. Saputra SJ, Dok. Lodevika Endang Sulastri Pergulatan batin melenggang Seolah ingin pamerkan masalah Yang tiba-tiba menjadi bayangan Tertancap duri dalam daging Mengingatkan dalam tatapan senja Daging memang benar-benar daging Daging yang bukan Roh Daging yang berdarah Daging yang bila tersayat  merasakan sakit Daging yang juga bisa membusuk Dan daging itu melingkari tubuhku Aku...

Rabu, 27 Mei 2020

Bangsaku, Bangsamu, dan Bangsa Kita

Puisi Arlan SMPhoto by Artem Beliaikin from PexelsKau lihat kawanNegeriku begitu indahTanahku begitu suburAir jernih mengalir menyusuri liku-liku negeriTapi, kenapa aku kehausanAku kekeringan, hampa, dan lemahIndonesia, negeriku yang damai, katanyaPenuh keragaman budayaPenuh toleransi wargaTapi kenapa di sudut-sudut kotaMereka terasing dalam dukaBangsaku, adalah bangsamuBangsa kita semuaKobarkan api tuk hancurkan tiraniSatukan hati...

Selasa, 26 Mei 2020

Rindu Biru, Puisi Dina Hanif Mufidah

Puisi Dina Hanif MufidahPhoto by Tim Mossholder from PexelsAku mulai menuliskan puisiDi hari pertama kita menawar rasaDi hari pertama kita bertukar setiaDi hari-hari lain saat kita mengecup laraAku mulai menuliskan puisiDi daun, di ranting, di dahanDi lantai, di dinding, di jendelaDi detik-detik waktu yang mengendap endap dan menjarah tubuh kitaApakah sempat kaucicipi puisinya?yang kuhidangkan di periuk dan bejana, di cangkir kopi,...

Senin, 25 Mei 2020

Nikmat yang Meranggas

Puisi Yanti RosaDoc. Wakidi Kirjo KarsinadiKenapa semua nikmat serasa meranggasSeperti tak hendak menghampiri lagiAngin ... di mana kau beradaTidakkah kau ingin berbisik padakuAkan arti kebersamaan Di saat panas terasa membakarAir ... di mana kau beradaTidakkah kau ingin mengalirkan tubuhmuDi sepanjang sungai-sungai Yang terbentang di muka bumiSaat kekeringan panjang mendera duniaHutan ... tidakkah kau inginMemamerkan kepada kamiAkan kekayaan...

Minggu, 24 Mei 2020

Maka Bacalah

Puisi Nur FaizahPhoto by Min An from Pexelswajah-wajah ayu, tujuh belas usiaberkaca, tak kenal waktumembilang jerawat, bintik hitam,alis tak samamata tak indah sempurnabibir tak merah mudadan segala di wajahwajah-wajah ayu, tujuh belas usiasudah berkaca, dengan kaca, persis samadengan yang adamembaca bedak rata tak ratamembaca selendang kepala rapi tak rapimembaca yang ada di mukapersis samawajah-wajah ayu, tujuh belas usiabila...

Sabtu, 23 Mei 2020

Hasta Rindu

Puisi SetyawatiPhoto by Rene Asmussen from PexelsKetika hitam membungkus alamRindu mulai membuncah garangSenja menghantarkan rasa lebih dalamKubiarkan setiap inci indra mendayangSaat jamrud kursi-Mu berselimut malamKukirim sehasta demi sehasta penghambaanMemunajatkan asa yang terkubur kelamMenguntai harap pada Pemilik kehidupan.Lembayung senja pengikrar masaKuluruhkan beban tak bersisaMeluah tirta dari netraDi lembar suci pengawal...

Jumat, 22 Mei 2020

Sepucuk Surat untuk Istriku

Puisi Ambo AssePhoto by Danu Hidayatur Rahman from PexelsTeruntuk belahan jiwa dan teman hidupku ... Wahai istriku, saya bersyukur mendapat pendamping seperti dirimuYang selalu bersabar akan kondisi dan kekurangankuWahai istriku, saat kita ijab kabul berjanji untuk mengarungi bahtera hidup rumah tanggaKita telah berikrar menempuh satu jalanMeskipun banyak pilihan jalan yang lainYakni menjalani kehidupan bahtera rumah tangga dengan...

Selasa, 19 Mei 2020

Tetap Puisi

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo from Pexels         waktu yang berangsur sampai hari ini, tetap ada puisi bukan penyair aku karena puisi bukan pujangga aku karena bersembunyi di sini bukan kebetulan aku karena menangkap buah-buah imaji aku hanya sedang berada di dataran tinggi kebebasan yang menyatu dengan denyut nadi kelenaan aku yang mengandung memori keheningan aku yang mengundang hasrat dalam diri. Lampung...

Buah Pikiran

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo from Pexels    rasanya aku tak sanggup lagi menghadapi dunia yang fana ini; kata-kata itu baru saja mampir di kepalaku dan menjalari benakku mengapa harus lari? apakah sudah muak dengan segala kerunyaman yang telah ditimbulkannya? atau sedang meratapi kepedihan yang merangkulinya? hei, tolong jangan menulis syair pilu! ini malam Minggu! tulis saja sabda bahagia dari burung-burung yang berkicau atau...

Minggu, 17 Mei 2020

Menghitung hari-hari senja

Puisi Lodevika Endang SulastriPhoto by Download a pic Donate a buck! ^ from PexelsSenja menggelap seiring waktu berlalu Satu-satu daun menguning layu, Langit berwarna abu-abu. Angin berembus mengabarkan cerita. Seorang pensiunan duduk menunduk Di kursi rotan tua senyumpun tak nampak Butiran biji tasbih terjatuh Dalam lingkarannya seperti mengabarkan padaku Doa Ave Maria andalan orang berduka. Menghitung-hitung hari, seolah...

Puisi

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia suatu hari nanti kau akan bertanya padaku soal alasanku yang terlalu mencintai puisi tidakkah ada hal lain selain puisi? bukankah dunia tidak hanya berisi barisan kata-kata semacam puisi? kataku, dunia terbentuk dari kata, kisah terbentuk dari kata, keindahan terbentuk dari kata, malam membentang terbentuk dari kata, awal mula kehancuran terbentuk dari kata, kebahagiaan dan kepedihan juga terbentuk...

Sabtu, 16 Mei 2020

Perjamuan Bersama di Tengah Corona

Puisi Lodevika Endang SulastriDalam perjamuan makan,  dok. Lodevika Endang Sulastri  Di lingkaran inilah aura persaudaraan terlihat, Dalam meja perjamuan ini, persatuan kuncinya Kutatap penuh syukur tuk anugerah Ilahi Karna ku dalam lingkaran-Nya Di senyum pemberian, ada wajah Tuhan Sesaat berbagi, hangat mengaliri nadi kegembiraan naturali selalu menghampiri Karna kasih Tuhan hadir dalam perjamuan ini. Dahulu sering dihindari...

Kebijaksanaan

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia ketika aku mencarinya, aku tidak menemukan. ketika aku sedang diam, ia pun datang bersemayam. ketika aku ada dalam keheningan, ia membasuh jiwaku dengan kedamaian. Lampung Timur, 16 Mei 2018 A Poem A Day Rumah Belajar "Suluh Harapan Insan...

Rabu, 13 Mei 2020

Menjemput Senja di Palu Donggala

Puisi PulpawatiPhoto by GEORGE DESIPRIS from PexelsAnak-anak yang sedang bermain di halaman rumahBapak-bapak yang sibuk menonton tivi di rumah ‘ngaso dari penatnya pekerjaanIbu-ibu sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam rasa cintaRoda derit kendaraan simpang siur menjemput aroma petang, pulang ke rumah.Denyut nadi pergelangan Pantai Talise berdetak seiring detik tiktokMenggelayut menemani cerita pantai menjemput senja yang menawarkan...

Selasa, 12 Mei 2020

Cinta

Puisi Hj. ZaenabPhoto by Pixabay from PexelsSaat kudalami hati iniAda rasa ada alunanAdakah artinyaKutanya dan kutanya relung iniSaat ku berada dekatnyaTerasa damai nan sejukAdakah artinyaKuraba dan kuraba raga iniSaat kulangkahkan tapak iniKubersama dalam ketukan waktuSemakin hari semakin dekatKujalani hari-hariku bersamanyaSaat itu kusadari keberadaannyaKuberada dalam kehidupannyaMemberikan warna terbaru dalam hidupkuKunikmati warna...

Kelas Kosong

oleh Lusia Yuli Hastiti Photo by Lusia kelas kosong. obrolan hangat telah berlalu tinggal percakapan antara benakku dan sang bayu si pembawa pesan rindu kelas kosong. dari situ lahir sebuah sajak untuk hatimu salah satu cara membakar sepi selain membaca buku membuang puing-puing bisu kelas kosong. aku mencoba menerjemahkan nyanyian angin yang baru saja menerpa wajahku "mari taburi sebuah senyuman di secangkir kopiku," katamu Lampung...

Angkruk

Puisi Wildan RusliPhoto by Steve Johnson from PexelsBuihnya hidup sering terlupa tak teringatWalau disinggung rayu nan memikatBayang-bayang rerintikan sesak kian meningkatWayah kemarau dan penghujan menjadi pelekatIni larut bukan terikatSekalipun aduk bergaya ningratIni soalan bukan pemanjatSemestinya harap penuh pikatTimbangan raga sering kuatSekalipun jiwa turun bertingkatSeloroh mimpi sering melesatTak ayal kadang putus pengikatRerimbunan...

Senin, 11 Mei 2020

Aku Mencintaimu

Puisi Rabiyatul AdawiyahPhoto by Ruvim from PexelsAku mencintaimuseperti bulan, setia malam Meski terkadang harus tertutup awan mendungAku mencintaimuSeperti matahari, setia pada siangMeski kadang harus tersapu hujanAku mencintaimu seperti pelangi yang akan selalu datang setelah hujanMeski tanpa kaupintaAku mencintaimu,seperti angin yang tak dapat kaulihat namun hembusannya dapat menyejukkan seluruh tubuhmudiambil dari buku Balada...