Karya ini merupakan hasil olah rasa dan olah pikir yang bersinggungan dengan pengalaman hidup para peserta didik SMA K Sang Timur Yogyakarta tahun 2019. Antara lain, cerpen berjudul “Biarkan Cinta Mengajarimu” merupakan ungkapan perasaan jatuh hati sepasang remaja, sedangkan cerpen “Pahlawan Indonesia” menuangkan ekspresi hormat dan belajar serta meneladani sosok pahlawan bangsa. Cerpen-cerpen menarik tersaji dalam rangkaian pena para peserta didik yang membuncah minta diwadahi.
Goresan pena penuh makna tertuang pula dalam bentuk puisi. Antara lain, puisi yang berjudul “Paradigma Rinduku”, “Namun”, “Lembayung”, “Alur”, “Menunggu”, “Natal”, dan “Kisah Kita” merupakan ungkapan perasaan yang dialami oleh penulis puisi. Kemudian puisi berjudul “Sahabat”, “Sendiri”, “Infinity”, “Milenial”, “Iman dan Keyakinan” merupakan ungkapan harapan menjadi insan yang lebih bermakna. Puisi berjudul “Petani”, "Penghujung Rindu", dan “Ayah” merupakan ungkapan penghargaan seorang insan terhadap sosok yang sangat berjasa. Puisi berjudul “Puisi Alam” dan “Angin” merupakan ungkapan cinta penulis terhadap kelestarian lingkungan alam.
Tentunya melalui puisi-puisi dan cerpen-cerpen ini para peserta didik berlatih mengekspresikan diri, bermain diksi yang tepat, bermain rima yang menarik, bermain majas, dan berlatih menyampaikan amanat.
Puisi
Milenial ~ Everald Ariel Agathon
Iman dan Keyakinan ~ Danielle Rahajeng Worang
Angin ~ Henny Anastasya Ridwan Kbarek
Kisah Kita ~ Emiliana Ayu Puspita Sari
Infinity ~ Yoshua Basilius Simatupang
Ayah ~ Cornelia Adriana Dias
Namun ~ Natalia Julien Marlitha Nikijuluw
Petani ~ Kevin Pristanta Ginting
Lembayung ~ Stefania Regina Sitorus
Ruang Kosong ~ Grace Dece Duma Tiur Tumanggor
Perpisahan, Kasih, dan Hidup ~ Michael Edgar Rahadewa Paksi
Alur ~ Hulda Isa Waweini
Puisi Alam ~ Felis Cornelius Gea
Natal ~ Ignatius Pratama Sambekok
Paradigma Rinduku ~ Natalia Diana Lestari
Indonesia Mampu ~ Stefanus Natalino
Sahabat ~ Yoseph Andri Darmawan
Menunggu ~ Rika Charina Dyah Pramesti
17 ~ Arnita Bella Hanadifa
Aku Rindu ~ Oktavianus D.P.W
Angin ~ Nicodemus Yoga
Detik Perpisahan ~ Ivan Kristian Harefa
Harapan ~ Dionisius Reno Adi Prasetyo
Jadi Setara ~ Giacinta Mary Christina
Micin ~ Eduardus O.K.
Penghujung Rindu ~ Nicolas Rangga Agam Wicaksana
Persahabatan ~ Laura H. Fibiolita Tarigan
Secerah Mimpi ~ Y. Putro Katon Pangestu
Senja ~ Mikael
Tak Ada Kata Menyerah ~ Fransiska Nandita
Uang ~ Alf. E. Berteen. N
Demokrasi Belajar ~ Silvestra Desinta Forceps E.
Kau ~ Cicilia Cindy Permata D. Meylan
Nasionalisme ~ Yesaya Putra Andika
Diam ~ Agatha Tata
Corona ~ Agatha Tata
Sendiri ~ Ronata Mayung Allo
Hey Tayo ~ Cicilia Cindy Permata D. Meylan
Lelaki Kecil ~ Gradiana Clara Masaubat
Corona ~ Christopher Mangundap
Corona ~ Arya Maharddhika Singal
Ratapan Rindu ~ Gradiana Clara Masaubat
Bangkitlah Indonesiaku ~ Yohannes Raffi Laksmana
Virus Corona di Bulan April ~ Selinus Reyhard Wonda
Cipta Bencana ~ Daniela Sayunika Hae
Cerpen dan Kisah
Cinta Lingkungan Sekolah ~ Felicitas Gamaliel Delita Navilah/Kelas XI. MIPA
Pahlawan Indonesia ~ Clara Masaubat
Biarkan Cinta Mengajarimu ~ Silvestra Desinta Forceps E.
Tak Tahu Sampai Kapan ~ Debora Echa Angelika
Situ Lanang ~ Skolastika Mutiara Sherli
Seorang Bintang ~ Gaudentius Devano Abyantara Erwianda
Akibat Menyepelekan Corona ~ Bernadus Frederik Saragih
Lebih Baik di Rumah ~ Bernadus Alden Horrison