Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen

Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN

Proyek Penerbitan Cerpen Anak

Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.

Karyatunggalkan Puisimu!

Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal

Terbitkan 5 Puisi

Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 500 Puisi Akrostik

Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru

Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru

Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.

Proyek Penerbitan Best Practices

Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.

Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan

Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN

Kamis, 12 Maret 2020

Ria Santati



Cinta adalah sebuah energi. Energi yang membuat hari-hariku terasa indah, hangat terbakar gairah, bersemangat hingga matahari tak lagi merah. Namun cinta juga yang mampu menyedot seluruh akal sehatku, meluluhlantakkan egoku, membuatku bisa mendefinisikan apa rasa kehilangan, miris, labil, masgul, terombang-ambing tak menentu.
22 puisi ini terlahir saat cinta membuatku terasa tak ada, nihil, kosong, dan hampa sekaligus berani lagi menggantungkan harapan lebih kecil dari butir pasir yang ada. Tak berlebihan bila kukatakan ini adalah satu episode perjalanan spiritualku. Kalau dapat kugambarkan, aku serupa dermaga kayu kecil yang disinggahi perahu-perahu yang bertambat. Mereka mengajakku berbincang, bersenda gurau, dan bercerita tentang pulau-pulau yang mereka singgahi lalu ditinggalkannya aku saat pagi datang.
Dermagaku tak pernah cukup sempurna bagi mereka. Namun lautan raya masih membuatku pantas tetap ada.
Maka, aku akan tetap teguh berdiri menyambut setiap perahu yang akan singgah dengan seribu satu kisah hidup mereka. Mencintai cinta. Itulah oborku.

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis

Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29
  • mencari tuhan
  • hening
  • mencinta
  • pulang
  • menanti
  • jatuh cinta
  • namamu
  • harapan
  • u s a i 
  • kalah perang
  • cinta dewa
  • i k h l a s
  • kepada pengelana
  • sebelum berakhir
  • tanpa tepi
  • simpang jalan
  • doa (1)
  • di musim hujan
  • aku mencintai hari minggu
  • doa (2)
  • Bodoh
  • somewhere out there 



Kapur Papan Kisah Guru-Guru Pembelajar 1
Piala Pertama




Kapur & Papan Kisah Menjadi Guru 1
Impian Stella



Kapur Papan Kisah Inspiratif Guru 2
Dalam Sebuah Gerbong




8 Piring Menari di Mata Sari
Pulang



Ketika Pohon Pinus Menggugurkan Daunnya
Seribu Bangau




Batu Cinta, Kumpulan Cerpen Anak Komunitas Guru Menulis #2
Kado Ulang Tahun untuk Tia

Nur Emika

Nur Emika

Nur Emika, dengan nama pena Mika Sakura. Lahir 37 tahun yang lalu tanggal 16 Oktober 1982 di desa Tanjung Raya, Kabupaten Muara Enim. Si periang, ramah, dan murah senyum, punya hobi menggambar, membaca buku, dan menulis. Saat ini menjadi guru di SMP Negeri 2 Rambang, Kabupaten Muara Enim. Sudah mulai mengajar dari April tahun 2006 sebagai guru Bahasa Inggris. Menulis adalah hal yang sangat sulit baginya, terutama jika harus menuliskan hal-hal yang sistematis dan ilmiah. Namun, dari SMP dia sudah hobi menulis di buku harian, menumpahkan semua perasaannya, menuliskan berbagai kejadian hari itu dan terkadang menuliskan puisi.

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis

Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29

  • Menunggu
  • Kasturi
  • Kerinduan
  • Sepi
  • Pasangan Jiwa
  • Neraca
  • Sang Inspirator
  • Bulan Merah di Langit Kelabu
  • Rasa
  • Paradigma

Dinar Puspita Ayu

Dinar Puspita Ayu



Penulis bernama lengkap Dinar Puspita Ayu. Lahir di Langsa, Aceh, pada tanggal 7 Maret 1982. Nama panggilan Ayu. Penulis bertempat tinggal di Peureulak, Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh. Anak ke-2 dari enam bersaudara. Penulis adalah seorang guru pada MIN 28 Aceh Timur. Menulis puisi adalah salah satu hobi penulis sejak masih duduk di bangku SMA. Menulislah karena tulisan membuatmu abadi selamanya.

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis


  • Lejar Hati 
  • Mendamba 
  • Goresan Kata 
  • Terista Aliya 
  • Inspirasi 

Mustawa Samha


Mustawa Samha, dilahirkan Tiga Puluh Dua tahun silam di Aceh Barat Daya. Saat ini mengabdikan diri sebagai pendidik di salah satu pulau kecil terluar Indonesia, yaitu di Pulau Simuk, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Laki-laki yang mempunyai hobi membaca dan travelling in, sebelumnya pernah bekerja di beberapa Non Goverment Organisasion (NGO), misalnya Atjeh Internasional Institut, USAID PRIORITAS, dll.

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis

  • Kau Tak Jua Muncul
  • Tegak
  • Rapuh
  • Bisu
  • Fikar W Eda
  • Dia masih belia
  • Cinta
  • Rindu
  • Tidak ada yang abadi 
  • Engkau tiada 

Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29


Kode: 0120028
Judul: Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29
Penulis: Dinar Puspita Ayu [et al.]
ISBN: 978-623-7421-07-8
Terbit: 05-Jan-20
Tebal: 82 (viii+74) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)

Spesifikasi:
Kode: 0120028
Judul: Mendamba Cinta: Kumpulan Puisi #29
Penulis: Dinar Puspita Ayu, Muji Rahayu, Mustawa SamhaNur Emika, Ria Santati, Tri Purwanto
ISBN: 978-623-7421-07-8
Terbit: 05-Jan-20
Tebal: 82 (viii+74) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000
Kata kunci: puisi, kumpulan puisi, tulisan guru, karya guru, Dinar Puspita Ayu, Muji Rahayu, Mustawa Samha. Nur Emika, Ria Santati, Tri Purwanto

Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi keempat belas di tahun 2019 dan sekaligus buku kedua puluh sembilan yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini menampilkan 62 puisi karya 6 penulis.

Daftar Penulis dan Karyanya:
Kau Tak Jua Muncul
Tegak
Rapuh
Bisu
Fikar W Eda
Dia masih belia
Cinta
Rindu
Tidak ada yang abadi 
Engkau tiada 

Kidung Cinta
Cinta Itu Jingga
Cinta Oh Cinta
Pelajaran Cinta
Tentang Cinta

Mengenalmu
Kasihmu kepadaku
Kelegaan
Maukah?
Bertemu Dirimu
Kasih Kita
Untukmu
Mari Warnai
Bersediakah Dirimu?
Marahlah

Lejar Hati 
Mendamba 
Goresan Kata 
Terista Aliya 
Inspirasi 

Menunggu
Kasturi
Kerinduan
Sepi
Pasangan Jiwa
Neraca
Sang Inspirator
Bulan Merah di Langit Kelabu
Rasa
Paradigma

mencari tuhan
hening
mencinta
pulang
menanti
jatuh cinta
namamu
harapan
u s a i 
kalah perang
cinta dewa
i k h l a s
kepada pengelana
sebelum berakhir
tanpa tepi
simpang jalan
doa (1)
di musim hujan
aku mencintai hari minggu
doa (2)
Bodoh
somewhere out there 

Kamis, 19 Desember 2019

Ratna Agustina, guru SMP, anggota Komunitas Guru Menulis dari Salatiga, Jawa Tengah


RATNA AGUSTINA lahir di Salatiga, 20 Agustus 1984. Kecintaannya pada puisi mulai diperkenalkan oleh sang ibu sejak masa kanak-kanak. Bagi alumni SMA Negeri 1 Salatiga ini, membaca dan menulis puisi adalah salah satu sarana untuk berkontemplasi di tengah hiruk pikuk kehidupan. Selain itu, menulis puisi juga menjadi ungkapan syukur atas anugerah kehidupan yang telah diberikan oleh Sang Khalik.

Secuil Kepingan menjadi antologi puisi karya tunggal pertama dari lulusan FBS Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ini, setelah sebelumnya menyusun beberapa antologi puisi bersama rekan-rekan seprofesi yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis.

Selain untuk mewujudkan impian masa remaja, buku ini diharapkan menjadi kado kecil bagi setiap pribadi yang telah hadir dan menjadi bagian inspirasi dalam kehidupan penulis. Lebih jauh, menulis buku menjadi upaya penulis untuk terlibat secara aktif dalam gerakan literasi nasional.

Penulis yang saat ini menjadi tenaga pengajar di SMPN 2 Salatiga dapat ditemui lewat Instagram @ratnanaagustina

Karya Bersama Komunitas Guru Menulis

Karya Tunggal
Secuil Kepingan: Kumpulan Puisi oleh Ratna Agustina




Karya Bersama
Waktu Teduh: Kumpulan Puisi Komunitas Guru Menulis 
  • Sun With Love ~ 113
  • Light Conversation [Part I] ~ 114
  • Light Conversation [Part II] ~ 115
  • I Wanna Draw Something With You ~ 116
  • Those I Have Met ~ 117
  • It Is Not Made Of Stone ~ 118
  • Sometimes ~ 119
  • Sepasang Sayap di Punggungmu ~ 120
  • Realita Cinta ~ 121
  • Ruang Rindu ~ 122
  • Saatnya Mendengarkan ~ 122
  • Layang-Layang ~ 123


Haiku Guru #2 Kumpulan Haiku Komunitas Guru Menulis


  • Terbanglah
  • Kau 58
  • Seiring
  • Kepak Sayapmu
  • Lihat Catat dan Ingatlah
  • Ketika Bersua
  • Langit Senja dan Kekasihku
  • Hari Pernikahan
  • Hari Lahirmu
  • Sajak untuk Anakku
  • Selamat Tinggal
  • Yang Tidak Tak Terbatas
  • Cermin
  • Kunci Hati
  • Mengeja Nama
  • Secuil Kepingan
  • Membaca Massal
  • Kartini Adalah
  • Semasa
  • Prasangka

Secuil Kepingan: Kumpulan Puisi oleh Ratna Agustina




Kode: 0120027
Judul: Secuil Kepingan: Kumpulan Puisi
Penulis: Ratna Agustina
ISBN: 978-623-7421-06-1
Terbit: 10-Dec-19
Tebal: 112 (x+102) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp50.000

Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)


Deskripsi
Secuil Kepingan adalah gambaran tentang sebuah perjalanan hati penulis sepanjang dua dasawarsa terakhir. Memuat 88 buah puisi yang dikelompokkan ke dalam 5 tema: percikan momentum, sabda alam, pribadi inspirasi, gelora cinta, analekta kata.

Daftar Puisi
Percikan Momentum
Simfoni Pagi
Elegi Minggu Pagi
Senja di Taman Kota
Hari Pernikahan
Mengandung
Hari Ketika Aku Menjadi Ibu
Hari Lahirmu
Merah Putih Ada di Hati Kami
Sambut Tahun Baru
Membaca Massal
Rinduku Berguru Bersamamu
Niat Nekat Berkat
Ketika Ada
Sadis 
Mengapa Rasa Baru Kaurasa
Selamat Tinggal
Pembatas Buku Berpita Biru

Sabda Alam
Bulan Sabit
Bulan separuh
Cakrawala
Awang-Awang
Matahari
Bintang
Bulan
Dengarlah Angin Berbisik Kepadamu
Memandang Sawah
Sabda Kembang

Pribadi Inspirasi
Mengeja Nama
Ayahku
Ibuku
Ibu
Anakku
Sajak untuk Anakku
Berhenti untuk Takjub
Sebuah Nama yang Tidak Biasa
Kalian Membuatku Patah Hati 
Dia dan Pena Hitamku
Sang Fotografer
Kartini Adalah
Kartini
Lihat Catat dan Ingatlah

Gelora Cinta
Anugerahilah Dirimu dengan Cinta
Realita Cinta
Jatuh Hati
Ksatria dari Antariksa
Kunci Hati
Langit Senja dan Kekasihku
Infiltrasimu
Merindukanmu
Ruang Rindu
Senandung Rindu
Ketika Bersua
Di Bawah Naungan Langit Biru
Mahar Cinta
Janji Hati
Tentang Kita
Memandang Lelapmu
Pujanggaku
Lelaki Penyokongku

Analekta Kata
Waktu Teduh
Kesendirian
Chaos dan Order
Sepasang Sayap di Punggungmu
Layang-layang
Prasangka
Semasa
Cermin
Tragedi Cermin
Yang Tidak Tak Terbatas
Gelap Terang Hidup
Secuil Kepingan
Saatnya Mendengarkan
Kadang Kala
Pancaindrawi
Seiring Tajamnya Indra
Pada Sebuah Kerinduan
Untuk Sebuah Perubahan
Dunia Penuh Lagu
Terbanglah
Kau
Seiring
Kepak Sayapmu
Dimensi dalam Ruang Waktu
Bersiaplah untuk Sebuah Jawaban
Jawabku
Jejak Kehidupan
Hanyalah Sebuah Anugerah
Jika Puisi Mengingatkanmu Kepadaku