Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak
Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.
Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen
Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN
Proyek Penerbitan Cerpen Anak
Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.
Karyatunggalkan Puisimu!
Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal
Terbitkan 5 Puisi
Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 500 Puisi Akrostik
Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru
Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru
Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan
Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN
Rabu, 29 Juli 2020
Seruni: Kumpulan Puisi #34
20.54
Ayub Sigit Sapto Budoyo, buku, Diah Wijiastuti, Feriyadi, Ida Fitriana, Kosmas Lawa Bagho, Mayariska A. P. Monoarfa, Muji Rahayu, puisi, Rini Winarsih, Sri Edy Hernani
No comments
Kode: 0120038
Judul: Seruni: Kumpulan Puisi #34
Penulis: Ayub Sigit Sapto Budoyo [et al.]
ISBN: 978-623-7421-22-1
Terbit: 24-Jul-2020
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000
Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)
Spesifikasi:
Kode: 0120038
Judul: Seruni: Kumpulan Puisi #34
Penulis: Ayub Sigit Sapto Budoyo, Diah Wijiastuti, Feriyadi, Ida Fitriana, Kosmas Lawa Bagho, Mayariska A. P. Monoarfa, Muji Rahayu, Rini Winarsih, Sri Edy Hernani
ISBN: 978-623-7421-22-1
Terbit: 24-Jul-2020
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000
Kata kunci: puisi, kumpulan puisi, tulisan guru, karya guru, Ayub Sigit Sapto Budoyo, Diah Wijiastuti, Feriyadi, Ida Fitriana, Kosmas Lawa Bagho, Mayariska A. P. Monoarfa, Muji Rahayu, Rini Winarsih, Sri Edy Hernani
Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi ke-34 yang lahir dari rahim daya kreasi para penulis yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini memuat puisi yang ditulis oleh 9 penyair. Di buku ini, selain guru, juga ada penyair yang bukan guru, melainkan seorang perawat. Sudah barang tentu hadirnya penyair perawat ini akan memberikan warna yang berbeda bagi khazanah puisi kita.
Daftar penyair dan puisinya:
Feriyadi
Tidurlah Dunia
Kisah Malam Lebaran
Sembahyang Sumbang
Labuhan Rasa
Duka Senja
Membunuh Hari
Rini Winarsih
Perahu
Lukisan Mati
Sebutir Beras
Pulang
Ibu
Telaga Tepi Surau
Kisah Pagiku
Siapa
Kupu Renta
Jangan Marahi
Seruni
Dua Perempuan
Perempuan dan Ibu
Tak Bisa Lagi
Secangkir Kerinduan
Bunga Bintang
Lukisan Hati
Mimpi Terakhir
Sajak Malam
Menyulam Kata dalam Jiwa
Kertas Kosong
Kapal Karam
Tetap Berkarya
Apakah Rembulan Boleh Bohong
99
Kehabisan Kata
Perempuan di dalam Sajak
Deburan Asa
Kidung Mempelai
Genggaman Tangan Terakhir
Terima Kasih Kekasih
Maafkan Daku Kekasih
Gadisku
Lelaki Kecilku
Sendiri
Di Depan Fotomu
Hari Ultah Terakhirmu
Rindu
Gundah
Mayariska A. P. Monoarfa
Mengibarkan Asa
Kaulah Segalanya
Rasa yang Dipaksa Lumpuh
Bidadariku
Bersama Menuai Rindu
Ida Fitriana
Oase Lama
Emosi
Dalam Kebimbangan
Harapan yang Terpendam
Rasa yang Hilang
Dinda
Korona
Membayang-bayang
Anak Panah
Terpaan: Kumpulan Puisi #32
20.40
Abdul Hakim, Ani Sumiani, buku, Cinquain, Evy Chrisna, Hironimus Deo, Onten Surtini, Patriah, puisi, Rinawati Wijaya, Sri Pujiwati, Tri Elliawati, Yanti Rosa, Yunita Dwi Lestari
No comments
Kode: 0120036
Judul: Terpaan: Kumpulan Puisi #32
Penulis: Ani Sumiani [et al.]
ISBN: 978-623-7421-19-1
Terbit: 10-Jul-2020
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harag: Rp40.000
Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)
Spesifikasi:
Kode: 0120036
Judul: Terpaan: Kumpulan Puisi #32
Penulis: Abdul Hakim, Ani Sumiani, Evy Chrisna, Hironimus Deo, Onten Surtini, Patriah, Rinawati Wijaya, Sri Pujiwati, Tri Elliawati, Yanti Rosa, Yunita Dwi Lestari
ISBN: 978-623-7421-19-1
Terbit: 10-Jul-2020
Tebal: 88 (viii+80) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harag: Rp40.000
Kata kunci: puisi, cinquain, kumpulan puisi, tulisan guru, karya guru, Abdul Hakim, Ani Sumiani, Evy Chrisna, Hironimus Deo, Onten Surtini, Patriah, Rinawati Wijaya, Sri Pujiwati, Tri Elliawati, Yanti Rosa, Yunita Dwi Lestari
Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi ke-32 yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini memuat puisi dan cinquain yang ditulis oleh 11 penyair.
Daftar penyair dan puisinya:
CINQUAIN
Tri Elliawati
panas
getir3
duka
debu
terjebak
angan
mega
wajah
terbang
perih
tenang
Sri Pujiwati
Luka
Mimpi
Fajar
Cermin
Debu
Buku
Gersang
Kosong
Baju
Bayu
Bunga
Alam
Ibu 10
Senja
Bising
Embun
Sajak
Senyum
Waktu
Rindu
Yunita Dwi Lestari
Pensil
Ibu14
Mata
Surya
Cinta
Siswa
Adam
Tirta
Dian
Waktu
Ayah
Abdi
Teko
Gema
Bayu
Takdir
Mimpi
Burung
Kelas
Mawar
Fajar di Pelabuhan
Cinta
Pantai
Bimbang
Gundah
Merajut
Doa
Korona
Kavaleri
Muslihat
Kasih
Dilema
Gadis
Bahagia
Melati
Mata
Asa 31
Lembayung
Onten Surtini
Pagi33
Siang
Malam
Bulan
Bintang
Mimpi
Hati
Muka
Tangan
Cinta
Anak
Sedih
Abdul Hakim
Cinquain Abdul Hakim
PUISI BEBAS
Sahabat Jiwa
Masa di Kala Itu
Terpaan
Penyaji Kejahatan
Untuk Sahabat Kecilku
Yanti Rosa
Lelah Tak Berkesudahan
Muak
Krisis ...
Cinta
Tak Ingin Yang Lain
Ani Sumiani
Cinta
Rumah
Suami
Aulia
Suamiku
Handphone
Guru
Kampret!
Badut
Mama
Uang
Haters
Lelah
Waktu
Lagu
Covid-19
Kata
Pelit64
Pena
Handuk
Ceritaku
Gaya
Wanita
Ayah
Mata
Mantan
Hidup
Melisa
Kerapuhan Si Dekil
Lembah cinta
Secuil surat untuk ibu
Kosmas Lawa Bagho
Kosmas Lawa Bagho. Lahir di sebuah dusun kecil Dangakapa, Rawe, Boawae, Nagkeo, Flores, 19 Juli 1967. Menempuh pendidikan dasar pada Sekolah Dasar Inpres Rawe tamat tahun 1980, menengah pertama pada Sekolah Menengah Pertama Kotagoa, Boawae tamat tahun 1983, dan menengah atas pada Sekolah Menengah Atas Seminari Santo Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko tamat tahun 1989. Menamatkan studi S-1 di Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero Mei 1998 dan Magister Manajemen (S-2) di Universitas Negeri Malang tanggal 04 September 2016.
Bekerja di Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit) Flores Mandiri sejak Mei 1997 juga staf Pengajar (dosen tetap) pada Politeknik Santo Wilhelmus Flores, Boawae tahun 2016—sekarang. Pernah menjadi dosen tidak tetap pada Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat (STPM) Santa Ursula Ende sejak 1998—2001. Sejak tahun 2005 hingga kini menjadi ketua Pengurus Koperasi Kredit Serviam Bhakti Mandiri Ende yang sebelumnya bernama Koperasi Kredit Serviam.
Menulis puisi sejak tahun 1992 dan berhenti cukup lama baru mulai lagi secara intens tahun 2020. Pernah mengikuti “2nd CULT Exposure Program 2008” di Bangkok, Thailand pada Februari 2008 & “Acces Branding Master Auditors Training” juga di Thailand, Januari 2009 serta “Youth Entrepneurship Workshop” di Kualalumpur Mei 2012. Memiliki weblog: www.kosmaslawa.blogspot.com
Karya Bersama Komunitas Guru Menulis:
Judul Puisi:
Untuk Sebuah Lembaga
Pemilukada
Minggu Pagi
Tuhanku
Satu September
Pemilukada
Minggu Pagi
Tuhanku
Satu September
Judul Puisi:
Menyulam Kata dalam Jiwa
Kertas Kosong
Kapal Karam
Tetap Berkarya
Apakah Rembulan Boleh Bohong
Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi
Daftar judul puisi:
Credit Union
Jurang
Kantor
Tangguh
Adven
Alas Kaki
Avila
Belajar Pada Kucing Kecil
Demokrasi
Bingung
Bocah
Hujan Pagi
Hujan Senja Hari
Kemerdekaan
Kenangan
Kisah Gadis Pejuang
Mungkin Aku Keliru
Lelucon
Medali
Mgr Longinus
Jeritan Hati
Mimpi
Narkoba Masuk Flores
Remisi Korupsi
Kelambu
Sahabat
Kerudung Putih
Sail Komodo
Semua pada Korupsi
Tahun Baru
Tetap Melangkah
Politik
Tuhan Telaga Cinta Manusia
Wasiat Kehidupan
Seruni: Kumpulan Puisi #34
Judul puisi:
Menyulam Kata dalam Jiwa
Kertas Kosong
Kapal Karam
Tetap Berkarya
Apakah Rembulan Boleh Bohong
Judul puisi:
Menyulam Kata dalam Jiwa
Kertas Kosong
Kapal Karam
Tetap Berkarya
Apakah Rembulan Boleh Bohong
Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
20.14
Agus Supriyanto, buku, Catur Riyanti, Eti Suhayati, Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, Lukas Onek Narek, Maria Bura, Neti Soelistyani, puisi, Susanti Wilujeng, Tri Handayani
No comments
Kode: 0120041
Judul: Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
Penulis: Agus Supriyanto [et al.]
ISBN: 978-623-7421-25-2
Terbit: 30-Jul-2020
Tebal: 122 (viii+114) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000,00
Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)
Spesifikasi:
Kode: 0120041
Judul: Kala yang Tak Kusangka: Kumpulan Puisi Pandemi #2
Penulis: Agus Supriyanto, Ani Purwati, Catur Riyanti, Desrianti, Eti Suhayati, Evy Chrisna, Gusnawati , Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, Lorentina, Lukas Onek Narek, Marfidah, Maria Bura, Muhamad Nursyahid, Neti Soelistyani, Pujarsono, R.N.D. Krisnawati, Retty Anggriany, Siti Fadilah, Sumi Arsih, Susanti Wilujeng, Tobias Nggaruaka, Tri Handayani, Yanti Aries Putri, Yanti Rosa, Yerem B. Warat
ISBN: 978-623-7421-25-2
Terbit: 30-Jul-20
Tebal: 122 (viii+114) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp60.000,00
Kata kunci: puisi, kumpulan puisi, antologi puisi, puisi corona, puisi pandemi, Covid-19, Agus Supriyanto, Ani Purwati, Catur Riyanti, Desrianti, Eti Suhayati, Evy Chrisna, Gusnawati, Hironimus Deo, Hortensia Herima, Kosmas Lawa Bagho, Lorentina, Lukas Onek Narek, Marfidah, Maria Bura, Muhamad Nursyahid, Neti Soelistyani, Pujarsono, R.N.D. Krisnawati, Retty Anggriany, Siti Fadilah, Sumi Arsih, Susanti Wilujeng, Tobias Nggaruaka, Tri Handayani, Yanti Aries Putri, Yanti Rosa, Yerem B. Warat
Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi hasil Proyek Penulisan Refleksi Corona tahap kedua. Buku ini diberi judul Kala yang Tak Kusangka sebagai sebuah gambaran bahwa ternyata kita masih harus menunggu lagi. Sebelumnya kita berharap bahwa pandemi corona ini akan cepat berlalu. Kenyataannya tidak demikian. Kita bahkan tidak tahu sama sekali sampai kapan pandemi masih akan menemani keseharian kita.
Namun, apa pun yang terjadi dan akan terjadi, tugas kita adalah memaknai setiap hidup dan peristiwa di dalamnya. Refleksi adalah salah satu caranya. Menulis puisi menjadikan refleksi itu tetap terpatri, suatu saat kita bisa membacanya kembali untuk melihat jejak-jejak langkah kehidupan kita. "
Daftar Penyair dan puisinya:
R.N.D. Krisnawati
Pahlawan Pandemi
Saat Bertapa
Bersemi
Damai dalam Keabadian
Tuhan Menjaga
Ada Asa
Suatu Senja di Pinggiran Kota
Di Rumah Saja
Sahabat Kecil
Perlombaan di Tengah Badai
Tambang Tulang
Secangkir Kopi Sabar di dalam Pagar
Embun Kerinduan dan Bandara yang Sesak
Gaji Buta
Surau, Kitab, dan Kotak Infak
Belajar di Rumah
PSBB katanya
Apa kabarmu sekalian?
Tunas Rindu
Rindu Pagi
Pantun Refleksi Corona
Corona
Corona Wuhan Jadi Corona Dunia
Lawatan Bidadari Covid-19
Corona Datang
Badai Pasti Berlalu
Covid-19
New Normal
Ter-lockdown Cinta
Konspirasi
Azab atau Nikmat
Harap Dalam Senyap
Tetes Berkah
Ramadan Ini
Melawan Rindu
Sebiji Sawi
Riuh Sunyi
Ramadan Kareem
Eid Mubarak
Jangan Lupakan Aku
Harapan
Tangis Kerinduan
Masa-Masa Sulit
Rindu Sekolah
Jas Hujan yang Mendunia
Narasi Tentang Covid
Covid dan Rupa-Rupa Warna Hidup
Corona dan Pemulung
Covid dan Kecanduan
Dunia Berduka
Rindu Membara Saat Corona
Tak Ada Pandemi di Kampung Puisi
Pengakuan Corona
Imaji Tanpa Tepi
Corona di Mata Orang Awam
Yanti Aries Putri
Covid -19
Susanti Wilujeng
Merindu Bangku-Bangku Kosong
Ratapan Merapuh
Sumi Arsih
Kapan Pergi Corona?
Memahamimu
Oh! Corona
Lebaran dalam Corona
Catur Riyanti
Rindu Kalian
Menanti
Kosong
Hampa
Lorong Waktu
Mikdar
Siti 74
Tata74
Oby74
Neti Soelistyani
Belajar Terus Meski Ada Virus
Corona Teguran Sang Pencipta
Belajar dari Corona
Sebuah Renungan
Yang Lembut Dalam Badai
Corona, Kau Datang Di Awal Tahun
Corona Beraksi
Kepergianmu di Tengah Badai
Kala Rindu
Belajar dalam Jaringan
Pandemi Korona
Eti Suhayati
C o r o n a
Tabir Hikmah
Virusmu Sebagai Refleksi Diri
Dirimu Amat Kecil
Menunggu Sang Malam dalam Sinarannya
Hujan
Engkau Pulang Tanpa Kesan
Pada-Mu Diriku Fana
Ani Purwati
Corona
Selamat Jalan Corona
Tri Handayani
Pergilah Corona
Yerem B. Warat
Yerem B. Warat lahir di Baobolak, Lembata, 25 Mei 1965 (dalam dokumen resmi, 18 Desember 1965). Menikah dengan Rosmwati Br. Keliat dari Pintubesi, dianugerahi lima anak. Mengenyam pendidikan SDK Baobolak, tanpa ijasah, SMPK St. Pius X Lewoleba, SMPK Phaladhia Waiwerang, SMA Surya Mandala Waiwerang; Seminari Menengah Hokeng; Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Katolik di STFK Ledalero 1989/1990-1992/1993, tanpa ijasah.
Pernah jadi guru Bahasa Inggris dan Matematika pada Seminari Menengah Sinar Buana Sumba tahun 1993/1984; pemberi bimbingan matematika di Tanjung Uban, pemberi kursus bahasa Inggris pada Lembaga Bahasa Inggris Istagraha Tanjung Uban.
Buruh pelabuhan dan tukang parkir di Tanjung Uban, Bintan; Cleaning Service di BRC Lagoi, Bintan.
Pecipta lagu-lagu daerah Lamaholot, Flores Timur dalam Album Perdana BASARANG tahun 1999; salah satu kontributor kumpulan puisi Menjeda Jagat Memeluk Hakikat, Kala yang Tak Kusangka, Guru Honorer, Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi (karya berdua Kosmas Lawa Bagho). Kini sebagai petani bermastautin di Desa Pintubesi, Tanah Karo, Sumatra Utara.
Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi
Daftar judul puisi:
Abang Tukang Bakso
Aku Tergilas
Ayah
Api7
Batu Berpucuk Rembulan
Buah Tanaman
Bumi
Cinta Budi
Istana Kates
Kerendahan Hati
Kaki Langit
Emas Senja
Kuli Pelabuhan
Langit Tertusuk Duri
Mencuci Mulut
Mata Hari
Mengejar Mentari
Pajero
Pandai Besi
Patung Kita
Pusai
Pintubesi Simalem
Rekaman Persaudaraan
Pintu Rumah
Menulis di Ladang
Senyum Tenga
Uang Parang
Sunset di Baobolak
Sebulir Padi Buat Gereda
Di Rumah Saja
Sahabat Kecil
Perlombaan di Tengah Badai
Tambang Tulang
Guru Honorer: Kumpulan Puisi #33
Daftar puisi:
Anjing Tak Kukenal
Di Bawah Senja
Tongkat
Menanti
Mahakecil
Tulah Kesebelas: Corona
Satu Dunia Satu Kata
Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi
Kode: 0120039
Judul: Dari Ladang Pintubesi ke Brankas Koperasi: Kumpulan Puisi
Penulis: Kosmas Lawa Bagho, Yerem B. Warat
ISBN: 978-623-7421-20-7
Terbit: 21-Jul-20
Tebal: 84 (xiv+70) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000
Kata kunci: puisi, kumpulan puisi, tulisan guru, tulisan petani, karya petani, penyair petani, karya guru, Kosmas Lawa Bagho, Yerem B. Warat
Deskripsi:
Ini adalah buku kumpulan puisi karya dua orang sahabat. Kedua penulis ini memutuskan untuk menerbitkan karya mereka bersama tampaknya karena ingin mengenang masa lalu mereka sebagai teman kos. Meskipun sekarang bergelut dalam dunia dan tempat yang berbeda, mereka tetap ingin mempertahankan dan merayakan kebersamaan itu, kali ini, dalam untaian kata-kata, dalam sebuah buku yang sama.
Yerem B. Warat, seorang petani, bercerita mengenai kehidupannya dalam semua puisinya. Pernah ia posting di dinding Facebooknya bagaimana ia melahirkan puisi-puisinya. Sebagai petani, sedari pagi hingga sore hari di ladang, ia banyak merenung. Apa pun yang mampir ke ruang pikirannya menjadi bahan permenungan yang menggelisahkannya: kucing yang mati terlindas ban gerobak bakso, anjing yang menjilati taik, petani yang membakar sampah, burung yang membuat sarang, kenangan masa lalu, relasi, keluarga, kehidupannya sebagai petani, alam yang dekat dengan petani (matahari, bulan, langit), tetapi juga kegelisahan mengenai peristiwa-peristiwa di tanah kelahirannya dan situasi kehidupan politik dan bangsa. Setiap hari, hampir selalu pukul tiga dini hari, ia dibangunkan oleh psoriasis yang menderanya dua dasawarsa terakhir ini. Saat itulah ia menuangkan kegelisahannya sepanjang hari ke dalam bait-bait puisi. Tampak dalam puisi-puisinya, ia merangkai banyak peristiwa dengan bangunan pengetahuannya menjadi sebuah puisi yang nikmat, dengan sajian refleksi mendalam, ironi yang mencengangkan, kesadaran yang mencerahkan, pencerahan yang melegakan, tapi juga sindiran yang menusuk.
Kosmas Lawa Bagho, anak petani, pengurus koperasi (Credit Union) dan sekaligus seorang dosen, mengaku sudah lama menulis puisi tetapi sempat terjeda oleh kesibukannya menggeluti angka-angka. Tulisannya juga menampilkan hasil pergumulannya dengan peristiwa-peristiwa yang digelutinya: terkait Credit Union, kehidupan iman, pelajaran kehidupan, keprihatinan terhadap situasi politik dan kehidupan berbangsa, ketidakadilan, pandemi corona. Dari puisi-puisinya kita bisa melihat kejelian penulis untuk belajar dari hal yang sederhana, kesadaran diri, keprihatinan tetapi juga apresiasi terhadap semangat kehidupan, ironi kehidupan.
Daftar Puisi:
Puisi-Puisi Yerem B. Warat
Abang Tukang Bakso
Aku Tergilas
Anjing Emas
Ayah
Api
Batu Berpucuk Rembulan
Buah Tanaman
Bumi
Cinta Budi
Istana Kates
Kerendahan Hati
Kaki Langit
Emas Senja
Kuli Pelabuhan
Langit Tertusuk Duri
Mencuci Mulut
Mata Hari
Mengejar Mentari
Pajero
Pandai Besi
Patung Kita
Pusai
Pintubesi Simalem
Rekaman Persaudaraan
Pintu Rumah
Menulis di Ladang
Senyum Tenga
Uang Parang
Sunset di Baobolak
Sebulir Padi Buat Gereda
Puisi-Puisi Kosmas Lawa Bagho
Credit Union
Jurang
Kantor
Tangguh
Adven
Alas Kaki
Avila
Belajar Pada Kucing Kecil
Demokrasi
Bingung
Bocah
Hujan Pagi
Hujan Senja Hari
Kemerdekaan
Kenangan
Kisah Gadis Pejuang
Mungkin Aku Keliru
Lelucon
Medali
Mgr Longinus
Jeritan Hati
Mimpi
Narkoba Masuk Flores
Remisi Korupsi
Kelambu
Sahabat
Kerudung Putih
Sail Komodo
Semua pada Korupsi
Tahun Baru
Tetap Melangkah
Politik
Tuhan Telaga Cinta Manusia
Wasiat Kehidupan
Selasa, 28 Juli 2020
Guru Honorer: Kumpulan Puisi #33
13.12
Ayu Pebrina Dewi Setyorini, buku, Elisabet Sri Hartati, Evy Chrisna, Gusnawati, Lodevika Endang Sulastri, Lusia Yuli Hastiti, puisi, Sumadi Alkindi, Yerem B. Warat
No comments
Kode: 0120037
Judul: Guru Honorer: Kumpulan Puisi #33
Penulis: Ayu Pebrina Dewi Setyorini [et al.]
ISBN: 978-623-7421-18-4
Terbit: 10-Jul-2020
Tebal: 84 (viii+76) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000
Buku ini dicetak sesuai pesanan. Pesan 1 eksemplar pun akan kami layani. Untuk memesan buku ini, silakan hubungi yedijanusantara@gmail.com atau melalui pesan WhatsApp dan sampaikan Nama Pemesan serta alamat lengkap (dengan menyebut nama kelurahan/desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, serta kode pos)
Spesifikasi:
Kode: 0120037
Judul: Guru Honorer: Kumpulan Puisi #33
Penulis: Ayu Pebrina Dewi Setyorini, Elisabet Sri Hartati, Evy Christh, Gusnawati, Lodevika Endang Sulastri, Lusia Yuli Hastiti, Sumadi Alkindi, Yerem B. Warat
ISBN: 978-623-7421-18-4
Terbit: 10-Jul-2020
Tebal: 84 (viii+76) halaman
Ukuran: 14.5x21 cm
Harga: Rp40.000
Kata kunci: puisi, haiku, kumpulan puisi, tulisan guru, karya guru, Ayu Pebrina Dewi Setyorini, Elisabet Sri Hartati, Evy Christh, Gusnawati, Lodevika Endang Sulastri, Lusia Yuli Hastiti, Sumadi Alkindi, Yerem B. Warat
Deskripsi: Ini adalah buku kumpulan puisi ke-33 yang lahir dari rahim daya kreasi para guru yang tergabung dalam Komunitas Guru Menulis. Buku ini memuat puisi dan haiku yang ditulis oleh 8 penyair.
Daftar Penyair dan puisinya:
HAIKU
Lodevika Endang Sulastri
Pastoral Reparatif
Potret diri
Komunitas
Persatuan
Solidaritas
Tobat
Bunda Pelindung
Keagungan Ilahi
Jatuh Cinta pada Hati-Nya
Semangat Visioner
Ekaristi Suci
Bagai Bejana Tanah Liat
Alumni
Sahabat
Patriot Sejati
Sumadi Alkindi
Haiku Sumadi Alkindi
Evy Christh
Haiku Evy Christh
Ayu Pebrina Dewi Setyorini
Matahari
Senja
Knalpot
Bunga
Bibir
Senyummu
Nyiur
Pencuri Hati
Foto Model
Lintang
Virus Corona
Sepedaku
Surya
Rindu
Doa
Si Jomblo
Pelangi
Buah Hati
Gundah Gulana
Hadirmu
Cinta
Saldoku
Undian Berhadiah
Petasan
Pesawat
PUISI BEBAS
Yerem B. Warat
Guru Honorer
Anjing Tak Kukenal
Di Bawah Senja
Tongkat
Menanti
Lusia Yuli Hastiti
Kekuatan
Malam
Keagungan
Di Pemakaman
Musnah
Membaca Masa Lalu
Bising
Kelas Kosong
Surga yang Hilang
Kebijaksanaan
Lima Detik Saja
Dikejar Bayang-Bayang
Puisi
Hasrat
Dunia Kini
Gusnawati
Bungaku Menangis
Marhaban, Yaa ... Ramadan Kareem
Senandung Rindu di Bulan Ramadan
Perempuan di Balik Pelukan Kekasih
Asmara Terlarang
Elisabet Sri Hartati
Mandi Cahaya Cinta
Kidung Agung
Langganan:
Postingan (Atom)



































