Jumat, 16 Desember 2022

Malam Pengasingan, puisi Yerem Beda Warat






Setelah
Kauisi paksa perut dan otak benakku
Kenyang-kenyang dengan makianmu
Aku kautendang
Buang

Keluar!

Lenting linding aku keluar
Membawa cucumu masih menyusu
Mencari tumpangan
Malam itu juga

Kelam pekat

Bulan muram
Memandangi kami
di bawah atapan sedaun pisang
Sekadar menutup ubun Boli
dari rinai air matanya

Bulan iba
Lalu lari sembunyikan air matanya
ke balik awan
Sambil memohon hari terangi kami

Jadilah
Terang tengah malam itu
Sebab bulan dan matawari bergandengan
Menangkupkan diri di tenda pengasingan kami

Siang
Malam
Terus terang di tenda kami

Pada malam pengasingan kami,



Pintubesi, 17 November 2013



0 komentar:

Posting Komentar