Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak
Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.
Proyek Penulisan dan Penerbitan Cerpen
Terbitkan cerpen Anda jadi buku ber-ISBN
Proyek Penerbitan Cerpen Anak
Anak-anak pun perlu bacaan yang baik. Yuk nulis dan nerbitkan cerita pendek untuk anak.
Karyatunggalkan Puisimu!
Yuk terbitkan puisinya dalam buku karya tunggal
Terbitkan 5 Puisi
Punya 5 puisi? Yuk terbitin bareng-bareng jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 500 Puisi Akrostik
Terbitkan puisi akrostikmu jadi buku 500 AKROSTIK ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman Inspiratif Pendek Guru
Tuliskan pengalaman inspiratif Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Kisah Pengalaman LUCU Guru
Tuliskan pengalaman LUCU Anda sebagai guru dan terbitkan jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan best practices Anda jadi buku ber-ISBN.
Proyek Penerbitan Best Practices
Terbitkan artikel pendidikan Anda jadi buku ber-ISBN.
Penerbitan 5000 Pantun Pendidikan
Terbitkan pantun pendidikan dalam 5000 PANTUN PENDIDIKAN
Jumat, 23 Desember 2022
Batu Terbang
15.58
No comments
Batu TerbangCepat-cepat mencari celah Tempat bertengger BersarangDengan cakar makarnyaIa mengorek paksa Membuang habis isi kepala bocah baru belajarBersarang dia di situBeranak cucu dia di situSemua senyap seperti tak tahu TapiSetelah lama Tak tertampung lagi dalam kepalaBatu terbang bersama semua anak cucunyaBeterbangan keluarMencari mangsaDi luarBatu terbang patah sayap tertembak pemburuDor!BatuJatuh Terundung Sayap sendiriBagaimana berdiri lagi Perteguhen, 24 Desember...
Kamis, 22 Desember 2022
Wajah Penuh Darah
16.19
No comments
<Membaca tragedi anjing kecil 1>Anjing kecilTergilas mobil Di tengah jantung kota Siapa dengar erangannyaSiapa paham jeritan tangisnyaAnjing kecilTutupi wajahnya dengan darahTakut dia ditandai bunda Tambah beban di dadaAnjing kecilTutupi matanya dengan darahTakut lihat iba bundaWajah penuh darah siapa punyaWajah penuh darah siapa peduliCuma bundaMenjilat wajah penuh darahMenyatukannya dengan darah sendiriSiapa pernah menceraikan darah dari darahCuma...
Rabu, 21 Desember 2022
Tukang Sampah
14.12
No comments
*Pagi-pagi ia bangun menjemput sampah dari pintu ke pintu. Tanpa absen. Sebab absen berarti kiamat baginya. Sehari tak kerja, sehari itu pun mati tungku. Tak makan. Tak sekolah anak semata wayangnya. Maka sakit yang masih bisa dibawa-bawa tak jadi alasan untuk absen sehari dua hari. Ia, tak mau absen. Tak mau memperpanjang litani kiamat-kiamat kecil. Ia, tak mau membiarkan sampah mengotori kampung...
Minggu, 18 Desember 2022
Piring
15.45
No comments
Di piring ini punTergenangAir mata adikkuyang terusir malam ituMembawa pulang perutnya yang kosongke kampung kamiKarena piring di tendaTiada yang kecil Buat yang kecilDi sanaDekat tungku kami yang sama dulu ituIa mengisi perutnya dengan singkong sisa kamiSedang di sini nasiku basi TerbuangBuangBasi nasi itu tanda mati apiMari kobarkanOuh, PiringPangkuan nasi dan air mata bersepelukKapan kami berpelukan lagiKenyangi lapar kamiSeperut Di Lewoleba, 08 Agustus 2...
Sabtu, 17 Desember 2022
Jagung di Kebun Kami
17.56
No comments
LembuJangan makan kamiMeski kami mirip rumputMakananmuIaTurutTuannya pergiSambil mamah gigiMemangMulut susah dikandang Pintubesi, 10 September 2...
Lilin di Tanganku
17.50
No comments
Lilin di tangankuTerbakar sampai ke tulangkuArangnya jatuhMelukai Bening matamuLalu berkubur dia di situSembunyikan takutnya akan dikauSejak ituBerning matamu Bernoda hitam tak hilang-hilangSebab aku yang di dalamTuhanTuhanJaga biji matamu Perteguhen, 25 Mei 2...
Jumat, 16 Desember 2022
Malam Pengasingan
05.49
No comments
SetelahKauisi paksa perut dan otak benakkuKenyang-kenyang dengan makianmuAku kautendangBuangKeluar!Lenting linding aku keluarMembawa cucumu masih menyusuMencari tumpanganMalam itu jugaKelam pekatBulan muramMemandangi kami di bawah atapan sedaun pisangSekadar menutup ubun Bolidari rinai air matanyaBulan ibaLalu lari sembunyikan air matanyake balik awanSambil memohon hari terangi kamiJadilahTerang tengah malam ituSebab bulan dan matawari bergandenganMenangkupkan diri di tenda pengasingan kamiSiangMalamTerus terang di tenda kami ...
Kamis, 15 Desember 2022
Di Taman itu
16.28
No comments
Dari atas tiang ituTuhan TundukMinta tangankuMengobati luka-luka yang berjejalanMenyelimutiTubuhnyaSelimut luka kawan sengsaraSampai akhirnya Ia menyerahkan nyawaSebelum sempat kami lepasdari peluk penghabisanHembus nafas penghabisannyaMengalir lambat sekaliSeperti tak mau meninggalkan lorong-lorong kami yang selama iniDalam dadakuDi situTinggal diaBerdoa untukmu di taman itu Tiap malam sampai pagiTak terusik hidung lagiKupu punBerdatanganMenimba nektar tak habis-habisPerteguhen, 27 November 2...
Minggu, 11 Desember 2022
Sopir itu Bernama Corona

Foto oleh cottonbro studio dari PexelsIa Setiapada tugasnyaTak tidur-tidur dari pagi sampai pagi lagiMenjemput penumpang yang hendak turutIa tulusMemberi tahu peruntukan dirinyaKepada tiap calon penumpang yang lagi antriDi halte-halte tungguanBila berminat keburu matiJabat tanganku Terus ke mobil kita berangkatHaram hukumnya berpelukan dengan kaum kerabat dan anak bini sekalipunKalau sudah di genggamankuBila tidakJangan sentuh aku Sekalipun engkau...
Kamis, 08 Desember 2022
Anjingku

Foto oleh Charles dari PexelsAnjingkuKawan karibkuDi mana daku di situ diaMalamDia di luar pintu sampai pagiMenjagaiku jangan-jangan datang penggangguAkuNyamanDalam kawalannyaTadi iniKetika kuberi jatah makanJatah kembarannya pun ludes dicaplokTak bersisa Lidah anjingLembut bergerigiMencaplok tuan sendiriBila lanjurTerlenaAnjingkuPembunuhkuBagaimana denganmuDiamDalamBergigitanTuding-menudingUjung akhirnya?Dari Perteguhen, Awal Desember 2...
Rabu, 07 Desember 2022
Tendangan

Foto oleh Dmitriy Zub dari PexelsTendanganmuMelubang di mukakuTak tertutupi tanah sebumiHiu bergigitan di dasarnyaMemutuskan jempol-jempol kita yang sengit bertudinganUjung-ujungnya terus menuding kita Sampai ke lahatMati Tak senyenyak dulu lagiPintubesi, 02 Oktober 2...
Dipan

Foto oleh WoodysMedia dari PexelsMelangkah dengan hatisampai pun merangkak-rangkakIaMengaisMencari-cari kamidi bawah reruntuhan kota dan kampung kamiyang diguncang gempa paling parahGempa nuraniTangan di dadamuMenyentuh hati kamiMenatang kakimu biar bersih SampaiNantiJokowiJangan injak kami seperti siduluSekalipun kami dipan dudukanmuSerata tanahDuduklahDi dipan ini lagiPintubesi, 13 Oktober 2...
Atapi Buku Kami

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww Kado Pelantikan Jokowi AminSesudah Dua tahun tak penuhMengungsi di huntara duayang dikontrak selama 5 tahunKami lalu dipulangkan ke kampungEks zona merah SinabungAir tak adaCuma hujan yang setia turun...
Tiada Lagi

Foto oleh Paula Schmidt dari PexelsBekas kakiku punTak mau di pintumu lagiMaka kujilat dan kubawa-bawanya pergidalam bedungan beludru mulutkuAgar tak kotori pintumu lagiTak terganggu kau lagiMulutkualamatku Teras diriku berdiriDipagar pasukan tulang meluluAgar tak terganggu kau lagiTak terinjak kau lagiAku punTelah kucopot dari namakuHidung pesekku, titisan ibunda puntelah kukikis kandas biar pun berdarah-darahAgar tak bebani lamunanmu lagiSekalipun...
Azan

Foto oleh Monstera dari PexelsBerlayar menghabisi lautanKautumpangi bulan lengkungi langitTurun tudungi bumi Kita iniDari rampasan tangan dan gerus alamDi bawah tudungan alam iniKaurukuk menyembah Diayang tak putus-putusnyaKauseru sepanjang azanDenyut jantungmu adalah azan yang Ia lantunkan sendiri dalam dadamuMembujukmu merukuk lagi di bawah langitAlis mata-Nya yang menudungi kepalamuSampai sekarang Ini punEngkauBiji mata-NyaMengapa susah sampai...
Langganan:
Postingan (Atom)