Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Kamis, 27 Mei 2021

Pondok

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Min An from PexelsPondok Di tengah ladangMenggigil kedinginanSejak api pendiangan tak bernyala lagiSejak itulahSarang lelaba bergelantunganHingga menutupi pintuAnai menggerogoti tiang-tiangDinding habis termakanPondok Tulang telanjangMenunggu tumbangPintubesi, 27 Mei 2...

Minggu, 23 Mei 2021

Persembahan Si Janda Miskin

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Mehmet Turgut Kirkgoz from PexelsDi pintuMama menaruh mataAnjing gonggongMata itu turun mencari ke kiri dan kananEntah dia yang disapa anjing itu Deru kendara yang lalu Ketika kampung lelap tertidurMata itu turun lagi meraba-raba dalam kelamEntah dia ada di antara para penumpangyang turun persis di pintu rumahMataMakin tak nyenyakTurun mencari dia dalam dadaDi situ Dia tertidurNyenyak dalam luka...

Sabtu, 22 Mei 2021

Anjing Kurus

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Petr Ganaj from PexelsAnjing kurusKenyang makian dan muntahan demi muntahanyang kausemburkan tepat ke jidatnyaKapan saja kaumauAnjing kurusMenadah makiandan semua muntahanDengan lidah dan mulutnya terbukaLebih lebar dari liang mulut pemuntahAnjing kurusMengunya Makian dan muntahan berkali-kaliLalu menelannyaSetelah menyapu bersih dengan lidahnyaSemua sisa yang mengotori kotaAmis najisTersapu bersihOleh...

Jumat, 21 Mei 2021

Tali Waru

Puisi Yerem B. WaratGambar oleh daramsri dari Pixabay Di bawahRemang rembulanAyah memintal tali waruBegitu kuat dan alit pintalan ituAgar tak putus mengikat kambing pada pohon di ladang kamiSeperti Tali pada kambingKami pada ayah dan bundaTerpintal pilin oleh kasih sayang merekaTerikat kekalPada DiaTakutTak sampai ke pohon ituBulan cepat-cepat mengulurkan sinarnyaMenyambung lagi tali waruKambing KamiSama TerikatPada bulanBuah...

Rabu, 19 Mei 2021

Wisata Bahari

Puisi Yerem B. WaratFoto:Disbudparntt https://aengaeng.com/ Saking Prihatinnya pada kamiyang pingin memancing di lautanTapi rumah kami jauh sungguh di pedalaman siniMaka segerombolan babi hutan turun ke jalanBergotong royong memperlebar luas lubang Sepanjang jalan ke kampung kamiBoto-BelangTak ketinggalan pula langitMeneteskan air matanya berhari-hariTurun memenuhi lubang galian babi-babi itu tadiJadi danau, miniatur laut impianSepanjang...

Selasa, 18 Mei 2021

Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37

 Spesifikasi:Kode: 0120053Judul: Kota Matahari: Kumpulan Puisi #37Penulis: Agus Supriyanto, Emi Wahyuni, Iskarina, Riska Ulfia Khoirotunnisa, Wakidi Kirjo Karsinadi, Yanti RosaISBN: 978-623-7421-43-6Terbit: 21-Mei-21Tebal: 84 (viii+76) halamanUkuran: 14.5x21 cmHarga: Rp40.000Deskripsi:Buku kumpulan puisi ke-37 ini adalah hasil dari proyek penulisan dan penerbitan puisi berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Komunitas Guru Menulis sejak tahun...

Senin, 17 Mei 2021

Menghitung Jari

Puisi Yerem B. Warathttps://www.facebook.com/yeremias.waratIbukuDuduk berdiri tak karuanMenghitung jari-jari tangannya sendiriyang didekap rapat pada dadadan meninabobokannya dengan oha Teti HadunAgar tenang tenteram semua Selama malamJauh malamBangun lagi menghitung lagiPaginyaSebelum fajar membuka hariIbuku bangun menghitung jarinya lagiSatu demi satuIbuku menghitung jariSampai ke lahatTegalTak genap-genapSerumah Duka, Senin 25 Januari 2...

Sabtu, 15 Mei 2021

Burung Gereja

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Jeswin Thomas from PexelsBomBunuh gerejaMenerbangkan burung itu tinggi-tinggiMengaisi awang entah ada lagi lindungan BaginyaSebab Sangkar di emperan gereja Dengan enam telurnya di dalamHancur Lebur EsokSebelum mengisi perutnyaBurung terbang pelan menembus garis polisidan jagaan ketat kotaMencari remukan telur-telurnyaDi tengah kehancuran ituBurungMengendusMemungut secarik kertasyang bernoda kuning...

Jumat, 14 Mei 2021

Akar Air

Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Appenzell9050 dari Pixabay KamiMenimba airdari sumur peninggalanDikelilingi nyiur dan rumpunan pisangSering Timba-timba yang paling berdekatanBergesekan Berebut air di dasar sumur yang samaHingga pun pecahBerantakanTali putusTimba pun pecahKetel kosong darah keringNyiur Nyinyiri timbaBerebut tak terebutkanHanya pelukan Mengakarkan airDalam bara sekalipunPintubesi, 15 Mei 2...

Kamis, 13 Mei 2021

Tukang Tendang

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Anna Tarazevich from PexelsGeram Pada tukang tendang yang telah mengakibatkan begitu banyak orangPatah kakiTuhan MenyamarJadi seorang perampokMasuk ke rumahnya malam-malamKetika penyamar hendak merampok nyawanyaTukang tendang melayangkan sebuah tendanganMenyasar ke dadaPenyamar Duel hebat pun terjadiKeduanya matiTerkaparSekamarTibaDi pintu sorgaTukang tendang mengetuk pintuTapi pintu tetap tertutup...

13 Mei 2021

Puisi Yerem B. WaratItuTanggaTurun dari sorgaMembawa kami naik kembaliSetelah lama bergigitan tuding-menudingMerebut dia, rahim semua kamiIaTahuKapan pasnya menyatukan kami Sebelum pupus segenap harapdan daya raga13 Mei 2021PadaHari raya makandan haram berpuasa iniSemua kami kaukenyangkanAgar bertenaga kekuatanmu sendiriSama kami menaikkan doa dan diriKe hadiratmuMelaluiTangga iniDari lubuk jiwa, 13 Mei 2021*) Pada hari Kenaikan Isa, dan Idul...

Rabu, 12 Mei 2021

Menulis di Kertas

Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Wolfgang Claussen dari Pixabay MenulisMelukai kertas dengan tajaman penadan mengobatinya dengan tinta itu jugaDalam luka tertanam benihApa pun! Perteguhen, 30 Maret 2...

Jaket Jokowi

Puisi Yerem B. WaratFacebook Jokowi             Membaca kunjungan Jokowi <4>JaketPelindung tubuhmuyang kurus kerempeng ituKauikhlaskan untuk Frans Uranyang masih sungguh kuat dan kekar bugar EngkauButuh jaket ituTapi engkau lebih butuhPerlindungan bagi dia terhadap deraan panas haridan dingin malamJaket Joko WidodoJaket PresidenJaket Negara Pelindung ternyata satuindonesiaPelindung ternyata satulembataPenyatu...

Jokowi

Puisi Yerem B. WaratFacebook Info Seputar PresidenIaKecilMakaKe mana pun sampaiKe kampung-kampung kecilmelalui jalanan sempit menghimpitDari Karo sampai PaluSampai juga ia ke penghujung sempitSembunyian TikustikusKecil itu tembus!Huntara Dua, 30 September 2...

Loh Baru

Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Goran Horvat dari Pixabay SesudahMusa memecahkan kedua loh batu ituSeseorang mengumpulkan pecahan-pecahannyaMeremukkannya halus-halusdan dicampurkannya dengan sedikit air matanyadan membentuknya kembaliJadi dua loh baruIa lalu menggantungkan keduanya Di ruang tidurnya Dalam dadakuKasihanMelihatnyaDuduk berdiri tak tidur-tidurMemandangi hiasan ituSesekali ia bangkitMemeluk dan menciumi kedua...

Senyum

Puisi Yerem B. WaratFresco by Fra AngelicoSenyumMengubah mata parangJadi pisau peracik bumbu dapurPenyedap masakan kami hari-hariSuatu petangSeseorang mengambil pisau ituMenyambungkannya pada tongkat di genggamannyaJadi lembingBelakanganBarulah kutahuItulah lembing LonginusPenikam lambung TuhankuJadi tambang berkat dan rahmatSumur pembasuh salah dosaRahim kelahiran baruGua doa bundaTempat pasrahan diri dan kami pada-MuPintu tunggal rumah...

Pisau

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh 愚木混株 Cdd20 dari Pixabay PisauDi tangan dokterMembelah perut pasiendan memotong umbai cacingGudang batu pasir di ujung ususnyaDokterMengambil batu pasir ituMemeriksanya di bawah mikroskopdan menganalisnya dengan saksamaTernyata!Batu pasirMaterial dasarPembangunan Kerajaan PerutPasien sembuhDokter beralih jadi tukang bangunandan pisaunya jadi sendok tukang PisauPerombak total Kerajaan Perut...

Selasa, 11 Mei 2021

Lembu

 Puisi Yerem B. WaratPhoto by Kat Jayne from PexelsLembuBerteduhDi bawah kulitnya sendiriEnaknyaSekampung Dari ladang, 13 Mei 2...

Ia Telah Membaca

Puisi Yerem B. Warathttps://www.wallpaperflare.com/Setiap soreIa panjati pohon lontar jauh di ladangMengambil tuak yang tertampung sepanjang siangLalu turunMinum mabuk dengan para sahabat Saban malamBegituSuatu soreSebelum bermabuk-mabukan lagiIa kaget melihat si bungsu semaput kelaparanDi atas tikar tengah rumahTungku Tak berasapPiring tertelungkupMemasang pantat ke mukanyaIniMakanlahKata piring ituTuak seruas bambuBekal mabuk malam itu punLangsung...

Dilaga

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Capri23auto dari Pixabay Membaca ayam laga <2>TurunDari ranjangIa langsung memandikan ayam laganyaSi bungsu yang merengek minta dimandikan kena bentakdan si ibu yang lagi sibuk memasak Terpaksa merangkap tugasDemi ayam lagaTercintaAyam dilagaDengan anak sendiriPintubesi, 25 Oktober 2...

Ayam Laga

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh zoosnow dari Pixabay Membaca ayam laga <1>Sesampai di rumahSi bungsu tak mau makanSekalipun lauknya daging lembuSetelah dibujuk-bujuk sang ibuMau juga ia makan tapi lauknya daging ayam lagaPiaraan ayahnyaIbu bingung Mengapa hal tak biasa itu terjadi Tapi demi putera satu-satunya Ayam kesayangan ayah-yang berapi-api berkotbah tadi di gereja tentang batu sandungan-Pun dipotong jugaAyahyang...

Mulut

 Puisi Yerem B. WaratEGYPTIAN MINISTRY OF ANTIQUITIES VIA BBC INDONESIAItu TambangEmas atau pun bangkaiTergantung benih DarinyaSemesta tahu entah emas bernasataukah bangkai belaka yang terbungkus rapiDalam balutan busana indah, lipstik tebal pun pupur harumSelama iniBangkaiTak tertutupi pupur sebumiBetapapun mulut berlipstik emas Seberat bumiMulut Pelucut Huntara Pintubesi, 16 Agustus 2019 ...

Bekal

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh tolyaasch dari Pixabay Setelah semua pergi meninggalkankuKuambil pisauKubelah dadakuKuambil juga seluruh sisa hatikuyang menyatu mati temani diaDalam dadaku selama iniKarena takut Jangan-jangan kubunuh diri Cepat-cepat diambilnya sisa hatiku ituHati yang kujadikan lauk kami siang malamIa Mengucap berkat atasnyaLalu membagi-bagikannya kepada semuaSetelah diubahnya jadi rotiDi padang ituSemutTikus,...

Sayembara Listrik

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Colin Behrens dari Pixabay Karena maluBahwa di era serba listrik iniLamanuna masih belum berlistrikMaka pemangku adat seluruh LembataMengadakan sayembara listrikDi LewolebaKota matiTak ada sepercik api pundiperbolehkan meneranginyaSebelum sayembara berakhir terangSayembara pun digelarSetiap hadirin berantrian naik panggungMenyampaikan pidato pengadaan listrik LamanunaEnam hari sayembara...

Sarjana

 Puisi Yerem B. WaratPhoto by Thgusstavo Santana from PexelsSupaya hebohSemua dibalikkanManusia dikandangkan Supaya menurut saja seperti kambingAnjing dirumahkan jadi teman tidur Gantikan pasangan yang lebih suka di luar rumahPagi tadiKulihat seorang bocah memeluk anjing Begitu eratnya dan ketika kutanya Ia bilang itu ayahnya yang lama tak pulang tiap malamHamburkan uang di meja judi dan mabuk narkobaAyahkuRajin kerja Lebih...

Menanti Engkau

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Peter H dari Pixabay Antologi corona 1Di ladangDi bawah rimis senjakalaAku dan ayahmu terbungkuk-bungkukDirundung rindangan rinduPadamuDalam pondok tengah ladang kami berteduh Dudu di balai-balai bambuTempat engkau kulahirkandan ayahmu dokter kita Tegal kita tak berkaki ke puskesmas terdekatSembiluPemotong tali pusatmu Memerihkan lambung berdua sekarangTegal kau tak pulang-pulangEngkauBuah...

Remora dan Hiu

 Puisi Yerem B. WaratPhoto by Noah Munivez from PexelsRemoraMenahan hiuLalu menumpang pergiMenjelajajahi lautan mahaluasdengan menempel pada sisi kapal raksasa ituKapal Tak tergangguakan penumpang kecil segitudan membawanya pergi keliling duniaBagai engkau membawaku pergi ke mana maumuEngkauHiu pembawakuBagaimana gelisah lagiBiarpun tempelan saja aku ini di sisimuMengisi perutku dengan remah-remahyang jatuh dari pinggir BibirmuBetapa...

Ke Pulau Adapandan

 Puisi Yerem B. Warathttps://id.wikipedia.org/Membaca Pandan Mingar <8> Dari Pulau HilangpandanBumi berlayar membawa pergi para penumpang Ke pulau AdapandanPenyu-penyuyang biasanya menitipkan telur di bawah pandanSesenggukan minta turut dalam pelayaran ituSebab pandan, pelindung bakal bayi-bayi mereka Telah tiada digusur besiJuraganTurun ke pantai Menampung jeritan meraka Kami kecildan tak berarti bagimu lagiTapi anak-anak sekampung...

Senin, 10 Mei 2021

Bangku Tempel

 Puisi Yerem B. WaratFlikrTuhanPenumpang Penuh membeludak dalam bus iniNamun aku nganggurTak ada yang menempatikuDua penumpang yang tak kebagian kursiTak duduk di ataskuMereka malah menendangkuke mana mauAku diam menikmati Permainan asyik Itu! Ketika kendara hampir terbalikKarena kondisi jalan yang rusak parahKedua mereka berebutan duduk Di atasku Aku diam jugaMenjunjung mereka yang berebutan duduki akuSetelah tadi bergiliran merekaMenendangkuTuhanTempelan...

Dacing

 Puisi Yerem B. WaratGambar oleh Janine Bolon dari Pixabay Di pasarTukang timbangMenggeser batu timbangan ke kiri, tengah, dan kananMencari (-cari) kesetimbanganSetelah pasTransaksi pun dimulaiTapi Pas menurut siapaTanya timbangan dalam dadaTukang timbang menimbang lagiPada dacingDiri tertimbangIstana Jiwa, 28 Agustus 2...

Bunga di Tepi Jalan

 Puisi Yerem B. WaratPhoto by Lum3n from PexelsBungadi tepi jalanMenitip harumPada angin yang lalu Semoga sampai Dari ladang, 15 Mei 2...

Rindu Padamu

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Kevin Blanzy from PexelsRindu padamuMenuntun pulang burung-burung ke sarangSapi ke kandang, belut ke liang, tani ke ladangDewan ke rakyatUang ke kasPerangDamaiAkuPadamuIstana Jiwa, 07 September 2...

Rusa dengan Luka di Belakang

 Puisi Yerem B. WaratPhoto by Rudolf Kirchner from Pexels Seekor rusa Turun ke kali mencari air di celah batuSebelum lidah yang kehausan ditarik kembaliBersama dengan air penyejuk kerongkongannya yang kersangAjing pencari air yang sama menggigitnya Dari belakangRusa lariMembawa luka di belakangLalat yang memang gila pada luka sembarang lukaBeterbangan keluar dari rimba sembunyian MerubungnyaRusa galauMembawa luka di belakangMenyelam...

Singa Jantan

 Puisi Yerem B. WaratPhoto by Francesco Ungaro from PexelsRindu padamuTak tertampung rumah ini lagiSejak kau pergi pagi itu Tanpa isyaratSekerdipLamunanku Di hari-hari belakangan iniHanya terisi bauan kita yang lengket basah pada bantal Alas terakhir kita Itulahyang mengaduk-aduk ingatanku Bila senja mulai memerahkan bibirnyamenjemput malamBerlarut jauh ke dalam sanaSedang daku mendudaDi rimba rinduSinga jantanMendongak...

Minggu, 09 Mei 2021

Bayi Nurani

Puisi Yerem B. WaratImage by Geri Art from Pixabay Di pangkal hariAku duduk memerhatikan embunTurun dari luka lambung langityang tertusuk DahagaDaunJuluran lidah pohonMenadah-nadah sejak subuhSampai beginiEmbun yang turun ke daun Terasa basah lidahkuDitetesi susuIbukuKerinduan Bayi nuraniMalam jauh, 10 Mei 2...