Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Selasa, 07 November 2023

WAJAH ANJINGKU

Tegal borok busuk di dahinyaAnjingku malu lalu lari Sembunyikan mukaEntah ke manaSejak itulahKami Sama kehilangan hari-hari di sisi tungkuBerbagi singkong kesukaan dan belaian sahajaLamaTak terjembataniTapi Setelah beribu-ribu bulan mendugai lubuk berdua di keterpisahan panjang iniKetahuan kami masih SerinduAku Masih sajaMembakar singkong Memanggil pulang kenangan kamiMendiangkannya saban malam di tepi tungku Hingga hangat KembaliSedang dia dari kejauhannya tak teraihBerjuang mengintipku dari...

Kamis, 05 Januari 2023

Lidah Lautan

 Lidah lautanyang menjilati kaki kami petang ituMelayarkan anganku ke Awololonyang terjilatinyaDulu ituAwololonTenggelam lenyapTinggal siput-siput bertebaranSiapa rindu padamu lagiSiapa terkenang padamu lagiBeruangBeringasBerdatanganBergerombol membangun Babeldi atas makam kekasih kamiTapi siapa sudi mengusik beruangBabel di atas makam kekasihMenindih rinduTak berujung         Istana Rindu, 30 Juni 2020*) Puisi ini dimulai dari Pintu Pencecap...

Jumat, 23 Desember 2022

Batu Terbang

 Batu TerbangCepat-cepat mencari celah Tempat bertengger BersarangDengan cakar makarnyaIa mengorek paksa Membuang habis isi kepala bocah baru belajarBersarang dia di situBeranak cucu dia di situSemua senyap seperti tak tahu TapiSetelah lama Tak tertampung lagi dalam kepalaBatu terbang bersama semua anak cucunyaBeterbangan keluarMencari mangsaDi luarBatu terbang patah sayap tertembak pemburuDor!BatuJatuh Terundung Sayap sendiriBagaimana berdiri lagi         Perteguhen, 24 Desember...

Kamis, 22 Desember 2022

Wajah Penuh Darah

                     <Membaca tragedi anjing kecil 1>Anjing kecilTergilas mobil Di tengah jantung kota Siapa dengar erangannyaSiapa paham jeritan tangisnyaAnjing kecilTutupi wajahnya dengan darahTakut dia ditandai bunda Tambah beban di dadaAnjing kecilTutupi matanya dengan darahTakut lihat iba bundaWajah penuh darah siapa punyaWajah penuh darah siapa peduliCuma bundaMenjilat wajah penuh darahMenyatukannya dengan darah sendiriSiapa pernah menceraikan darah dari darahCuma...

Rabu, 21 Desember 2022

Tukang Sampah

                                       *Pagi-pagi ia bangun menjemput sampah dari pintu ke pintu. Tanpa absen. Sebab absen berarti kiamat baginya. Sehari tak kerja, sehari itu pun mati tungku. Tak makan. Tak sekolah anak semata wayangnya. Maka sakit yang masih bisa dibawa-bawa tak jadi alasan untuk absen sehari dua hari. Ia,  tak mau absen. Tak mau memperpanjang litani kiamat-kiamat kecil. Ia,  tak mau membiarkan sampah mengotori kampung...

Minggu, 18 Desember 2022

Piring

Di piring ini punTergenangAir mata adikkuyang terusir malam ituMembawa pulang perutnya yang kosongke kampung kamiKarena piring di tendaTiada yang kecil Buat yang kecilDi sanaDekat tungku kami yang sama dulu ituIa mengisi perutnya dengan singkong sisa kamiSedang di sini nasiku basi TerbuangBuangBasi nasi itu tanda mati apiMari kobarkanOuh, PiringPangkuan nasi dan air mata bersepelukKapan kami berpelukan lagiKenyangi lapar kamiSeperut               Di Lewoleba, 08 Agustus 2...

Sabtu, 17 Desember 2022

Jagung di Kebun Kami

 LembuJangan makan kamiMeski kami mirip rumputMakananmuIaTurutTuannya pergiSambil mamah gigiMemangMulut susah dikandang      Pintubesi, 10 September 2...