Tegal borok busuk di dahinyaAnjingku malu lalu lari Sembunyikan mukaEntah ke manaSejak itulahKami Sama kehilangan hari-hari di sisi tungkuBerbagi singkong kesukaan dan belaian sahajaLamaTak terjembataniTapi Setelah beribu-ribu bulan mendugai lubuk berdua di keterpisahan panjang iniKetahuan kami masih SerinduAku Masih sajaMembakar singkong Memanggil pulang kenangan kamiMendiangkannya saban malam di tepi tungku Hingga hangat KembaliSedang dia dari kejauhannya tak teraihBerjuang mengintipku dari...