Proyek Penulisan dan Penerbitan Puisi Anak

Yuk nulis puisi untuk anak-anak kita.

Jumat, 30 April 2021

Mana Sandalmu?

Puisi Yerem B. WaratImage by Capri23auto from Pixabay SandalMelindungi kakiAgar tak langsung kaki kotori diriPada tanahPijakanIaTameng Sembunyian telapakAgar jejak gelap tetap tak terbaca dalam gerilyaKiniSandal telah lepasTiada di genggaman kaki lagiTopeng, tameng  Tiada lagiKaki Telanjang Jejak benderangDalam kelam paling pekat TadiDi televisi kulihatSandalmu tinggal di pintuMembiarkanmu...

Minggu, 25 April 2021

Kaca

Puisi Yerem B. WaratImage by Prawny from Pixabay *Hari-hari terasa panjang tak bertepi lagi sejak kami kekuar dari ladang itu. Anjing, singa, dan harimau melolong siang malam tak terhentikan. Melolong, memanggil, mencari kami. Tapi lolongan mereka tak segera berhasil memulangkan kami yang baru saja keluar. Pencarian tetap diteruskan. Mereka mencari kami dengan penciuman mereka yang tajam. Dengan begitu, mereka medapatkan...

Rabu, 21 April 2021

Ketika Kami Diam

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Kính from Pexels Api di pendianganMengumpulkan kami Melingkarinya sambil bercengkeramaSatu sama lainKetika percikannyaMenjilat jenggot opung di sebelahkuSependiangan beramai-ramai Memadamkan bunga api di jenggot si opung dengan mengerahkan seribu satuMobil damkarSampaiAir pun habis sehabis-habisnyaMaka wajar saja Bila giliran rumah tempat pendiangan itu yang terbakar hangusBeserta penghuninya...

Pemimpin

Puisi Yerem B. WaratTangkapan layar dari video yang beredar di TwitterToilet wargaMenampung semua sisaJuga yang paling tak disukainyaCuma seruas bambuMenyalurkan penguapan ke atasAgar tak tercemar hawa semesta dan pengap panasDi dalamSetelah penuh penampunganIa menyedotnya tanpa siapa pun tahuDidaur jadi kompos penyubur tanamanDi ladang wargaSemuaBerebutan tomatdan aneka sayuran segarPemimpinMendaur jijikan Jadi kejaran kitaItulah sebabnyaIa...

Harimau

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Antony Trivet from PexelsHarimauMerimba di tengah kota tak berhutanMengejar mencaplok ludesSemua yang lainKecuali Anaknya sendiriPantas dimpikan? Perteguhen, 22 April 2...

Kamis, 15 April 2021

Keputusan Langka Jokowi

Puisi Yerem B. WaratTangkapan YouTube Sekretariat Presiden Kado 21 tahun otonomi LembataSetelah tahuBahwa Laiskodat sakit seluruh badannyadan ban mobilnya keok Dihajar kondisi jalan pantai selatan Lembata yang rusak parahJokowiPresiden Republik Indonesia yang menjelata ituTurun MendadakJadi Bupati LembataKhusus memperbaiki jalan ke LamaleraSebab para Bupati kami yang belakangan iniBelum juga tahu dari peta yang siang malam terpajang...

Selasa, 13 April 2021

Mengejar Jokowi

Puisi Yerem B. Waratpos-kupang.com/ricko wawo Membaca kunjungan Jokowi<6>Di jalan rusakVidi mengejar JokowiMenyerahkan surat cintaCintanyaAkan rakyat yang tertindasAkan bakau dan pandan yang tergusurAkan Awololong pulau leluhur yang karamAkan be-be-em yang mahal melangitAkan jalan yang rusak parahTak terurusVidiAnak ingusanNekad kuat perangi ketakutannyaTerhadap hadangan paspampresdemi rakyatDi mana engkauWakil kami?Dari...

Niat

Puisi Yerem B. WaratImage by Rafael Zajczewski from PixabayNiat itu ruhMencari rupa pada kata tepat bernasMasuk merasukinya hingga larut nyatuLalu pergi menemuimuKataTerucap bibirPilihan ruh dalam dadaKata tubuh niat tak bisa pisahOleh kebohongan sekalipunKataTubuh niatMolek lusuh nuraniDari ladang, 15 April 2...

Huruf

Puisi Yerem B. WaratImage by DrSJS from Pixabay Membaca kunjungan Jokowi<5>Di medsosHuruf-huruf bergigitanKertakanTaring-taring merekaMenggetarkan tanah tempat bermegahLontar-lontar bertumbanganBatu gunung bergulinganMenindih kamiDi medosHuruf-huruf bergigitanDarah mereka membanjirMenyapu kampung-kampung kamiKampung hilangSanak hilang, sendiri pun hilangMereka masih sibuk bergigitanMerebut apa?Vidi Anak seumur jagungberlari-lari...

Senin, 12 April 2021

Aku Cuma Menulis

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Aphiwat chuangchoem from PexelsAkuCuma menulisSebagai rimis membasahi daunan padiyang lama merunduk Menanti airPadi punTegak kembaliMerentangkan tanganTanda syukur atas air itu tadiMembiarkannya menguap pergi, mengembunUntuk turun kembaliBagi yang lain AkuCuma menulisSebagai hujan jatuh ke atap lalangMemandikan kanak-kanakDi bawah ujung atapEngkau menggigil Kursimu basah Kena tirisanHujan membasuh...

Sabtu, 10 April 2021

Menjahit Langit

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Digital Buggu from Pexels*Setelah menebang pohon di tengah ladang itu dan mengulurkannya ke bumi untuk menanggai kami naik lagi, ia merapatkan sedikit langit yang robek itu agar tak takut kami menatap mata yang tak henti-hentinya mengejar kami dengan penantiannya itu. Ya, kami. Aku dan isteriku, yang bermarahan tuding-menuding karena ketahuan makan buah terlarang tadi. Buah dari pohon yang di tengah...

Jumat, 09 April 2021

Engkau Datang

Puisi Yerem B. WaratPhoto by João Jesus from Pexels Membaca kunjungan Jokowi <3>Engkau datangMencari dan menemukan kamiyang tak bernyawa lagiDi bawah timbunan Batu gunungTak terpecahkanPaluDi gudang kami jadi warisan paling antikTak untuk memecahkan batu ituyang melindas kamiSelama iniKedatanganmuImpian kami dan igauan kanak ramaiSiapa tahu tanganmu mustajab Memecahkan batuPelindas inidan kami bangun...

Kamis, 08 April 2021

Undangan Mayat

Puisi Yerem B. WaratPhoto by Steve Johnson from Pexels Membaca kunjungan JokowiKamiKetujuh puluh enam mayat Ile ApeMengundangmu datang melayat kami dan bangkai satulembata ini, TuanKaucium Baunya maka kaudatang? DuduklahDi atas sumber bau iniHirup dan dengarkan diam mendam mayat kami Sebab keluh-kesah selama bernyawaTak terhiraukan mereka-mereka iniDaya upaya raga kami Tandas termakanNafsuDuduklah Tanpa...

Jeritan Bangkai

Puisi Yerem B. Warathttps://fajar.co.id/Badai angindan banjir bandangMenyapu sampah-sampahyang menumpuk menggunungLebih tinggidari Ile LewotolokLebih ganas dari gelombang laut selatanTapi siapa sudi dengarkan keluhan kami? Jakarta diamSiapa pun diamSediam mayat-mayat kamiMenunggu sampai bila bencana baruTenggelamkan satu utuh Lembata iniBiar puas buas gagak memangsa Bangkai kamiItu sudahLagu lama, KawanCeletuk teman sebelah petiSebelum Kekenyangandan...

Rabu, 07 April 2021

Sembunyi

Puisi Yerem B. Warathttps://coopsies.com/KarenaLetih terus dikejar anak-anak kampungAyam itu pun mendapat akalUntuk bersembunyiMemangSedari tadi dia bersembunyidari semak ke semak, dari balik pohon yang satuke balik pohon yang lainTapi selalu saja KetahuanSadarBahwa tempat Bukan jaminan keamanan melainkan diriMaka ia pun berembunyi Dalam diriIaMenutup mataMemiringkan lehernya sedikit ke kiriLalu selinapkan kepalanyaKe bawah sayapAmanPikirnyaKarena...

Senin, 05 April 2021

Jalan

Puisi Yerem B. Warathttps://www.mediantt.com/UlarMeliuk Mengelokdari kota sampai ke kampung-kampungMenelan habis aspal yang jauh datang dari ButonMenyisahkan nganga tanahyang siap menelanmuKapan sajaUlarKekenyanganTidur melulu tak peduli pada hujan pun panasTak kuat menyeret perutnya Jauhkan diri dari kejaran anak-anak kampungJhon dan teman-temanMembelah perut ular ituMengeluarkan aspal-aspal tak tercernaMenambal jalan Belang-Belame-BotoJalanMengularTak...

Penerbitan Puisi Tematik

Komunitas Guru Menulis mengundang siapa saja yang ingin menerbitan puisi TEMATIK menjadi sebuah buku antologi puisi bersama dan diterbitkan oleh penerbit anggota IKAPI. Selain puisi tematik, juga diselenggarapan penerbitan puisi berbahasa Inggris dan Jawa.Ada temaRELIGI/KETUHANANCINTAIBUAYAHALAMDERITA/KESEDIHANHARAPAN[KRITIK] SOSIAL[pe]LAUTPUISI INGGRISPUISI JAWAKirimkan 1 puisi ke terbitkanbuku@gmail.com. Namai file: PUISI {TEMA} - Nama Penulis...